
Bismillahirohmanirohim
"Sisil memang otak kancil" ucap Radit.
"Kita harus memikirkan rencana yang lain" ucap Roy.
"Dan sebelum kita memikirkan rencana yang lain lebih baiknya kita ke kelas sekarang karena sebentar lagi bel masuk berbunyi" ucap Roy.
"Bener kata lo" ucap Surya.
Lalu kelima cowok tadi pergi menuju ke kelasnya.
Sesampainya kelas Arya dan teman temannya duduk di tempatnya masing masing.
Saat duduk Arya melihat wajah Niken yang serius saat membaca.
"Gue takut kalau terjadi sesuatu sama lo Niken, tapi gue janji gue bakal secepat mungkin menemukan bukti kalau Sisil itu punya rencana jahat sama lo" ucap Arya dalam hati.
"Napa lo lihat lihat?" ucap Niken.
Niken sadar dari tadi Arya melihat wajah nya.
"Gapapa" ucap Arya.
"Tadi Sisil kesini ga?"ucap Arya.
" Lo napa sih suka banget kalau habis dari kantin tanya nya Sisil habis dari sini ga, kalau lo kangen Sisil lo ke kelasnya sana"ucap Niken.
"Siapa juga yang kangen sama Sisil, gue tuh cuma takut lo nya kenapa napa?" ucap Arya.
"Gue tuh ga bakal kenapa napa" ucap Niken.
tak lama kemudian guru pun datang.
"Kenapa banyak balon air disini?" ucap Bu guru.
"Ini tugasnya BK bu" ucap Surya.
"Emang tugasnya di suruh ngapain?" ucap Bu guru.
"Disuruh jagain balon air jangan sampai pecah" ucap Roy.
"Woi bagus sekali ide nya" ucap Bu guru.
"Bagus apanya bu, malah bikin pusing" ucap Radit.
"Itu ma, deritanya kalian" ucap Bu guru.
"Sekarang kita mulai belajarnya" ucap Bu guru.
Lalu Niken, Arya, dan teman temannya belajar sampai jam pulang.
Beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi, guru pun langsung keluar kelas di ikutin anak anak yang lain.
"Gimana nih cara bawa balon air nya?" ucap Rangga.
"Iya ya kitakan bawa motor?" ucap Surya.
"Ada yang punya ide ga?" ucap Roy.
"Kalau gue ma santai kan ada Niken yang bawain" ucap Arya.
"Kata siapa gue mau bawain nih balon air" ucap Niken.
"Bagus ken biar Arya aja yang bawa"ucap Radit.
" Diem lo"ucap Arya.
"Niken lo ga kasihan sama gue apa?" ucap Arya.
"Niken balon air lo mana kok ga ada?" ucap Surya yang menyadari kalau balon air Arya dan Niken ga ada di atas meja maupun di atas lantai.
"Disini" ucap Niken sambil mengeluarkan balon yang udah ga ada airnya dan ada sebuah botol bekas yang berisi air.
"Niken balonnya pecah?" ucap Arya.
"Kok bisa pecah sih jen?" ucap Roy.
"Kalian bakal dapet nilai min sepuluh" ucap Surya.
"Tamat lah hidup kalian" ucap Radit.
"Kasihan kalian bakal dapat nilai min" ucap Rangga.
"Kalian bisa diem ga sih jadi cowok kok cerewet banget kayak burung beo" ucap Niken.
"Ini tuh ga pecah cuma gue buka balonnya terus airnya gue taruh botol tumbler gue biar bawanya gampang nanti kalau udah hari minggu baru gue isi lagi" ucap Niken panjang lebar.
"Cerdas juga otak lo ken" ucap Arya.
"Surya lo cari botol sana gue buka balonnya" ucap Rangga.
"Lo juga Roy biar gue yang buka balonnya" ucap Radit.
Lalu kedua cowok tadi mencari botol bekas minuman yang masih bisa dipakai.
