
Bismillahirohmanirohim
"Gue di kasih sama Bunda" ucap Raka.
"Lo kok Bunda di bawa bawa sih?" ucap Bunda.
"Raka kembali kan aja ayam gorenya kakak, tadi Bunda lihat kamu ngambil punya kakak kamu" ucap Bunda.
"Tuh kan ketauan" ucap ku.
"Habis kakak kalau lagi ngomong serius banget sampai sampai ga sadar kalau ayam nya gue ambil" ucap Raka.
"Lo jahil banget sih jadi orang" ucap Ku.
"Nih Ayam gorengnya" ucap Raka sambil kembali kan ayam goreng punya ku.
"Nih punya Bunda buat Raka aja" ucap Bunda sambil memberikan Ayam milik Bunda ke Raka.
"Makasih Bunda" ucap Raka.
"Dasar Rakus"ucap Ku.
" Biarin"ucap Raka.
"Udah udah ga usah ejek ejekan" ucap Bunda.
Lalu aku dan Raka me lanjut kan makan lagi.
Selesai makan aku membantu Bunda membereskan meja makan, selesai membereskan meja makan aku ke kamar untuk tidur karena hari ini aku merasa lelah banget.
Pagi hari.
Berhubung hari ini hari minggu aku ingin bermalas malas an di atas kasur, selesai sarapan aku kembali ke kasur untuk bermalas malasan.
Di kasur aku udah menyiapkan laptop untuk menonton vidio india yang udah aku download.
Saat asyik asyik nya menonton vidio tiba tiba Raka mengetok pintu kamar ku.
"Masuk, ga di kunci" ucap Ku.
Lalu Raka masuk ke dalam kamar ku.
"Lo ganggu banget sih" ucap ku sambil marah marah.
"Yeh... jangan marah marah dong,gue di suruh Bunda manggil lo, lo di suruh ke depan ada temen lo di rumah" ucap Raka.
"Temen?? Perasaan gue ga pernah ngasih tau alamat rumah ke orang lain?" ucap ku.
"Yakin ga pernah?" ucap Raka.
Lalu aku berpikir pikir siapa yang pernah aku kasih tau alamat rumah ku dan akhirnya aku mengingat ada satu orang yang pernah aku kasih tau alamat rumah ku yaitu Arya.
"Woi kak, kok malah ngalamun sih?" ucap Raka.
"Gue ga ngalamun cuma lagi mikir siapa yang kakak pernah kasih tau alamat rumah ini" ucap Ku.
"Ya Allah kak, lo kok bisa pikun sih? Yang di depan depan itu temen cowok kakak yang pernah nganter kakak pulang sekolah" ucap Raka.
Aku langsung kaget seketika.
"Matanya biasa aja" ucap Raka.
"Ya udah sana aku mau pakai jilbab dulu" ucap Ku.
Lalu Raka keluar kamar ku.
"Ngapain sih Arya ke sini?" ucap Ku.
Lalu aku mengambil jilbab ku dan aku langsung keluar kamar menuju depan rumah.
Sesampainya di depan rumah aku, aku melihat Arya sedang main hp dan Bunda sama Ayah sedang membuat gado gado.Aku langsung menghampiri Arya.
"Ngapain lo ke sini?"ucap ku.
"Jemput lo lah, kan lo dah janji mau ngajari gue dan teman teman gue matematika" ucap Arya.
"Kapan gue janji?" ucap ku.
"Dih pura pura lupa ya,lagian gue dah ijin sama Ayah dan Bunda lo kok, Bapak dan ibu lo juga ngasih ijin" ucap Arya.
Aku langsung menghampiri Bunda dan Ayah.
"Ayah, Bunda" ucap ku di dekat Ayah dan Bunda.
"Kok belum siap siap sih?" ucap Bunda sambil melihat ke arah ku.
"Ayah sama Bunda ngasih ijin aku pergi?" ucap Ku.
"Iya, kan kamu pergi nya untuk belajar kelompok buka buat melakukan hal hal yang negatif"ucap Ayah.
" Tapi Niken males yah"ucap Ku.
"Kamu ga boleh gitu, ini kan juga tugas sekolah kalau kamu ga ikut terus nilai sekolah kamu jelek gimana? kan mesti kamu ga mau kan?" ucap Bunda.
__ADS_1
"Ayah ga takut kalau cowok itu akan berbuat yang enggak enggak ke Niken?" ucap ku.
