
Didalam mobil mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing, sepanjang jalan michella hanya diam dan memandangi kearah luar kaca mobil. Daniel sekali-kali melirik kearahnya dan tersenyum
“Hari ini kau yang traktir kan?” Daniel memulai percakapan
“Iya pak sesuai janji saya” jawabnya singkat
“Jangan panggil saya pak, apakah saya ketua itu” tanyannya dengan nada kesal
“Maaf tuan”
Daniel menarik nafasnya dalam dan mengembuskanya kasar
“Kenapa dia sepertinya sangat kesal ya,, apa ada yang salah dengan sebutan tuan” michella bertanya dalam hati
“Begini saja, cukup panggil saya Daniel tidak usah panggil saya dengan sebutan pak ataupun tuan!”
“Tapii tuan.,,”
“Panggil saya DANIEL titik.”
“Dasar pemaksa!” Batin michella sedikit kesal
“Apa kau kesal denganku” tanya daniel dan melihat kearah michella
“Aahhh tidakk tuann,, ehh maksud saya Dann,.niel”
“Tapi semua terlihat jelas dari epxresi wajahmu michel., kalau kau sedang kesal” katanya dengan nada lembut
“Eeehhh darimana dia tau namaku,, bukannya daritadi aku gak ada sebutin nama ya” batinnya dengan heran
Setelah hampir 30menit akhirnya mereka tiba direstoran mewah salah satu milik SANJAYA., michella hanya bisa membulatkan matanya dan beralih pandangan menatap Daniel. ia tidak percaya jika mereka akan makan disini malam ini
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Daniel bertanya dan menaikkan satu alisnya
“Tidak ada,.” Balas michella
Michella hanya diam didalam mobil. Ia enggan untuk turun karena tempatnya terlalu mewah dan pasti harga makanan disini sangatlah mahal. Sementara daniel keluar dan membukakan pintu untuk michella
“Apa kau tidak ingin masuk” tananya dengan senyum manisnya
“Hhhmmm apa kita tidak salah memasuki restoran tuan.,” michella bertanya dengan hati-hati
“Tuann?” Tatapan Daniel dengan tajam
“Emm maksud saya Daniel” ucap michella kecil tapi masih bisa didengar oleh lawan bicaranya itu
“Baiklah sekarang turun..Aku sangat lapar. Dan lagi aku memang selalu makan ditempat yang seperti ini., tadi kau bilang ingin mentraktirku. jadi, ayoukk!!”
Michella hanya membuang nafasnya kasar lalu ia turun dan mengikuti langkah daniel yang sangat panjang
Saat masuk kedalam restoran. Salah satu staff menghampirinya, dia adalah manager direstoran itu
“Selamat malam tuan, suatu kehormatan anda berkunjung kesini” katanya dengan membungkukan badan
“Mari tuan saya antar” kata pak manager
Daniel hanya menganggukan kepala dan mengikuti sang manager., mereka pergi kelantai 5. Disana adalah ruang vvip dimana hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk keruangan tersebut
__ADS_1
Michella melirik sekeliling ruangan tapi hanya ada dia, daniel dan satu seorang waiter ,. Mereka duduk dimeja yang ditunjukan sang waiter dimana hanya khusus untuk 2 orang saja
“Kau mau pesen apa..?” Tanya daniel pada wanita didepannya itu.
