
Keesokan harinya, Daniel berangkat kekantor.. ia berangkat sendiri karena dia harus mengirim alex pergi kesingapura untuk bertemu dengan cliennya .
Ia kekantor hanya untuk memberi hukuman kepada dua kryawan yang sudah berani membuat wanitanya sampai terbaring lemah dirumah sakit
Daniel sampai didepan pintu kantor dan menunjukan aura yang sangat menyeramkan, bahkan tidak ada yang berani menatapnya
Setelah ia melewati beberapa kryawan yang menunduk karena takut, ia menuju lift khusus untuknya dan langsung keruangnnya
Setelah kepergiannya karyawan berbisik-bisik karena hari ini sepertinya suasana hati CEOnya sedang tidak baik-baik saja
“Apa kamu lihat CEO kita, aduhhh auranya serem banget.. padahal dia sangat tampan” kata salah satu staff yang berbisik pada teman kerjanya
“Ssssuuuuuttttt…. Jangan bergosip tentangnya bagaimanapun itu, jika kau tidak ingin dipecat” ucap temannya
“Iya.,,, tapi aku rasa dia ada masalah deh” katanya lagi
“Urusi aja urusanmu sendiri, jika kau masih ingin bekerja disini!” Jawabnya dan memberi tatapan kesal pada temannya itu
“Iiisssss aku kn cuma mau ngobrol sedikit” kesalnya pada temannya yang tidak bisa diajak kompromi
Sedangkan yang diajak bicara hanya memutar bola matanya malas
Sesampainya diruanganya Daniel memanggil salah satu orang kepercayaaanya untuk memanggil Raka manager keuangan. Ia menyuruh Raka menemuinya di ruangan directur
Raka sedikit terkejut saat menerima telepon kantor “kenapa pak directur memanggilku ya??” Raka cukup heran.
karena ia tidak ingin Daniel terlalu lama menunggu kedatangannya, akhirnya ia memutuskan untuk kelantai 50 dimana ruangan directur berada
Memang selama ini tidak ada sembarangan karyawan yang bisa masuk keruangan Daniel, selain semuanya sudah memang diataur, Daniel memang sudah menaruh orang-orang kepercyaannya di setiap posisi purasahaannya
Jadi, ia tidak pernah repot-repot mengurus masalah karyawan,,, ia hanya menerima setiap laporan saja dengan adanya alex disisinya, ia sudah bisa mengetahui situasi perusahaan
Tokk….tokkk….tokkk
“Masuk!” katanya singkat
“Tuan ada yang bisa saya bantu” tanya Raka
Daniel menatapnya datar tanpa expresi yang membuat Raka tidak nyaman dan sedikit takut
“Apa kau tau apa kesalahanmu?”” Tanyannya dengan tatapan tajam
“Kee….keesalahan apa tuan” tanyannya dan berpikir tentang kesalahan apa yang dimaksud bossnya itu
“Baikk jika kau belum mengerti juga”!!! Daniel menaikan dua jarinya dan mengisyaratkan Raka untuk mendekat
Saat raka mendekat.., Daniel mengambil laptop dan menujukakan sesuatu padanya. Rekaman cctv kemarin ia tunjukan dan diputar.. Raka tidak mengerti maksudnya, kesalahannya dimana dan maksud rekaman itu apa
Jelas-jelas hanya terlihat michella yang masuk dedalam toilet dan disusul oleh riska dan rara
“Tuan, itu apa maksudnya dan kesalahan saya dimana,.. tolong jelaskn secara detail tuan biar saya mengerti arah pembicaraan ini” katanya dengan menundukan sedikit kepalanya
“Kesalahanmu banyak. aku akan sebutkan satu-persatu dan maksud rekaman itu apa kamu akan mengerti nanti!” Tegasnya
“Kesalahanmu adalah”
__ADS_1
“Satu. kau selalu saja mengejar michella tanpa henti!”
