Cewek Dingin Itu Pacar Ku

Cewek Dingin Itu Pacar Ku
BAB 31


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim


****Maaf ya udah lama ga upload πŸ™πŸ™ Soalnya Author beberapa hari ini sibuk.


Mesti kalian udah penasaran kan dengan kelanjutan cerita si Niken dan AryaπŸ˜ŠπŸ˜‚


Yuk simak kelanjutan ceritanya 😊****


"Duh gimana nih masa iya gue jelasin sama jerawat nanti gue kalah lagi sama tantangan nya" ucap Niken dalam hati.


"Kenapa Niken ga jelasin ke gue sih apa dia takut kalau dia kalah, tapi ya kalik gue bicara sama Niken duluan nanti malah di kira gue kalah lagi" ucap Arya dalam hati.


Rangga yang melihat Niken dan Arya diem diem an menjadi heran dengan tingkah laku mereka berdua.


"Woi kalian berdua kenapa sih kok pada diem diem an dari tadi gue lihatin?" ucap Rangga.


Niken dan Arya kompak menggeleng geleng kan kepala mereka.


"Kalian mau kenak hukuman apa?" ucap Surya.


Mereka berdua menggelengkan kepalanya kompak.


"Kalian ada masalah?"ucap Rangga.


Mereka berdua menggelengkan kepalanya kompak.


" Sekarang sesi tanya jawab silahkan yang duduk di sebelah kanan bertanya sama yang duduk di sebelah kiri tentang apa yang di jelaskan sama yang duduk di sebelah kiri"ucap Bu Guru.


"Di mulai dari barisan depan saya" ucap Bu guru lagi sambil menunjukan barisan yang di tempatkan sama Niken dan Arya.


Niken melihat Arya membolak-balikan kertas merasa takut kalau akan di kasih pertanyaan yang menyulitkan.


"Semoga Arya tidak memberikan pertanyaan yang sulit" ucap Niken dalam hati.


Arya membolak-balikan kertas untuk mencari pertanyaan saat ketemu dengan pertanyaan Arya tersenyum licik.


"Gue kerjain Niken ah, gue kasih pertanyaan yang susah" ucap Arya dalam hati.


Saat giliran Arya yang bertanya, Arya mengeluarkan senyum liciknya ke Niken lalu Arya mengungkapkan pertanyaan nya kepada Niken.


Niken yang mendengar pertanyaan yang di lontarkan sama Arya hanya diam seperti biasa.


"Alhamdulillah Arya lo udah kasih pertanyaan yang ga begitu sulit, mesti lo kira gue ga bisa jawab pertanyaan dari lo karena menurut lo itu pertanyaan yang sulit" ucap Niken dalam hati.


Lalu Niken membuka halaman buku yang menurutnya jawaban dari pertanyaan Arya karena semalam Niken udah membaca apa yang akan di pelajari hari ini.


"Ibu kasih waktu sepuluh menit buat sebelah kanan memikirkan jawaban dari teman kalian yang duduk di sebelah kiri" ucap Bu Guru setelah satu kelas yang duduk sebelah kiri mengajukan pertanyaan sama yang duduk di sebelah kanan.


Sepuluh menit kemudian


"Kita mulai dari Radit" ucap Bu Guru.


Lalu Radit menjelaskan jawaban dari Roy. Setelah selesai Radit menjelaskan sekarang giliran Niken yang menjelaskan.


Lalu Niken menjelaskan pertanyaan dari Arya dengan singkat, padat, dan jelas.


Setelah menyelesaikan penjelasan pertanyaan dari Arya tiba tiba Bu Guru bertepuk tangan.


"Niken saya suka sekali dengan penjelasan yang kamu berikan, kamu tidak hanya menjelaskan pertanyaan dari Arya dari buku tapi kamu juga menyambungkan penjelasan kamu dari internet dan cara kamu menjelaskan itu sangat bagus kamu menjelaskan dengan bahasa yang mudah di mengerti dengan teman teman kamu dan jelas, padat, dan singkat"ucap Bu guru.


