
Bismillahirohmanirohim
"Kok hujan ya belum redah redah ya" ucap Arya.
"Tunggu aja mesti redah kok" ucap Niken cuek.
Niken merasa kedinginan karena bajunya basah terkena air hujan lalu Niken menggosok gosokan kedua telapak tangannya untuk mencari kehangatan.
Arya yang melihat Niken kedinginan merasa kasihan lalu Arya berpikir gimana Caranya supaya Niken tidak kedinginan, sampai akhirnya Arya menemukan ide lalu dia lagi ke arah motornya dan mengambil sesuatu di dalam jok motornya.
Niken yang melihat Arya tiba tiba lari ke arah motor merasa heran.
"Kenapa jerawat hujan hujanan? Apa yang dia ambil?" ucap Niken dalam hati.
"Kenapa dingin sekali sih" ucap Niken dalam hati sambil menggosok gosokan kedua telapak tangannya untuk mencari kehangatan.
Saat Niken menggosok gosokan tangannya tiba tiba Arya ada di depannya persis.
"Ngapain lo deket deket gue?" ucap Niken.
Arya ga menjawab pertanyaan Niken tapi Arya menempelkan jaket miliknya ke tubuh Niken.Setelah itu Arya dan Niken bertatapan mata hanya sebentar karena Niken langsung memalingkan wajahnya.
Yang Arya ambil tadi di dalam jok motor nya adalah jaket miliknya sebenarnya jaket itu biasa di pakai saat berangkat dan pulang sekolah, tapi berhubungan tadi Arya malas memakainya jadi di taruh di dalam jok.
Niken yang kaget dengan kejadian tadi hanya bisa diam seperti patung, otaknya berusaha untuk mencerna apa yang barusan Arya lakukan kepadanya dan itu membuat jantung Niken berdetakan dengan sangat cepat begitu juga dengan Arya.
"Gue kenapa deg deg an kayak gini ya?" ucap Niken dalam hati.
"Duh jantung jangan konser dong"ucap Arya dalam hati.
Terjadilah keheningan beberapa saat sampai Arya berdeham duluan dan memulai obrolan duluan.
" Gue pinjemin jaket ke lo supaya lo ga kedinginan dan sakit, kalau lo sakit nanti gue yang di marahin sama ortu lo,gue ga mau itu terjadi"ucap Arya.
Perasaan Niken langsung berbunga bunga setelah mendengar ucapan Arya.
"perhatian banget sih lo Arya" ucap Niken dalam hati.
"Kenapa gua jadi baper sama Arya sih" ucap Niken dalam hati lagi.
Lalu Niken mengubah raut wajahnya menjadi dingin seperti biasa.
"Kenapa ga dari tadi?" ucap Niken padahal di dalam hati nya pingin mengucap kan terimakasih.
"Karena lo ga bilang sama gue kalau lo dari tadi kedinginan" ucap Arya.
Niken yang mendengar ucapan Arya hanya bisa diam karena yang di ucapkan Arya ada benar nya juga.
Tiba tiba ada suara kucing dan membuat Niken terkejut sekaligus takut.
"Meong meong" suara kucing.
"Aaaahhhhhh" ucap Niken.
Lalu lari ke arah Arya dan berdiri di belakang Arya.
"Apaan sih lo, itu cuma kucing" ucap Arya.
"Iya,gue juga tau kalau itu kucing kan gue bisa lihat" ucap Niken.
"Terus lo napa teriak dan ke sini, berdiri di belakang gue" ucap Arya.
"Masa iya sih gue bilang sama Arya kalau gue takut sama kucing" ucap Niken dalam hati.
"Gue cuma kaget" ucap Niken dengan wajah yang ketakutan.
Arya yang melihat wajah Niken ketakutan mempunyai ide jahil.
"Beneran nih cuma kaget? " ucap Arya
Niken menganggukkan kepalanya.
"Kalau gitu gue bawa kucing nya ke sini ya, kan kasihan kucing nya dia juga kedinginan" ucap Arya.
