Cerita Cinta YUCIA

Cerita Cinta YUCIA
21. Kepergian Kembali


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin, akhirnya Yudha segera kembali meninggalkan tugasnya. Tidak tahu kapan tugas akan kembali datang, tetapi pikirannya saat ini hanya tertuju pada sang ayah dan pesan dari Erina yang sesungguhnya masih ia cintai. 


Setelah seharian berada di atas kapal, akhirnya ia sampai di pelabuhan kota tempatnya tinggal. Pria itu langsung turun, lantas berjalan melewati dermaga menuju pintu keluar. Namun sebelum benar-benar menuju rumah, pria itu menghentikan sebentar kakinya tepat di depan warung yang bertuliskan “Sewa Handpohone maksimal satu jam”.


“Aku harus menghubungi Erina,” lirih Yudha. 


Pria itu langsung masuk ke ruangan kecil, di sana ada beberapa ponsel yang bisa digunakan. Pria itu membayar tarif per-jam, lalu mulai menelpon Erina dengan cepat. 


“Halo,” sapa seorang perempuan. “Ini siapa?”


“Halo Erina, aku Yudha. Sekarang aku sudah kembali ke pelabuhan. Aku bisa menemui kamu besok nanti.”


“Jangan, biar aku yang ke pelabuhan sekarang.”


“Tidak, soalnya cukup jauh. Kamu baru akan sampai sini dua jam kemudian.”

__ADS_1


“Aku bisa lebih cepat dari itu. Jangan ke mana-mana aku yang akan menjemput kamu.”


Seketika sambungan terputus. Yudha berdecak pelan, kemudian mengembuskan napas pasrah. Jika Erina sudah bertindak, sulit untuk dihentikan. Oleh karena itu Yudha berjalan ke depan dan duduk di sebuah kursi kayu seraya memperhatikan lalu lalang manusia yang memiliki kesibukan di pelabuhan. 


Hingga sekitar dua jam kemudian, terlihat seorang wanita berkaus putih serta celana biru mendekat ke arah Yudha, dan tanpa basa-basi ia langsung memeluk Yudha dengan erat. Pria itu sempat membeku oleh tingkah Erina yang sedikit aneh, sebelum akhirnya ia mulai mengusap bahu Erina begitu mendengar isak tangis wanita itu. 


“Yudha, rasanya aku telah jahat meninggalkan kamu demi seorang pria yang sebenarnya tak pernah mencintaiku. Ibu memintaku untuk menikah dengannya agar keluarga mereka tidak memecat Ayah dari pekerjaannya. Ayahku melakukan kesalahan fatal, dia tak merokok di gudang dan meninggalkan rokoknya yang tinggal setengah di dekat tumpukan kardus hingga entah bagaimana, saat Ayah tinggal keluar, gudang telah berasap dan terbakar. Untungnya gudang masih bisa diselamatkan tetapi karir Ayah telah berada di puncak kegagalan. Maka dari itu, sebagai gantinya ia ingin menikahiku untuk membayar semua kerugian tersebut.” Erina mulai menceritakannya di telinga Yudha dengan suara tersedu-sedu. Ia tak melepaskan pelukan Yudha sedikit pun. 


“Aku benar-benar tak memiliki pilihan lain. Meski telah ku jelaskan pada mereka tentang kamu, tapi mereka bilang padaku untuk melepaskan kamu demi karir Ayah. Akhirnya mau tak mau, aku membiarkan semuanya berakhir. Aku bertunangan dengannya. Aku kira aku bisa melupakan kamu, tapi aku tak bisa, Yudha. Aku selalu mengingat kamu dan selalu membuat kesalahan padanya, hingga akhirnya dia menamparku saat tak sengaja ku sebut nama kamu di depannya. Dia benar-benar keras, hingga karena aku tak sanggup lagi, akhirnya aku memilih meninggalkan dia. Ayah dipecat, tapi ia tak marah dan dia telah mendapatkan pekerjaan baru lagi,” jelas Erina. 


“Kita bisa memulai semuanya dari awal, ‘kan?” Erina bertanya seraya melepaskan pelukannya. 


Yudha mengangguk seraya tersenyum. “Kita mulai dari awal lagi,” ungkapnya tulus. 


Tak banyak drama, karena Yudha tahu bahwa perasaannya memang masih tertambat pada Erina. Lagi pula apa yang telah dia lakukan bukan keseluruhan kesalahannya. Erina hanya terpaksa meninggalkan Yudha, jadi tak perlu ada drama lanjutan yang meragukan perasaan Erina terhadapnya. Erina adalah wanita baik-baik dan Yudha bersaksi atas itu. 

__ADS_1


--


Sementara di rumahnya, Ciara yang baru saja selesai memasak telur dadar duduk di atas kursi ruang tamu. Sejujurnya dalam relung terdalam, perempuan itu menunggu kedatangan Yudha yang mungkin akan mengunjungi rumahnya. Namun, tak ada tanda-tanda roa itu akan kemari. Terakhir kali Yudha memberinya kabar melalui secarik surat yang ia temukan di depan rumahnya kemarin malam. Itu berarti Yudha memang telah mengetahui rumah Ciara. 


Ciara mengambil gawai dari samping piringnya. Hari ini ia berjanji akan menghubungi temannya. Akhirnya dibuka sosial media, tetapi belum sempat ia mencari nama Marlina, temannya itu sudah terlebih dahulu mengirimkan banyak pesan. 


Marlina 


Hei, Ra, kakak angkatmu ternyata sudah punya pacar, ya? Lihat, aku mendapati unggahan pacarnya lima menit lalu di pelabuhan. Apakah kakakmu kembali rumah?


Marlina sent a photo


Ciara terkejut melihat potret yang dikirimkan Marlina. Memang Ciara tak pernah menceritakan apa pun tentang kehidupannya, jadi temannya itu tak tahu menahu mengenai hubungan rumit antara Ciara dan Yudha. Namun bukan itu yang menjadi masalah, melainkan potret seorang wanita yang tersenyum dengan Yudha dengan ‘So in love with you, my bf. Everlasting’ itu benar-benar membuat Ciara sesak. 


“Mas Yudha sudah kembali lagi? Ia kembali dengan mantan kekasihnya itu?” Ciara langsung mematikan gawai, dan menjauhkan dari dirinya. 

__ADS_1


__ADS_2