
Bismillahirohmanirohim
"Lalu saat Ayah melihat alamat yang Bunda kasih ke Ayah, Ayah senang, kalian tau kenapa Ayah senang?" ucap Ayah.
Aku dan Raka kompak menggeleng gelengkan kepala.
"Karena tempat yang memesan gado gado adalah sebuah kantor besar jadi Ayah berniat untuk melamar pekerjaan siapa tau di Sana ada lowongan pekerjaan di Sana"ucap Ayah.
" Jadi maksud Ayah, Ayah mengantar gado gado sekalian melamar pekerjaan gitu yah?"ucap Ku.
"Pinter sekali anak Ayah" ucap Ayah.
"Terus gimana yah kelanjutannya" ucap Raka.
"Setelah Ayah sampai Sana,Ayah langsung mencari orang yang memesan gado gado setelah Ayah ketemu orangnya, Ayah langsung mengasih gado gado itu ke orang yang memesan, setelah orangnya mengasih uang pembayaran Ayah langsung menanyakan apakah di kantor tersebut ada lowongan pekerjaan tapi sebelum menjawab tiba tiba ada yang mengagetkan Ayah"ucap Ayah.
Flashback On.
Ayah udah sampai di tempat yang di maksud, Lalu Ayah berjalan menemui orang yang memesan gado gado.
"Ini pak, pesanannya" ucap Ayah kepada orang yang memesan gado gado.
"Oh iya pak, Terimakasih ya pak, ini uang nya" ucap orang yang pesanannya gado gado.
"Pak Saya mau tanya di sini apakah ada lowongan pekerjaan?" ucap Ayah.
Tiba tiba.
"Pak Alvin wijaya?" ucap seseorang yang mengagetkan Ayah.
Ayah langsung men oleh ke arah suara yang memanggilnya dan ternyata yang memanggilnya adalah Pak Aldi Mahindra orang yang pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan yang dulu Ayah kerja.
"Eh Pak Aldi Mahindra" ucap Ayah.
"Pak Alvin apa kabar? apa yang sedang Pak Alvin lakukan disini?" ucap Pak Aldi.
"Kabar saya alhamdulilah lumayan baik pak,saya disini tadi mengantar kan pesanan makanan gado gado pak dan saya juga berniat mau ngelamar pekerjaan disini kalau semisal ada lowongan pekerjaan pak" ucap Ayah dengan sopan.
"Loh pak Alvin bukannya masih kerja sama pak Irfan?" ucap Pak Aldi.
"Kita lanjut di ruangan saya yuk pak, ga enak kan kalau ngobrol di depan gedung kayak gini?" ucap pak Aldi lagi.
Ayah lalu menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
"Oh ya, nanti tolong bawakan saya dua bungkus gado gado ya, saya pingin mencicipinya" ucap pak Aldi pada orang yang tadi memesan gado gado.
Lalu Ayah dan pak Aldi pergi menuju ruang kerja pak alvin yang berada di lantai 35 menggunakan lift khusus CEO.
Saat udah sampai ruang pak Aldi, Ayah di persilahkan duduk lalu mereka melanjutkan obrolan yang tadi tertunda.
"Jadi gimana pak?" ucap pak Aldi.
"Jadi saya itu udah di keluarkan di perusahaan pak Irfan karena saya di tuduh melakukan korupsi" ucap Ayah.
"Tapi kenapa pak Irfan bilang ke saya kalau anda itu cuti selama dua bulan karena ada urusan keluarga di luar negari?" ucap pak Aldi.
"Enggak oak, saya tidak mengambil cuti" ucap Ayah.
"Keterlaluan pak Irfan bisa ya di bilang kayak gitu sama orang lain?" ucap Ayah dalam hati.
"Bodoh sekali si pak Irfan mengeluarkan pak Alvin padahal kerja nya pak Alvin sangat bagus, banyak sekali orang yang menginginkan pak Alvin jadi asistennya termasuk saya, ini adalah kesempatan emas kebetulan juga asisten saya mau keluar jadi ga usah susah susah nyari orang"ucap pak Aldi dalam hati sambil tersenyum.
