CEO Cantik Pujaan Hati

CEO Cantik Pujaan Hati
Episode 6


__ADS_3

Pesanan pun datang, mereka melahap makanan dengan lahap, selesai makan mereka sesekali bercanda gurau nostalgia dan bercerita segalanya yang terlewatkan.


" Nis sudah petang kita pulang yu? kamu pulang bareng aku aja" ajak Melli.


" Gausah soalnya aku mah mampir dulu ke minimarket Mel." tolak Nisa


" Baiklah, aku duluan ya?" ucap Melli tersenyum dan di angguki Nisa.


Melli pun meluncur langsung pulang ke rumah, sesampainya di rumah ia langsung ke dapur melihat pembantu yang sedang bergelut dengan pekerjaan nya.


" Masak apa bi hari ini?" ucap Melli menepuk bahu pembantunya.


" Eh copot copot, nyonya ngagetin aja, saya lagi masak ayam kecap sama tumis sayuran bu." ucap bi inah sambil sedikit latah karena kaget


" Maaf bi kirain tau saya kesini, bi besok belanja ya, soalnya lusa mau ada tamu ke sini, ini uang belanjanya." ucap Melli sambil memberikan jang belanja.


" Iya bu." ucap bi inah mengambil uang lalu melanjutkan aktifitas nya.


" Yaudah lanjutin saya mau mandi dulu." ucap Melli pergi ke kamarnya, sesampai di kamarnya ada Fajri sedang istirahat.


" Gimana bu?" tanya Fajri penasaran.


" Beres yah, kata nya lusa kesini." ucap Melli di angguki suaminya, berlalu ke kamar untuk mandi.


Di rumah Akmal, Anisa dan Ahmad sedang berdiskusi serius.


" Yah tadi ibu ketemu sama Melli istrinya Fajri sahabat kita." ucap Anisa sambil memijit bahu suaminya.


" Oh ya! bagaimana kabar mereka mbu?" ucap Ahmad penasaran, karna memang sudah lama sekali tidak ada kabar.


" Baik yah, mereka berniat menjodohkan Akmal dengan Ashilla anak pertamanya yah. Menurut ayah gimana?" ucap Anisa


" Wah ayah sih setuju setuju saja bu, gimana Akmal nya aja. Sudah lama sekali ya, terakhir kita bertemu ketika Shilla di bangku sekolah dasar." ucap Ahmad antusias.


" Iya yah, katanya Shilla itu adik kelas nya Akmal di kampus, dan kampus itu punya nya mereka." ucap Nisa.


" Walah mereka tambah kaya aja, tapi mereka masih mau menjodohkan anak nya dengan anak kita dari keluarga sederhana ini." ucap Ahmad.

__ADS_1


" Iya yah mereka tak pernah berubah, tak pernah sombong dengan apa yang mereka punya." ucap Nisa tersenyum.


" Iya bu benar." ucap Ahmad.


Saatnya pertemuan keluarga, keluarga Akmal bersiap siap untuk pergi, dan keluarga Shilla bersiap siap untuk menyambut kedatangan mereka.


" Ada apa sih mbu, samapai kita harus dandan seperti ini?" tanya Shilla penasaran


" Liat aja nanti, jangan berisik." ucap Melli


Tak lama suara mobil pun sampai di halaman megah keluarga Pratama, Akmal dan adiknya melongo seperti ada di istana. Tak lama mereka pun masuk dan di sambut hangat oleh keluarga Shilla, Shilla pun kaget.


' Kenapa ada kak Akmal.' batik Shilla


' Loh ini rumah Shilla.' batik Akmal. mereka berdua bergelut dengan pemikiran nya.


" Silahkan masuk!" ucap Fajri sambil menjabat tangan Ahmad. Semua keluarga masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu. Bi inah langsung membawakan minuman dan cemilan. Para orang tua bencanda gurau terlebih dahulu, ketika di rasakan cukup Ahmad membuka obrolan untuk kedua keluarga.


" Baik kedatangan kami kesini untuk membicarakan prihal perjodohan dan lamaran untuk nak Ashilla dari anak saya Akmal." ucap Ahmad tersenyum, Akmal dan Ashilla pun kaget dengan apa yang di bicarakan oleh ayahnya Akmal


*deg


"Oke saya jelasin dulu ya, kita berempat adalah sahabat sejak SMA, jadi ketika saya tau kalian dekat, saya berniat menjodohkan kaliam" ucap Fajri tegas.


"Gimana nak Shilla, apa kah kamu setuju?" tanya Anisa tersenyum memandang calon menantunya


"Ah kalo saya sih gimana bagusnya aja tante." ucap Shilla tidak berani menolak atau menerima.


