
Sebuah taksi muncul di kediaman Ansara. Saat supir taksi ingin masuk ke rumah dengan gerbang tinggi itu sempat di stop oleh satpam, dan danil membuka pintu kaca mobil, Halo mang Adi, ini Danil, buka gerbang nya, ucap danil kepada satpam rumah keluarga nya.
Mendengar suara tuan muda nya, Mang Adi membuka pintu gerbang dan mempersilahkan mobil taksi itu masuk ke dalam kawasan rumah mewah itu.
Setelah membayar taksi dan semua barang nya di keluarkan, Danil Tersenyum saat melihat rumah masa kecilnya, kenangan nya kembali saat di masa dia baru pertama kali tiba di rumah ini, rumah keluarga yang berhati malaikat yang sangat menyayangi nya bahkan sama seperti anak kandung mereka sendiri.
Danil berjalan menggeret dua koper besar milik nya.
Danil menekan bel pintu, dan pelayan membuka pintu, pelayan terkejut melihat yang datang adalah tuan muda mereka.
" Tuan Danil! ucap surti kepala pelayan rumah ansara.
Selamat Siang bi, aku merindukan mu, ucap danil memeluk wanita yang juga sangat menyayangi nya.
" Bibi juga merindukan mu tuan, ayo masuk.
Kenapa rumah sepi bi? kemana semua orang? tanya danil.
" Tuan Yogi, nyonya Lisna dan Opa serta Oma tengah di sekolah nona Kia tuan, hari ini adalah hari kelulusan nona Kia dari sekolah SMP nya, jawab Bibi surti.
__ADS_1
" Oh baiklah Bibi jangan bilang kalau Nil udah kembali, Nil akan kasih kejutan untuk semua orang, kata Nil langsung masuk ke kamar nya dan pelayan lain membantu membawa koper tuan muda mereka ke kamar nya.
Lain di rumah keluarga Ansara, lain pula di Sekolah menengah pertama, sedang diadakan acara pelepasan murid kelas sembilan atau di sebut kelulusan seluruh murid SMP tersebut.
Kia dan kedua teman nya, Tisha dan Tiara, sahabat kembar yang selalu ada di saat Kia galau, sedih karena pelajaran atau sedih karena merindukan abang nya yang tak pernah pulang sejak dia menempuh pendidikan di luar negeri sana.
" Gaes, Gue pasti merindukan kalian, ucap Tisha lebay memeluk Kia dan Tiara, membuat kedua Sahabat nya malas melihat nya.
" Lu rindu sama kita? you kidding me? Tisha!! kita bahkan satu rumah dan sebelahan kamar, ngapain kangen sama lu, judes Tiara membuat Kia dan Tisha ketawa bersama.
Aneh lu Sha, bukan nya kita akan ke sekolah yang sama juga setelah ini! engga usah drama lu, kesal Kia sambil tertawa bahagia.
" Sekarang Kia sedang berfoto dengan keluarga nya.
Mama Lisna dan Papa Yogi memeluk Kia, dan tersenyum menghadap kamera lalu Opa dan Oma juga berfoto dengan Kia, dan mereka juga berfoto sekeluarga besar bersama.
Seandainya ada abang Danil, ucap Kia Menunduk, karena di hari kelulusan Taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekarang lulus dari Sekolah menengah pertama juga sang abang tidak ada menemani hari bahagia nya .
" Jangan sedih donk dek, kan abang di sana belajar sama kerja, nanti juga pulang, rayu Mama Lisna.
__ADS_1
Kia hanya diam dan menunduk, menghapus air mata nya yang keluar tiba-tiba sangat merindukan sang abang.
Ayo pulang, ajak Papa Yogi kepada seluruh keluarga nya.
Kedua mobil itu melaju dengan sedang menuju kediaman mereka.
Dalam perjalanan pulang, Kia merasakan hati nya berdebar dan jantung nya berdegup kencang.
Kenapa jantung ku? apa aku sakit? tapi aku baik-baik saja, hingga mobil itu tiba di halaman luas rumah milik keluarga Ansara.
Rombongan itu masuk ke rumah, dan langsung menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Saat tiba di ruang keluarga, ada yang aneh di sana.
Televisi hidup, namun tidak ada yang menonton nya, bahkan ada balon yang bertuliskan " Selamat hari kelulusan " Terus balon lain bertuliskan " I miss you" Semua saling pandang, tidak sampai di situ, sebuah kue tertata rapi di meja depan televisi dengan tulisan" Selamat hari kelulusan Kia ku sayang" semua semakin bingung.
Kia mencari sesuatu di antara semua yang dia lihat di sana, hingga Kia melihat sebuah kotak segi empat, Kia membuka nya di saksikan semua keluarga nya, sebuah Kalung cantik bertuliskan nama Kiara, semakin membuat semua bingung.
Saat itu Bibi Surti baru saja dari luar belanja bulanan, bingung melihat tuan dan nyonya nya berdiri di ruang keluarga.
__ADS_1
Melihat itu Bibi ingin dekat namun dari lantai dua, bertaburan bunga mawar merah kearah seluruh keluarga Ansara, semua kompak melihat kearah atas dan mereka menjerit bersama" Abangggggg" Teriak mereka tersenyum dan Danil berlari turun langsung memeluk mama nya dan Papa nya dengan sangat erat.