"Bapak kenapa senyum senyum sendiri? Bapak baik baik aja kan?" ucap Ayah.
"Oh... ya saya baik baik aja kok" ucap Pak Aldi.
"Oh ya tadi pak Alvin mau melamar pekerjaan kan?" ucap Pak Aldi lagi.
"Iya pak, apa disini ada lowongan pekerjaan?" ucap Ayah.
"Ada pak, Bapak bisa jadi asisten saya karena asisten saya yang sekarang mau risen pak" ucap pak Aldi.
"Beneran pak?" ucap Ayah.
"Iya pak" ucap pak Aldi.
"Alhamdulilah makasih banyak ya pak" ucap Ayah sambil bersalaman sama pak Aldi.
"Iya sama sama pak" ucap Pak Aldi.
"Ini pak berkas berkas saya bapak bisa lihat lihat dulu" ucap Ayah.
"Iya pak" ucap Pak Aldi.
Tok tok tok
"Masuk" ucap pak Aldi.
"Ini pak gado gado permintaan Bapak" ucap seseorang.
"Oke makasih ya" ucap pak Aldi.
"Iya pak, permisi pak" ucap seseorang.
Lalu orang tadi pergi, tapi ga ada dua menit tiba tiba ada yang masuk tanpa mengetuk pintu dan sambil teriak teriak.
"Papa yuhu...ratunya papa datang" ucap seseorang yang tiba tiba datang.
"Mama bikin malu aja deh" ucap pak Aldi.
Ya seseorang tadi adalah istrinya pak Aldi.
"Ups... ada tamu ternyata" ucap istrinya pak Aldi sambil nyengir kuda karena malu.
Lalu istrinya pak Aldi berjalan ke arah pak Aldi dan duduk di sampingnya.
"Papa kok ga bilang sih kalau ada tamu?" ucap istrinya sambil berbisik dan mencubit lengan pak Aldi.
"Aw..." ucap Papa.
"Kenapa pak Aldi?" ucap Ayah.
__ADS_1
"E.. ga papa pak" ucap pak Aldi.
"Mama sih langsung masuk aja" ucap pak Aldi.
Istrinya pak Aldi tidak menjawab tapi langsung melihat ke arah meja yang di sana sudah ada dua makanan gado gado.
"Wah papa tau banget sih kalau mama lagi pingin makan gado gado" ucap istrinya pak Aldi dan langsung memakan gado gado tersebut tanpa memperdulikan keberadaannya pak Aldi dan Ayah.
"Ini enak banget pa" ucap istrinya pak Aldi sambil mengunyah makanan gado gado.
"Makan dulu ma, baru ngomong" ucap pak Aldi.
"Ini enak banget pa, papa beli dimana?" ucap istrinya setelah menghabiskan makanan yang ada di dalam mulutnya.
"Mama mau tau papa beli dimana?" ucap pak Aldi.
"Iya pa, mama mau mesen buat acara arisan besok"ucap istrinya pak Aldi.
" Kebetulan orang nya ada di sini ma"ucap pak Aldi sambil menghadap ke Ayah.
"Oh ternyata tamu papa yang bikin gado gado ini" ucap istrinya pak Aldi.
"Bukan temen lagi ma,tapi Pak Alvin juga bakal jadi asisten nya papa" ucap Pak Aldi.
"Oh ya" ucap istrinya pak Aldi.
Ayah yang mendengar ucapan pak Aldi dan istrinya hanya senyam senyum.
"Hebat loh bapak bisa bikin gado gado, enak lagi" ucap istrinya pak Aldi.
"Bukan Saya yang buat Bu, tapi istri Saya yang buat" ucap Ayah.
"Wah berarti istri bapak hebat banget" ucap istrinya pak Aldi.
"Ini pak kartu nama Saya di situ juga ada alamat rumah Saya" ucap istrinya pak Aldi lagi sambil memberikan Satu kartu yang di ambil dari dalam tasnya.
