
Waktu sepanjang malam di lalui danil dengan duduk di depan kamar ICU yang di dalam nya ada belahan jiwa Danil.
Bahkan bunyi telepon dari Wanda saja danil tidak angkat dan mengabaikan nya.
Danil makan dan minum di kantin rumah sakit, semua dia lakukan agar tidak jauh dari Kia, kekasih hati nya yang dengan tega dia ingin menunjukan kalau dia bisa tanpa Kia, yang berakhir kecelakaan tragis Kia.
Jam enam pagi, dokter berlarian ke ruangan Kia di ICU, mereka memeriksa Kia yang tengah membuka mata nya.
" Ini angka berapa? tanya Dokter dan Kia menjawab " Dua dokter" Hingga beberapa pertanyaan lainya.
Apa kamu ingat kenapa kamu kecelakaan? Kia menggelengkan kepala nya.
Saya tidak ingat dokter, yang saya ingat saya habis pulang sekolah dan saya mendengar abang saya mau menikah, hanya itu, kata Kia.
Baiklah Kia, Kami akan pindahkan kamu ke ruang rawat ya.
Kia mengangguk, dan dokter keluar ruangan.
" Bagaimana keadaan adik saya dok? Danil bertanya kepada dokter.
" Alhamdulillah tuan danil, adik anda sudah sadar dan lepas dari masa kritis nya, dan semua baik-baik saja.
Kami akan pindahkan dia ke ruangan rawat pukul tujuh nanti, kata dokter.
Danil sangat senang, dia meminta izin dokter menjenguk Kia dan dokter memberi izin.
Danil masuk dan melihat Kia berbaring dengan kepala di perban dan kaki di perban tangan pun di perban.
__ADS_1
" Kia, sapa Danil dan Kia memandang Danil tanpa ekpresi. sungguh danil rasanya ingin mati melihat tatapan Kia yang dingin dan sangat menahan sedih.
Tatapan cinta itu berubah menjadi tatapan kekecewaan yang mendalam.
" Mau apa abang di sini?. dimana mama dan papa? sebaiknya abang pulang dan temani calon istri abang, kan kalian akan menikah! Ucap Kia datar.
Danil memeluk Kia, maafkan abang Kia, maafkan keegoisan abang.
Abang kira abang bisa melupakan cinta abang sama kamu, tapi nyatanya tidak dek.
Abang terlalu larut dengan cinta abang dan abang tidak bisa berpindah kemana pun lagi.
Hati dan cinta abang hanya untuk Kia hanya Kia Kia Kia dan Kia.
Maafkan abang Kia, karena abang kamu begini. Seandainya abang tidak melakukan itu, menerima Lamaran Wanda, mungkin kamu di rumah sekarang dan tidak memiliki luka dan rasa sakit nya operasi di tubuh mu, maafkan abang Danil menangis tertunduk di depan Kia.
Kia pun menangis, sebenci-bencinya dia kepada Sosok Danil, namun pada nyatanya Danil laki-laki yang sangat dia cintai.
Abang hanya tidak bisa berterus-terang kepada keluarga kita tentang kita yang saling mencintai, maafkan abang.
Sekarang ayo kita berjuang kamu mau kan Kia? tanya Danil, dan Kia menganggukkan kepala nya, dia sungguh bahagia dan gembira karena cinta nya kini tidak berjuang sendirian lagi, ada danil yang akan berjuang dengan nya berdua selamanya.
Sekarang Kia telah di pindahkan di ruangan rawat VVIP, dan orang tua mereka pun telah tiba.
Mama Lisna memeluk Kia, nak besok jangan begitu lagi ya sayang.
Tidak bagus lari dari masalah, lihat sekarang kamu yang terluka kan.
__ADS_1
" Maaf ma, bagaimana keadaan pak sardi? tanya Kia dan Mama serta yang lain diam.
Ma bagaimana? Dan Papa yang menjawab nya, Pak sardi meninggal Kia.
Kia mendapatkan luka serius dan terjepit pintu, sehingga nyawa nya tidak bisa selamat dan meninggal di tempat, kata Papa.
Kia menangis mendengar itu, jika dia tidak meminta pak sardi mengantar nya ke bandara, mungkin semua kecelakaan ini tak kan terjadi.
Pak sardi maafkan Kia pak, maafkan Kia, isak Kia.
Mama memeluk Kia, tidak apa sayang nanti kita ziarah ke makam beliau dan kami telah mengurus semua nya.
Anak nya akan kami sekolah kan sampai kuliah, dan keluarga nya bersedia menerima begitu juga anak beliau.
sekarang kamu hanya pikirkan agar kamu cepat sembuh dan bisa bersekolah lagi dan tentunya bisa menemani abang mu lagi, kasihan abang mu galau karena mu sakit Kia, ucap mama. Danil hanya diam dan tersenyum melihat Mama mengatai nya.
Kia tertawa dan mengangguk. Ma Kia dan Abang saling mencintai, kata Kia membuat semua melihat Kia.
Ma, Pa izinkan kami menikah! pinta Kia dan kedua orang tua nya mengangguk.
Kalian akan menikah secara diam-diam, Papa tidak mau kalian selalu bersama tapi tidak ada ikatan.
Kalau dulu kami hanya menganggap kalian bersama selalu dan tak terpisahkan karena saling menyayangi antar saudara, tapi kini berbeda, kalian memasukkan cinta di hubungan kalian, maka jalan terbaik nya adalah menikah, kau setuju Nil? tanya Papa.
Danil mengangguk, aku setuju pa dan akan menikahi Kia secepatnya, agar hubungan kami jelas dan apapun yang kami lakukan halal karena kamu suami istri.
Dan ya Nil, Papa dan Mama Minta kalian setelah menikah tidak membuat cucu untuk kami dulu, karena Kia masih sekolah.
__ADS_1
Setelah tamat sekolah itu terserah kalian jika ingin memiliki anak, untuk dua tahun ini papa minta kalian tahan diri dulu, kata papa.
Dani mengangguk dan Kia hanya diam karena malu.