
Danil telah bersiap dengan sebuah koper besar yang isinya baju dan barang penting lainya.
Danil turun dan menuju meja makan, mereka sekeluarga Ansara makan dengan tenang.
Kia juga tengah makan dan duduk di samping abang kesayangan nya.
Selesai makan, Om farhan datang dan memberikan Danil tiket pesawat nya dan sebuah paspor untuk nya gunakan selama di luar negeri.
" Papa, Mama, abang berangkat ya, engga usah Papa dan mama antar abang, takut nya abang engga bisa ninggalin kalian nanti, kata Danil memeluk kedua orang tua nya secara bergantian.
" Papa yakin kamu bisa nak, papa doakan abang kuliah nya lancar dan pulang menjadi orang sukses, ucap papa memeluk anak laki-laki nya dengan kasih sayang.
Mama Lisna pun memeluk anak sulung nya dengan penuh air mata. Abang jaga diri ya nak, jangan makan telat dan terlalu larut dengan tugas mu nanti.
Mama engga mau abang sakit dan kita jauh hanya, engga bisa mama jaga abang kalau abang sakit, kata lisna menangis di pelukan sang putra.
"Abang akan ingat semua yang Papa dan Mama bilang, abang akan pulang dengan membawa kebanggaan untuk mama dan papa, abang sayang papa dan mama, ucap danil.
__ADS_1
Danil memeluk Opa dan Oma yang telah menangis melepaskan cucu kesayangan mereka. Walaupun danil bukan anak kandung dan cucu kandung mereka, namun bagi mereka Danil tetap keturunan Ansara.
Oma dan Opa sehat-sehat ya, abang akan kembali dan membuat Opa dan oma bangga sama abang.
Abang pamit ya Oma dan Opa ucap danil melepaskan pelukan kedua orang tua itu.
Kia, panggil danil yang melihat adik kesayangan nya menangis di kaki Danil.
Danil menunduk dan memeluk adik nya dengan penuh kasih sayang.
Kia harus sehat, jadi anak yang pintar dan harus patuh kepada mama dan papa, oma dan Opa.
Kia menangis, engga mau pisah sama abang.
Kia sayang abang, kia sayang engga mau, hiks hiks hiks papa abang jangan pergi, ucap bocah itu menangis.
Abang janji sama kia, abang akan sayang kia dan cuma sayang kia. Abang harus tepati janji abang, kia akan ingat selalu janji abang kemarin malam dan kia akan tunggu abang pulang, ucap kia memeluk danil dan Mencium Seluruh wajah danil dan terkahir di bibir nya kembali.
__ADS_1
Perasaan danil kembali bertalu-talu seperti saat pertama Kia mencium bibir nya.
Danil memegang kepala Kia, abang berangkat ya sayang.
Kia mengangguk dan semua mengantarkan Danil ke pintu utama hingga mobil yang danil tumpangi hilang di bawa angin lalu.
Setelah danil di mobil, Danil memegang dadanya, jantung nya berdegup kencang.
Kia, anak itu ucap danil serasa memegang bibirnya yang tadi sempat kia cium.
Om, apa nanti aku akan tinggal di kontrakan atau dimana di sana? tanya Danil yang memang tidak mengerti nanti dia akan tinggal di mana di London.
" Tidak tuan muda, nanti anda akan tinggal di Apartemen yang telah tuan Yogi siap kan. Di sana juga telah di siapkan seorang Pelayan untuk membantu Anda memasak, menyucikan pakaian dan beberes rumah kata Om farhan.
Danil mengangguk dan mobil tiba di bandara.
Oia tuan, nanti di sana akan ada yang menjemput tuan, dan nomer anda telah saya berikan kepada nya, selama anda di sana, dia akan membantu semua kebutuhan Anda, jadi anda tidak perlu takut di sana, dan pesan tuan Yogi, anda hanya perlu kuliah yang baik dan belajar tidak perlu memikirkan hal lainya, lanjut Farhan.
__ADS_1
Danil mengangguk dan pamit kepada Om Farhan dan masuk menuju pesawat setelah melalui tahap pemeriksaan yang di lakukan di bandara.