"Nih lo yang bawa jangan sampai ilang awas aja kalau ilang dan lo kasih ke gue ketika hari jumat besok" ucap Niken.
"Nanti kalau ketahuan Guru BK gimana?" ucap Arya.
"Gapapa, kan guru BK nya cuma bilang kalau balonnya ga boleh sampai pecah, jadi ga masalah kan ini bukan pecah tapi kempes" ucap Niken.
"Niken, makasih ya ide lo" ucap Rangga.
"Makanya kalau ada masalah itu jangan di bikin pusing di santaiin aja" ucap Niken.
"Kenapa gue mendadak bijak gini"ucap Niken dalam hati.
" Widih... sekarang lo bijak juga ya"ucap Radit.
"Makasih" ucap Niken.
__ADS_1
"Gue balik dulu ya" ucap Niken lalu pergi.
"Gue ga yangka selain pinter ternyata Niken jiga cerdas ya" ucap Radit.
"Iya gue juga baru tau" ucap Rangga.
"Nih botol nya" ucap Surya yang tiba tiba datang dan disusul sama Roy.
"Napa lama sekali sih?" ucap Rangga.
"Lo pikir gampang apa cari botol bekas yang masih bagus, boro boro gue mau cariin botol" ucap Surya.
"iya iya maaf" ucap Rangga.
Lalu Rangga menuangkan air balon ke dalam botol begitu juga dengan Radit.
"Yuk pulang" ucap Arya.
Lalu di anggukan sama ke empat temannya dan mereka berjalan ke parkiran buat mengambil motor lalu mereka kembali ke rumah masih masih.
Mereka tidak mampir ke kedai mang asep karena mang asep balik kampung.
Niken porv.
Sekarang aku udah ada di rumah, tepatnya di kamar. Setelah mandi aku mendengarkan musik india, saat asyik mendengarkan musik tiba tiba ada yang mengetok pintu.
Tao tok tok.
Aku langsung membuka pintu.
"Ada apa?" ucap ku saat membuka pintu.
"Kakak ga sholat?" ucap Raka.
"Oh ya, hampir aja lupa" ucap Ku.
"Yuk kita sholat" ucap ku sambil menutup pintu kamar ku dan menuju tempat sholat.
Selesai sholat aku makan bersama keluarga.
"Bunda hari ini dapet berapa pelanggan"ucap Ku.
"Alhamdulillah tadi ada sekitar dua belas Bunda buat gado gado nya"ucap Bunda.
" Dan besok Bunda ga bisa jualan"ucap Bunda lagi.
"Bunda kenapa?" ucap Raka.
"Tangan Bunda sakit?" ucap ucap Ayah.
"Enggak kalian salah semua, Bunda ga jualan karena besok ada pesenan dua puluh bungkus gado gado" ucap Bunda.
"Dua puluh bungkus bun?" ucap Ku.
Bunda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Alhamdulillah kalau gitu bun" ucap Ayah.
"Kamu tuh ga usah bercanda, kamu kan besok sekolah mana bisa bantuin Bunda" ucap Bunda.
"Udah Niken sekolah aja, biar Ayah yang bantuin Bunda" ucap Ayah.
"Ya udah kalau gitu"ucap Ku.
Lalu aku melanjutkan makan dengan tenang, selesai makan aku membersihkan meja makan lalu pergi ke kamar.
Di kamar aku langsung tidur karena badan ku kerasa capek banget.
Arya prov
Sesampainya rumah aku langsung ke kamar untuk membersihkan badan, setelah selesai membersihkan badan aku membuka tas ku dan mengeluarkan botol yang berisi air dan mengambil balon yang udah kempes dengan cara aku taruh di atas buku jadi aku tidak memegang balonnya langsung.
"Gue ga yangka Niken bisa kepikiran untuk melakukan seperti ini" ucap Ku sambil melihat botol yang berisi air dan balon.
