CEO Cantik Pujaan Hati

CEO Cantik Pujaan Hati
Epidose 18


__ADS_3

"Eh, Lisa loe disini juga?" ucap Andra kepada Lisa temen sekelas nya yang menyukai Andra tapi Andra nya gak ngerespon.


"Aku lagi jalan sama anak anak, kamu sih?" ucap Lisa centil.


"Gue lagi pacaran." ucap Andra ceplos membuat Dhilla terbelalak.


"What, engga engga, pasti kamu boong kan?"ucap Lisa seakan akan sedih.


"Heh emang loe pacaran ama Andra nya gue." teriak Lisa pada Dhilla.


"Haduuh gak penting banget sih,! Ndra kalo cuma mau bikin rusuh acara kerja kelompok gue mending loe pergi deh tuh ajak pengacau. Gue gak minat debat malu diliatin orang." ucap Dhilla geram.


"Eh maaf Dhill, engga maksud kok." ucap Andra sambil narik tangan Lisa menjauh dari yang lain.


"Ck. Apan sih Lis, emang loe ga liat gue lagi kerja kelompok. Malah loe gangguin." ucap Andra kesal.


"Ya maaf kirain aku emang kamu udah pacaran tuh sama cewe jadi jadian!" ucap Lisa sambil memanyunkan bibirnya.


"Udah deh terserah gue mau pacaran kek mau engga terserah gue." ucap Andra emosi.


"Udah mending loe pergi deh sama temen temen loe, cari cafe lain." ucap Andra lagi.


"Yaudah gue pamit." ucap Lisa pura pura sedih. 'Awas loe ya Dhill gue bakalan bales.' batin Lisa dan segara pergi bersama teman teman nya.


Andra pun kembali kerja kelompok bersama Dhilla dan yang lain nya.


*****


Di RS Pratama Sehat


Yumi berjalan dengan cepat menuju ruangan ayah nya, dan menghampiri sang ibu.

__ADS_1


"Bu gimana keadaan ayah?" ucap Yumi memeluk sang ibu.


"Nanti jam 7 akan di lakukan operasi. Kamu punya uang dari mana nak?" ucap Ibunya.


"Aku minta tolong sama teman ku bu." ucap Yumi.


"Gimana kita bayar nya nak?" ucao ibu nya bingung.


"Ibu tenang saja, aku akan bekerja dengn nya untuk menebus hutang kita. Dia orang yang baik bu, sebenarnya dia gak mau aka kerja dengannya untuk mengganti uangnya, tapi aku gak enak." ucap Yumi menjelaskan.


"Baik sekali teman mu nak, bawa lah kesini ibu ingin berkenalan dengan nya." ucap Ibunya Yumi.


"Baik lah bu, nanti aku coba bicara dengan nya." ucap Yumi menyetujui.


******


Di kediaman Pratama


"Memangnya kenapa?" ucap Shilla menyelidik.


"Tuh si Faiz minta tanyain sama kamu." ucap Akmal memeluk istrinya dari belakang.



"Oh, Perusahan keluarga Yumi sedang dalam masalah, dan ayah nya masuk rumah sakit harus operasi transplatasi jantung." ucap Shilla menjelaskan.


"What, jadi Faiz gak tahu apa apa?" ucap Akmal terkejut dan Shilla menggelengkan kepalanya yang tandanya memang Faiz tidak mengetahuinya.


"Hmm, sama aku aja harus ku paksa dulu. Tapi aku udah suruh seseorang menyelediki penyebab perusahaan Yumi bermasalah." ucap Shilla.


"Baiklah jika begitu. Kau tahu kenapa malam ini bintang tak bersinar?" tanya Akmal.

__ADS_1


"Entah lah aku tak memperhatikan." jawab Shilla.


"Ya karna ada kamu yang bersinar sayang." ucap Akmal gombal.


"Iiih apaan sih gombal." ucap Shilla bersemu merah.


"Tapi kamu suka kan?" ucap Akmal menggoda.


"Apaan sih! sayang kenapa Dhilla belum pulang juga ya?" ucap Shilla ngeles kek bajay.


"Hmmm iya ya." ucap Akmal tak lam suara pintu terbuka.


*Ceklek


"Assalamualaikum." ucap Dhilla lemas.


"Waalaikumsalam, kenapa sih adek gue kok lemes gitu." ucap Shilla penasaran.


"Hmm, bete kak hari ini dari masalah ada yang liat aku di nikahan kakak, sampe tadi nyangka aku ngerebut gebetan nya." ucap Dhilla curhat dan ikut duduk di ruang keluarga.


"Yaudah bilang aja kamu adek kakak apa susah nya sih." ucap Shilla.


"No kak, aku gak mau banyak orang yang caper dan culas males banget." ucap Dhilla meresa jijik.


"Terus kamu jawab apa?" tanya Akmal yang ikut nimbrung.


"Aku jawab aja, 'mungkin mereka salah liat, kayanya muka gue pasaran.' Gitu kak." ucap Dhilla jujur yang membuat kakak dan kakak ipar nya tertawa terbahak bahak.


"Wkwkwk, kamu sih waktu pembagian muka barengan sama yang lain jadi kan pasaran." ucap Shilla meledek.


"Hih apaan sih udah ah aku cape mau tidur." ucap Dhilla merajuk dan pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2