
Bismillahirohmanirohim
“Karena gue ga mau cowok lain lihat senyum lo terus jatuh cinta sama lo,kalau ada cowok lain yang jatuh cinta sama lo nanti gue banyak saingannya buat dapetin lo”ucap ku.
“Gapapa dong,malah bagus karena dengan itu lo bisa tunjuin ke gue seberapa cinta dan sayang lo ke gue”ucap Niken.
“Gue ga mau”ucap ku.
“Ya udah kalau ga mau,ga usah mengharap cinta dan kasih sayang gue ke lo”ucap Niken.
“Jangan gitu dong”ucap ku.
“Ya udah deh ga papa gue bersaingan sama cowok lain demi lo”ucap ku lagi.
“Gitu dong”ucap Niken.
“Ken gue boleh minta sesuatu ga”ucap ku.
“Minta apa”ucap Niken.
“Peluk”ucap ku.
“Boleh ga”ucap ku lagi.
Niken hanya menganggukkan kepalanya.
“Yes”ucap ku.
Aku langsung memeluk Niken.
“Aw.....”ucap ku.
“Niken mana?"ucap ku.
"Lah ini kan dikamar bukan di kelas”ucap ku.
“Astaga gue mimpi doang,kenapa ga kenyataan aja sih?”ucap ku.
Ketika aku sadar sepenuhnya aku melihat kalau aku sedang duduk dilantai.
“Ya ampun kenapa gue bisa jatuh sih”ucap ku.
Aku melihat jam dinding,ternyata masih jam dua pagi.
“Masih terlalu pagi,tidur lagi aja ah”ucap ku.
Lalu aku tidur lagi.
Author prov.
Satu bulan kemudian.
Hari ini hari dimana Arya dan Niken ikut lomba.mereka sudah berada di tempat perlombaan bersama Pak Pelatih,Pak Agus,dan Guru pendamping.Arya mendapat giliran lomba lebih duluan dari pada Niken.Arya melihat peserta yang lain pada jago jago dan dia merasa minder.
“Kok jago jago semua ya”ucap Arya.
“Lo ga usah minder,kalau lo minder lo bakal kalah”ucap Niken.
“Tapi mereka semua jago jago ken”ucap Arya.
Niken hanya menatap dingin Arya.
“Ken,lo ga lupa kan sama taruhan kita?”uap Arya.
Niken hanya berdehem.
Setelah menunggu lumayan lam akhirnya sekarang giliran Arya buat mengikuti lomba.
“Arya kamu jangan gerogi dan fokus sama titik kelemahan lawan”ucap Pak Pelatih.
“Iya pak”ucap Arya.
“Arya kamu pasti bisa mengalahkan lawan,bapak percaya sama kamu”ucap Pak Agus.
“Iya pak”ucap Arya.
“Semangat ya Arya”ucap guru pendamping.
Arya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
“Ken,lo ga nyemangatin gue?”ucap Arya.
Ucapan Arya membuat Pak Pelatih,Pak Agus,dan Guru pendamping menengok ke arah Niken dan dengan terpaksa Niken mengucap semangat buat Arya.
“Semangat ya”ucap Niken dengan wajah dinginnya itu.
“Pasti dong,kan udah lo semangatin”ucap Arya sambil tersenyum.
Lalu Arya menuju matras pertandingan untuk bertanding.Pak Pelatih,Pak Agus,Guru pendamping,dan Niken berdoa dalam hati mereka masing masing.Dan alhasil yang memenangkan pertandingan itu adalah Arya.Lalu Arya berjalan menuju tempat Pak Agus,Pak Pelatih,Guru pendamping,dan Niken berada.Sesampainya Arya di sana dia disambut oleh mereka semua yang ada di sana.
“Nih handuknya buat ngelap keringat”ucap Pak Agus.
Lalu Arya mengambil handuknya buat ngelap keringat yang sudah membasahi wajahnya.
“Ini minumnya”ucap Guru pendamping.
Lalu Arya mengambil minumnya dan meminum minuman yang di kasih sama guru pendamping.