"Oh ya bu, makasih ya but" ucap Ayah.
"Sama sama pak, Saya tunggu ya pak besok" ucap istrinya pak Aldi.
"Iya bu, ya udah kalau gitu Saya pamit dulu ya pak bu" ucap Ayah.
"Iya pak" ucap pak Aldi.
"Sekali lagi makasih banyak pak bu atas bantuannya" ucap Ayah sambil bersalaman sama pak Aldi.
"Sama sama pak, Nanti Saya hubungi lagi untuk memberikan kabar kapan bapak bisa mulai bekerja" ucap pak Aldi.
"Iya pak Saya bakal setia menunggu kabar dari bapak" ucap Ayah.
"Makasih pak, Saya usahakan secepatnya untuk memberikan kabar" ucap pak Aldi.
" Sekali lagi terima kasih ya pak"ucap Ayah.
"Saya pamit dulu, permisi assalamu'alaikum" ucap Ayah.
"waalaikumsalam" ucap pak Aldi dan istrinya.
Sampai di parkiran ayah langsung menaiki motornya dan menuju rumah.
"Saya ga Saya memberikan kabar gembira ini sama Bunda dan anak anak" ucap Ayah dalam hati saat di jalan.
flashback off.
"Wah selamat ya Ayah dan Bunda" ucap Raka.
"Iya Raka" ucap Ayah.
"Niken doain selama Satu minggu ini Ayah akan mendapatkan kabar dari pak Aldi" ucap ku.
"Makasih Niken " ucap Ayah.
"Ya udah sekarang kalian keep kamar geh belajar terus tidur" ucap Bunda.
"Iya bun" ucap Raka.
"Niken juga langsung aja me kamar, ini biar Bunda aja yang yang beresin"ucap Bunda.
" Tapi bun"ucap ku.
"Udah ga ada tapi tapian Sana belajar keburu kemalaman nanti malah ngantuk " ucap Bunda.
"Ya udah deh bu" ucap Ku.
"Jangan tidur malam malam ya kalian berdua"ucap Ayah.
" Iya yah"ucap ku dan Raka.
Lalu aku dan Raka menuju kamar dan belajar.
Arya prov.
Setelah aku mengantarkan niken ke rumah ya aku langsung pulang ke rumah setelah sampai rumah aku langsung menuju kamar buat mandi. Setelah mandi aku menuju meja makan di sana udah ada papa dan mama.
"Sayang minum teh hangat nya dulu" ucap Mama.
"Iya ma" ucap ku lalu meminum teh hangat yang di bukan sama mama.
"Arya mulai besok kamu pakai mobil aja ya ke sekolahannya" ucap Mama.
"Mau di parkir dimana ma?" ucap ku.
"Ya di parkiran lah masa di dalam kelas?" ucap Mama.
"Mama parkiran sekolahannya Arya itu ga lebar, mana cukup buat taruh mobil" ucap ku.
"Lagian kenapa sih ma boy disuruh naik mobil? kan motornya masih bagus"ucap papa.
" Kalau naik mobil kan Arya ga bakal kehujanan pa"ucap Mama.
"Ma, hujannya kan ga setiap hari"ucap Papa.
__ADS_1
" Nah bener tuh kata Papa ma, lagian tadi itu Arya Papa bawa jas hujan"ucap ku.
"Ya dah deh terserah Arya aja" ucap Mama.
"Yuk makan Mama dah Papa" ucap Mama.
Lalu aku, Mama, dan Papa makan bersama tapi beberapa sat kemudian Papa kelihatan memikirkan sesuatu dan bikin aku dan Mama bingung.
"Papa kenapa?" ucap Mama.
"Papa ga kenapa napa ma" ucap Papa.
"Papa ga udah bohong deh sama Mama, Mama tau kok Papa punya masalah cerita dong pa, jangan diem aja" ucap Mama.
"Jadi gini ma, perusahaan Papa itu di undang sama stadion sepak bola untuk ikut lomba, ya acaranya ini tuh bukan kayak lomba beneran tapi kebersamaan dan menjaga silahturahmi aja sama pemilik stadion, nah kebetulan di perusahaan Papa itu banyak sekali karyawan karyawan yang masih muda jadi Papa terima aja" ucap Papa.
