
"Tolonggggg....Tolongg...." Suara teriakan seorang Pria yang dikejar-kejar oleh beberapa penjahat. Pria itu berlari terengah-engah sembari berteriak meminta tolong berharap akan ada orang yang menolongnya di tengah gelapnya malam.
Nafasnya memburu, dia bingung harus berlari ke arah mana lagi. Tenaganya sudah habis. Tetapi jika dia berhenti maka sama saja dia menyerahkan nyawanya kepada para penjahat itu.
Dia terus berlari tak tahu arah. Yang pasti keselamatannya terancam saat ini. Seketika dia menemukan sebuah jalan. Rasa takutnya sedikit menghilang. Dilihatnya jalan itu, sepi tak ada satu pun orang yang lewat. Tubuhnya sudah tak mampu lagi untuk berjalan. Pria itu menoleh ke arah belakang, samar-samar masih terlihat para penjahat itu terus mengejarnya.
"Hah..hah..huh.. Mereka masih jauh aku istirahat sebentar." Nafasnya tak beraturan. Lalu pria itu duduk di pinggir jalan sembari terus menatap ke arah para penjahat itu. "Tolong..Tolonggggg...." ucapnya berharap ada orang yang mendengar teriakan nya.
Para penjahat itu semakin dekat. Namun nasib masih berpihak kepadanya. Sebuah mobil sedan berwarna hitam itu lewat di jalan itu. Sontak dia langsung menghadang mobil itu. "Tolongg akuu siapapun kamu tolong akuu." Ucap pria ini kepada seseorang yang ada di dalam mobil itu.
Kaca mobil itu terbuka tampaklah seorang pria yang masih seumuran dengannya. "Siapa kau??Aku tidak mengenalmu," ucapnya sambil terus menatap ke arah nya.
"Na..namaku Rivaldo, Aku dikejar-kejar oleh penjahat itu, aku harap kau mau menolong ku," ucap pria itu memohon serta sesekali melihat para penjahat yang semakin dekat. "Aku mohon, jika tidak aku pasti akan mati," ucapnya terus memohon.
"Para penjahat itu semakin dekat, aku mohon padamu selamatkan aku, bawa aku pergi dari sini." Keringat terus mengalir dari dahi pria ini.
Seorang pria yang ada di dalam mobil ini pun merasa iba melihat kondisi pria yang memohon itu. Dia pun menyetujui untuk menolongnya. "Masuklah," ucapnya.
Pria itu langsung masuk dan mobil itu segera pergi dari sana. Para penjahat yang sudah kelelahan mengejarnya pun hanya bisa mendengus kesal karena mangsanya malam ini sudah kabur.
"Aku sangat berterima kasih kepada mu karena sudah mau menolong ku," ucap Pria ini. Pria ini bernama Rivaldo.
Pria yang menolongnya memberikan sebuah botol air minum kepada Rivaldo. "Minumlah dulu," ucapnya sembari menyerahkan botol itu.
"Terima kasih." Rivaldo langsung meminum air dari botol itu hingga habis tak tersisa.
Pria itu masih fokus menyetir dan sesekali melihat wajah Rivaldo. Dia bertanya "Mengapa mereka bisa mengejarmu??".
"Ceritanya panjang, tetapi intinya mereka ingin membunuhku," ucap Rivaldo dengan nada sedikit bergetar karena terbayang bagaimana para penjahat itu menyiksa seorang wanita dan membunuhnya.
Pria ini heran mengapa tiba-tiba penjahat itu ingin membunuh Rivaldo. Jika tidak ada sebab tidak mungkin mereka ingin membunuhnya. "Apa ada sebab lain mereka ingin membunuhmu?" tanyanya penasaran.
"Aku melihat mereka menyiksa dan membunuh seorang wanita. Kebetulan saat itu aku baru ingin pulang dari kerja. Aku melewati sebuah gang sempit. Aku melihat mereka melakukan itu di salah satu bekas rumah tak terpakai. Mereka memergoki ku dan langsung mengatakan bahwa mereka akan membunuhku," ucap Rivaldo memberi penjelasan.
"Aku turut prihatin dengan kejadian yang menimpa mu. Oh ya kenalkan namaku Reno," Ucapnya sambil terus mengemudikan mobil nya. "Dimana rumahmu?" tanya pria itu.
"Di Jalan M No 09," Rivaldo menyenderkan kepalanya ke kursi mobil.
__ADS_1
"Lokasinya masih jauh. Jika kamu ingin beristirahat silahkan." Ucap Reno yang masih berkonsentrasi dengan mobil yang dikendarai oleh nya. Sedangkan Rivaldo hanya mengangguk kepalanya.
Reno adalah seorang pengusaha ternama yang sudah menikah dengan seorang wanita anak dari Direktur Perusahaan Terbesar di Indonesia. Pernikahan mereka sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang masih berusia 10 tahun.