"Kamu ga boleh berperang sangka buruk gitu, Ayah percaya kok sama dia lagian kamu kan bisa bela diri jadi kalau ada apa apa kamu mesti bisa melawannya"ucap Ayah.
" Iya, Bunda juga lihat dia dari cara bicaranya, penampilannya dia itu anak yang baik dan sopan kok"ucap Bunda.
"Arya emang ngomongnya ke ayah dan Bunda gimana sih kok bisa sampai Ayah dan Bunda bisa percaya banget sama Arya" ucap ku dalam hati.
"Ya udah deh Niken ke sana dulu ya" ucap ku.
Lalu aku menghampiri Arya.
"Gue ganti baju dulu" ucap ku.
"Oke tapi jangan lama lama ya" ucap Arya.
"Ga janji" ucap ku sambil masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di kamar aku langsung membuka kemarin baju.
"Pakai apa ya??" ucap ku.
Lalu aku mengambil kaos lengan panjang warna ijo tosca, celana jins, sama jilbab yang warna ijo tosca.
Setelah aku mengganti pakaian ku, aku mengambil tas sekolah yang aku isi dengan buku matematika dan perlengkapan belajar nanti.Lalu aku memeriksa lagi perlengkapan yang aku bawa seketika aku ingat untuk mengembalikan jaketnya Arya. Aku mencari jaketnya Arya, tapi udah lama aku mencari enggak ketemu juga.
"Dimana Bunda menaruh jaketnya Arya ya?" ucap ku.
"Coba aku tanya Bunda deh" ucap ku.
Lalu aku mengambil tas dan jaket ku tapi saat aku mengambil jaket tiba tiba ada jaketnya Arya di bawah jaket ku.
"Alhamdulilah akhirnya ketemu juga" ucap ku lalu aku mengambil jaket itu.
Aku ke luar kamar dan menuju depan rumah.
Sesampainya di luar aku melihat Arya sedang bicara sama Bunda dan Ayah, aku langsung menghampiri mereka.
"Jadi berapa bu harganya?" ucap Arya.
"Seratus dua puluh ribu" ucap Bunda.
"Ini bu" ucap Arya sambil mengasih uang kertas warna merah satu dan ijo satu.
"Makasih banyak ya, udah mau borong semua gado gado ibu sama gorengannya"ucap Bunda.
" Sama sama bu"ucap Arya.
"Lo kira gue apaan? Ini tuh nanti mau gue bagi buat yang lain nya di sana" ucap Arya.
"Oh" ucap ku ber oh ria.
"Yuk berangkat yang lain nya mesti udah pada nunggu in" ucap Arya.
Aku hanya memutar bola mata ku malas.
"Ayah, Bunda Niken pergi dulu ya" ucap ku sambil bersalaman ke Ayah dan Bunda.
Lalu aku masuk ke garasi buat mengambil motor. Lalu aku mengeluarkan motor dari garasi.
"Assalamu'alaikum" ucap ku dan Arya berbarengan.
Lalu aku dan Arya pergi ke tempat belajar yang udah di sepakati oleh Arya dan teman temannya.
Arya prov.
Pagi ini aku akan belajar bersama sahabat sahabat ku dan Niken. Rencananya aku akan ke rumah Niken untuk mengajak dia supaya mau ngajarin belajar.
Sekarang aku sedang bersiap siap untuk ke rumah Niken, aku mengecek lagi barang barang yang ku bawa. Setelah selesai mengecek aku langsung turun ke bawah ke meja makan.
"Mau kemana Boy? Tumben pagi pagi udah tapi banget" ucap Papa saat melihat ku menuruni tangga dengan berpakaian rapi.
"Mau ke belajar kelompok pa" ucap ku sambil duduk di kursi meja makan.
"Belajar kelompok apa mau main?" ucap Mama.
"Mama ga percaya banget sih, Arya tuh emang mau belajar" ucap ku.
"Iya iya mama percaya sama kamu" ucap Mama.
"Mau sarapan apa?" ucap Mama lagi.
"Roti aja ma" ucapu ku.
Lalu mama mengoleskan roti dengan selai ke suka an ku setelah itu di kasih ke aku.
"Pa, Arya minta uang jajan dong sedikit aja gapapa kok" ucap ku selesai makan roti.
"Mau berapa?" ucap Papa.
"Dua ratus ribu aja pa" ucap ku.
Lalu Papa mengeluarkan uang kertas warna merah sebanyak dua lembar.