"Terus masalah nya apa pa" ucap Mama.
"Sabar ma, Papa kan belum selesai ceritanya jangan di posting dulu" ucap papa.
"Iya iya maaf"ucap Mama.
" Nah ikut ke stadion sepak bola itu ada 20 orangan ma, Papa bingung nya gimana transportasinya karena mobil perusahaan sebagian masih di bengkel belum bisa di ambil"ucap Papa.
"Jadi Papa bingung transportasinya?" ucap Mama.
"Papa ga usah khawatir Arya punya solusinya" ucap ku.
"Apa itu boy?" ucap Papa.
"Papa tinggal boking aja mobil bak terbuka mesti itu cukup pa buat bawa 20 orang dan harganya pun terjangkau ga terlalu menguras dompet"ucap ku.
Mama yang mendengar perkataan ku langsung tertawa terbahak bahak.
"Ga ada akhlak kamu ya, Papa nya sendiri di samain sama barang barang" ucap Papa.
"Apa kata orang nanti, perusahaan gede tapi kok pakai mobil bak terbuka, mau di taruh di mana muka papa ini, malu nanti sama orang orang yang di Sana" ucap Papa.
"Ya udah kalau papa ga mau mobil bak terbuka, papa bisa kok boking trek yang ada penutupnya itu" ucap ku.
Mama yang mendengar perkataan ku langsung tertawa terbahak bahak lagi.
"Jangan ngaco kamu tuh, udah kamu ga usah ngasih solusi, solusi kamu tuh bikin kepala papa jadi tambah pusing tau ga?" ucap Papa.
"Mama juga malah ngetawain Papa" ucap Papa.
"Maaf pa" ucap mama.
"Ya dah sekarang habisin makan nya dulu habis itu mama bantuin papa buat cari solusinya" ucap Papa.
Lalu kita lanjutin makan sampai habis, setelah habis makan aku kembali ke kamar ku. Di kamar aku kembali mengingat kejadian tadi saat aku bersama Niken.
"Semoga aja besok angkot ga ada lagi dan hujan turun lagi biar aku bisa berdua an sama Niken tanpa ada yang ganggu" ucap Ku.
"Kira Kira Niken lagi apa ya?" ucap Ku.
"Aku chet aja deh"ucap Ku.
Aku : Hai es batu udah minum hangat belum?
Jaga kesehatan yaπ
" Tinggal menunggu"ucap Ku.
Lalu tak lama kemudian ada person masuk.
Es Batu : Hmmm.... udah.
Aku : Lagi ngapain?.
Es Batu : Lagi bernafas.
Aku : Kirain lagi mikirin gue.
Es Batu : Hidih ke PD an banget sih lo.
Aku : Biarin dong.
Aku : Gue tau lo kangen Gue kan?.
Es Batu : Tuh kan mulai lagi.
Dah ah Gue ngantuk mau tidur.
Aku : Ya dah kalau gitu, selamat malam Es Batu,
selamat mimpi indah π΄π΄.
Setelah Aku nge Chet Niken, Aku juga ikut tidur.
Author prov.
Pagi ini seperti biasa Niken dan Arya sudah ada di dalam kelas untuk belajar dan guru pun udah masuk.
"Pagi anak anak" ucap Pak Dafa.
"Pagi pak" ucap semua anak anak kelas.
"Sebelum memulai pelajaran Saya akan menyampaikan kabar gembira dari guru matematika kalian" ucap Pak Dafa.
"Apa tuh pak"ucap Surya.
" Jam kos ya pak?"ucap Roy.
"Bukan"ucap pak Dafa.
" Terus apa pak?"ucap Radit.
"Saya akan menjelaskannya tapi kalian jangan memotong pembicaraan Saya ini" ucap Pak Dafa.
"Iya pak" Ucap semua anak anak kelas dengan kompak dan semangat.
__ADS_1