"Apakah anda sudah menikah?" tanya Reno.
"Saya sudah menikah dan telah mempunyai seorang putri kecil berusia 8 tahun. Istri saya adalah seorang Desainer sekaligus pemilik Butik Delinda." Ucapnya yang masih sangat lelah akibat dikejar-kejar tadi.
"Oh berarti kita sama-sama sudah menikah dan memiliki seorang anak. Tetapi anakku seorang laki-laki yang sudah berusia 10 tahun." Ucap Reno tersenyum.
Rivaldo berpikir apa yang akan dilakukannya untuk Reno sebagai balas Budi. Jika dia memberikan uang sudah pasti tidak akan diterima oleh Reno karena dia juga berasal dari keluarga kaya. Rivaldo terus berfikir dan terlintas di fikirannya untuk menjodohkan Putri kecilnya dengan putra dari Reno sebagai balas Budi. Rivaldo pun mengutarakan niatnya. "Em Reno sebagai balas Budi aku ingin menjodohkan Putri ku dengan putra mu. Apakah kau menyetujuinya?" Ucap Rivaldo yang sudah menyampaikan niatnya.
"Baiklah jika itu maumu, aku menyetujui nya. Nanti setelah mereka sudah dewasa dengan umur yang cukup untuk menikah. Aku akan datang ke rumahmu untuk meminang putrimu," ucap Reno yang yakin jika keputusan nya tidak salah.
Rivaldo lega karena Reno menyetujui niatnya untuk menjodohkan anak mereka...
***************************************
Begitulah kira-kira gambaran masa lalu Rivaldo dulu. Pria itu tengah duduk santai di depan rumahnya sembari menatap langit yang cerah.
"Iya Ulfa ada apa?" tanya Rival kepada putrinya.
"Sebentar lagi aku akan wisuda papa, Aku ingin menetap di Australia pa dan mencari pekerjaan disana," ucap wanita itu dengan wajah memohon agar diperbolehkan oleh papanya.
"Kamu ingin meninggalkan Mama dan Papa disini, kamu tega Ulfa. Nak setelah kamu lulus. Kamu bisa mencari pekerjaan disini tanpa harus ke Australia." Ucap Rivaldo memberi penjelasan kepada putri satu-satunya itu.
Wanita itu cemberut karena keinginan untuk menetap dan mencari pekerjaan di Australia tidak diperbolehkan dengan papanya. "Hm yaudah kalo papa gak ngebolehi Ulfa. Ulfa gak akan maksa lagi," ucapnya menundukkan kepala.
"Nak papa dan Mama sudah semakin tua sekarang, kamu juga sudah semakin dewasa. Kamu gak harus mencari pekerjaan dimana mana tetapi kamu bisa membantu papa untuk mengurus kantor papa dan juga membantu namamu mengurus butiknya." Ucap Rivaldo mengelus lembut kepala putrinya.
"Baiklah pa, aku ke kamar dulu,," Wanita itu pun menaiki tangga untuk ke kamarnya.
____________ ______________
Wanita itu adalah Ulfa Rantika Sari. Berwajah cantik keturunan Sumatera-Australia. Dia putri dari Rivaldo Saputra dan Delinda Setya Ningsih. Rivaldo memiliki sebuah Perusahaan swasta yang bergerak di sektor industri Sedangkan Delinda memiliki sebuah Butik sekaligus desainer di Butiknya tersebut.
Rivaldo masih bersantai di depan rumah nya memandangi taman yang telah di desain oleh istrinya itu. Sebuah taman sederhana dengan aneka macam bunga yang disusun rapi membuat taman itu indah jika dipandang mata.
__ADS_1
Rivaldo beralih memandang handphonenya yang berbunyi. Dia mengecek siapa yang menelfon ya ternyata yang menelfon nya adalah Reno sahabat nya.
~Reno~
"Halo val apa kabar?"
~Rivaldo~
"Alhamdulillah baik Ren, ada apa?"
~Reno~
"Aku ingin membicarakan janjimu dulu yang ingin menjodohkan anak kita, apakah kau masih ingat?"
~Rivaldo~
"Ya aku masih ingat Ren. Sangat ingat."
~Reno~
"Yasudah besok kita akan bicarakan lagi Val . Kita ketemu di Cafe Blue jam 11*"
~Rivaldo~
"Oke baiklah"
Sambungan telepon mereka pun terputus.
"Apakah Ulfa mau menerima perjodohan ini"batin Rival dalam hatinya yang tak ingin anaknya terpaksa harus menerima perjodohan tetapi mau tidak mau harus dilakukan karena sudah menjadi janjinya kepada Reno.
______________
Haloo Readers....
Jika suka Like, Koment, vote dan Rate ya.. Terima kasih😊😊
***•°Cinta Akibat Perjodohan°•***
__ADS_1