
Bismillahhirohmannirohim
Sesampainya di kamar aku membaca novel ku sambil mengemil jajan an yang tadi aku beli namun saat aku membaca novel aku tidak fokus ke bacaan novel melainkan membayangkan adegan tadi saat cowok tadi mengobati luka ku. Wajah nya ganteng, tatapan matanya bikin meleleh, alisnya tebal,hidungnya mancung. Rasanya pingin menatap wajah nya terus terusan.
"Astagfirullah Niken, ga boleh ah mikirin kayak gitu, buang pikiran jelek kamu, mending sekarang tidur aja dari pada mikirin yang ga jelas jelas" ucap ku.
Lalu aku menaruh buku novel ku ke rak buku setelah itu aku tidur di kasur.
...----------------...
Niken prov
Pagi hari
Niken udah siap siap untuk berangkat sekolah.
Niken berjalan menuju meja makan di sana udah ada adik dan Bundanya.
"Selamat pagi Bunda adik" ucap Niken.
"Pagi sayang" ucap Bunda.
"Pagi kakak" ucap Adik.
Niken langsung duduk di samping adiknya. Mereka makan tanpa suara hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu di piring.
" Niken semoga kamu suka ya sama sekolah baru mu " Ucap Bunda memecah keheningan.
" Iya bun,semoga aku betah di sana" Ucap Niken.
" Kak, kakak ke sekolah naik apa? " Ucap Raka ( adik Niken).
" Emang kenapa? Tumben tanya kayak gitu? " Ucap Niken.
" Kan sekolah kita sekarang beda arah kalau aku nganterin kakak duluan aku bisa telat " Ucap Raka.
" Oh iya ya baru kepikiran aku, ga papa aku ga usah bareng kamu, aku naik angkutan umum aja " Ucap Niken.
" Kok naik angkutan umum sih? Kan di garasi masih ada motor napa ga kamu pakai aja nak? " Ucap Bunda.
" Ga papa bun aku lebih suka naik angkutan umum, dari pada naik motor bikin polusi udara " Ucap Niken.
Niken emang lebih suka pakai angkutan umum kalau pergi kemana mana alasannya untuk mengurangi polusi dan memberi rezeki kepada angkutan umum. Padahal motor yang di garasi adalah motor pemberian Ayahnya untuk Niken, tapi Niken jarang pakai motor itu bahkan lebih sering motor itu jadi penunggu garasi. Niken menggunakan motor itu hanya untuk keadaan yang mendesak aja.
" Ya dah bun Niken berangkat dulu ya takut telat" Ucap Niken sambil membenarkan jilbab yang Niken pakai.
" Raka juga bun " Ucap Raka sambil mengambil kunci motor di tempat penyimpanan kunci.
Lalu Raka dan Niken menyalimi tangan Bundanya lalu pergi ke sekolah masing masing.
...----------------...
Arya prov
Aku menuruni tangga untuk bergabung sarapan bersama keluarga.
" Selamat pagi pa, ma" Ucapku sambil menuruni tangga dan bergabung ke meja makan
" Selamat pagi sayang, boy" Ucap mama dan papa barengan.
" Mau sarapan sama apa sayang? " Ucap mama ku.
" Sama nasi goreng aja ma" Ucapku.
Kami sarapan dengan tenang hanya suara garpu dan sendok yang bertarung di piring,ini adalah tradisi dari keluarga papa. Selesai makan aku langsung berpamitan sama mama dan papa .
" Pa, ma aku berangkat sekolah dulu ya" Ucapku sambil bersalaman sama papa dan mama.
" Ya udah kalau gitu papa juga berangkat kerja dulu ya ma" Ucap papa.
Lalu aku sama papa keluar rumah tapi menggunakan kendaraan sendiri sendiri, aku naik motor kalau papa naik mobil.