Setelah mendengarkan ucapan dari guru semua murid di kelas pada bertepuk tangan kecuali satu anak yang masih sibuk dengan pemikirannya siapa lagi kalau bukan Arya.


"Apa sih kelemahannya Niken, semua dia bisa, gue kasih pertanyaan yang sulit dia jawab dengan mudah udah gitu di puji sama guru dan teman teman satu kelas lagi" ucap Arya dalam hati.


"Niken kalau ibu boleh saranin kamu jadi dosen aja" ucap Bu Guru.


Niken yang mendengar ucapan Bu guru hanya diam.


"Sekarang lanjutkan sesi tanya jawabnya" ucap Bu Guru.


Lalu sesi tanya jawab di lanjutkan sampai satu kelas mendapatkan giliran menjawab pertanyaan.


Di rumah Niken.


Hari ini Bunda dan Ayah sedang sibuk membuat gado gado.


"Bunda kalau cepek ngulek bumbu nya biar Ayah aja sini" ucap Ayah.


"Nanggung yah tinggal sedikit lagi, Ayah bungkus bungkusin aja sama pastiin kerupuknya jangan sampai ketinggalan" ucap Bunda.


"Ya udah kalau gitu, Ayah tadi udah ngecek semua dan di pastikan kerupuknya ga ada yang ketinggalan" ucap Ayah.


Bunda hanya tersenyum sebentar kepada Ayah lalu kembali mengulek bumbu gado gado.


Ayah melihat Bunda yang kecapean karena mengulek bumbu merasa kasihan.


"Kasihan kamu Bun, gara gara Ayah kamu yang harus kerja, harusnya Bunda itu tugasnya membersihkan rumah dan Ayah yang bekerja bukan kayak gini" Ucap Ayah dalam hati.


"Bunda alamat yang mau di kirim gado gado mana?" ucap Bunda.


"Lihat aja yah di hpnya Bunda, kemarin udah Bunda simpen"ucap Bunda.


Lalu Ayah melihat alamat yang akan di kirim gado gado di HP nya Bunda.


Saat melihat alamat itu Ayah tersenyum karena ada sebuah ide di dalam pemikiran kepalanya.


Setelah memastikan alamat itu Ayah lalu ke kamar.


Setelah beberapa menit kemudian Bunda udah selesai memeriksa gado gado yang akan di kirim.


"Ayah gado gado nya udah siap nih" ucap Bunda.


Lalu Ayah keluar dari kamar menuju Bunda yang udah menunggu di ruang tamu.


Saat Ayah keluar Bunda langsung mangap membentuk huruf O sambil melihat Ayah dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Bunda kenapa lihatin Ayah kayak gitu?" ucap Ayah.

__ADS_1


"Ayah kenapa kayak gini berpakaian kayak gini?" ucap Bunda.


"Bagus ga bun baju nya?" ucap Ayah.


"Bagus sih, tapi Ayah kenapa jadi kayak gini?" ucap Bunda heran karena penampilan Ayah.


"Bunda mau tau kenapa Ayah berpenampilannya kayak gini?" ucap Ayah.


Bunda pun menganggukkan kepalanya sebagai Isyarat iya.


"Coba deh Bunda buka alamat yang akan di kirimin gado gado, kalau Bunda udah tau alamat nya Bunda akan tau kenapa Ayah kayak gini" ucap Ayah.


Lalu Bunda mum buka hpnya dan mengecek alamat yang akan di kirimin gado gado setelah mengecek alamatnya Bunda tersenyum senyum.


"Bismillahirohmanirohim ya Yah" ucap Bunda.


"Iya semoga di mudah kan ya sama Allah semoga bisa" ucap Ayah.


"Iya, Bunda juga akan berdoa buat Ayah" ucap Bunda.


"Kalau gitu Ayah berangkat nganterin gado gado dulu ya bun" ucap Ayah.


"Iya yah, hati hati ya di jalan" ucap Bunda lalu menyalimi tangan Ayah.


Setelah berpamitan sama Bunda, Ayah menaiki motor dan menuju alamat yang tadi.


Lima menit kemudian.


Ayah udah sampai di tempat yang di maksud, Lalu Ayah berjalan menemui orang yang memesan gado gado.


