
“Ciara, kamu membawa anakmu ke sini lagi?” tanya sebuah suara.
Yudha menghentikan langkah, tak peduli dengan langkah teman-teman lainnya yang sudah berjalan di depan. Pikirnya ia bisa menyusul mereka setelah memastikan tentang seseorang bernama Ciara itu. Perlahan, Yudha menoleh. Kedua matanya menangkap sosok seorang wanita yang ternyata telah berdiri tepat lima meter di depannya. Tubuhnya terlihat lebih berisi dan segar, dan yang paling mengejutkan wanita itu telah menggendong seorang bayi.
“Sepertinya semesta sengaja sekali mempermainkan kita. Dipisahkan lalu dipertemukan, kemudian dipisahkan lagi, lantas dipertemukan lagi. Bukannya ini sangat aneh? Setelah satu tahun berlalu kamu pergi tanpa kabar saat aku hendak luluh, kita berjumpa lagi di tempat ini. Di depan sungai yang dulu sering kita datangi,” ujar Ciara dengan suara yang bergetar.
Yudha merasa lemas mendengar fakta itu. Di satu sisi ia senang bertemu kembali dengan Ciara, tetapi di sisi lain ia merasa bersalah pada wanita itu.
“Apa kabar?” tanya Ciara, seakan ia lupa berbasa-basi.
__ADS_1
“Aku baik, lalu kamu?” Yudha berbalik tanya seraya memandang seorang bayi di gendongan Ciara.
“Kabarku sangat baik, terlebih sekarang aku telah memiliki seorang anak yang bernama Nirmala. Aku telah hidup dengannya selama sepuluh bulan, jadi aku benar-benar dalam keadaan yang sangat baik. Senang bertemu dengan kamu lagi, Yudha.” Ciara tersenyum.
“Kamu memiliki seorang anak?” tanya Yudha.
Ciara mengangguk. “Benar, seorang anak tanpa Ayah. Pria itu meninggalkanku saat Nirmala masih ada di dalam kandungan. Mau tak mau, aku tetap harus merawat kandungannya dan sekarang ia menjadi berkah untukku,” jawab Ciara.
“Iya, dia temanku yang pernah aku ceritakan pada Ibu. Ternyata dia bertugas di sini, tanpa sengaja kami bertemu di sini, Bu.” Ciara langsung menyela pertanyaan Ibunya.
__ADS_1
Jelas orang tuanya telah tahu bahwa pria itu adalah Yudha, ayah dari Nirmala. Namun saat baru pertama kali datang, Ciara telah meminta tolong pada orang tuanya untuk menyembunyikan fakta bahwa Yudha adalah ayah Nirmala dari siapa pun, termasuk Yudha sendiri. Sang Ibu terlihat mengangguk-angguk walau sebagian dari dirinya ingin juga menampar wajah Yudha yang tega memperkosa anaknya.
Yudha mendekat meski hatinya telah remuk. Ia berpikir bahwa dirinya tak memiliki banyak waktu, sehingga Yudha tak mau mengulangi kesalahan yang sama. Kecewa mengetahui fakta bahwa Ciara telah memiliki seorang anak, tetapi perasaannya pada ibu anak satu itu tak pernah bohong.
“Ciara, maukah kamu kembali denganku dan menikah? Ciara, mungkin ini terlalu cepat, tapi aku benar-benar tak bisa melupakan kamu,” lirih Yudha dengan tatapan yang sungguh-sungguh.
“Menikah?” Ciara terkejut. “Bagaimana hubunganmu dengan Erina? Kamu paling pintar memainkan perasaan wanita,” ejeknya dengan nada meremehkan.
“Ciara, aku sudah tidak bersama Erina lagi. Aku telah putus darinya. Aku memang pernah mengulang hubungan kami dari awal, tapi ternyata hatiku hanya tertambat pada dirimu. Aku tak bisa melupakan kamu, sehingga aku memutuskan untuk membebaskan Erina. Jadi, maukah kamu menikah denganku?” Sekali lagi Yudha bertanya.
__ADS_1
Ciara tak menjawab.
“Tak masalah dengan anak itu, Ra, aku akan menjadi ayahnya. Siapa pun pria yang telah menghamili dan meninggalkan kamu, itu bukan menjadi permasalahan lagi. Aku mencintai kamu, aku ingin menikah dengan kamu dan bersedia menjadi sosok ayah bagi anak yang kamu sebut sebagai Nirmala itu,” lanjut Yudha.