
Bismillahirohmanirohim
Arya prov
Namaku Arya putra mahindra. Aku terlahir dari keluarga kaya. Aku putra tunggal dari keluarga Mahindra. Walaupun kaya namun aku tidak sombong. Sekarang aku lagi mengendarai mobil kesayanganku dengan kecepatan sedang.
Tiba tiba ada yang memukul mukul kaca mobil.
" Woy ban mobil lo kempes " Ucap orang yang tadi memukul mukul kaca mobil ku.
Setelah mendengar ucapan seseorang tadi aku langsung meminggirkan mobilku di pinggir jalan. Setelah meminggirkan mobil aku langsung turun untuk mengecek ban mobil apakah bener kempes atau tidak.
Ketika aku berada di samping ban mobil tiba tiba ada orang yang menyodorkan pisau ke arah perutku dan sebuah lengan kekar yang melilit leger ku. Aku menoleh ke arah belakang ternyata dia adalah orang yang tadi memukul kaca mobilku.
" Cepat serahkan kunci mobil lo kalau ga gue tusuk pisau nih ke perut lo " Ucap orang tadi sambil mengarahkan pisaunya kearah perut ku.
" Gue ga akan nyerahin kunci mobil gue ke lo, kalau lo mau lo bisa beli sendiri kalau ga punya uang buat beli mobil harusnya lo nabung dulu" Ucap aku sambil tersenyum mengejek.
Aku ga takut dengan beginian. Karena aku jago bela diri, aku juga ketua karate putra di sekolahku.
Saat aku berusaha melepaskan diri dari pen jahat tadi tiba tiba ada yang menendang kaki si pen jahat tadi dan seketika pisau itu jatuh tepat dibawah,untung aja tidak mengenai kaki ku. Setelah aku melihat kearah samping ternyata ada cewek yang cantik menggunakan jilbab mental ke arah penjahat tadi dengan memasang kuda kuda untuk menyerang.
" Kalau lo mau baku hantam sini sama gue, tapi jangan pakai senjata soalnya gue ga bawa senjata " Ucap cewek tadi dengan enteng.
" Gimana berani ga? " Ucapnya lagi.
" Lo ngeremehin gue?? Siapa takut, biasanya juga kalau cewek kenak pukulan dikit aja langsung nangis, jadi nanti kalau terluka jangan nangis ya" Ucap preman tadi sambil tersenyum mengejek.
"Banyak omong lo" Ucap cewek tadi.
Terjadilah baku hantam antara preman tadi dengan cewek tadi. Sedangkan aku berdiri di dekat pohon sambil melihat ke arah mereka yang sedang baku hantam.
" cih.. mau jadi so sok an pahlawan dia di depan ku, dia ga tau apa kalau aku ini juga jago bela diri , tapi gapapa deh aku tidak usah capek capek ngeluarin tenaga dan membuat kotor tanganku untuk baku hantam dengan preman tadi " Ucapku dalam hati sambil melihat ke arah mereka yang lagi baku hantam.
Tidak lama kemudian ada suara sirine polisi berbunyi,preman tadi langsung kabur dan aku langsung berlari ke arah cewek tadi untuk mengajak cewek tadi untuk sembunyi. kita sembunyi di balik pohon yang lumayan besar dan sedikit jauh dari posisi yang tadi. Aku melihat kearah jalan dari balik semak semak yang lumayan tinggi untuk memastikan udah mana apa belum.Saat aku melihat ternyata tadi bukan suara sirine polisi melainkan suara sirine ambulan yang kebetulan lewat . Aku tersenyum tipis merasa tenang karena ga ada polisi. Aku melihat cewek tadi yang berada di samping ku. Cewek tadi masih melihat ke arah jalan juga dari semak semak yang posisi nya ada di samping ku, dari samping aku melihat wajahnya yang cantik ga sengaja aku melihat dahinya yang mengeluarkan darah aku at baku hantam yang terjadi barusan. Tanpa basa basi aku langsung menarik tangannya menuju mobilku karena di dalam mobil ada kotak P3K .
" Apaan sih lo narik narik tangan gue terus" Ucapnya.
Aku mendengar ucapannya tapi aku ga peduli , aku terus menarik tangannya menuju mobil.Setelah sampek mobil aku langsung mengambil kotak P3K yang berada di kursi belakang. Aku kasih kotak P3K ke cewek tadi.
" Nih obatin dulu luka lo yang di dahi " ucap ku sambil ngasih kotak P3K .
" Makasih" ucap cewek tadi.
Dia langsung mengobati lukanya tapi kelihatan dia kesusahan. Aku langsung ambil alih kapas yang sudah di kasih alkohol sama dia buat bantuin dia.
" Apaan sih lo main ambil ambil aja " ucapnya.
" Gue cuma mau bantuin lo ngobatin luka lo" ucap ku sambil membersihkan lukanya.
"Udah cantik manis juga nih cewek bikin hati gue meleleh tapi sayang nya galak banget kayak mama" ucap ku dalam hati.
" Makanya lo ga usah jadi sosok pahlawan segala di depan gue " ucap ku mengagetkan cewek tadi.