Aku memasuki gerbang sekolah. Parkiran tanpa lumayan ramai. Setelah aku memarkirkan motor ku, aku langsung ke kelas. Waktu aku masuk kelas, kelas udah ramai walaupun masih pagi. Aku aku berjalan menuju meja dekat jendela tetapi tidak duduk dekat jendela , aku duduk sendiri karena teman sebangku ku pindah sekolah di luar kota. Baru aja aku menaruh bokong ku ke kursi tiba tiba ada yang memanggilku.
" Woi Arya tumben udah duluan biasanya kan kita kita dulu " Ucap Rangga sambil duduk di meja belakang ku.
Disusul dengan Surya yang duduk di samping Rangga dan meja depan ku di isi dengan Radit dan Roy.
" Gue barusan kok, kalian aja yang telat " Ucap ku santai.
" Eh Ar lo tau ga nanti ada murid pindahan yang akan masuk kelas ini dan duduk di samping lo" Ucap Roy heboh sambil menghadap ke belang kearah ku.
" Tau dari mana lo ? " Ucap Radit
__ADS_1
" Tadi gue waktu di pakiran ketemu sama pak Arif katanya ada murid baru pindahan dan duduk di sebelah lo" Ucap Roy sambil menunjuk ku dengannya jari telunjuknya.
" Murid baru nya cewek apa cowok Roy ?" Ucap surya.
" Gue ga peduli mau cewek atau cowok, gue bakal kerjain dia supaya ga betah duduk sama gue" Ucap ku sambil senyum sinis.
" Dah ah gue males bahas gini an, gue mau tidur dulu, jangan ada yang bangunin gue sebelum guru masuk" Ucap ku kepada teman teman ku, lalu aku meletakkan tangan kanan ku di atas meja untuk bantalan kepalaku dan kepalaku menghadap kesamping kiri tepatnya menghadap tembok.
" Ini bocah ya sifatnya ga pernah berubah rubah gimana mau punya cewek kalau sifatnya gini terus" Ucap Rangga melihat tingkah kelakuan ku setiap pagi.
Lalu radit, Roy, dan surya berbarengan mengganggu kan kepalanya.
...----------------...
Author prov
Di Sekolah
Niken memasuki gerbang sekolah. Niken berjalan menuju ruang guru. Sesampainya ruang guru.
" Assalamu'alaikum pak, saya mau bertemu dengan pak Arif "ucap Niken sama salah satu guru yang Niken temui.
" Waalaikumsalam nak, oh kamu ini murid baru pindahan ya " Ucap guru itu.
" Iya Pak saya murid pindahan " Ucap Niken ramah
" Saya pak Arif, mari saya antar ke kelas kamu nak " Ucap pak Arif, lalu jalan mendahului Niken dan Niken mengikutinya dari belakang. Dan akhirnya sampek juga di depan kelas, ternyata Niken masuk kelas Xl IPS 3.
Niken masuk mengikuti guru tadi kedalam kelas dan Niken disuruh memperkenalkan diri setelah Niken memperkenalkan diri,Pak Arif memberitahukan meja yang akan aku pakai, ternyata mejanya terletak paling ujung dan di samping jendela, Niken merasa bersyukur karena itu tempat favorit Niken.
Waktu Niken mau berjalan pak Arif sudah jalan di depanku duluan untuk membangunkan siswa yang duduk di sebelah bangku Niken tepatnya teman sebangku Niken. Niken mengikuti pak Arif dan berdiri di sampingnya. Niken ga bisa melihat wajah si siswa tersebut karena ke tutupan dengan tubuh pak Arif yang lumayan besar .
" BANGUN.... INI UDAH JAM BERAPA? KAMU MAU BELAJAR ATAU MAU PIN DAH TIDUR?" Ucap pak Arif sambil teriak dan menyenggol nyenggol tubuh siswa yang tertidur tadi.
" Siapa sih yang berani bangunin gue, gue kan udah bilang jangan bangunin gue, gue masih ngantuk " Ucapnya marah ke temennya yang ada di depannya tanpa ia sadari bahwa di sampingnya ada pak Arif.
