
Bismillahirohmanirohim
Seketika aku menangis sejadi jadinya, aku ga memperdulikan teman teman yang lain melihat ke arah ku.
"Ya Allah kenapa jadi kayak gini sih" ucap Ku.
"Aku ga yang kayak nama baik ku tercemar, siapa yang mencemarkan nama baik ku" ucap Ku.
"Aku sama sekali ga pernah melakukan hal semacam itu,itu adalah perbuatan tercela dan terhina" ucap Ku.
"Yang sabar ya Niken gue percaya kok kalau lo ga pernah ngelakuin hal semacam itu, gue percaya juga kalau lo bukan cewek murahan" ucap Bela.
"Yang sabar ya Niken, lo harus kuat menghadapi cobaan ini, lo harus buktikan sama yang lain kalau itu hanya gosip dan fitnah" ucap Bela.
"Bener kata Bela gue harus kuat mungkin ini ujian yang di berikan sama Allah kepada Ku" ucap Ku dalam hati.
flashback off.
"Aaaahhh.... kenapa gue harus mengingat itu, dasar teman munafik dan palsu" ucap Ku.
"Apa salah ku sampai mereka berbuat seperti itu sama aku" ucap Ku sambil menangis.
"Hikss.... hiks..... aku benci mereka semua" ucap ku sambil memukuli bantal.
Aku menangis sejadi jadi nya di kamar sampai aku kelelahan lalu tertidur.
Arya prov.
Setelah dari kedai mang asep aku kembali ke rumah. Sesampainya rumah aku langsung menuju ke kamar.
"Niken kenapa lo menyimpan banyak rahasia dan membuat gue jadi penasaran gue pingin mengenal lo lebih dekat Niken" ucap Ku.
"Ada berapa banyak masalah di sekolah lo yang lama sampai sampai lo pindah? , siapa sebenernya yang sudah membuat masalah sama lo?, dan kenapa lo jualan gado gado?" ucap Ku.
"Niken, semakin gue mengenal lo semakin banyak pertanyaan, kejutan,dan mister"ucap Ku.
Author prov.
Hari ini Hari senin, Niken dan Aryan sedang mengikuti upacara bendera.
Setelah mengikuti upacara bendera mereka masuk ke kelas.
Dari tadi awal masuk kelas Niken diam seribu bahasa sampai upacara bendera selesai.
"Niken lo bicara apa kek sama gue jangan diem terus" ucap Arya.
Niken hanya diam.
"Lo sakit gigi? " ucap Arya.
Nike masih diam.
"Niken jangan diemin gue kayak gini dong" ucap Arya.
"Lo tau kan maksud dari kata diam itu emas, kalau lo ga tau cari di internet" ucap Niken.
"Akhirnya lo bicara juga ken" ucap Arya.
"Lo kalau ada masalah boleh kok cerita ke gue, gue siap dengerin kok dan gue bakal kasih saran ke lo" ucap Arya.
Niken tidak menanggapi omongan Arya.
Tak lama kemudian guru pun datang tapi bukan guru matematika melainkan guru BK.
"Kok bapak sih yang datang? " ucap Arya.
"Pertanyaan yang bagus" ucap Pak guru.
"Saya di minta guru matematika kalian untuk menukar jam pelajaran jadi nanti jam saya di ganti dengan matematika" ucap Pak guru.
"Yah,kok gitu sih pak, kan ga bisa pulang cepat" ucap Surya.
"Udah gapapa sekali kali sebelum pulang otak kalian fi ajak berfikir keras dulu" ucap Pak guru.
"Oke sekarang kita belajar kekompakan" ucap Pak guru.
"Kita main game gitu pak? " ucap Surya.
"Selamat tebakan kamu benar" ucap Pak guru.
"Benar salah" ucap Pak guru lagi.
"Makanya jangan jadi tukang sok tau" ucap Roy.
"Jadi Bapak akan melatih kekompakan kalian ketika diamanahkan menjaga suatu barang" ucap Pak guru.
