Cinta Abang Angkat

Cinta Abang Angkat
Kritis


__ADS_3

Kabar kecelakaan Kiara dan pak sardi yang meninggal pun telah tersebar di. keluarga Ansara, bahkan Oma Dina dan Opa Ruben telah dalam perjalanan kembali ke jakarta untuk menemui Kia.


Danil terduduk lemas di depan pintu operasi Kia, dia sungguh menyesal karena mendiamkan Kia selama hampir beberapa bulan ini, bahkan dengan sengaja dia menerima Lamaran keluarga Wanda, demi membuat Kia sakit hati dan melupakan nya.


" Ma, maafkan abang ma" Semua terjadi karena abang salah, abang yang membuat Kia begini ma, ucap danil membuat Mama Lisna memeluk nya dan menangis.


Sudah lah bang, semua ini sudah kehendak nya bukan kamu nak. Seandainya Kia tidak pergi dan memenangkan ego nya pasti semua tak kan terjadi, isak mama lisna.


Papa memeluk mama setelah mama melepaskan pelukan Danil.


Sudah lah sayang, kita doakan saja Kia baik-baik saja ya, ucap papa.


Dua jam berlalu, pintu operasi masih tertutup, hingga kedatangan oma dan opa pun pintu masih tertutup.


" Ma, Pa, ucap mama Lisna memeluk mama mertua nya yang juga sama cemas dengan mama lisna dan papa Yogi, begitu juga danil.


" Nil, sapa opa memeluk danil yang menangis tertunduk.


Maafkan Danil opa, oma danil yang salah, seandainya danil tidak menerima lamaran itu dan danil mau jujur kepada kalian apa yang kami rasakan, mungkin semua tidak begini.

__ADS_1


" Kenapa kamu tidak Jujur niel? tanya Papa kepada Danil yang masih menunduk.


" Maaf pa, danil tidak mau merusak kepercayaan kalian, danil sangat bersyukur memiliki kalian dalam hidup danil, danil yang bukan siapa-siapa sejak di angkat anak sama kalian semua menjadi berubah dan danil berjanji pada diri sendiri jika danil akan mengabdi untuk keluarga ini, apapun yang kalian minta danil akan lakukan walaupun dengan nyawa danil gantinya, isak ucap danil.


Mama Lisna memeluk putra nya. Sayang, kenapa tidak mengatakan nya, bahkan kamu menyimpan semua ini dan kalian berdua sama-sama tersakiti.


Kami tidak akan melarang nak, kami sudah tau sejak lama kalian saling mencintai dan melengkapi, tapi kamu tidak kunjung datang pada kami meminta restu kami, jika kamu lakukan itu dengan senang hati nak kamu menerima mu sebagai anak dan menantu kami, bahkan kamu memang layak untuk Kia sayang hanya kamu.


Mama, isak danil menangis sangat pilu penuh dengan penyesalan.


Dokter keluar ruangan operasi, dengan wajah yang tertunduk.


Semua juga sama menunggu dokter menjelaskan keadaan Kia.


" Maaf tuan dan nyonya, Kiara Kritis, jawab dokter.


Luka di kepala nya cukup serius dan akibat benturan kuat itu membuat Kia kritis dan kaki nya yang patah telah kami operasi dan seiring waktu akan sembuh jawab dokter.


Mama Kia, Oma Dina dan Danil terduduk dengan air mata sedangkan Papa Yogi dan Opa Ruben memeluk pasangan nya masing-masing.

__ADS_1


Kiaaaaaaa, jangan tinggalin mama nak. Mama bisa gila Kia, jangan Kia, isak Mama Lisna mengalun sakit dan memekakkan telinga.


Oma hanya mampu menangis, sekarang namun mencoba kuat atas musibah ini.


Danil duduk memeluk kaki nya sendiri, isak tangis nya terdengar sangat sakit dan pilu. Kia sayang Kia sayang, maafkan abang sayang.


Abang salah abang salah, abang tidak bisa berjuang seperti keinginan mu.


Abang janji akan berjuang untuk kesembuhan mu dan kita akan menikah sayang setelah kamu lulus sekolah nanti, abang moho Kia sayang jangan tinggalin abang Kia, abang bisa mati bukan hanya gila kalau kehilangan kamu separuh kehidupan abang Kia.


Semua tampak sedih di ruangan depan kamar rawat Kia.


Kia di bawa ke ruangan ICU, untuk di observasi langsung dengan dokter ahli.


Kalian sebaiknya pulang saja ucap danil melihat kedua orang tua nya dan kedua oma dan opa nya yang duduk di luar ruangan Kia.


Aku yang akan jaga Kia, kalau ada apa-apa aku akan telepon kalian, kata danil.


Keempatnya pulang dengan harapan Kritis Kia akan membaik esok pagi dan bisa mendengar suara Kia kembali, merengek menginginkan sesuatu dan suara manja nya Kia itulah harapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2