"Otak nya bener bener encer, pingin gue tukar otak sama dia" ucap Ku sambil senyum senyum.
"Ini kayaknya botol bekas ya?" ucap Ku.
"Harus gue ganti nih" ucap Ku lalu pergi ke luar kamar dan menuju dapur.
Sesampainya dapur di sana ada Mama yang sedang menaruh makanan di wadah.
"Sayang kamu ngapain disini? biasanya nunggu di meja makan" ucap Mama.
"Arya mau cari tempat minum ma, kira kira mama punya ga?" ucap Ku.
"Ada nanti habis makan mama cariin ya" ucap Mama.
"Iya ma" ucap Ku.
"Yuk sekarang kita makan dulu" ucap Mama.
"Kamu ngapain di dapur boy?" ucap Papa saat melihatku keluar dapur bersama Mama.
"Habis tidur pa" ucap Ku santai.
"Kan udah ada kamar kenapa tidur di dapur? " ucap Papa.
"Mencari pengalaman yang berbeda pa, kan kalau di dapur bisa langsung ngambil makanan di kulkas" ucap Ku.
Mama yang mendengar ocehan ku hanya tersenyum senyum.
"Mama napa kok senyum senyum gitu" ucap Papa.
"Papa itu percaya banget sama omongannya Arya" ucap Mama.
"Kan Arya anak Papa, jadi harus percaya dong" ucap Papa.
"Pa, Arya itu ga tidur di dapur dia habis mencari botol minum" ucap Mama sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu, Mama jangan senyum senyum terus dong" ucap Papa.
__ADS_1
"Kan di rumah yang lihat juga Papa dan Arya" ucap Mama.
"Maka itu kan ada Arya jadi Mama jangan suka senyum senyum kayak gitu Papa ga suka, senyumnya Mama itu untuk Papa" ucap Papa.
"Enak aja Papa kalau ngomong, Arya kan anak Mama jadi boleh dong kalau Mama tersenyum sama Arya" ucap Ku.
"Tapi Mama itu istri Papa, jadi Mama itu punya Papa dan ga boleh tersenyum sama cowok lain termasuk kamu" ucap Papa.
"Mama itu Mama Arya, jadi Mama boleh dong tersenyum sama Arya" ucap Ku.
"Punya Papa" ucap Papa.
"Punya Arya" ucap Ku.
"DIAM!!!!" ucap Mama sambil teriak.
"Kenapa sih pada ribut ga Papa dan anak sama aja kelakuannya" ucap Mama.
"Mama itu bukan barang, Mama itu istri nya Papa dan Mama nya Arya jadi Mama hanya tersenyum sama ke dua cowok kesayangan Mama ini" ucap Mama.
"Sekarang ga ada lagi ribut ribut, sekarang waktunya makan" ucap Mama.
"Kenapa punya suami yang cemburuan banget dan ga mau ngalah sama anaknya, punya anak juga kenapa ga mau ngalah sama Papanya pdahal dia tau betul sifat Papa nya tapi masih aja suka godain Papa nya" ucap Mama dalam hati
Lalu kita makan dengan tenang.
Selesai makan aku menunggu Mama di meja makan karena Mama janji mau ngasih aku botol.
"Ini sayang yang kamu minta" ucap Mama sambil membawa tumbler.
"Makasih ma" ucap Ku.
"Buat apa sih sayang kok mendadak banget kamu minta tempat minum?" ucap Mama.
"Ini buat tugas sekolah ma" ucap Ku.
"Ma, Arya ke kamar dulu ya" ucap Ku.
Lalu aku pergi ke kamar, sesampainya kamar aku langsung memindahkan air yang di botol ke tumbler ku lalu membuang botol ke tempat sampah.
"Wadah air nya terlalu bagus" ucap ku saat melihat tumbler yang di berikan sama Mama tadi.
"Tapi ga Papa deh dari pada pakai botol bekas" ucap Ku.