"Kita di suruh jaga apa pak? " ucap Rangga.
"Kalian akan menjaga ini" ucap Pak guru sambil menunjukan balon yang berisi air.
"Balon air??" ucap sekelas bersamaan.
"Jadi tiap meja akan Bapak kasih satu balon yang berisi air, tugas kalian menjaga balon berisi air dengan teman sebangku kalian" ucap Pak guru.
"Jika ada balon yang pecah maka Bapak akan kasih nilai min sepuluh" ucap pak guru.
"Dan kalian tidak bisa berbohong sama saya kalau balon nya pecah dan kalian menggantinya dengan yang lain karena di balon nya udah saya kasih stempel sekolahan" ucap Pak guru.
"Bapak akan meriksa nya minggu depan" ucap Pak guru.
"Bapak ada ada aja masa kita di suruh jaga balon air sih"ucap Radit.
" Iya pak kalau balon nya itu bocor gimana?"ucap Roy.
"Tenang balon nya ga akan bocor tadi saya udah periksa semua nya" ucap Pak guru.
"Kalau ada yang phobia sama balon gimana pak?" ucap Arya.
"Ya itu resiko kalian" ucap Pak guru.
"Ih Bapak jahat" ucap Surya.
"Udah ga usah banyak omongan" ucap Pak guru.
__ADS_1
Lalu pak guru membagikan balon air kepada anak anak.
"Males banget sih harus jaga balon air sama si jerawat ini" ucap Niken dalam hati.
"Yes akhirnya ada alasan buat deket deket terus sama Niken" ucap Arya dalam hati.
"Tapi kan gue phobia sama balon, gimana nih masa gue terus terang sama Niken, nanti dia malah ngetawain gue lagi" ucap Arya dalam hati.
"Napa lo lihatin balon kayak lihat kayak lihat bantu?" ucap Niken.
Ucapan Niken terdengar sampai ke Surya.
"Arya kan phobia sama balon" ucap Surya ga sadar.
"Eh tadi gue barusan bilang apa? Arya phobia sama balon?" ucap Surya sendiri.
ucapan Surya terdengar sampai Roy dan Radit.
"Buahaahahaha"ucap ke empat cowok tadi dengan gelak tawa mereka.
Sedangkan Niken hanya ketawa kecil.
" Kalian berempat kenapa ketawa ketawa emang ada yang lucu?"ucap Pak guru.
Keempat cowok tadi menggelengkan kepalanya berbarengan.
"Puas lo ketawain gue" ucap Arya.
"Puas banget Ar" ucap Roy.
ucapan Roy di setujui dengan teman teman yang lain.
"Dasar temen jahanam kalian" ucap Arya.
"Oke, semuanya udah kebagian kan?" ucap Pak guru.
"Udah pak" ucap semua anak kelas.
"Kalian udah paham kan sama tugasnya" ucap Pak guru
"ucapan pak"ucap semua anak kelas.
" Oke kalau gitu selamat melaksanakan, jangan ada yang keluar kelas sebelum bel istirahat berbunyi, Bapak keluar dulu karena masih ada urusan yang harus di kerjakan"ucap Pak guru lalu meninggalkan kelas.
Setelah pak guru keluar anak anak kelas mulai ramai dan ga terkontrol di dalam kelas seperti saat jam kos.
Sekarang tempat duduk Arya, Roy, dan Radit udah berubah.
"Dasar guru BK aneh sukanya keluar kelas sebelum waktunya terus ngasih tugas yang ga masuk akal banget" ucap Arya.
"Sabar ya bro mungkin ini ujian buat lo" ucap Radit sambil tersenyum senyum.
"Mungkin juga ini cara supaya lo ga phobia lagi sama balon" ucap Rangga.
"Ini bukan bikin gue menghilangkan phobia tapi lebih tepatnya bikin gue tersiksa"ucap Arya.
"Buahaahahaha"ucap ke empat cowok tadi dengan gelak tawa mereka.
"Gue suka sama guru Bk dia bisa bikin lo tersiksa selama seminggu" ucap Surya.