"Jangan" ucap Niken.
Arya mengerutkan dahinya karena penasaran.
"Maksudnya jangan nanti lo kotor kan kucing nya itu kucing liar mesti kotor" ucap Niken.
"Gapapa, baju gue kan juga dah kotor" ucap Arya.
Niken melihat baju Arya dari atas sampai bawah dan setelah Niken melihat ternyata terdapat beberapa cipratan lumpur dan air hujan yang kotor ke seragamnya Arya.
Arya mendekat ke arah kucing saat Arya mau mengambil kucing tiba tiba Niken teriak.
"JANGAN" ucap Niken.
"Lo bisa ga sih ga usah teriak? Ini di pinggir jalan bukan di hutan" ucap Arya.
"Napa?" ucap Arya lagi.
"Jangan lo ambil tuh kucing" ucap Niken.
"Napa?" ucap Arya.
"Gue takut" ucap Niken dengan suara kecil sehingga Arya ga bisa mendengarnya dengan jelas.
"Lo ngomong apaan sih? Gue ga denger" ucap Arya.
__ADS_1
Niken lalu mengambil napas dalam dalam lalu di keluarkan secara pelan pelan.
"Gue takut sama kucing" ucap Niken.
"Apa gue ga denger"" ucap Arya pura pura ga denger ucap Niken.
"Ga ada pengulangan" ucap Niken.
Arya langsung ketawa menghina.
"Udah puas lo ketawain gue?" ucap Niken.
"Sorry sorry , habisnya lo kayak pelawak" ucap Arya.
"Masa lo jago bela diri takut sama kucing sih? kucing kan hewan yang lucu" ucap Arya.
"Lo juga napa takut sama tikus?" ucap Niken.
"Lo mau tau kenapa gue takut sama tikus?" ucap Arya.
"Tapi lo janji jangan ketawa" ucap Arya lagi.
Niken menganggukkan kepalanya sebagai tanda isyarat iya.
"Gini,jadi gue pernah nih kumpul sama keluarga di ruang keluarga nah terus gue tiduran di depan tv posisi gue tengkurap sedangkan ortu gue duduk di sofa terus saat gue lagi asyik nonton tv tiba tiba ada yang jalan di pantat gue, ga lama kemudian ortu gue bilang astagfirullah terus gue berdiri, gue tanya ortu gue apa yang berusan lewat di pantat gue terus ortu gue bilang kalau yang berusan lewat adalah tikus"ucap Arya.
"Dari situ gue takut sama tikus" ucap Arya.
Niken yang mendengar cerita Arya ketawa terbahak bahak.
"Lo kan dah janji ga ketawa? kenapa sekarang lo ketawa?" ucap Arya.
"Sorry sorry habis cerita lo lucu" ucap Niken sambil ketawa tawa.
"Lo mah, ingkar janji" ucap Arya.
"Oke oke gue ga ketawa lagi" ucap Niken sambil menghentikan ketawa nya.
"Mungkin tikus itu lihat pantat lo seperti polisi tidur" ucap Niken.
"Lo samain badan gue sama jalanan gitu yang ada polisi tidurnya?" ucap Arya.
"Ya habis lo bilang kalau lo tiduran tengkurap terus tiba tiba tikus lewat di atas pantat lo jadi menurut gue sama aja kayak ada jalanan yang sepi terus ada anak kecil yang sedang lari lalu melewati polisi tidur" ucap Niken.
"Lo emang ya sukanya nyamaiin gue sama apa aja" ucap Arya.
"Sekarang giliran lo cerita napa lo takut sama kucing" ucap Arya.
"Malas ah" ucap Niken.
"Kenapa sih lo suka banget bikin gue penasaran?"ucap Arya.
Arya yang mendengar jawaban Niken langsung sebel.
"Dah lo ga udah sebel gitu sama gue, gue ceritain nih" ucap Niken.
