
"Jangan dibutakan oleh cinta, jangan juga terlalu mencintai seseorang sampai rela melakukan apapun asalkan dia tetap bersama denganmu. Buka matamu itu bukan yang dinamakan Cinta."
___________ ________________________
Arka segera menuju Mall tempat Nadia berada sekarang. Ia sangat takut jika Nadia akan marah karena lama menunggu. "Hufftt ini gara-gara aku ke hotel tadi," Umpat Arka.
Di Mall..
Terlihat Nadia yang sedang asyik shoping. Dia membeli berbagai baju, tas, highhels dan jam tangan. Semua barang yang dibelinya adalah barang branded. Nadia juga sama berasal dari keluarga kaya seperti Arka. Walaupun berasal dari keluarga kaya, namun ada kebiasaan jelek Nadia yaitu dia orang yang matre dan suka menghamburkan banyak uang demi membeli barang branded yang diinginkannya.
Nadia sudah selesai memilih dress nya dan berniat ingin membayar nya. Namun saat ingin membayar Nadia mengecek uang yang di bawanya ternyata tidak cukup. Sedangkan Kartu kredit Nadia saldonya menipis karena ia baru saja membeli banyak barang. "Bagaimana uang ku gak cukup kartu kredit saldo menipis, Hm Arka ya Arka harapan aku satu-satunya. Tapi kemana dia mengapa belum datang. Akh Sial," gerutu Nadia dalam hati.
"Mbak kayaknya aku mau milih lagi mbak, nanti aja ya bayarnya aku pilih yang lain dulu," Nadia memberi alasan kepada Mbak kasir itu agar dia tidak mau di permalukan, karena uangnya tidak cukup dan kartu kredit yang jumlah di dalamnya tinggal beberapa juta. Itu tak sebanding dengan dress yang di belinya.
"Yaudah deh aku cari aja yang lain, masalah yang bayar biar Arka yang membayar semua dress ini," batin Nadia tersenyum.
Nadia melanjutkan memilih-milih dress yang disukainya. Kali ini dia memilih harga dress yang lebih fantastis bahkan mencapai puluhan juta.
Di luar Mall, Arka baru saja sampai di mall. Lalu dia masuk mencari Nadia. "Nadia dimana ya," ujarnya.
Arka terus mencari Nadia, dia mengelilingi mall. Satu persatu toko maupun butik di masukki oleh Arka tetapi dia tidak menemukan Nadia. Ia berhenti sejenak dan berpikir "Hm kenapa gak aku telpon aja dia, daripada keliling gini," ucap Arka.
Lalu Arka menelfon Nadia. "Tutt..Tut..Tut..." Ponsel Nadia bergetar.
~*Nadia~
"Iya ada apa Arka, kamu dimana aku udah nunggu kamu dari satu jam yang lalu."
~Arka~
"Maaf ya Nad, aku tadi ada urusan, ini aku udah di mall kok kamu dimana?"
~Nadia~
"Aku di LyquiaBoutique kamu kesini aja."
~Arka~
"Oke aku kesana ya*."
__ADS_1
Sambungan telepon mereka terputus dan Arka langsung menuju LyquiaBoutique, tempat dimana Nadia berada sekarang.
Sesampainya di LyquiaBoutique, Arka langsung mencari dimana Nadia berada. Ternyata Nadia sedang duduk di kursi bulat yang tersedia disana sambil memegang beberapa paper bag yang isinya barang-barang branded yang dibelinya tadi.
Arka langsung menghampiri Nadia. Nadia pura-pura memasang wajah cemberut karena Arka datang terlambat.
"Maaf Nad, aku tadi ada urusan kamu jangan ngambek dong," Arka mencoba membujuk Nadia.
"Kamu tahu gak aku sudah dari satu jam yang lalu sendirian di butik, nunggu kamu lama banget," ucap Nadia dengan memasang wajah cemberut nya.
"Iya aku minta maaf deh, aku salah," Arka meminta maaf karena tidak mau berdebat dengan Nadia.
"Em.. iya aku maafin sayang," ucap Nadia.
"Ayo aku temani kamu belanja," ajak Arka.
"Kamu telat, aku udah belanja dari tadi. Itu semua barangnya," ucap Nadia sembari menunjuk beberapa paper bag itu.
"Yaudahh kita makan aja, kan kamu sudah selesai shoping nya," ajak Arka kembali.
"Sayang dress aku belum aku bayar tuhh, uang aku habis," ucap Nadia dengan pup eyesnya.
"Yaudah sini aku yang bayarin," Arka mengambil dress yang telah dipilih Nadia dan membawa dress itu ke kasir untuk dibayarnya.
Setelah Arka membayar dress Nadia. Arka dan Nadia pergi ke Restoran untuk makan.
