
Bismillahirohmanirohim
"Auah, ngomong sama Niken ga selesai selesai" ucap Surya.
"Kalian itu yang bikin ga selesai selesai, yang di tanya siapa yang jawab siapa" ucap Niken.
"Udah udah guru dah datang tuh" ucap Rangga.
Lalu Niken, Arya, dan teman teman mengikuti pelajaran selanjutnya sampai bel pulang berbunyi.
Beberapa jam kemudian bel pulang akhirnya berbunyi.Murid murid yang lain sudah pada berkeliaran keluar kelas. Seperti biasa Niken, Arya, dan teman teman nya menunggu sekolah sedikit sepi baru pulang.
"Tumben ar,jaket lo ganti?" ucap Rangga.
"Kemarin basah gara gara hujan" ucap Arya.
"Jaket lo masih gue cuci nanti kalau udah ke ring gue kembali in" ucap Niken sambil berbisik ke Arya karena merasa tidak enak.
"Ga usah di kembali in buat obat rindu aja" ucap Arya sambil berbisik ke Niken.
"Kalian bicara apa sih? Kenapa harus berbisik bisik gitu?" ucap Radit.
"Ga usah kepo deh" ucap Arya.
"Yuk pulang dah sepi nih" ucap Rangga.
"Yuk" ucap ke empat temannya dan Niken hanya menganggukkan kepalanya.
Lalu mereka berjalan ke luar kelas bersama sampai ke arah parkiran karena hari ini Niken membawa motor jadi dia juga ikut ke arah parkiran.
"Niken lo kayak nya salah jalan deh?" ucap Surya yang menyadari Niken berada di parkiran.
Niken langsung mengerutkan dahinya merasa bingung.
"Lo sehat kan?" ucap Roy.
"Niken lo ga papa kan? Lo tadi jualannya ga sambil melamun kan?" ucap Arya.
"Kalian ini napa sih, gue baik baik aja, gue ga melamun tadi, dan gue juga ga salah jalan" ucap Niken.
"Oh... Lo mau bareng sama Arya lagi ya?" ucap Radit.
"Napa ga bilang dari tadi" ucap Rangga.
"Astaufirullahalazim siapa juga yang mau bareng sama Arya?" ucap Niken.
"Ga usah malu deh Niken gue dengan senang hati kok nganterin lo" ucap Arya.
"Lo ke PD an banget sih"ucap Niken.
"Gue ke sini mau pulang lah" ucap Niken sambil berjalan ke arah dimana motornya di parkir.
"Tumben lo bawa motor?" ucap Radit.
"Di paksa sama Ayah gue, gue di suruh dari sekarang pakai motor ke sekolah" ucap Niken.
"Gue kira lo lagi marahan sama angkot" ucap Roy.
"Ngapain gue harus marah sama angkot?" ucap Niken.
"Karena tiap kali lo mau pulang angkot nya sering datang nya lama" ucap Roy.
"Mungkin angkot nya merasa tidak cocok untuk di naikin sama orang cantik" ucap Arya.
"Sekarang si jones bisa gombal juga ya?" ucap Radit.
"Belajar dari siapa lo?" ucap Rangga.
"Belajar dari empat bucin yang selalu ada di sekeliling gue" ucap Arya.
"Ga sia sia lo jadi nyamuk saat kita kita pacaran" ucap Surya.
Lalu ke empat temannya ketawa terbahak bahak.
Arya hanya memutarkan bola matanya dengan malas.
"Gue balik dulu an ya" ucap Niken.
"Bareng aja" ucap Rangga.
Lalu Ke lima cowok tadi menaiki motornya masing masing dan berjalan ke luar sekolah dengan beriringan.Mereka berpisah di perempatan dekat sekolah.
"Hati hati bro" ucap Radit.
"Jagain tuh cewek lo" ucap Surya.
"Itu mah pasti, kalian juga hati hati" ucap Arya.
"Kita dulu an ya" ucap Rangga mewakili ke tiga temannya.