" Agh..... " Ucap si siswa tadi menahan ke sakitan saat pak Arif men jewer telinganya.
" Saya yang membangunkan mu napa? Berani ngelawan? Kamu ini ke sekolah mau belajar apa cuma pindah tidur doang sih? Masih pagi juga tidur terus" Ucap pak Arif sambil tangannya masih menjewer telinga si siswa.
" Eh.... Ada bapak... Ampun pak..... Lepasin tangannya dari telinga saya dong pak, nanti kalau lepas gimana? Bapak mau ganti? Saya ke sekolah ya mau belajar dong pak, kalau cuma pindah tidur mending saya ke UKS aja dari pada ke kelas pak, udah ya pak lepasin telinga saya sakit tau pak, sakit, ampun pak" Ucapnya sambil memelas dengan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.
" Itu telinga ga bakal lepas, saya disini tadi habis nganterin siswi baru yang pindahan dia akan duduk dengan kamu" Ucap pak Arif sambil melepaskan tangannya di telinga si siswa tadi dan badannya agak kesamping sehingga Niken bisa jelas melihat wajah si siswa tadi.
" Lo" Ucap ku bebarengan dengan dia dan kita sama sama kaget.
" Jadi lo murid baru nya? Ngapain lo duduk di samping gue ? Jangan jangan.... " Ucap nya belum selesai tapi udah dipotong sama pak Arif.
" Udah udah ga usah ribut saya mau ngajar dikelas kalian bukan mau dengerin keributan di kelas kalian " Ucap pak Arif marah.
"Arya ini Niken anak baru yang menjadi teman sebangku kamu,semoga kalian bisa saling membantu ya" ucap pak Arif.
"Semalem aku mimpi apa sih kok bisa ketemu dia lagi terus duduk di samping dia
ck,mimpi apa coba" ucap Niken dalam hati.
"Mimpi apaan barusan tadi aku kenapa bisa ada dia sih di sekolah ini??" ucap Arya dalam hati.
Akhirnya Niken duduk sebelahan dengan Arya dan mengikuti pelajaran dengan diam tanpa banyak bicara.
Jam pelajaran pertama berakhir, murid murid berlarian menuju kantin sekolah.
" Kantin yuk, cacing cacing di perutku udah pada menari nari nih " Ucap Surya sambil ngajak yang lain.
" Kalian duluan aja gue masih ada urusan " Ucap Arya kepada yang lain.
" Urusan apaan ? " Ucap Roy
" Urusan panggilan alam" Ucap Arya sambil memegang perutnya dan senyum kuda.
Sebenarnya ini hanya alasannya supaya bisa bicara sama si Niken.
" Ya dah kalau gitu kita duluan ya" Ucap Rayhan.
1Lalu mereka pergi ke kantin.
"Heh lo gue mau ngomong sama lo?" ucap Arya.
"Lo ngapain pindah sekolah di sini?? masuk kelas bareng gue lagi tambah parahnya lagi lo duduk di sebelah gue, atau jangan jangan omongan gue tadi malem bener ya kalau lo itu suka sama gue?" ucap Arya.
Niken yang mendengar ucapan Arya barusan langsung menatap Arya dengan tatapan tajam setajam pisau.
Arya yang melihat tatapan itu sedikit takut.
__ADS_1
"Ngapain lo tatap gue kayak gitu?" ucap Arya.
"Lo tuh ya di tanyain bukan nya jawab malah natap gue kayak gitu, atau lo terhipnotis ya sama kegantengan wajah gue jadi lo ga bisa bicara?" ucap Arya dengan PD nya.
"Narsis banget sih lo"ucap Niken.
" Emang kenyataan gitu kok"ucap Arya.
"Heh lo belum jawab pertanyaan gue tadi" ucap Arya lagi.
"Nih bocah kepo banget sih?" ucap Niken dalam hati.