"Profesional dalam memecahkan balon" ucap Rangga.
Ke empat cowok tadi langsung tertawa terbahak bahak.
Niken yang mendengar ocehan teman teman Arya ikut tertawa tapi kecil.
"Kalian semua ya emang temen paling nyebelin, heran gue kenapa bisa berteman dengan kalian" ucap Arya.
"Aduh malu banget gue sama Niken" ucap Arya dalam hati.
"Gue juga heran sama lo, lo itu kan jago bela diri tapi kenapa lo phobia nya sama tikus dan balon?" ucap Radit.
"Coba deh lo pegang balonnya nih" ucap Roy sambil memegang balon milik Arya dan Niken.
"Jangan lo pegang pegang nanti pecah" ucap Niken ketua.
"Ya elah pinjem bentar aja ken" ucap Roy.
"Kalau pecah lo mau ganti? " ucap Niken.
"Iya iya gue ga bakal pegang pegang balon lo"ucap Roy menyerah karena Roy ga mau menganti balon jika pecah.
"Ken, lo itu temannya Jasmine kan?" ucap Rangga.
Niken hanya diam.
"Duh kenapa Rangga nanya kayak gitu sih, gue harus jawab apa coba?" ucap Niken dalam hati.
"Ken lo kenapa diam?" ucap Arya.
"Iya gue temennya Jasmine"ucap Niken.
" Kalau lo temennya Jasmine kenapa lo kemarin ninggalin dia kayak gitu? dia tuh masih kangen sama lo"ucap Rangga.
"Gue juga sebenernya masih kangen banget sama Jasmine tapi gue belum siap buat ketemu sama dia" ucap Niken dalam hati.
"Gue kemarin masih banyak pesenan yang harus di antar" ucap Niken berbohong.
"Yang jualan gado gado itu nyokap lo apa lo?" ucap Surya.
"Yang jualan nyokap gue cuma bantuin nganter pesenan" ucap Niken.
Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi.
"Kantin yuk" ucap Surya.
"Urusan makan aja langsung cepet" ucap Roy.
"Iya iya dong kalau mau mikir itu perut harus di di isi dulu kalau ga, ga bakal bisa mikir" ucap Surya.
"Lo tuh sebenernya makan ga makan sama aja otak lo ga di buat mikir" ucap Rangga.
"Lo ya kalau ngomong itu jangan terlalu jujur napa bahagiain temen kek" ucap Surya.
__ADS_1
"Ya udah sekarang ke kantin yuk" ucap Arya.
Lalu kelima cowok tadi ke kantin meninggalkan Niken di dalam kelas.
Di kantin.
Arya dan Radit memesan makanan sedangkan Roy, Surya, dan Rangga memilih tempat duduk.
Tak lama kemudian Arya dan Radit datang membawa makanan dan minuman.
"Akhirnya makanannya datang juga" ucap Surya.
Lalu mereka makan dengan tenang.
"Lihat tuh" ucap Roy sambil menunjuk Tias yang sedang ke kantin sendiri.
"Tumben Tias sendiri, biasanya sama Sisil" ucap Surya.
"Rezeki anak sholeh emang ga kemana" ucap Rangga.
"Ini kesempatan emas" ucap Radit.
"Maksud kalian berdua apa sih? " ucap Surya.
"Lo lupa sama rencana kita buat mengidentifikasi Tias?" ucap Radit.
"Oh iya gue hampir lupa" ucap Surya.
"Rencana di mulai" ucap Arya.
Lalu Arya memanggil Tias buat gabung di tempat dia dan teman temannya.
"Kenapa lo manggil gue? " ucap Tias.
"Lo duduk aja dulu kita ngobrol ngobrol aja sambil duduk" ucap Arya.
Lalu Tias duduk di samping Arya.
"Sisil mana kok ga kelihatan? " ucap Radit.
"Oh Sisil di kelasnya katanya nanti ada ulangan jadi dia mau belajar dulu" ucap Tias.