Lalu Rangga dan ketiga temannya mengendarai motor beriringan begitu juga dengan Arya dan Niken.
Arya dan Niken melewati jalan yang sepi sebenernya tidak sepi hanya aja kebetulan jalan yang di lewati mereka sepi hari ini karena sepi Arya mempunyai ide untuk ngerjain Niken.
"Lo jalan kayak siput kalau kayak gitu kapan sampai rumah" ucap Arya sambil berteriak.
Niken yang merasa di remehkan lalu menambah kecepatan motornya.
Arya yang melihat Niken menambah kecepatan motornya ikut ikutan juga menambah kecepatan nya sampai Arya berada di depan Niken sambil ketawa.
"Ini anak nantangin gue, lihat aja siapa yang akan menang" ucap Niken dalam hati.
Lalu Niken menambah kecepatan motornya dan sekarang Niken berada di depan Arya.
"Nih cewek nyalinya besar juga ya, jarang ada cewek kayak gini" ucap Arya dalam hati.
Lalu terjadilah balapan motor antara Niken dan Arya sampai akhirnya mereka berada di jalanan yang ramai dan tiba tiba aja motornya Arya berhenti. Niken yang berada di depan Arya tidak mengetahui kalau Arya Tertinggal di belakang nya.
"Napa nih motor? Perasaan baru kemarin minggu gue bawa ke bengkel" ucap Arya dalam hati.
Lalu Arya turun dari motornya dan membawa motornya ke pinggir jalan.
Setelah di pinggir jalan Arya langsung memeriksa motornya.
"Kemana si jerawat?"ucap Niken soil melihat kanan kirinya.
Lalu Niken meminggirkan motornya di pinggir jalan. Setelah di pinggir jalan Niken melihat ke arah belakang dan bener aja dugaan Niken kalau Arya tertinggal di belakang.
__ADS_1
" Tuh anak kenapa berhenti sih? Tadi dia yang ngajak ngebut ngebutan di tengah jalan sekarang dia juga yang berhenti duluan, aneh banget tuh cowok"ucap Niken.
"Nyamperin ga ya? Ga usah ah pura pura ga tau aja, eh tapi kok kalau di lihat lihat dia kayak kesusahan ya? Nyamperin aja deh kasihan" ucap Niken.
Lalu Niken nyamperin Arya.
"Udah di cek ga tapi ga ada yang rusak terus
kenapa nih motor berhenti ya?" ucap Arya.
"Ngambek kali sama lo gara gara di ajak ngebut ngebutan" ucap Niken.
"Astaffirullah"ucap Arya kaget Niken berada di belakang nya dan bicara secara tiba tiba.
"Lo ngapain sih kagetin gue? Untung gue ga jantungan " ucap Arya.
"Suka aja kegetin lo" ucap Niken.
"Lo udah cek belum motor lo di semua bagian" ucap Niken.
"Udah dan hasilnya masih baik baik aja motornya tapi kenapa motornya mati ya?" ucap Arya.
Ga sengaja Niken melihat ke arah indikator bensin yang menentukan kalau bensin udah habis.
"Lo itu kaya masa beli bensin aja ga bisa?" ucap Niken pelan tapi masih terdengar oleh Arya.
"Apa lo bilang? Coba ulangin" ucap Arya.
"Ga ada pengulangan" ucap Niken.
"Bensin gue habis? Ngaco lo kemarin sore baru gue isi" ucap Arya.
"Lo punya mata kan? Coba lo lihat indikatornya" ucap Niken.
Saat Arya melihat indikatornya Arya kaget ternyata tang diomongin Niken bener.
"Perasaan gue kemarin sore barusan isi deh, kok bisa habis ya?" ucap Arya.
"Kan tadi lo pakai buat ngebut ngebutan" ucap Niken.
"Setidaknya kan sisa setengah kek, besok pagi baru gue isi" ucap Arya.
Setelah Mengucapkan kalimat itu Arya ke ingat an sesuatu.
"Oh iya kemarin kan gue isi cuma setengah nya doang gara gara uang gue ga cukup" ucap Arya dalam hati.