Michella membuka menu makanan direstoran itu,,, matanya membulat sempurna dan mulutnya sedikit terbuka melihat harga makanan disana,. Daniel melihat expresi michella hanya cengar cengir sendiri
“Kenapa tidak ada makanan dengan harga murah disini,. Bisa-bisa semua uang tabunganku habis hanya untuk makan malam saja” batinnya
“Sepertinya aku tidak lapar,. Kau pesan saja apa yang ingin kau makan daniel” serunya dan menaruh kembali menu makanan dimejanya
Daniel mengerti kenapa michella tidak jadi memesan makanan.. itu karena harganya yang sangat mahal. Lalu ia melambaikan tangannya mengisyaratkan waiter disana untuk mendekat
“Bawakan aku makanan terbaik dan terlezat disini kalau minumnya seperti biasa!” Perintahnya kepada waiter tersebut
“Baik tuan saya mengerti” lalu ia pergi untuk memberitahu cheff direstoran itu
“Michella hari ini kamu mungkin akan berpuasa sampai gajian tiba,. Tidak seharusnya kamu berurusan dengan pria ini” michella menangis didalam hati
Hanya butuh waktu 30menit semua makanan sudah tersaji dimeja tersebut,. Michella menelan ludahnya kasar melihat makan-makan yang terjejer dimeja., ia berpikir keras harus membayar berapa harga makanan itu
“Kenapa kau tidak makann???” Daniel sedari tadi melihat michella hanya menatap makanan memutuskan untuk memulai pembicaraan
“Ohhh tidak… aku rasa perutku masih kenyang” michella hanya nyengir kearah Daniel tanpa diduga perut michella merespon bau masakan yang terlihat sangat lezat
“Kkkkkriiiiuuuukkkk” mata michella melebar perutnya tidak bisa diajak kompromi dan ia hanya menunjukan deretan giginya yang putih dan rapi
“Aduuuhhh gemasnya,, kenapa setiap apa yang dia lakukan selalu terlibat menggemaskan” batin Daniel
“Tenang saja, kau tidak perlu membayar semua ini… untuk kali ini biar aku yang traktir,, jadi makanlah sebelum makanannya dingin..” ucap Daniel dengan lembut dan tersenyum yang membuat lawan bicaranya sedikit terpesona karena ketampanannya
“Dia sangat tampan.,bahkan ternyata issu yang beredar dikantor semuanya tidak benar., bukankah dia sangat lembut” batinya dan metatap kagum kearah Daniel
Mereka makan dengan tenang hanya ada gentingan garpu, piring dan sendok makan yang terdengar diruangan itu
Setelah makan, Michella ingin pergi ketoilet sebentar bahkan Daniel menawarkan ingin mengantarkannya,. Tapi ia menolak dengan alasan hanya ingin mencuci tangan saja
Setelah keluar dari ruangan vvip tidak sengaja ia melit sepasang kekasih yang akan malam ditempat yang sama,. Michella hanya melewatinya tanpa berkata apapun
Wanita yang melihat kearah michella dan merasa sangat mengenalnya. Ia tersenyum sinis bahkan ia berbalik dan berbicara cukup kencang
“Apa yang kau lakukan ditempat ini bahkan kau keluar dari ruang vvip, apakah kau sedang menjual tubuhmu disini” sindir Gisell
iya, dia adalah kakak tiri michella dan lelaki yang bersamanya bukan lain adalah David mantan kekasih michella
Michella tidak mengumbrisnya dia tetap berjalan menjauh mencari toilet, David hanya bisa melihat punggung michella yang semakin menjauh dan terlihat jelas dimatanya jika dia masih mencintai gadis itu hanya dengan tatapan matanya
“David, apa kau tidak lihat itu.. aku yakin jika dia sedang kencan bersama laki-laki hidung belang dan menjual tubuhnya” seru Gisel dan menggandeng tangan David untuk menjauh
David tidak berkata apapun ia telah dibutakan dengan rasa cemburu dan bukti palsu yang diberi gisel. sehingga dengan mudah ia percaya jika michellalah pengkhianat hubungan mereka
Disisi lain michella sampai di toilet wanita tanpa sadar ia meneteskan air mata,,, begitu sakit yang ia rasakan jika harus melepaskan David untuk kakak tirinya
“Kenapa aku menangis, David mungkin lebih bahagia bersama Gisel, aku harus menerima kenyataan.. lagian dia yang sudah mengkhianatiku” katanya dalam hati dan pengapus air matanya
Didalam ruangan vvip Daniel hanya bisa berdecak kesal karena michella tak kunjung datang. dia terlihat seperti cacing kepanasan