__ADS_1
"Siapa juga yang so sok an jadi pahlawan, gue bantuin lo ikhlas, lagian udah di tolongin bukannya terimakasih malah mencibir " ucap cewek tadi.
" Udah deh ngaku aja, lo tuh sebenarnya suka kan sama gue , terus lo berusaha bikin gue tertarik sama lo dengan cara ngelawan preman tadi, habis itu lo minta gue terimakasih sama lo dengan cara gue jadi pacar lo iya kan, dah ngaku aja " ucap ku dengan PD.
" Hah.. sejak kapan gue suka sama lo, gue ga akan pernah suka sama lo, lagian gue bantuin lo itu ikhlas dan yang paling penting gue baru ketemu sama lo baru sekali ini, lo itu ya cowok yang paling nyebelin yang gue pernah temuin" ucap cewek tadi sambil mengambil bungkusan plastik di tanah.
" GUE BAKAL BIKIN LO SUKA SAMA GUE,INGET TUH " Ucap ku sambil teriak.
...----------------...
Niken prov
Namaku Niken widya Wijaya. Aku terlahir di keluarga yang sederhana. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Aku memiliki seorang adik cowok, usiaku sama adikku selisih 2 tahun. Aku sama adikku sering dikatain anak kembar sama orang orang atau ga aku dikatain sebagai adik bukan kakak karena tingginya adikku yang melebihi aku sedikit dan wajah kami mirip.
Aku sedang mencari keberadaan Bunda , untuk meminta ijin membeli cemilan di minimarket dekat rumah, akhirnya ketemu juga ternyata Bunda ada di dapur. Aku langsung menghampiri Bunda.
" Bun aku mau beli cemilan di minimarket dekat rumah boleh ga?" ucapku meminta ijin.
" Inikan udah malem ken, besok aja ya" ucap Bunda
" Yah... kok besok sih kan aku pingin ngemilnya sekarang bun bukan besok, persediaan jajan niken juga habis hehehe" ucap ku sambil cengengesan.
"Lagian ga lama lama kok bun, cuma bentar aja kan minimarket nya dekat rumah" ucapku lagi sambil memohon dan wajah ku aku buat seperti anak kecil yang menggemaskan.
" Tapi nanti kalau kamu kenapa napa gimana? mending kamu nunggu adikmu pulang dari rumah temennya " ucap Bunda melarang ku.
" Aku ga bakal kenapa napa bun, kan aku joga bela diri lagian kalau suruh nunggu adik mesti lama aku ga sabar bun" ucapku masih wajahku yang menggemaskan.
" Ya udah deh tapi jangan lama lama ya " ucap Bunda memberi ijin.
"Kamu ini kalau ada maunya muji muji Bunda" ucap Bunda.
Lalu aku ke luar rumah untuk pergi ke minimarket. Sampek minimarket aku menuju lorong jajanan ringan . Aku melihat lihat jajanan ringan yang bervariasi aku pingin beli semuanya tapi ga mungkin karena aku harus hemat. Aku memilih jajanan ringan yang harganya sedikit murah, setelah memilih aku menuju kasir untuk membayar jajanan ringan yang aku pilih tadi. Setelah membayar aku keluar dari minimarket dan jalan kaki menuju rumah. Ketika ditengah jalan aku melihat cowok yang sedang di riding dengan senjata tajam sama preman. Karena jalan yang sepi aku berinisiatif untuk membantu cowok tersebut .
Aku jalan menghampiri preman dan cowok yang jadi korban preman itu. Aku langsung menendang kaki preman tersebut karen terkejut pisau yang tadi nya di pegang menjadi jatuh.
"Kalau lo mau baku hantam sini , tapi jangan pakai senjata soalnya gue ga bawa senjata "ucap ku.
" Gimana berani ga? " Ucap ku lagi.
" Lo ngeremehin gue?? Siapa takut, biasanya juga kalau cewek kenak pukulan dikit aja langsung nangis, jadi nanti kalau terluka jangan nangis ya" Ucap preman tadi sambil tersenyum mengejek.
" Gue kan bukan cewek kayak gitu" ucap ku dalam hati.
"Banyak omong lo" Ucap ku.
preman tadi langsung menyerangku, dia memukul pipiku tapi tidak berhasil aku langsung menghindarinya, aku memegang tangannya sambil aku memuterin tangannya dan ku tari ke punggung nya, dia kesakitan dan menendang kaki ku, aku langsung jatuh kepalaku kena batu yang ada di situ dahi ku sebelah kiri berdarah. Ketika aku bangun untuk menghajar preman itu lagi aku mendengar sirine polisi, seketika preman itu pergi dan aku ditarik sama cowok tadi untuk bersembunyi.Kita sembunyi di balik pohon yang lumayan besar dan sedikit jauh dari posisi yang tadi.Aku sama cowok tadi sama sama melihat ke jalan dari semak semak yang lumayan tinggi untuk memastikan udah aman apa belum, dan ternyata aman aman aja karena yang lewat tadi bukan mobil polisi tapi mobil ambulan yang kebetulan lewat. Tiba tiba aja cowok tadi narik tangan ku.
