
Danil bangun pagi sekali, lalu berlari keliling rumah dengan pakaian olahraga nya.
Kia bangun dan melihat sekitar lalu dia ingat, jika dia tidur di kamar abang nya, karena dia terbiasa tidur di sana.
Abang, Kia memegang bantal yang tadi di pakai Danil tidur.
Kia sangat menyayangi abang bahkan tidak ada yang tau, jika Kia mencintaimu bang, cukup cinta ini Kia simpan dalam hati.
Kia tau, abang tidak akan membalas cinta Kia, dan ucapan abang saat dulu itu hanya ucapan menenangkan Kia saja, janji abang akan menjadikan Kia istri pun Kia rasa hanya bualan semata, Kia menangis memeluk bantal Danil.
Aksi Kia itu di lihat mama lisna, mama Lisna terkejut saat mendengar langsung isi hati anak nya.
Mama lisna berlari mencari suami nya dan mengatakan semua yang dia dengar.
" Mas, aku baru saja mendengar Kia mengatakan isi hatinya Mas, dan mas tau, jika Kia sangat menyayangi Danil dan juga dia mencintai nya mas.
Bagaimana jadinya mereka dua beradik mas, apa kata orang mas! kalau mereka menjalin cinta, ucap mama Lisna.
Papa Yogi diam dan memegang tangan istri nya.
Ma, papa sudah tau dari lama ma, jika Danil pun mencintai Kia, tapi Papa pernah mendengar Danil tidak ingin mengecewakan kita, dan dia akan memendam perasaan nya ma, apa itu adil untuk danil ma? Danil anak baik ma, bahkan kita yang membesarkan nya, mereka tidak ada ikatan darah, maka papa Pikir tidak ada salah nya mereka bersama.
" Papa merestui mereka? tanya Mama Lisna, dan papa Yogi mengangguk.
Papa akak restui ma, hanya danil yang pantas menjaga anak kita, dia sangat menyayangi Kia, dan dia pasti menjaga Kia ma.
Mama Lisna diam dan mengikuti keinginan suami nya.
Mama Lisna pun tau jika danil anak baik, dia yang membesarkan danil jadi dia tau sikap dan sifat danil.
Semua bersiap dan telah duduk di ruang makan.
__ADS_1
Semua makan dalam tenang, Danil makan dengan santai begitu juga Kia, mencoba biasa saja saat berhadapan dengan danil lelaki yang menempati peringkat teratas setelah orang tua nya di hati nya.
" Nil, nanti temani Kia mencari sekolah ya bang, papa dan mama ada acara nanti.
Papa Yogi berkata pada danil dan Danil mengangguk.
Danil melihat Kia yang sedang makan dengan tenang.
Kia banyak diam sekarang, membuat danil bingung.
Semua telah pergi, Oma dan Opa juga telah pergi menuju kediaman anak kedua mereka, yang ada di bandung.
Kini di rumah itu hanya ada Kia dan Danil, selain pelayan pastinya.
" Kia, mau pergi jam berapa dek? tanya Danil, dan Kia menunjukkan jam, sekarang ajalah Bang.
Nanti macet, kata Kia.
Danil mengendarai Mobil dengan santai.
Kia, bagaimana sekolah mu saat di SMP dulu, apa ada yang menyukai mu? eh maksud abang, ada laki-laki yang mengganggu mu?.tanya Danil.
Kia menggelengkan kepala, tidak bang. Semua baik dan aku hanya menganggap mereka teman. Karena di hati ku ada nama laki-laki lain, yang selalu mengisi kekosongan ku bang, isi hati Kia berbicara, laki-laki itu kamu bang, bagaimana aku bisa dekat dengan laki-laki lain sedangkan hati ku hanya memilih mu.
Danil mengangguk, baguslah. Kamu fokus saja belajar dek, raih Cita-cita mu dan banggakan mama dan papa.
Abang yakin adek bisa membuat yang lebih baik dari abang, danil mengusap kepala Kia.
Kia menangis tiba-tiba, membuat danil berhenti di satu rest area karena bingung kia menangis di samping nya tanpa tau kenapa.
" Kenapa dek? ada yang sakit? Danil kembali melihat kia.
__ADS_1
Danil memegang tangan Kia, sakit danil melihat Kia menangis begini
" Abang nanya Kia dekat sama cowok lain? Atau abang yang punya cewek di Inggris? tanya Kia membuat danil tersenyum
Haha mana ada abang punya cewek Kia, abang di sana kuliah dan fokus kerja biar bisa membanggakan mama dan papa.
Abang tidak seperti itu, hati abang telah di isi dengan satu gadis dek, dan abang akan menunggu nya, kata Danil melihat Kia
Kia menatap mata danil, dan menangis.
Abang sudah memiliki pasangan? Dan Danil menganggukkan kepala nya.
Sakit sungguh sakit yang Kia rasakan, maafkan abang dek, abang berbohong, karena abang tau kamu mencintai abang dari dulu, sangat jelas abang lihat cinta itu di mata indah mu Kia.
Danil memeluk Kia, namun entah siapa yang memulai, Kini Kia dan Danil saling berciuman bibir, mengecap dan ******* nya.
Setelah tersadar, Danil melepaskan bibir Kia, maafkan abang dek! ucap danil.
Kia hanya diam, dan menunduk.
Abang, Kia cinta abang! ucap kia membuat danil semakin susah melupakan Kia.
Maaf bang, Kia ingin menuntut janji bang, abang janji akan menjadikan kia istri abang kan dulu, kia harap abang menepati nya, kata Kia.
Danil memeluk Kia, maaf Kia. Abang sangat menyayangi mu, bahkan abang juga mencintaimu dek, tapi abang tidak mampu mengucapkan tentang kita kepada orang tua kita Kia, abang tidak mau merusak semua nya.
Kia kembali menangis dalam pelukan hangat lelaki yang sangat dia cintai.
Bang, kita berjuang bersama untuk restu mama papa! abang mau kan! ajak Kia, dan danil menggeleng, cukup kita jadi abang adek saja dek, agar orang tua kita tidak sedih karena kita.
Note" Kia sudah tau ya kalau Danil bukan abang nya sejak ia usia empat tahun, karena tidak sengaja mendengar Obrolan orang tua nya dan Oma nya.
__ADS_1