“Arya tadi itu bagus sekali,hebat kamu”ucap Pak Pelatih.
“Makasih pak”ucap Arya.
“Ken gue yakin kok nanti saat babak final gue juga akan menang,jadi di siapin ya senyumannya termanis buat gue”ucap Arya kepada Niken yang berada di sampingnya sambil mengedipkan satu matanya dan mengecilkan suaranya biar yang lain tidak mendengarnya.
Niken langsung memalingkan wajahnya.
"Nih anak genit banget sih, kenapa coba gue harus kenak dengan anak segenit dia" ucap Niken dalam hati.
Beberapa menit kemudian giliran Niken yang bertanding.
“ Niken kamu jangan gerogi dan fokus sama titik kelemahan lawan”ucap Pak Pelatih.
__ADS_1
“ Niken kamu pasti bisa mengalahkan lawan,bapak percaya sama kamu”ucap Pak Agus.
“Semangat ya Niken”ucap Guru pendamping.
Niken hanya menganggukkan kepalanya.
“Niken lo pasti menang,gue percaya sama lo”ucap arya sambil tersenyum manis dan mengedipkan satu matanya.
Niken menatap malas ke arah Arya lalu menganggukkan kepalanya sebentar.
"Mulai lagi nih genit nya " ucap Niken dalam hati.
Lalu Niken menuju matras pertandingan untuk bertanding.Pak Pelatih,Pak Agus,Guru pendamping,dan Arya berdoa dalam hati mereka masing masing supaya Niken bisa menang.Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Niken yang menang dalam pertandingan itu.Lalu Niken berjalan ke arah tempat dimana Pak Agus,Pak Pelatih,Guru pendamping,dan Arya berada.Disana Niken disambut oleh mereka semua.
“Ini minumnya”ucap Guru pendamping.
“Ini handuknya”ucap pak agus.
Niken lalu mengambil minum dan handuk dari tangan Pak Agus dan Guru pendamping.
“Ken tadi itu luar biasa,ternyata kamu hebat juga,kamu seperti singa yang mendapatkan mangsa lalu kamu menerkam mangsa kamu tanpa ampun,saya belum pernah lihat kamu seperti itu sebelumnya”ucap Pak Pelatih.
“Iya ken,gue juga,lo hebat banget”ucap Arya.
“Itu berkat Guru profesional gue,karena dia udah ngajarin gue”ucap Niken.
“Makasih ken,tapi saya ga gitu juga kok”ucap Pelatih.
“Makasih buat apa pak?”ucap Niken.
“Atas pujiannya”ucap Pak Pelatih.
"Siapa yang memuji bapak?”ucap Niken.
" Tadi kamu barusan"ucap Pak Pelatih.
"Itu bukan buat bapak? " ucap Niken.
“Terus buat siapa”ucap Pak Agus.
“Buat X Garion”ucap Niken.
“Siapa X Garion?”ucap Pak Agus.
“Guru profesional yang mengajari Niken karate”ucap Niken.
“Kalau gitu suruh aja X Garion ngajar di sekolah kita”ucap Pak Agus.
“Ga bisa”ucap Niken.
“Kenapa ga bisa?”ucap Guru Pelatih.
“Karena X Garion udah Niken boking dan dia khusus buat ngajari Niken”ucap Niken.
Pak pelatih,pak agus,dan guru pendamping masih bingung dengan ucapan Niken.
"Ken, lo mungkin bisa bohongin semua" orang tapi tidak dengan gue, gue tau X Garion itu nama pahlawan super yang ada di salah satu cenel tv,
tapi gue masih penasaran siapa yang lo debut X Garion itu? "ucap Arya dalam hati.
Saat Arya melihat wajah Pak Agus, Pak Pelatih, dan guru pendamping yang serius memikirkan perkataannya Niken, Arya jadi pingin ketawa.
"Ya ampun Niken lo bisa aja bikini semua guru pada kebingungan, rasanya gue pingin ketawa tapi takut dosa karena yang gue ketawain adalah para guru" ucap Arya dalam hati.