"Tapi cara Niken ini hancurin rencana gue buat dekat dekat sama Niken seminggu dong, padahal tadi aku udah seneng banget bisa ada waktu buat deket deket sama Niken, eh Niken nya malah hancurin rencana ku" ucap Ku.
"Ini ma namanya enak di keempat sahabat ku tapi tidak enak di aku" ucap Ku.
"Niken Niken kenapa lo selalu menghindar saat aku pingin dekat dengan kamu" ucap Ku.
"Harus pakai cara apalagi biar aku bisa terus dekat dengan kamu" ucap Ku.
Aku melihat kasur lalu aku merebahkan tubuh ku di atas kasur sambil membuka ponsel ku dan membuka galeri.
"Niken kamu tau ga kalau kamu itu cinta pertama ku dan aku juga taruhan sama Papa kalau aku bisa mendapatkan kamu" ucap ku sambil melihat wajah Niken saat tersenyum di taman.
"Kamu cantik banget Niken saat tersenyum kayak gini, wajah kamu beda saat seperti biasanya yang dingin itu" ucap Ku sambil mengamati wajah Niken.
"Niken maaf ya gara gara aku kamu jadi ada masalah sama Sisil, tapi aku janji aku akan menyelesaikan masalah aku sama Sisil dan mencari bukti kalau Sisil itu mempunyai rencana buruk sama kamu" ucap Ku.
Lalu tak lama kemudian mata ku tertutup dan akhirnya aku tertidur sambil memegang ponsel ku.
Author prov.
Pagi hari ini seperti biasa Niken membaca buku di kelasnya, sampai akhirnya ada seseorang yang datang dan mengganggu Niken.
"Selamat pagi Niken cantik" ucap Arya yang baru aja datang dan duduk di kursinya.
"Ngapain sih lo kesini?" ucap Niken.
"Ya mau belajar lah, emang mau ngapain lagi?" ucap Arya.
"Perasaan lo ga pernah belajar deh?" ucap Niken.
"Enak aja kalau ngomong" ucap Arya.
"Emang kenyataan kayak gitu" ucap Niken.
"Kalau ngomong jangan terlalu jujur dong bikin nyesek tau" ucap Arya.
"Biarin, gue kan ga pernah bohong" ucap Niken.
"Capek deh kalau ngomong sama lo" ucap Arya.
"Alhamdulillah kalau lo ga mau ngomong sama gue karena gue juga capek ngomong sama lo" ucap Niken.
"Oke kalau gitu kita ga usah saling ngomong" ucap Arya.
"Oke deal" ucap Niken.
Lalu Arya dan Niken diem diem an sampai akhirnya guru datang.
"Berhubung saya lagi ga enak badan, jadi saya akan mengajar dengan cara yang duduk di selalu kiri menjelaskan kepada yang duduk di sebelah kanan tentang pelajaran di hal 255 sampai 230" ucap Bu guru tadi.
Lalu yang duduk di sebelah kiri mulai menjelaskan kepada sebelah kanan begitu juga kepada Niken yang harus menjelaskan kepada Arya tapi tidak di lakukan sama Niken.
"Duh gimana nih masa iya gue jelasin sama jerawat nanti gue kalah lagi sama tantangan nya" ucap Niken dalam hati.
"Kenapa Niken ga jelasin ke gue sih apa dia takut kalau dia kalah, tapi ya kalik gue bicara sama Niken duluan nanti malah di kira gue kalah lagi" ucap Arya dalam hati.
Rangga yang melihat Niken dan Arya diem diem an menjadi heran dengan tingkah laku mereka berdua.
"Woi kalian berdua kenapa sih kok pada diem diem an dari tadi gue lihatin?" ucap Rangga.
Niken dan Arya kompak menggeleng geleng kan kepala mereka.
"Kalian mau kenak hukuman apa?" ucap Surya.
Mereka berdua menggelengkan kepalanya kompak.
"Kalian ada masalah?"ucap Rangga.
__ADS_1