“Dua. Kau bahkan tidak tau sifat buruk bawahanmu yang suka menindas dan menghaniaya teman sekantornya”
“Tiga. Gara-gara kau michella mengalami sesuatu yang sangat buruk”
“Empat. Kau tidak mematuhi perintahku jika dikantor ini aku tidak mau jika ada orang yang menjalin hubungan!! Kecuali aku”
“Lima. Kau lihat foto ini!! michella hampir mati ditanggan kekasih ****** sialanmu itu dan temannya yang berani menghaniayanya di dalam kamar mandi kemarin”
“Dan Enam. Kau tidak tahu jika michella adalah WANITAKU!” Katanya penuh dengan penekanan dan menatap tajam kearah raka
Tubuh raka lemas, bagaimana mungkin ia tidak sadar jika michella tidak kembali ke ruangannya kemarin, dan gara-gara dia mendekatinya, michella bahkan hampir dibunuh oleh wanita yang sangat terobsesi karenanya
“Tuan… saya sungguh tidak tahu apa-apa, Riska bukan kekasih saya tuan, dan saya memang sangat mencintai michella saat pertama kali saya melihatnya Dan sebelumnya maaf tuan saya tidak tahu jika anda adalah kekasih michella” ucapnya penuh sesal
Raka menjatuhkan lututnya, dan berlutut dihadapan Daniel, Raka sangat prihatin dengan keadaan michella yang tertidur tak berdaya di rumah sakit, bahkan hatinya sangat sakit melihatnya
Daniel yang melihat raka berlutut hanya melipatkan tangannya didada, ia sangat kesal saat raka bilang ia sangat mencintai michella. ia menatap kearah Raka yang masih berlutut dan menangis danielpun berkata
“Aku mengampunimu untuk kali ini, karena aku tau jika kau tidak tahu menau tentang masalah ini, tapi aku sendiri yang akan memberi ****** itu pelajaran.” ucap daniel dan tersenyum sinis
“Tapi kau tidak akan bekerja lagi disini Raka!” Kata daniel dan berhasil membuat Raka menengok kearahnya
Daniel menaikan satu alisnya “hhhmmm apa kau takut kehilangan pekerjaanmu?? “
“Tidak tuan, jika memang anda tidak bisa mempekerjakan saya lagi, saya tidak apa-apa. mungkin itu hukuman bagi saya tuan., hanya saja tolong, jangan di blacklist di daftar hitam tuan!!! Saya masih harus menanggung jawabkan ibu saya yang serdang dirawat dirumah sakit!!” Pintanya kepada Daniel
“Tidak, tenang saja kau hanya aku pindahkan ke cabang perusahaanku di negara X, pindahlah kesana! Aku akan menanggung semua kebutuhanmu dan juga keluargamu!”
“Aku sudah mengurus semuanya. Kau hanya perlu beres-beres hari ini juga”
“Apa harus hari ini tuan” tanyanya
“Tentu saja” jawabnya singakat bahkan menunjukan tidak suka jika ia dibantah
“Baiklah tuan, tapi ijinkan saya mengunjungi michella sekali saja tuan, sebagai tanda perpisahan.” pintanya dan berhasil membuat Daniel menatapnya tajam
“Tidak! Aku tidak akan ijinkan siapapun melihat wanitaku!. Kau tau itu, jika kau berniat mendekati michella lagi, walaupun hanya sekali saja maka kau akan tanggung sendiri akibatnya!” Ancam daniel yang berhasil membuat raka merasa takut
Raka memang sangat mencintai michella, tapi ia masih waras jika harus berurusan dengan seorang Daniel.. karena semua orang tahu jika daniel orangnya tidak suka dibantah
“Baiklah tuan, jika memang itu yang anda inginkan saya tidak mau membantah.” jawabnya tapi terlihat jelas dimukanya penuh sesal
“Kau bisa keluar dari runganku sekarang.! bersiap-siaplah, donald akan mengurus semua kepindahanmu” kata daniel dengan wajah datarnya
“Baiklah tuan saya permisi” dengan perasaan yang sangat kecewa Raka pergi dari ruangan Daniel
“Kenapa aku harus bersaing dengan orang seperti dia, Tuhan begitu kejam padaku. Aku harap kau baik-baik saja michella” batinnya
Setelah itu Daniel menelepon seseorang
“Reza panggil dua wanita sialan itu keruanganku sekarang!!”