Sedangkan Pak pelatih sebenarnya tidak memikirkan perkataannya Niken hanya sama masih kesal dengan Niken karena Niken membuat malu dirinya.
“Nih anak pancen semprol,buat saya malu aja,saya kan udah PD dan terharu sekali tadi saat di bilang guru profesional”ucap Pak Pelatih dalam hati.
Setelah beberapa menit akhirnya yang di tunggu tunggu mulai juga yaitu babak final.Arya dan Niken mengikuti babak final dan mereka mendapatkan juara satu.
“Akhirnya kalian berdua juara satu,kalian memang hebat”ucap Pak Pelatih.
“Saya ga salah milih kamu Niken,kemampuan kamu memang hebat”ucap Pak Agus.
“Kalian memang kebanggaan sekolah”ucap Guru pendamping.
Tiba tiba ada bunyi perut kelaparan lumayan keras,mereka mencari sumber suara itu dan ternyata suaranya berasal dari Arya.
“Heheheh...maaf”ucap Arya malu.
“Ini perut kok ga bisa dikondisikan sih,bikin malu aja”ucap Arya dalam hati.
“Ya udah kita makan dulu aja,yuk cari tempat buat makan”ucap Guru pendamping.
Akhirnya mereka mencari tempat duduk buat makan.Mereka menemukan taman yang ada tempat duduk dan mejanya.Lalu Guru pendamping membagi nasi kotak kepada Pak Pelatih,Pak Agus,Arya,dan Niken.Arya dan Niken duduk terpisah dari para guru.
Arya melihat wajah Niken yang cantik saat makan dan Niken terlihat kelaparan sekali,itu membuat arya semakin gemas terhadap Niken,rasanya Arya ingin mencubit pipi Niken yang pembem.
Niken yang menyadari dari tadi lalu dia di lihatin sama Arya Kerala risih.
“Gue tau kalau gue itu cantik tapi lo ga usah lihatin gue kayak gitu, nanti lo malah naksir sama gue”ucap Niken.
"Siapa juga yang naksir sama lo, PD banget jadi orang" ucap Arya.
Sebenarnya Arya mau mengakui kalau dia emang suka sama Niken, tapi gengsinya lebih besar.
"Sebentar deh, jangan gerak" ucap Arya.
Arya mengambil tisu dan mengarahkan tangannya ke arah bibir Niken.
"Mau ngapain sih? " ucap Niken.
Lalu Arya mengusap bibir Niken yang belepotan dengan kecap.Perbuatan Arya itu membuat Niken terkejut dan matanya melotot.
"Gue cuma mau bersihin bibir lo yang belepotan" ucap Arya.
“Makanya kalau makan itu jangan belepotan,kayak anak kecil aja”ucap Arya lagi.
“Gue bisa sendiri kalik”ucap Niken langsung mengambil tisu dari tangan Arya.
“Lo kalau kelaparan lucu juga ya makannya”ucap Arya.
__ADS_1
“Siapa yang kelaparan?gue biasa aja”ucap Niken.
“Ga usah bohong lo,gue tau kok lo lapar kan?”ucap Arya.
“Kata siapa gue biasa aja”ucap Niken.
“Biasa aja tapi kok makannya lahap banget?kayak orang ga dikasih makan dua hari”ucap Arya.
“Lo kira gue sakit apa?”ucap Niken.
“Siapa bilang lo sakit?dan hubungannya apa coba makan lahap sama orang sakit?”ucap Arya.
“Hubungannya kalau orang sehat mesti makannya lahap sedangkan orang sakit makannya ga lahap”ucap Niken.
"Haduh salah pengertian lagi, sudah banget sih nih cewek di ajak romantis romantisan " ucap Arya dalam hati.
“Maksud gue bukan gitu ken”ucap Arya.
“Dah ga usah ngomong lagi mending lanjut makan aja,capek gue debat sama lo ga ada habis habisnya”ucap Niken.
“Lah yang ngajak debat duluan siapa?”ucap Arya.
“Lo lah”ucap Niken.