"Jadi gini, dulu waktu kecil gue sama adik gue pergi ke rumah eyang gue , berhubung gue masih kecil jadi ga naik motor naik nya angkot nah waktu gue pulang dari rumah eyang gue kan turun dari angkot di depan gang nah saat jalan menuju rumah tiba tiba ada kucing tapi kelakuannya aneh, tiba tiba aja kucing itu ngejar gue sama adik gue, gue sama adik gue langsung lari ke rumah dan masuk ke rumah, terus beberapa hari kemudian gue tanya sama tetangga gue dan ternyata kucing itu gila"ucap Niken.
"Gila karena apa?" ucap Arya.
"Mana gue tau emang gue peramal apa?" ucap Niken.
"Udah redah tuh hujannya kita balik yuk" ucap Niken yang menyadari kalau hujan udah redah.
"Ya udah yuk" ucap Arya.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Niken.
Niken prov.
Sesampainya di rumah ku, aku langsung turun dari motornya Arya.
"Gue langsung balik ya" ucap Arya.
"Oke deh, makasih ya tumpangannya" ucap Ku.
"Sama sama"ucap Arya.
" Hati hati ya"ucap ku.
Arya yang mendengar ucapan ku langsung tersenyum.
Lalu Arya langsung pergi dari rumah ku menuju rumah nya.
Saat Arya udah pergi aku langsung masuk rumah, di ruang tamu aku melihat Ayah dan Bunda berada di sana dengan raut wajah khawatir.
"Assalamualaikum" ucap Ku.
"Waalaikumsalam" ucap Ayah dan Bunda bersamaan.
"Niken Kamu kemana aja? Bunda telpon kenapa ga di jawab? Kenapa kamu ga kasih kabar sama Ayah dan Bunda? Kamu kehujanan ga tadi?" ucap Bunda.
"Bunda kebiasaan deh kalau nanya itu seperti gerbong kereta yang panjang banget dan ga putus putus" ucap ku.
"Kamu anak nakal ga tau aja kalau Bunda dan Ayah nya lagi khawatir" ucap Bunda.
Aku tersenyum sebentar terus menjelaskan pertanyaan Bunda.
"Maaf Bunda, Ayah Niken pulang terlambat tadi karena ada beberapa hal yang pertama saat Niken mau pulang Niken menunggu angkutan lama banget tapi ga ada yang muncul muncul sampai akhirnya Niken nebeng sama orang, yang kedua karena hujan orang yang Niken nebeng in itu ga bawa jas hujan jadi terpaksa Niken dan orang yang Niken nebeng itu meneduh sampai hujan redah"ucap Ku.
__ADS_1
"Oh gitu" ucap Bunda.
"Niken itu jaket siapa yang kamu Pakai" ucap Ayah.
"Oh ya aku lupa mengembalikan jaketnya Arya Mana masih aku Pakai lagi, gimana ya aku jawab nya" ucap Ku dalam hati.
"Ini punya orang yang Niken nebeng yah, tadi di pinjemin karena bajunya Niken bash" ucap Ku.
"Bunda jadi penasaran siapa sih orang yang kamu nebeng itu? kenapa baik banget sama kamu?" ucap Bunda.
"Jangan jangan temen kamu ya dan dari motif jaketnya kayaknya laki laki deh" ucap Ayah.
"Bu.. " ucapan Ku terpotong karena Raka.
"Iya yah, orang yang di nebeng ini kakak itu laki laki tadi Raka lihat dari kamar dan Raka pernah lihat kakak beberapa kali di antar pulang sama laki laki tadi yah, orangnya sama" ucap Raka yang tiba tiba keluar dari kamar nya.
"Beberapa kali?" ucap Ayah.
"Kok Ayah dan Bunda ga pernah tau dan lihat" ucap Bunda.
"Bukan beberapa kali yah, cuma dua kali aja kok itu pun karena kepepet"ucap Ku.
" Besok kamu harus pakai motor yang ada di garasi"ucap Ayah.
"Naik angkot aja yah" ucap Ku.
"Ayah ga mau kamu nunggu angkot kelamaan" ucap Ayah.