" Yaudah kalian berdua silahkan bebincang dulu di halaman belakang, ajak nak Akmal nya sayang" ucap Melli


" Iya mbu, yu kak." ucap Shilla menuju halaman belakang di ikuti Akmal, sesampainya di halaman mereka duduk di bangku hanya terdiam satu sama lain, saling melirik sesekali detak jantung Shilla tak henti henti nya berdegub kencang, apalagi saat Akmal memecah keheningan.


" Ehm, Shill kamu memang nya setuju kalo harus nikah sama aku?" ucap Akmal dengan pipi merona dan jantung berdegub kencang.


" A.aku sih gimana baiknya aja ka." ucap Shilla gugup, Akmal memegang tangan Shilla.


" Shill jujur aku sayang kamu, hatiku selalu berdegub kencang ketika bersama kamu, aku nyaman dan ingin melindungi mu." jujur Akmal dan Shilla memandang Akmal dengan pipi merona.

__ADS_1


" Sejak kapan kakak menyukai ku?" tanya Shilla penasaran.


" Saat kita pertama bertemu, memang aku selalu menyangkalnya tapi aku selalu ingat kamu Shill." jawab Akmal masih terus memegang tangan Shilla. " Jadi kamu mau kan jadi jodoh aku dan menikah dengan ku? meakipun aku ini dari keluarga biasa aja, aku akan berusaha menyeimbangimu." ucapnya lagi dan tangan Shilla menutup bibir Akmal agar tidak merendahkan diri.


"Aku gak peduli kakak dari keluarga biasa atau kaya sekalipun, aku tidak membeda bedakan kasta kak, dan aku mau." ucap Shilla tersenyum malu. Akmal refleks memeluk Shilla, Shilla pun kanget dan dia pun ikut memeluk Akmal.


" Terimakasih Shill aku pasti akan melindungi dan membahagiakan mu." ucap Akmal lalu melepaskan pelukan nya.


" Iya kak." ucap Shilla, tak lama Akmal pun mendekat deg deg jantung Shilla berdegup kencang dan cup Akmal mencium kening Shilla. Shilla tersenyum malu dan pipi nya pun merona, Akmal pun tersenyum.


" Kita balik ke dalam lagi yu?" ucap Akmal lalu di angguki Shilla sambil menggandeng Shilla. Ketika sampai di ruang tamu semua keluarga tersenyum cerah melihat kedua anaknya.


" Pernikahan akan di adakan setelah Akmal selesai kuliah." ucap Ahmad tersenyum dan di setujui semuanya. "Dan pertunangan akan di adakan minggu depan." ucapnya lagi Akmal dan Shilla hanya tersenyum malu dan saling berpandangan. Tak lama acara pun selesai semua keluarga Akmal pulang dan waktu nua istirahan untuk semuanya.


Keesokan harinya Shilla berangkat bersama Akmal, dan membuat semua mahasiswa kecewa sedangkan mahasiswi iri dan dengki ada juga yang iku senang dengan hubungan mereka berdua. Ya hari ini mereka akan mengundang teman2 nya untuk datang ke pesta pertunangan nya minggu ini, semuanya pun kaget, dan menjadi patah hati.


" Gays gue mau ngundang kalian ke pensta pertunangan gue minggu ini di kediaman nya Shilla." ucap Akmal dengan lantang dan tersenyum memadang ke arah Shilla, pipi Shilla merona di buatnya.


"Ditunggu kehadiran nya thanks." ucapnya lagi. Kemudian Yumi dan sahabat Akmal mendekat dan bertanya.


" Apa apaan tih tiba tiba tunangan, pacaran aja gatau kapan kita." ucap Rizko sedikit kesal.


" Iya Shill, lo knp ga kasih tau gue?" ucap Yumi cemberut. Akmal dan Shilla hanya tersenyum ketika semua sahabatnya marah.


" Tenang gays, sebenernya kita di jodohkan gue dan Shilla setuju mangkan nya mau diadakan pertunangan kalo nikah na ntar kalo gue udah wisuda." jawab Akmal tersenyum dan merangkul Shilla, yang lainya manggut manggut karna baru tau.


" Oh gitu, selamat ya buat kalian." ucap yumi tersenyum.


" Kita kapan beb?" tanya Faiz ke Yumi membuat pipinya merona dan semuanya kaget mendengar ucapan Faiz.


"Trus kapan kalian berdua jadian? kenapa gue gatau coba?" ucap Shilla kesal.


"Yaudah berarti kita satu sama *wle." ucap Yumi menjulurkan lidah.


"Nyebelin." ucap Shilla tersenyum, semuanya pun tertawa.


Disisi lain ada yang kesal mendengan pengumuman bahwa mereka akan tunangan.

__ADS_1


siapa ya?tunggu episode selanjutnya ya.....


Bersambung......


__ADS_2