"Ini pak, pesanannya" ucap Ayah kepada orang yang memesan gado gado.


"Oh iya pak, Terimakasih ya pak, ini uang nya" ucap orang yang pesanannya gado gado.


"Pak Saya mau tanya di sini apakah ada lowongan pekerjaan?" ucap Ayah.


Di sekolah Arya dan Niken.


Sekarang Niken dan Arya sedang berada di dalam kelas untuk persian belajar lagi karena mereka habis jam istirahat.


Arya dan Niken duduk di Kurdish mereka masing masing, Arya yang mereka bosan diam diaman sama Niken akhirnya mengalah buat bicara duluan.


"Oke gue kalah dan lo menang" ucap Arya sambil melihat kearah Niken.


Niken ngerasa bahwa dirinya di ajak bicara langsung menghadap ke Arya.


"Tanpa lo kasih tau gue udah tau duluan" ucap Niken.


Arya yang mendengar jawaban dari Niken hanya memutarkan bola matanya dengan malas.


"Niken tadi lo kok bisa jawab sih, padahal kan lo cuma baca buku sebentar" ucap Arya.


"Itu karena otak gue encer"ucap Niken.


" Hidih PD banget sih lo"ucap Arya.


Niken hanya mengangkat satu alisnya sebagai jawaban.


"Gue penasaran sama kelemahan lo" ucap Arya.


"Lo pingin tau kelemahan gue?" ucap Niken.


Arya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban iya.


"Kelemahan gue.... " ucap Niken terpotong.


"Apa, apa?" ucap Arya penasaran.


"Lo bakal tau sendiri nantinya" ucap Niken.


"Yaelah ken,lo kan udah tau kelemahan gue masa gue gab tau kelemahan lo sih? Itu namanya ga adil"ucap Arya.


"Ga adil gimana?" ucap Niken.


"Lo kan bisa takut takutin gue dengan kelemahan gue masa gue ga bales perbuatan lo sih?" ucap Arya.


"Lo bakal tau sendiri nanti" ucap Niken.


"Kapan?" ucap Arya.


"Gue ga tau kapan nya biar waktu aja yang menentukan" ucap Niken.


"Hm... oke deh" ucap Arya.


Tak lama kemudian guru datang lalu Niken dan Arya melanjutkan belajar mereka sampai jam pulang sekolah .


Beberapa jam kemudian akhirnya bel pulang berbunyi.


Guru di kelas nya Arya dan Niken udah kembali keruang guru dan anak anak kelas udah pada keluar kelas.


Di dalam kelas tinggal Niken, Arya, Roy, Radit, dan Surya.


Sebenarnya Arya dan teman teman nya baru baru ini keluar kelas terakhiran itu karena Arya yang meminta teman temannya untuk ikut menemani Niken yang selalu keluar terakhir di kelas dan sebenarnya Niken tidak suka kalau Arya dan teman temannya menemani Niken di dalam kelas tapi berbagai alasan Arya lakukan untuk tetap di dalam kelas bersama Niken walaupun udah jam pulang.


"Niken tukeran otak yuk,gue bosen sama otak gue" ucap Surya.


"Jangan sama Surya percuma mending sama gue aja" ucap Roy.


"Oke, Tapi ada syaratnya" ucap Niken.


"Seriusan mau?" ucap Radit.


"Syaratnya apaan" ucap Rangga.


"Syaratnya adalah... " ucap Niken terpotong.


Ke lima laki laki tadi menyimak ucap Niken dengan saksama.

__ADS_1


"Otak gue diganti dengan otak nya Albert Einstein" ucap Niken.


"Hah Albert Einstein?" ucap Ke lima cook tadi bersamaan.


Niken menganggukkan kepalanya.


"Yang bener aja lo,kalau gitu mending gue ga jadi" ucap Surya.


"Ya kalik ken gue di suruh mengambil organ orang yang udah meninggal, gue juga ga jadi deh" ucap Roy.


"Gapapa kalau kalau berdua ga mau, kan music ada Rangga, Radit, dan Arya mesti di antara ketiga cowok itu, iya kan?" ucap Niken.