"Dari pada lo banyak omong mending lo ke kamar mandi san, gue ga mau kelas ini bau kotoran lo" ucap Niken dengan datar.
"Sialan nih bocah malah ngejekin gue" ucap Arya dalam hati.
"Tadi tuh alasan doang" ucap Arya.
Niken sama sekali tidak menggubris ucapan Arya, Arya yang melihat Niken asik membereskan buku dan tidak menggubris ucapannya langsung kesel.
"Udah ah ngomong sama lo kayak ngomong sama boneka" ucap Arya.
Lalu Arya pergi menuju kantin.
"Jadi orang kok kepo banget kayak emak emak" ucap Niken saat Arya pergi dari kelas menuju kantin.
Di Kantin
" Arya kok lama banget ya? " Ucap Surya.
" Namanya juga panggilan alam, mau gimana lagi?" Ucap Roy.
" Gue penasaran deh sama Arya dan murid baru itu siapa namanya?" Ucap Radit.
" Niken" Ucap Rangga .
" Emang lo penasaran kenapa? " Ucap Rangga lagi.
" Emang tadi kalian ga ngelihat raut wajahnya si Arya dan Niken saat bertemu?" Ucap Radit.
" Iya juga ya, tadi mereka kaget banget saat bertemu, kayaknya mereka pernah bertemu sebelumnya deh " Ucap Surya menebak nebak.
" Kita harus meminta penjelasan sama si Arya nih " Ucap Roy.
Lalu Rangga, Surya, Radit mengiyakan ucapan Roy.
Tak lama kemudian datanglah orang yang ditunggu tunggu.
" Panjang umur tuh orang barusan diomongin udah judul aja " Ucap Radit yang menyadari kedatangan Arya.
Arya dateng dengan membawa satu mangkok bakso dan satu gelas es teh.
" Napa sih lo pada lihatin gue kayak gitu " Ucap Arya.
" Kita mau minta penjelasan sama lo, tentang lo sama si Niken" Ucap Rangga.
" Penjelasan apaan? Gue ga tau apa apa tentang Niken kan gue bukan emaknya,saudaranya juga bukan" Ucap Arya.
"Bukan itu maksudnya kita, maksudnya itu lo ada hubungan apa sama Niken kok tadi waktu ketahuan lo kelihatan kaget banget" ucap Roy.
"Gue sama Niken ga ada hubungan apa apa kok" ucap Arya.
" Udah deh lo ga usah main rahasia rahasia an sama kita, kita kan sahabatan " Ucap Surya.
" Bener tuh yang dikatakan Surya " Ucap Rio.
" Oke gua akan cerita tapi ga sekarang waktunya kurang tepat sebentar lagi jam istirahat udah selesai sedangkan gue belum makan nih bakso " Ucap Arya sambil memakan bakso yang ia bawa tadi.
" Gimana kalau nanti pulang sekolah kita kumpul di tempat biasa sambil gue mau ngajak pacar gue ke sana " Ucap Radit.
" Bilang aja lo mau berduaan tapi ga ada uang jadi lo ngajak cewek lo ketempat nongkrong an kita " Ucap Surya.
" Bukan ga ada uang, tapi lagi ngirit uang buat ditabung " Ucap Radit.
" Alah alesan lo aja tuh " Ucap Surya.
" Ga usah berantem,nanti kita kumpul di tempat nongkrong an kita , oke" Ucap Arya.
" Oke deh " Ucap mereka bebarengan.
Akhirnya Arya bisa makan dengan tenang tanpa ada keributan lagi.
Setelah Arya selesai makan Arya dan temen temannya langsung menuju ke kelasnya untuk mengikuti jam pelajaran berikutnya.
__ADS_1
Sesampainya kelas Arya dan teman temannya langsung duduk di kursi masing masing karena di belakang mereka sudah ada guru yang akan mengajar mata pelajaran berikutnya.