" Apaan sih lo narik narik tangan gue terus" ucapku kesel dari tadi main tarik tarik aja emang aku apaan.
Dia ga menjawab ucapan ku, aku makin kesel. Aku milih diam aja dari pada marah marah ga jelas.Dan ternyata dia bawa aku ke mobilnya, dia langsung buka pintu mobil bagian belakang setelah dibuka dia langsung mengobrak-abrik kursi belakang seperti mencari sesuatu, setelah ketemu dia langsung memberikan nya ke aku, ternyata itu kotak P3K .
" Nih bersihin dulu luka lo yang di dahi " Ucapnya sambil memberikan kotak P3K nya ke aku.
__ADS_1
" Makasih"ucapku.
Aku langsung membuka kotak tersebut dan mengambil kapas lalu aku kasih alkohol.Kotak P3K nya aku taruh di kursi mobil dan aku mulai membersihkan luka ku tapi aku ngerasa sedikit kesusahan karena aku ga bisa melihat dimana letak luka ku. Tiba tiba kapasnya diambil sama cowok tadi.
"Apaan sih lo main ambil ambil aja "ucap ku sedikit sewot .
" Gue cuma mau bantuin lo ngobatin luka lo" Ucapnya sambil membersihkan luka ku.
" Ganteng banget nih cowok, eh astagfirullah Niken ingat semua cowok tuh sama aja ujung ujungnya bikin sakit hati " ucapku di dalam hati, langsung aku melihat kearah lain supaya tidak melihat wajahnya.
" Makanya lo ga usah jadi sosok pahlawan segala di depan gue " ucapnya tiba tiba dan membuat ku kaget.Ternyata dia udah selesai membersihkan luka ku.
"Siapa juga yang so sok an jadi pahlawan, gue bantuin lo ikhlas, lagian udah di tolongin bukannya terimakasih malah mencibir " ucap ku kebel.
" Udah deh ngaku aja, lo tuh sebenarnya suka kan sama gue , terus lo berusaha bikin gue tertarik sama lo dengan cara ngelawan preman tadi, habis itu lo minta gue terimakasih sama lo dengan cara gue jadi pacar lo iya kan, dah ngaku aja " ucapnya PD nya .
" Hah.. sejak kapan gue suka sama lo, gue ga akan pernah suka sama lo, lagian gue bantuin lo itu ikhlas dan yang paling penting gue baru ketemu sama lo baru sekali ini, lo itu ya cowok yang paling nyebelin yang gue pernah temuin" ucap ku sambil ngambil katong plastik jajanan ringan di tanah lalu pergi meninggalkan cowok tadi.
" GUE BAKAL BIKIN LO SUKA SAMA GUE,INGET TUH " Ucapnya sambil teriak .
" Tuh orang maunya apa sih " ucapku sambil jalan.
Di rumah
" Assalamu'alaikum " ucapku sambil memasuki rumah.
"Waalaikumsalam" ucap Bunda.
Aku melihat Bunda sedang menonton TV di ruang keluarga.Aku jalan menghampiri Bunda. Aku duduk di samping Bunda.
" Kenapa lama sekali tadi katanya sebentar? " ucap Bunda cemas.
" Terus ini dahi kenapa bisa kayak gini? kamu berantem? sama siapa? " ucap Bunda lagi.
" Bunda kalau mau tanya itu satu satu dong jangan banyak banyak kan aku bingung mau jawab yang mana dulu " ucap ku.
" Jadi tadi aku waktu mau jalan pulang dari minimarket, aku lihat ada cowok yang di todong dengan senjata tajam sama preman terus aku tolongin, waktu berantem aku jatuh ga sengaja kepalaku mengenai batu akhirnya dahi ku berdarah, tapi ga lama kemudian ada sirine ambulan bunyi premannya langsung pergi karena dikiranya sirine tadi sirine mobil polisi ternyata sirine ambulan, tapi bunda tenang aja ini luka udah di obati kok tadi wakti sebelum pulang sama orang yang kakak tolong tadi" ucap ku menjelaskan panjang lebaran.
" Tapi bunda tetep khawatir sama kamu" ucap Bunda.
" Bunda ga usah khawatir aku kan jago bela diri " ucap ku meyakinkan Bunda.
Aku melihat sekeliling rumah terlihat masih sepi.
" Bunda adek belum pulang? " ucap ku setelah menyadari adik dan Ayah ga ada di rumah.
" Belum tuh, paling nanti jam 9 malem " ucap Bunda.
"Kalau ayah kapan pulangnya dari luar kota bun? " ucap ku bertanya sama Bunda soalnya udah satu minggu Ayah belum pulang dari luar kota.Katanya ada pekerjaan penting di luar kota.
" Satu minggu lagi ayah pulang kok " ucap Bunda.
" Oh ya udah bun, aku ke kamar dulu ya mau istirahat,Bunda jangan malem malem tidurnya" ucap ku sambil meninggalkan Bunda diruang keluarga.
__ADS_1
"Iya bentar lagi Bunda nunggu in adek kamu pulang dulu" ucap Bunda.