Ketiga cowok itu langsung menggeleng gelengkan kepalanya sebagai jawaban menolak.


"Kenapa pada ga mau sih, tadi kan waktu gue mau kasih tau pada antusian banget sekarang kenapa enggak mau?" ucap Niken.


"Gue ga mau berhubungan sama orang yang udah meninggal ken" Ucap Surya.


"2in" ucap Roy.


"3in" ucap Rangga.


"4in" ucap Radit.


"5in" ucap Arya.


"Oke kalau ga mau, gue ga maksa" ucap Niken.


"Gue mau pulang, kalian mau pulang apa mau jaga sekolah?" ucap Niken sambil jalan keluar kelas.


"Mau pulang lah" ucap Ke lima cook tadi bersamaan.


Lalu Ke lima cowok tadi mengikuti Niken dari belakang dan mereka berpisah di parkiran.


Lima menit kemudian Niken masih menunggu angkot untuk pulang dan Ke lima cowok tadi belum muncul entah apa yang mereka lakukan di parkiran.


"Duh angkot angkot pada kemana sih kok dari tadi ga ada yang lewat mana mau hujan lagi" ucap Niken.


Tak lama kemudian Arya dan teman temannya sampai di gerbang dan mereka melihat Niken yang masih menunggu angkot.


"Kesempatan emas nih" ucap Arya dalam hati sambil melihat Niken masih setia menunggu angkot.


"Gue tau lo pingin pulang bareng sama gue kan?" ucap Arya saat berada di samping nya Niken.


"Jadi orang jangan ke PD an" ucap Niken.


"Buktinya lo belum pulang"ucap Arya.


" Gue belum pulang karena belum ada angkot yang lewat"ucap Niken.


Duaaaarrrrr


Tiba tiba ada suara petir.


"Naik buruan" ucap Arya.


"Ogah gue nunggu angkot aja" ucap Niken.


"Udah deh ken lo pulang aja sama Arya" ucap Roy.


"Iya lagi an udah Mau hujan" ucap Radit.


"Kalau lo nungguin angkot lo bakal kehujanan di sini" ucap Rangga.


"Bener tuh kata mereka" ucap Surya.


Niken masih memikir mikir


"Udah buruan naik sebelum hujan" ucap Surya lagi.


"Temen temen yang baik" ucap Arya dalam hati.


"Ya udah deh gue bareng sama lo tapi lo jangan caring kesempatan dalam kesempitan" ucap Niken.


"Iya gue janji" ucap Arya.


Lalu Niken naik ke motornya Arya dan Ke lima cowok tadi pulang bersamaan mereka berpisah saat perempatan dekat sekolah.


Saat Arya dan Niken masih di tangah perjalanan tiba tiba hujan turun.


"Niken kita neduh dulu ya di halte dekat" ucap Arya sambil teriak.


Niken menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Lalu mereka berteduh di halte.


"Sorry ya ken, gue ga bawa jas hujan soalnya gapapa kan kita neduh dulu" ucap Arya saat berada di halte.


"Oke gapapa" ucap Niken.


Lalu mereka menunggu hujan agak redah untuk pulang.


Lima belas menit kemudian hujan masih aja turun dengan lebat.


"Kok hujan ya belum redah redah ya" ucap Arya.


"Tunggu aja mesti redah kok" ucap Niken.


Niken merasa kedinginan karena bajunya basah terkena air hujan lalu Niken menggosok gosokan kedua telapak tangannya untuk mencari kehangatan.


Arya yang melihat Niken kedinginan merasa kasihan lalu Arya berpikir gimana Caranya supaya Niken tidak kedinginan, sampai akhirnya Arya menemukan ide lalu dia lagi ke Arya motornya dan mengambil sesuatu di dalam jok motornya.


Niken yang melihat Arya tiba tiba lari ke arah motor merasa heran.


"Kenapa jerawat hujan hujanan? Emang apa yang dia ambil?" ucap Niken dalam hati.


"Kenapa dingin sekarang sih" ucap Niken dalam hati sambil menggosok gosokan kedua telapak tangannya untuk mencari kehangatan.

__ADS_1


__ADS_2