Ceo Dingin Dan Istri Kecilnya

Ceo Dingin Dan Istri Kecilnya
Belum sadar


__ADS_3

Hari ini michella dipindahkan keruangan vvip, karena Daniel tidak nyaman berada di ruang IGD, daniel menyuruh semua dokter melakukan yang terbaik untuk gadis mungilnya itu


Siang harinya daniel sudah sampai dilobby rumah sakit, dengan muka datar dan tatapan yang menyeramkan. Daniel tidak sengaja ditabrak seorang wanita


Bruukkk…… wanita itu terjatuh, Daniel membuka kacamata hitamnya, alisnya mengkerut sepertinya ia mengenali wanita didepannya itu


“Apa kau tidak lihat-lihat saat berjalan tuan” kesal wanita itu


Daniel diam tak bergeming, saat wanita itu hendak bangun ia melihat wajah laki-laki didepannya dan terkejut


“Daniel kaukah itu??” Tananya dengan dahi yang mengkerut


“Yaampunn..” wanita itu menutup mulutnya ternyata laki-laki yang didepannya memang benar Daniel


“Apa kau tak mengenaliku?” Tanyanya dan mendekat kearah Daniel


Daniel bukannya tidak mengenalnya, hanya saja menurutnya wanita itu tidaklah penting


Dia adalah viona, dulu saat viona masih berada dinegara itu mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Sudah hampir 1 tahun semenjak mereka dijodohkan tapi viona tak kunjung dinikahi


Viona sudah melakukan banyak cara untuk mendekatinya, tapi Daniel tidak pernah luluh dengan rayuan dan sikap baik vioana padanya


“Daniel?? Apa yang kau lakukan dirumah sakit? Apa kamu baik-baik saja?” Tanyanya dengan lembut


“seperti yang kamu lihat” jawabnya dan pergi begitu saja


“Daniellll tungguuu!!!” Teriak viona dan berhasil membuat daniel berhenti


Viona berlari kecil menghampiri daniel.,, ia sangat berharap jika daniel akan bertanya padanya kapan jembali dan ia sangat merindukan sosok wanita itu


“Apa kau marah padaku karena aku pergi tanpa pamit daniel??” Viona bertanya dengan sangat hati-hati


“Tidak, aku tidak pernah peduli dengan itu” jawabnya singat


“Tapi apa kau tidak merindukanku? Aku adalah tunanganmu dan sesuai perjanjian orang tua kita jika aku sudah kembali kesini maka kita akan melangsungkan pernikahan” jawabnya dengan bergelut manja ditangan Daniel


Daniel menarik nafasnya panjang dan menghempaskannya dengan kasar


“Aku sedikitpun tidak ada niat untuk menikahimu! semenjak kau pergi tanpa memberi penjelasan apa-apa itu artinya perjodohan kita sudah tidak berlaku lagi. Kau mengerti!!!” Katanya penuh penekanan dan langsung pergi begitu saja


Viona hanya tersenyum miring melihat punggung Daniel yang semakin menjauh

__ADS_1


“Lihat saja, kau akan bertekuk lutut dihadapanku, kau akan mengemis cintaku!!! Camkan itu” batinnya dan pergi keluar dari rumah sakit itu dengan mengentakan kakinya


Viona merupan anak dari teman dady daniel, viona memaksa kedua orang tuanya untuk menjodohkannya dengan Daniel. Jika tidak dia akan mencoba untuk bunuh diri, dengan terpaksa mereka menuruti keinginan putri tunggalnya itu


Tapi semua tidak sesuai harapan viona, Daniel bahkan tidak mau sekedar mengajaknya jalan-jalan ataupun menyentuhnya sedikitpun


Viona sangat kesal dengan itu,, ia berencana untuk pergi keluar negeri dengan pacar gelapnya dan menghabiskan waktu selama 1 tahun disana


Daniel mengetahui semua kebusukan viona, maka dari itu ia tidak mau menikahi wanita yang berhati busuk itu


Viona kembali kenegaranya dengan harapan menikah dengan Daniel agar bisa menjadi nyonya SANJAYA


Daniel sudah sampai didepan pintu ruangan VVIP Tangannya berhenti saat ingin membuka pintu, sekilas ia melihat seikat bunga yang digenggamannya, ie menarik nafas dan memasuki ruangan itu


Daniel menaruh seikat bunga di vas yang sudah disediakan di meja, Daniel menatap tubuh gadis munggil yang tak kunjung sadar itu dengan lembut dan mengusap kepala michella


“Cepatlah sadar… Saat kau sadar nanti mau tidak mau kau harus menikah denganku, dengan begitu tidak akan ada yang berani menyentuhmu lagi, aku sangat mencintaimu chella” dengan senyuman lembut daniel melihat wajah michella yang terlihat sangat nyaman memejamkan matanya


Daniel mengambil laptopnya dan menyelesaikan pekerjaannya di rumah sakit.. sekali-kali ia menelpon alex untuk menanyakan pertemuannya dengan cliennya di singapura


Sudah 1 minggu michella terbaring dirumah sakit, bahkan tidak ada tanda-tanda ia akan bangun, padahal semuanya normal bahkan ia sudah melewati masa kritisnya