"Ken, gue pinjem motor lo dong" ucap Arya.
"Buat apa? Kan motor lo ada" ucap Niken.
"Iya ada, tapi kan motornya bensinnya habis" ucap Arya.
"Motor lo gue pinjem buat cari bensin eceran di dekat sini" ucap Arya.
"Gue ga percaya" ucap Niken.
"Lo mesti mau bawa kabur motor gue kan?" ucap Niken.
"Ngapain juga? Lagian kalau gue mau motor kayak lo gue bisa beli sendiri" ucap Arya.
Tapi Niken tidak memberikan.
"Lo mau minjam apa mau malak motor gue sih?" ucap Niken.
"Niken yang cantik seperti princess boleh KAH pangeran mu ini meminjam motor kamu?" ucap Arya.
"Dih... jijik gue dengernya" ucap Niken.
"Nih,jangan lama lama" ucap Niken sambil memberikan kunci motornya.
"Siap princess" ucap Arya.
"Awas lo kalau lama" ucap Niken.
Lalu Arya menaiki motornya Niken lalu pergi untuk mencari bensin eceran.
Lima menit kemudian.
"Ya Allah Arya kemana sih?" ucap Niken.
"Kok lama banget sih, ga tau apa di kalau gue kayak orang ilang gini, udah di pinggir jalan,masih pakai seragam sekolah, udah gitu haus banget lagi" ucap Niken.
Ga lama kemudian Arya datang.
"Nih minuman buat lo, gue " ucap Arya sambil mengasih kan botol minuman ke Niken.
Karena Niken udah merasa haus banget jadi Niken mengambil minuman dari Arya dan meminumnya sampai setengah botol.
"Kayak nya botol nya bocor ya ken?" ucap Arya sambil mengejek.
Niken hanya menatap Arya malas.
Lalu Arya menuangkan bensin yang di dalam botol ke dalam motornya.
"Makasih dah mau menjamin motor nya" ucap Arya.
Niken hanya berdehem.
"Ga ikhlas ya" ucap Arya.
"Gue ikhlas" ucap Niken.
"Kalau ikhlas jawabnya yang bener dong" ucap Arya.
"Sama sama" ucap Niken.
"Ternyata lo jago juga ya ngebut ngebutan nya" ucap Arya.
"Gue kan multitalenta" ucap Niken bangga.
"Cocok dong" ucap Arya.
"Apa yang cocok?" ucap Niken.
"Kita lah, kalau semisal kita nikah nanti terus punya anak, mesti anaknya nanti multitalenta banget" ucap Arya.
"Hidih... Siapa juga yang mau nikah sama lo? Gue mah ogah" ucap Niken.
__ADS_1
"Mending gue pulang sekarang dari pada sama lo terus bisa bisa gue darah tinggi"ucap Niken.
Lalu Niken menaiki motornya dan disusul juga sama Arya yang menaiki motornya sendiri lalu meraka berjalan beriringan menuju rumah
mereka masing masing.
Sesampainya di depan gang rumah Niken, Arya berhenti sebentar.
"Selamat istirahat princess ku"ucap Arya.
" Hah? Tuh anak ke sambet apaan sih?"ucap Niken.
Lalu Arya melanjutkan jualannya menuju rumahnya dan Niken masuk ke dalam gang dan menuju rumahnya.
Niken prov.
Sesampainya di rumah, aku langsung berhadapan sama Raka.
"Lo habi banget ya kak, pulang jam setengah enam?" ucap Raka.
"Gue tadi ada urusan makanya pulang jam setengah enam lagi" ucap ku.
"Urusan apaan?"ucap Raka.
" Kepo ya"ucap ku.
"Eh, Niken dah pulang?" ucap Ayah yang baru ke luar dari dapur.
"Udah yah" ucap ku sambil salim sama Ayah nya.
"Niken mau mandi dulu ya sama persiapan sholat" ucap ku.
"Iya, Raka juga persiapan sholat Sana" ucap Ayah.
"Iya yah" ucap Raka.