“Hidih....kok gue sih,jelas jelas itu lo”ucap Arya.
“Lo”ucap Niken.
“Lo”ucap Arya.
“Lo”ucap Niken.
“Lo,lo,lo”ucap Arya.
Pak Agus,Pak Pelatih,dan Guru pendamping yang mendengar keributan dan mencari sumbar keributannya.
“Kayak ada yang ribut?”ucap Pak Agus.
“Iya kayak suaranya Arya dan Niken”ucap Guru pendamping.
“Jangan jangan...”ucap Pak Pelatih lalu menghampiri tempat di mana Arya dan Niken makan.Dan ternyata benar kalau Arya dan Niken sedang debat.
“Astagfirullah,kalian ini kayang tom and jerry aja sih”ucap Pak Pelatih.
“Ada apa nih,kenapa kalian ribut?”ucap Pak Agus.
“Arya duluan pak”ucap Niken.
“Kok gue sih?”ucap Arya.
“Emang lo”ucap Niken.
“Lo lah,lo kan yang ngajak ribut duluan”ucap Arya.
“Lo”ucap Niken.
“Lo”ucap Arya.
"Lo" ucap Niken.
"Lo" ucap Arya.
"Lo" ucap Niken.
"Lo" ucap Arya.
“Udah diam”ucap Pak Agus.
“Lo yang diam”ucap Arya dan Niken bersamaan sambil menatap Pak Agus.
“Kalian berani sama saya?kalian mau saya hukum?”ucap Pak Agus.
"Pak ini kan bukan area sekolah, masa harus di hukum juga" ucap Arya.
" Sekali lagi kamu bicara saya akan benar benar menghukum kamu"ucap Pak Agus.
“Jangan pak”ucap Arya.
“Sekarang kalian lanjutkan makannya dan saya tungguin supaya ga ribut lagi”ucap Pak Agus.
“Setelah makan kita kembali ke sekolah”ucap Pak Pelatih.
Lalu Arya dan Niken kembali memakan makanannya sampai habis.Setelah habis makanannya mereka persiapan untuk kembali ke sekolahan.Jarak antara sekolahan dan tempat lomba lumayan jauh kurang lebih membutuhkan sekitar satu jam.Mereka menaiki mobil yang di kendarai oleh Pak Agus,di samping Pak Agus ada Pak Pelatih,sedangkan yang dibelakang ada Guru pendamping,Arya,dan Niken.
Saat di pertengahan jalan Arya dan Niken tertidur lelap.Kepala Niken yang bersandar di pundak Arya dan kepala Arya yang bersandar di atas kepala Niken.
“Mereka itu lucu ya,kerjaannya berantem terus ga ada habis habisnya”ucap Pak Pelatih saat melihat posisi tidur Arya dan Niken.
“Di lihat lihat mereka itu cocok loh”ucap p
Pak Agus.
"Iya pak cocok tapi sayang nya mereka suka ribut" ucap Pak Pelatih.
"Kemarin aja saya ngajar mereka rasanya seperti ngajar anak tk pak" ucap pak Pelatih.
"Emang mereka kayak gimana saat latihan" ucap Pak Agus.
"Mereka itu serial hari selalu ribut, ada aja ucap mereka berdua serial hari nya" ucap Pak Pelatih.
“Momen seperti ini ga boleh di lewati harus diabadikan”ucap Guru pendamping lalau mengeluarkan ponselnya dari saku dan memfoto Arya dan Niken.
"Bener tuh, biar nanti saat mereka bangun kita tunjuin ke mereka saya penasaran reaksi wajah mereka saat melihat foto itu" ucap Pak Agus.
"Saya juga penasaran banget" ucap Pak Pelatih.
Di sekolah.
Teman teman Arya penasaran sama perlombaan Arya dan Niken.
"Arya dan Niken juara ga ya? " ucap Radit.
__ADS_1
"Doain aja Supaya Arya dan Niken juara" ucap Rangga.
"Kok dari tadi gue chet Arya ga di jawabnya apa di Sana ga sinyal" ucap Surya.