“Kenapa dia lama sekali apa yang sebernya dia lakukan” kata daniel dengan kesal melipatkan tangganya didada sambil mondar-mandir
__ADS_1
Daniel berniat menyusul michella ketoilet karena hampir 30 menit ia tak kunjung datang., tapi tiba-tiba pintu terbuka
Ceklek…. Terlihat michella masuk keruangan dengan muka yang menunduk,,. Daniel datang dan menghampirinya, saat ia melihat kedua mata michella alisnya mengkerut.. ia melihat kedua mata michella sebam
Daniel mengusap kedua pipi michella dengan lembut… tanpa minta izin ia langsung memeluk tubuh gadis mungil itu. Tangan kiri daniel mengusap kepala michella dan tangan kanan mengusap lembut gadis itu
Michella menangis sejadi-jadinya dipelukan Daniel dengan punggung yang bergetar,. Daniel tidak bertanya apapun ia hanya mempererat pelukannya
Setelah sedikit tenang michella melepaskan pelukannya dan mengusap air mata dengan kedua tangannya
“Tuan,.,. Maksudku Daniel, bisakah kita pulang sekarang?!.. aku sangat lelah” pintanya dengan kepala yang menunduk dan suara yang bergetar
“Tentu ayouk!!!” Daniel menggandeng tangan michella lembut., sesampainya diparkir Daniel membukakan pintu untuknya
“Terimakasih Daniel” ucapnya canggung
Disepanjang jalan michella hanya menunduk. Awalnya Daniel ingin mengantarkanya keapartmennya tapi setelah melihat keadaan gadis malang itu, mobilnya melaju ke arah mension SANJAYA
setelah mobil berhenti. Michella baru sadar jika ia tidak dibawa ke apartmen.,,
“Daniel dimana ini” tanyannya heran karena mobil itu berhenti di rumah besar nan mewah
“Ini di mensionku, karena sudah larut malam jadi untuk malam ini kau tidur disini dulu”
“Tapi…aa..aku”
“Tidak ada tapi-tapian,. Cepat turun!! Aku tidak akan berbuat macam-macam, kau tenang saja. Cukup masuk dan beristirahatlah!!” Titahnya
Michella hanya bisa menuruti keinginan CEOnya itu,. Ia keluar dari mobil dan berjalan mengekori Daniel
Saat berada didepan, pintu mension terbuka otomatis. Michella begitu kagum melihat sekeliling mension.. bahkan hampir ada 14 maid yang menyambutnya disana
Daniel membawa michella kelantai 2, kamar itu bersebelahan dengan kamarnya, ia membukakan pintu dan menghidupkan lampu. Kamarnya begitu besar bahkan kamarnya sangat rapi dengan sprinbed besar
“Michel kau beristirahatlah malam ini disini!… jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa memintanya pada salah satu maid dibawah!” Daniel begitu perhatian membuat michella sedikit gugup
“Hhmmmm aku mengerti, terimakasih” ucapnya dan tersenyum manis ke arah daniel
Daniel yang awalnya tenang kini terlihat begitu gugup bagaimana tidak senyum yang ditunjukan michella begitu manis dimatanya
“Eeee ini …. Aku kekamar dulu,.. Selamat malam” daniel mengusap lembut rambut michella dan pergi kekamarnya
Michella langsung tidur setelah kepergian Daniel bahkan ia tidak mandi malam itu
Dikamar Daniel, ia langsung mengambil handphonya dan menghubungi seseorang
“Alex.. aku ingin kau mencari informasi tentang michella secepatnya. Aku mau besok pagi semua data tentangnya sudah ada dirunganku” ia mematikan sepihak hpnya
Dan hp alex berdering kembali dan nama tuanya terlihat di layar hp yang membuatnya sangat malas untuk mengangkatnya kembali
“Besok tidak usah menjemputku., aku pergi kekantor bersama michella” dan memutuskan tlpnya kembali
Sedangkan diseberang sana. Alex yang tadinya tertidur sekarang rasa kantuknya sudah 100% menghilang ia mendengus kesal
“Apa sebenarnya maumu tuan??? Tadi sewaktu dikantor kau menyuruhku istirahat, sekarang kau bahkan tidak akan mengijinkanku tidur semalaman.. aaaahhhhhhh” alex mengacak rambutnya frustasi dan bangun dari tempat tidur lalu ia mengambil kacamata dan laptopnya
Ia harus menggali semua informasi tentang gadis itu malam itu juga. Jika tidak, sudah dipastikan tidurnya tidak akan pernah nyenyak selamanya.
__ADS_1
Maaf ya reader updatenya sedikit lama… author lagi sedikit sibuk akhir-akhir ini., ^\~^