Lalu aku dan Raka memasuki kamar masing masing.
Di kamar aku langsung membersihkan badan ku di kamar mandi, setelah selesai membersihkan badan ku, aku ke luar dari kamar mandi dan duduk di pinggiran kasur sambil memainkan ponsel.
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar" suara adzan.
"Perasaan baru aja duduk tapi udah adzan aja" ucap ku.
"Sholat dulu deh, habis itu makan" ucap ku.
Lalu aku ke luar kamar dan pergi menuju tempat sholat.
Selesai sholat aku ke ruang makan bersama Ayah, Bunda, dan Raka.
" Niken kenapa tadi kamu pulang telat lagi? Kan kamu udah pakai motor"ucap Bunda.
"Maaf Yah, Bun tadi Niken pulang terlambat lagi, tadi tuh niken bantuin orang" ucap ku.
"Bantuin apaan kak?" ucap Raka.
"Jadi tadi waktu di jalan mau pulang kakak lihat ada orang yang berhenti di pinggir jalan terus dari raut wajahnya dia kesusahan terus kakak samperin deh, nah saat kakak samperin kakak banyak ke dia "apa ada masalah?" terus dia jawab"Iya, bensin motor saya habis kak"terus kakak bantu in dia cari bensin eceran, jadi gara gara kakak bantuin dia kakak pulang telat"ucap ku.
Aku men cerita kan dengan jujur sama keluarga ku, walaupun ada yang aku tambah tambahin dan tidak menyebutkan nama Arya tapi intinya membantu seseorang yang kehabisan bensin.
"Oh gitu" ucap Raka.
"Ayah bangga sama kamu, kamu mau membantu orang yang lagi kesusahan walaupun kamu tidak mengenalnya" ucap Ayah.
"Kamu anak yang baik Niken" ucap Bunda.
"Kan Ayah yang mengajari ke Niken kalau kita harus saling membantu sesama manusia yang sedang kesusahan, dan kita tidak boleh memilih milih orang untuk kita bantu" ucap Ku.
"Ingatan kamu hebat" ucap Ayah.
"Tapi aku meragukan ingatan kakak?" ucap Raka.
"Kenapa meragukan?" ucap Bunda.
"Kakak itu suka lupa kalau ayamnya udah habis" ucap Raka.
"Hah?Ayam ku masih.... Kok ilang sih ayam ku?" ucap ku saat melihat ayam yang di piring ku ga ada.
"Tadi ayam nya belum habis kok, masih ada" ucap ku.
"Tuh kan lupa" ucap Raka.
"Masa ayamnya bisa jalan kan udah di potong potong tubuh nya" ucap Ku.
"Kasihan, ayam gorengnya juga udah ga ada sisa nya kak" ucap Raka sambil menuju piring kosong yang tadi nya di pakai buat menaruh ayam goreng .
Ayah dan Bunda yang melihat tingkah ku dan Raka hanya senyum senyum.
"Lo ambil ya ayam goreng gue?" ucap ku.
"Enggak, ini ayam goreng ku" ucap Raka.
"Lo bohong ya?" ucap ku.
"Kagak" ucap Raka.
"Masa ayam goreng lo ada dua sih?" ucap ku.
"Gue di kasih sama Bunda" ucap Raka.
"Lo kok Bunda di bawa bawa sih?" ucap Bunda.
"Raka kembali kan aja ayam gorenya kakak, tadi Bunda lihat kamu ngambil punya kakak kamu" ucap Bunda.
"Tuh kan ketauan" ucap ku.
"Habis kakak kalau lagi ngomong serius banget sampai sampai ga sadar kalau ayam nya gue ambil" ucap Raka.
"Lo jahil banget sih jadi orang" ucap Ku.
"Nih Ayam gorengnya" ucap Raka sambil kembali kan ayam goreng punya ku.
"Nih punya Bunda buat Raka aja" ucap Bunda sambil memberikan Ayam milik Bunda ke Raka.
"Makasih Bunda" ucap Raka.
"Dasar Rakus"ucap Ku.
__ADS_1