____________ ______________
Sementara di Hotel Amaris, Mereka sudah selesai melihat-lihat hotel beserta tempat yang akan dipakai saat acara resepsi pernikahan Arka dan Ulfa.
"Ya sudah kami pulang dulu ya besan," ucap Syena pamit pulang kepada Delinda dan Rivaldo.
"Iya besan hati-hati ya," Delinda menjawab.
Lalu Reno dan Syena pergi meninggalkan hotel itu. Sementara Ulfa dia pamit ingin membeli highhels untuk dipakai saat wisudanya besok. "Ma, Pa, Ulfa pergi ke Mall ya ingin membeli highhels," Ulfa pamit kepada kedua orang tuanya.
"Iya sayang, hati-hati," ucap Rivaldo.
Setelah mendapat persetujuan dari kedua orang tuanya. Ulfa lalu memesan taksi untuk ke mall.
__ADS_1
Sesampainya di Mall, Ulfa langsung menuju toko sepatu. Dia memilih sepatu untuk dipakai saat acara wisuda nya besok. Namun ada kegundahan dalam hatinya. Apakah Beni akan datang di acara wisuda itu atau tidak. Ulfa masih mencintainya, walaupun ia tahu bahwa dirinya dengan Beni tak dapat bersama lagi. Karena kurang dari 4 hari lagi, dia akan menikah dengan Arka. Pria yang sama sekali tak dicintainya, pria yang cuek dan dingin.
Ulfa sudah mendapatkan highhels yang cocok dan senada dengan kebaya yang akan dipakainya besok. Highhels itu berwarna biru dengan aksen permata di belakangnya.
Setelah selesai membayar highhels nya Ulfa keluar dari toko itu. "Hm mau kemana lagi aku ya," ucapnya bingung.
Perut Ulfa berbunyi tanda lapar "Hm aku lapar, aku makan dulu aja ke Restoran itu," ucap Ulfa sembari menunjuk sebuah Restoran.
Ulfa berjalan ke arah restoran itu. Dia masuk dan mencari kursi yang kosong.
Ternyata restoran yang Ulfa masuki adalah tempat yang sama dengan restoran Arka dan Nadia berada.
Sementara Arka dan Nadia sudah selesai menyantap makanan nya. Mereka masih bercerita sembari tertawa. Ada raut kebahagiaan dari sepasang kekasih itu. Entahlah bagaimana nantinya jika Nadia tahu kalau Arka akan menikah dengan Ulfa.
Di tempat yang sama Ulfa menunggu makanan yang sudah dipesannya. Ia melihat kanan kiri. Menurutnya Restoran ini sangat ramai karena banyak sekali pengunjung yang makan disini. Ulfa terus memperhatikan para pengunjung restoran hingga matanya berhenti di salah satu meja No.11. Ya itulah meja Arka dan Nadia. Ulfa memperhatikan mereka dari jauh. "Sepertinya aku mengenal pria itu," batin Ulfa.
Ulfa terus memperhatikan pria yang ada di meja itu. Dia sungguh iri melihat pria itu karena pria itu sangat bahagia dengan kekasihnya. Tidak seperti dirinya yang akan dijodohkan dengan orang yang tak dicintainya, Ulfa juga tidak bahagia dengan perjodohan ini. Makanan Ulfa datang, Ulfa akhirnya memilih makan daripada memperhatikan sepasang kekasih itu.
Setelah Ulfa selesai makan, Ulfa berniat ingin membayar ke kasir. Begitu juga dengan Arka dan Nadia mereka juga menuju kasir.
Nadia menggandeng tangan Arka dengan mesranya. Sesampainya di kasir, Arka dan Nadia langsung membayar. Ulfa pun berdiri di belakang mereka. Ulfa tidak terlalu menghiraukan mereka. "Hm lama sekali dua orang ini," gerutu Ulfa dalam hatinya.
Saat mereka berbalik betapa terkejutnya Ulfa melihat dua orang ini. Sama halnya dengan Arka yang kaget melihat Ulfa. "Kenapa dia disini, Akhh," umpat Arka dalam hatinya.
__________________ _______________
Sorry ya lama up nya, lagi ada kerjaan soalny
Halo Readers..
Author minta maaf ya jika komentar Kalian belum sempat di balas satu-satu soalnya Author lagi banyak kerjaan. Tapi pasti nanti di balas ya.
Seperti biasa jangan lupa tinggalkan Like, Koment, Vote, Tambahkan favorit dan Rate Rate Rate ⭐️5 ya. Pleasee..
Follow Ig Author ya : inggitanjani_18
pasti di follback...
__ADS_1
Terima kasih😊😊 Salam sukses dari Author😊❤️
🍀Cinta Akibat Perjodohan🍀