"Niken kamu turutin aja apa kemauan Ayah kamu" ucap Bunda.
"Lagian kak, kasihan tuh motor ga pernah kepakai"ucap Raka.
" Iya iya besok Niken berangkat sekolah naik motor "ucap Ku.
" Ya udah sekarang kamu buruan mandi Bunda siapin minuman hangat buat kamu"ucap Bunda.
"Oke bun, Niken mandi dulu" ucap Ku lalu pergi menuju kamar.
Sesampainya kamar aku langsung mandi setelah menyelesaikan ritual mandi aku langsung mengobrak abrik isi tas untuk mengecek apakah ada yang basah atau tidak karena tadi tas nya aku tutupin pakai jas hujan tas.
Setelah aku mengecek ternyata ga ada yang basah terus aku ga sengaja melihat jaket milik Arya.
"Besok aku minta tolong sama Bunda buat nyuciin jaketnya Arya" ucap Ku.
Lalu aku menaruh jaket Arya ketempat pakaian kotor.
Setelah itu aku keluar kamar dan menuju dapur.
Di dapur aku melihat Bunda menyiapkan teh hangat.
"Nih Niken kamu minum dulu teh nya habis itu baru sholat" ucap Bunda.
Lalu aku meminum teh hangat yang Bunda buat sampai habis.
Setelah habis aku langsung menuju ruang sholat, selesai sholat aku menuju ke ruang makan di susul Ayah, Bunda, dan Raka.
"Hubungan kakak sama laki laki tadi apa sih?" ucap Raka.
Aku yang mendengar ucapan Raka langsung kaget.
"Kakak ga punya hubungan apa apa sama dia" ucap Ku.
"Ga udah bohong kak" ucap Raka.
"Lo ya di bilangin ngeyel banget sih, gue sama dia ga ada hubungan apa apa" ucap Ku.
" udah udah ga udah berantem mending kita makan dulu "ucap Bunda.
Lalu Ayah, Bunda, aku dan Raka makan dengan tenang sampai selesai selesai.
Setelah selesai makan aku berniat membereskan meja makan tapi di cegah sama Ayah.
" Niken nanti aja membereskannya"ucap Ayah.
"Kenapa yah?" ucap Ku.
"Ayah mau ngasih tau sesuatu sama kalian berdua" ucap Ayah sambil melihat ke arah aku dan Raka bergantian.
Lalu aku kembali duduk di kursi dan mendengarkan apa yang Ayah bicarakan.
"Jadi tadi pagi Ayah mengantar gado gado ke tempat yang memesan gado gado" ucap Ayah.
"Lalu saat Ayah melihat alamat yang Bunda kasih ke Ayah, Ayah senang, kalian tau kenapa Ayah senang?" ucap Ayah.
Aku dan Raka kompak menggeleng gelengkan kepala.
"Karena tempat yang memesan gado gado adalah sebuah kantor besar jadi Ayah berniat untuk melamar pekerjaan siapa tau di Sana ada lowongan pekerjaan di Sana"ucap Ayah.
" Jadi maksud Ayah, Ayah mengantar gado gado sekalian melamar pekerjaan gitu yah?"ucap Ku.
"Pinter sekali anak Ayah" ucap Ayah.
"Terus gimana yah kelanjutannya" ucap Raka.
"Setelah Ayah sampai Sana Ayah langsung mencari orang yang memesan gado gado setelah Ayah ketemu orangnya, Ayah langsung mengasih gado gado itu ke orang yang memesan, setelah orangnya mengasih uang pembayaran ayah langsung menanya apakah di kantor tersebut ada lowongan pekerjaan tapi sebelum menjawab tiba tiba ada yang mengagetkan Ayah"ucap Ayah.
Catatan :
Maaf yaππ Author sekarang hanya bisa upload seminggu maksimal dua hari karena Author banyak tugas daring π
__ADS_1
Makasih ya kalian semua masih setia menunggu dan membaca cerita Cewek Dingin itu pacarku