Hanya butuh waktu 5 menit dua wanita yang ditunggu-tunggu daniel akhirnya datang
__ADS_1
“Aaaa.ada perlu apa tuan memanggil kaaa..ami ke sini” dengan perasaan takut rara bertanya menatap daniel
Sedangkan yang ditatap hanya duduk santai sambil memutar handphone ditanggannya
“Kau bertanya padaku?” Daniel menatap tajam pada dua wanita itu
“Ii..iya tuan” jawab rara dengan memanggut-manggutkan kepalanya
“Dan kau? Apa kau tidak ingin bertanya untuk apa kau dipanggil keruanganku?” Tanya Daniel yang melihat Riska hanya diam dan menunduk
Rara yang mengerti sabahtnya hanya diam saja akhirnya menyenggol tangan Riska untuk menjawab. Mereka sebenarnya sudah mengerti kenapa dipanggil keruangan directur pagi ini, pasti untuk menanyakan tentang apa yang dilakukan kemarin ditoilet
Mereka berpikir michella sudah mati, karena tidak ada kabar tentangnya bahkan dia tidak ada dikantor pagi ini
“Tiii..idak tuu..uan” jawab Riska
“Aku bertanya pada kalian. Apa kalian melakukan kesalahan” tanya daniel dan menatap mereka tajam
Mereka saling panjang bahkan riska menggelengkan kepala kepada rara untuk tidak mengakui perbuatan mereka
Daniel yang kehilangan kesabaran memukul meja dengan keras membuat dua wanita didepannya terkejut dan ketakutan
“Aku sudah memberi kalian kesempatan untuk mengakui kesalahan kalian. tapi kalian menguji kesabaranku! Hhmmm” sinisnya dan mendekati dua wanita yang takut itu sampai gemetaran
Daniel mencekik leher Riska dengan tangan kanannya. Cekikannya semakin mengeras sehingga membuat mata riska memerah, ia memberontak dan menangis
Rara yang melihatnya sangat ketakutan dan tanpa ragu ia berlutut dan minta pengampunan
“Ampuni kami tuan, kaa..ami salah, kami telah membunuh salah satu kryawan disini. Ampuni kami tuan tolong lepaskan teman saya tuan!!” Pintanya memegang kedua kaki Daniel sambil menangis
Reza yang melihat daniel mencekik riska semakin keras akhirnya mendekati Daniel yang seperti kesetanan
“Maafkan kelancangan saya tuan, lebih baik hukum saja mereka berdua, jika tuan membunuh mereka disini, itu akan sedikit meroptkan anda”
“Saya yakin nona muda pasti menunggu anda dirumah sakit” kata Reza yang mencoba menenangkan tunnya, reza tau jika negaranya ini negara hukum, sekaya apapun kita pasti akan repot nantinya jadi ia menggukan michella untuk menenangkan kemarahan tuannya
“Tahan dirimu tuan, jika nona muda tau nanti dia tidak akan mau menikah dengan seorang pembunuh tuan” kata reza penuh keyakinan
Daniel menghempaskan Riska dengan kasar sampai ia terjatuh kelantai
“Uuuhhuukkk…..uuuhhhukkkk” Risa memegang lehernya yang sangat memanas, hampir saja ia mati jika reza tidak memintanya untuk melepaskan cekikannya
“Kaliaann tau siapa wanita yang sudah kalian siksa kemarin?” Tanyanya dengan tatapan tajam
“Dia adalah calon istriku!!! Dan untung dia masih bisa diselamatkan. Jika tidak, akan kupastikan kalian akan mati secara perlahan dan sangat kesakitan!” Katanya yang membuat dua wanita itu meranggkak dan meminta ampun sambil menangis
“Ampun tuuann, ampuni kami, kami sungguh tidak tau jika michella adalah calon istri anda” kata Riska sambil menangis
“Tutup mulutmu wanita ******! Mulut busukmu itu sama sekali tidak pantas menyebut wanitaku!”””
“Reza,,, urus mereka berdua!!!. Dan pastikan mereka tidak bisa hidup tenang setelah ini!”
“Baik tuan” jawab Reza dan memanggil empat orang tinggi besar berjas hitam unduk menyeret mereka keluar dari ruangan Daniel
Setelah urusannya dengan dua wanita itu selesai akhirnya daniel pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan michella
__ADS_1
Happy reading!!!! ^\~^