"Kirain Sisil ga berangkat" ucap Roy.
"Kenapa kalian tumben tanya tanya Sisil?" ucap Tias.
"Ga papa kita heran aja kan biasanya kalian berdua itu kayak anak kembar yang ga bisa di pisahkan" ucap Surya.
"Masa sih gue sama Sisil kayak anak kembar?" ucap Tias.
"Beneran kok" ucap Arya.
"Yaudah kalau gitu gue balik ke kelas dulu ya" ucap Tias.
"Jangan" ucap kelima cowok tadi bersamaan.
"Kenapa ga boleh?" ucap Tias.
"Kita mau tanya sesuatu sama lo" ucap Arya.
"Tanya apa?" ucap Tias.
"Kita sekarang jarang lihat Sisil ke kantin barengan sama lo, kenapa emangnya, kalian lagi berantem?" ucap Rangga.
"Gue sama Sisil ga berantem kok, cuma sekarang Sisil kalau habis beli jajan langsung ke kelas" ucap Tias.
"Kenapa makannya dikelas, kan biasanya juga di kantin, atau jangan jangan Sisil lagi sakit?" ucap Surya.
"Sisil tuh ga lagi sakit cuma sekarang dia lagi menjalankan misinya dan gue ga tau misinya apa" ucap Tias.
"Eh keceplosan" ucap Tias sambil memegangi mulutnya.
"Gue ke kelas dulu ya" ucap Tias lalu pergi.
"Yah kita ga dapet apa apa" ucap Radit.
"Sisil pasti sengaja ga ngasih tau Tias karena dia tau kalau Tias itu mulutnya kebanyakan micin" ucap Arya.
"Bener juga kata lo" ucap Rangga.
"Kok gue jadi kepikiran waktu Niken ketiduran di kelas ya?Niken tertidur seperti setelah meminum obat tidur" ucap Arya.
"Ngapain Niken minum obat tidur?" ucap Roy.
"Sepertinya Niken meminumnya ga sengaja" ucap Arya.
"Maksudnya?" ucap Radit.
"waktu gue jalan ke arah kelas gue lihat Niken sedang membuang botol minuman seperti habis beli di kantin terus gue tanya ke Niken dia habis ke kantin atau tidak, dia jawabnya tidak dia beli minuman itu di minimarket dekat rumahnya dan ga lama habis itu Niken terlihat ngantuk sekali sampai dia ketiduran" ucap Arya.
"Kita kan lagi bahas Sisil hubungannya bahas Niken yang ketiduran apa coba?" ucap Roy.
"Hubungannya adalah kan tadi Tias bilang kalau Sisil sekarang lebih suka di jelas dan sedang menjalankan aksinya jadi menurut gue,Niken ketiduran di kelas itu gara gara ulah Sisil" ucap Arya.
"Bener juga kata lo" ucap Radit.
"Tapi kita belum bisa menyebut Sisil bener bener pelakunya karena kita ga punya bukti" ucap Rangga.
"Jangan kan bukti Sisil yang ngasih minuman ke Niken, kita aja belum punya bukti kalau Sisil punya rencana buruk sama Niken" ucap Arya.
"Sisil memang otak kancil" ucap Radit.
"Kita harus memikirkan rencana yang lain" ucap Roy.
"Dan sebelum kita memikirkan rencana yang lain lebih baiknya kita ke kelas sekarang karena sebentar lagi bel masuk berbunyi" ucap Roy.
"Bener kata lo" ucap Surya.
Lalu kelima cowok tadi pergi menuju ke kelasnya.
Sesampainya kelas Arya dan teman temannya duduk di tempatnya masing masing.
Saat duduk Arya melihat wajah Niken yang serius saat membaca.
__ADS_1
"Gue takut kalau terjadi sesuatu sama lo Niken, tapi gue janji gue bakal secepat mungkin menemukan bukti kalau Sisil itu punya rencana jahat sama lo" ucap Arya dalam hati.
"Napa lo lihat lihat?" ucap Niken.