__ADS_1
"Nih" ucap Papa sambil mengasih uang tadi.
"Anak sultan mah langsung di kasih tanpa penawaran "ucap ku dalam hati saat menerima uang dari Papa.
" Ya dah kalau gitu Arya pergi dulu ya "ucap ku.
" Habisin dulu susu nya"ucap Mama.
Lalu aku menghabiskan susu dengan buru buru lalu pergi ke luar rumah. Dan menuju ke rumah Niken.
Sesampainya di rumah Niken, aku melihat ada sekarang ibu yang sedang berjualan gado gado.
"Mau beli apa nak?" ucap ibu tadi.
"Hm... Maaf bu saya menganggu waktu nya, saya ke sini mau mengajak Niken belajar kelompok apa ibu mengizinkan?" ucap ku.
"Oh kamu temannya Niken ya? Ibu jelas mengizinkan lah, kan itu mesti tugas sekolah kan? Tapi kok Niken ga bilang sama ibu ya kalau ada belajar kelompok hari ini?" ucap ibu tadi.
"Kemarin Niken bilang bu kalau dia takut ga di izinin sama ibu" ucap ku.
"Hadeh... ada ada aja sih si Niken" ucap ibu tadi.
"Ya dah ibu manggil Niken dulu ya, kamu duduk di kursi sana dulu" ucap ibu tadi.
"Makasih bu" ucap ku lalu ku duduk di kursi sambil menunggu ibu tadi.
Beberapa saat kemudian ibu tadi kembali lagi ke luar rumah.
"Sebentar ya Niken nya lagi di panggil sama adek nya" ucap ibu tadi.
"Oh ya bu, gado gado nya masih ada ga?" ucap ku.
"Masih nak, mau beli berapa?" ucap ibu nya Niken.
"Beli 10 bungkus bisa bu?" ucap ku.
"10 bungkus? Alhamdulilah bisa bisa nunggu bentar ya" ucap ibunya Niken.
Lalu ibunya Niken masuk lagi ke dalam rumah ga lama kemudian ke luar ibunya Niken bersama Bapaknya ternyata ibunya Niken meminta bantuan buat bikin gado gado pesanan ku tadi.
Ga lama kemudian Niken ke luar rumah dan menghampiri ku
"Ngapain lo ke sini?"ucap Niken.
"Jemput lo lah, kan lo dah janji mau ngajari gue dan teman teman gue matematika" ucap ku.
"Kapan gue janji?" ucap Niken.
"Dih pura pura lupa ya,lagian gue dah ijin sama Ayah dan Bunda lo kok, Bapak dan ibu lo juga ngasih ijin" ucap ku.
Lalu Niken menghampiri bapak dan ibu nya.
Entah apa yang di bicara kan Niken dan keluarganya sampai aku harus menunggu tiga menit.
Setelah Niken bicara dengan keluarganya Niken menghampiri ku lagi.
"Gue ganti baju dulu" ucap Niken.
"Oke tapi jangan lama lama ya" ucap ku.
"Ga janji" ucap Niken sambil masuk ke dalam rumah.
Sepuluh menit kemudian Niken belum juga ke luar rumah.
"Cewek kalau ganti baju kenapa harus lama sih?Emang kalau ganti baju ngapain aja?" ucap ku dalam hati.
Lalu aku melihat orang tuanya Niken udah selesai membuat gado gado nya dan aku langsung menghampiri nya.
Ga lama kemudian Niken akhirnya ke luar juga.
"Jadi berapa bu harganya?" ucap ku.
"Seratus dua puluh ribu" ucap ibunya Niken.
"Ini bu" ucap ku sambil mengasih uang kertas warna merah satu dan ijo satu.
"Makasih banyak ya, udah mau borong semua gado gado ibu sama gorengannya"ucap ibunya Niken.
" Sama sama bu"ucap ku.
"Rakus bener lo makan segitu banyak nya" ucap Niken.
"Lo kira gue apaan? Ini tuh nanti mau gue bagi buat yang lain nya di sana" ucap ku.
"Oh" ucap Niken ber oh ria.
"Yuk berangkat yang lain nya mesti udah pada nunggu in" ucap ku.
Lalu Niken ke garasinya mengeluarkan motor nya.
"Assalamu'alaikum" ucap ku dan Niken berbarengan.
Lalu aku dan Niken pergi ke tempat belajar yang udah di sepakati oleh aku dan sahabat sahabat ku.
__ADS_1