“michella apa kau tidak merindukanku?.. kenapa kau tak kunjung bangun??, kumohon bukalah matamu..!” Kata Daniel sambil mengusap lembut pipi gadis itu


Daniel memanggil jhon untuk datang keruangan dimana michella dirawat untuk membicarakan sesuatu. Sesampainya jhon di depan pintu, tidak lupa ia mengetuk pintu


saat pintu kamar berhasil dibuka ia hanya memasukan kepalanya untuk melihat kedalam


Dan jhon menangkap sosok yang ia cari-cari, jhon hanya menunjukan giginya


“Jhon. Cepet masuk! Aku tidak suka bermain-main.. kalau kau tetap bermain-main aku akan memasukanmu kekandang buayaku!” Kata Daniel dan berhasil membuat jhon takut


“Iiiissss kau tau niel, kau terlalu kaku dan galak. Itu sebabnya semua mahluk dimuka bumi ini menakutimu, bahkan wanita-wanita pun takut mendekatimu,,,!” Ledeknya pada sahabatnya itu


“Aku tidak butuh banyak wanita yang memujaku jhon. Hanya michellalah yang boleh mengemis cintaku” kata daniel datar sambil mengetik komputernya


“Apa Kau begitu yakin jika gadis ini akan mencintaimu dan menerimamu niel??,. Kenapa aku tidak yakin ya?” Jawabnya dan berhasil membuat Daniel menatapnya tajam


“Setelah pembicaraan kita selesai aku akan mengirimmu untuk bertugas ke south afrika!” Katanya tanpa menatap kearah jhon


Jhon yang mendengar itu langsung membulatkn matanya dan bersimpuh di lutut Daniel

__ADS_1


“Ayoolah sobat,, aku hanya sedikit bercanda, kenapa kamu tega sih sama aku,.! Aku gak mau dikirim ke keafrika… “ katanya sambil merengek


Daniel hanya membalasnya dengan senyuman miring,..


jhon yang melihat senyuman itu menelan ludahnya kasar, ia harus segera mencari cara untuk tidak dikirim ke afrika, ia tau jika Daniel tidak pernah main-main dengan kata-katanya


“Hhhmmm apa yang ingin kau bicarakan” katanya pada daniel dan berhasil membut daniel menghentikan aktivitasnya


“Aku ingin tau keadaan michella sedetail mungkin” Tegasnya


Jhon menarik mafas dalam dan membuangnya sebelum memulai bicara.


“Sebagai seorang dokter, aku juga sedikit merasa heran kenapa dia belum sadar juga padahal sudah seminggu. sedangkan hasil ronsen menunjukan jika tidak ada luka fatal didalam, selain luka ikatan ditangan,kaki dan juga pipi yang lebam akibat tamparan yang keras” ia melirik daniel dan menlanjutkan kalimatnya


“sepertinya itu terjadi karena ia sangat ketakutan dan tekanan batin yang dalam saat ia dikunci beberapa jam dengan pakaian yang basah kuyup..,” ucap jhon yang duduk disamping daniel


“Tapi niel yang aku takutkan nanti malah saat dia terbangun, dia akan mengalami trauma yang berat untuk berdekatan dengan orang lain,,.”


“Tapi ada kemungkinan juga jika ia akan mengalami amesia” katanya dengan menunjukan hasil pemeriksaannya selama 1 minggu penuh,,


“Apa kau yakin?” Katanya melirik tajam sahabatnya


“50 banding 50 kemungkinan dari hasil pemeriksan” katanya santai


“Jika pemeriksaanmu salah siap-siap terbang ke south afriksa saat michella siuman” kata daniel dan ia mengambil kembali laptopnya


Mata jhon melotot mendengar apa yang daniel ucapkan,. “Kau sangat kejam untuk ukuran seorang manusia” batin jhon sedangkan yang diumpat sudah menaikkan satu alisnya dan menatap ke arah jhon


“Apa kau sedang mengumpatku didalam hatimu dan bilang aku manusia kejam” kata daniel dengan senyuman devil


“Ooohhh mana aku berani mengumpatmu kawan,. Heheheh… aku ada jadwal periksa siang ini dengan pasienku, nanti hubungi aku kalau ada apa-apa” jhon melangkah keluar dengan menunjukan giginya ia melanbaikan tanganny sebelum ilang dibalik pintu


Setelah kepergian jhon daniel menelpon Reza untuk menanyakan dua wanita yang kini dalam keadaan yang sangat menyedihkan


Mereka berdua disiksa lahir dan batin,. Daniel sebenarnya sangat ingin membunuh mereka berdua, tapi apa yang dikatakan Reza benar, iya takut michella membencinya karena daniel seorang pembunuh


Dengan menghela nafas panjang daniel menghampiri tubuh michella yang tidak ada perkembangan setelah berhasil melewati masa kritisnya


Daniel duduk disamping michella dan mengusap tangan yang dipasang infus itu dengan sangat lembut


“Ku mohon bangunlah…, aku sangat tersiksa melihatmu seperti ini chella.,” ia mencium tangan michella begitu lama dan membaringkan kepalanya di samping michella ia menatap jari-jari michella dengan instent dan berharap jari-jari itu bergerak seperti difilm-film romantis

__ADS_1


Waahhh semoga kalian suka ya dengan alur ceritanya reader.,,,,, ^\~^


__ADS_2