
Mama Lisna menangis memeluk danil anak kesayangan nya, putra sulung nya, begitu juga papa Yogi, memeluk Danil dengan sangat erat.
Anak papa sudah bisa membohongi papa ya! ucap papa Yogi membuat danil tersenyum Kikuk.
Lalu danil memeluk Oma dan Opa nya, Oma sangat senang cucu laki-laki nya pulang setelah sepuluh tahun di negara orang dan hanya pulang empat kali untuk menemui mereka kala itu.
Opa Ruben juga senang dan mencium kening cucu nya dengan sayang.
Anak nakal, bohongin keluarga, kalau kenapa-kenapa di jalan, kami kan tidak tau Nil, jangan ulangi lagi begini, ucap Opa.
Danil mengangguk dan tersenyum.Lalu danil melihat seorang gadis cantik dengan tinggi 160cm, dialah adik kesayangan danil, gadis yang dulu kecil kini telah tumbuh menjadi gadis remaja.
Danil mendekati Kia, lalu menarik adiknya ke pelukan nya.
Kia abang rindu sekali dek, abang rindu, ucap danil memeluk Kia hingga air mata nya mengalir dan langsung dia hapus saat menyadari Kia tidak ada ekpresi dalam pelukan nya.
Danil melepaskan Kia dari pelukan nya. Kia kamu tidak kangen abang? tanya Danil, dan Kia masih sama diam.
Maaf, ucap Danil karena selama di Inggris dia memang jarang mengangkat telepon adiknya, karena danil takut perasaan nya semakin besar kepada adik nya itu, ya Danil jatuh cinta kepada Kiara, adik kesayangan nya yang dia jaga dari bayi hingga sekarang sudah besar.
" Baiklah abang akan kembali ke luar negeri lagi, jika kamu membenci abang, kata Danil dan akan berlalu pergi, dari hadapan gadis cantik nya.
Kia yang masih shock melihat abang nya, langsung menarik tangan danil dan berlari memeluk danil, abang Kia rindu, sangat rindu ucap kia.
Semua akhirnya tersenyum saat melihat Danil dan Kia telah berpelukan dan saling melepaskan rindu.
Jam makan siang, Mereka makan siang dengan formasi lengkap, karena danil telah pulang.
__ADS_1
Abang, Terima kasih atas semua kejutan nya, Kia senang.
Danil mengelus kepala Kia, abang juga senang sayang.
Abang senang kalau adek abang senang, jawab Danil.
Setelah makan, semua nya kembali ke ruang keluarga.
Mereka berbincang banyak dengan danil, cerita danil kerja di luar negeri semua di ceritakan.
Nil papa harap kamu sudah mau fokus dengan perusahaan kita nak, papa sudah tua dan papa tidak bisa fokus di kantor terus, kata papa Yogi.
Danil mengangguk patuh, baik pa aku akan membantu papa di kantor mulai lusa, aku besok mau istirahat dulu pa masih lelah, kata danil.
Semua setuju dengan keputusan danil.
" Iya dek, abang akan menetap di Indonesia lagi, dan membantu papa membesarkan perusahaan kita, kata danil.
Kia sangat senang, akhirnya dia tidak lagi berjauhan dari sang abang.
Kia sangat menyayangi Danil, seperti keinginan kecil nya, dia masih memegang teguh janji danil untuk menjadikan nya istri ketika dia telah dewasa.
Kia sangat mencintai Danil, namun kia simpan sendiri, tanpa ada orang tau apalagi keluarga nya bahkan danil sendiri tidak tau.
Malam pun tiba, Semua telah makan malam, kini masuk ke kamar masing-masing.
Danil duduk di balkon kamar nya, mengenang masa lalu, dimana dia dulu selalu bersama Kia di kamar ini.
__ADS_1
Danil merindukan memeluk Kia seperti kecil dulu, Kia akan datang dan minta tidur dengan nya.
Tanpa danil tau, adik kesayangan nya itu tengah berbaring di kasur nya dengan selimut di tubuh nya.
Kia tertidur ketika masuk tadi, langsung menuju kasur empuk abang nya, karena kebiasaan dia selama hampir tujuh tahun dia yang mengisi kamar Danil, sehingga dia lupa jika pangeran pengisi kamar itu telah kembali.
Danil yang telah lelah di luar masuk kembali ke kamar nya, menutup pintu balkon dan akan ke atas ranjang kasur nya.
Saat melihat ada orang yang tidur di kasur nya, Danil melihat dan itu Kia.
Kia, ucap danil namun kia tetap saja tidur tanpa membuka mata nya.
Danil naik ke kasur nya, dan membelai pipi serta rambut Kia, Kenapa kamu di kamar ku Kia? Kita bukan anak-anak lagi, kita telah besar dan dewasa.
Aku lelaki dewasa Kia, aku takut Khilaf dan memakan adik ku sendiri, Danil menyugar rambut nya sendiri.
Kia tidur dengan nyaman dan bermimpi di belai kepala nya oleh abang nya.
Kia tersenyum di mimpi nya, dan di alam nyata juga, Kia tersenyum karena Danil membelai rambut dan pipi nya.
Danil juga mencium kening adik nya dengan penuh cinta.
Andai kan aku berani, aku akan mengutarakan isi hatiku kepada papa dan mama, dan meminta restu nya untuk menikahi mu Kia, tapi abang terlalu tidak berani melakukan itu setelah keluarga ini melakukan banyak hal untuk abang, abang akan simpan semua rasa ini hanya untuk abang dek.
Semoga kamu bisa mendapatkan laki-laki yang baik dan menyayangimu seperti abang sayang kamu kia.
Danil berbaring dan memeluk kia lalu tidur di samping Kia.
__ADS_1