
"Cinta memang sulit untuk dipaksakan, Namun ada baiknya mencoba mencintai orang lain daripada bertahan dengan orang yang dicinta tetapi terhalang dengan sebuah kenyataan. Karena takdir takkan pernah salah."
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Setelah Ulfa dan Arka berkenalan, Delinda mengajak mereka semua untuk makan malam bersama. Ulfa dan Delinda sudah menyiapkan makanan yang spesial untuk keluarga Reno. Mereka pun mulai makan tanpa ada suara.
Reno dan Syena terlihat sangat menikmati makanan yang dimasak oleh Delinda dan Ulfa. Lain halnya dengan Ulfa yang masih kesal dengan makhluk es di sampingnya. "Pria ini cuek, dingin seperti es, bagaimana aku bisa hidup dengannya Ya Tuhan. Tetapi tidak apa-apa aku harus bisa menjalani ini semua karena aku tidak mau papa kecewa," ucap Ulfa dalam hati yang sedikit menggerutu kesal.
Mereka akhirnya selesai makan. Delinda segera menyuruh Bi Ima untuk membereskan semuanya.
Sekarang mereka sedang berkumpul di ruang keluarga. Rivaldo dan Reno sibuk membahas masalah saham perusahaan. Sedangkan Delinda dan Syena juga bercerita masalah baju yang akan di pakai saat pernikahan Ulfa dan Arka.
Lain halnya dengan Arka yang sibuk dengan handphonenya tanpa memperdulikan Ulfa yang ada disampingnya. Entah apa yang sedang dilakukan Arka dengan handphonenya yang pasti dia hanya fokus dengan handphone tersebut. Tinggallah Ulfa yang hanya diam sendiri tak ada yang mengajak nya berbicara. Dia hanya diam saja dan menonton televisi.
Arka diam-diam sebenarnya memperhatikan Ulfa. Namun sayang, Arka telah menyukai wanita lain. Jika bukan karena dia sangat ingin menjadi CEO di perusahaan papanya sudah pasti dia tidak mau menerima perjodohan antara dirinya dengan Ulfa.
"Aku sebenarnya kasian padamu Ulfa, kamu wanita cantik dan baik. Namun aku tidak mau memberimu harapan lebih karena nantinya jika kamu sudah mempunyai rasa kepada ku, pasti kamu tersakiti karena aku sama sekali tak menyukai mu," batin Arka.
Reno melihat Arka dan Ulfa tidak mengobrol sama sekali. Reno faham tidak mudah bagi Arka maupun Ulfa untuk menerima perjodohan tanpa ada rasa cinta. Tetapi Reno yakin jika nanti suatu saat mereka pasti akan saling mencintai.
Reno berpikir sejenak," Apa aku harus mempercepat pernikahan mereka saja ya, supaya mereka bisa menumbuhkan rasa cinta antara mereka. Aku juga sudah tidak sabar untuk memiliki cucu," Batin Reno.
"Hm semua aku dan Rivaldo sudah memutuskan untuk melaksanakan tunangan antara Arka dan Ulfa besok malam," ucap Reno yang memang sudah berbincang mengenai hal pertunangan dengan Rivaldo.
"Apa!! Besok malam," ucap Arka dan Ulfa serentak karena kaget.
"Pa, mengapa cepat sekali kan acara pernikahan juga masih seminggu lagi," ucap Arka memandang Reno dengan tatapan bingung.
"Iya Om, apa tidak sebaiknya acara tunangan diadakan 3 hari sebelum hari pernikahan," kali ini Ulfa yang berbicara karena memang sebenarnya dia tidak mau dijodohkan dengan Arka.
Reno tersenyum "Nak kami sudah memutuskan untuk mengadakan pertunangan besok malam dan tidak akan diubah lagi," ucap Reno sedikit memperjelas kata di ubah lagi.
"Benar yang dikatakan Reno, acara pertunangan kalian akan di adakan besok malam," ucap Rivaldo membenarkan ucapan Reno.
"Ma, Mama tidak setuju kan jika besok acara pertunangan nya?" tanya Arka kepada Delinda.
"Kata siapa tidak setuju, Mama sangat setuju lebih cepat lebih baik, Mama dan Mamanya Ulfa sudah merencanakan semuanya," ucap Syena dengan lembut.
__ADS_1
Arka hanya diam saja mendengar ucapan mamanya, karena menurutnya jika papa dan mamanya sudah setuju sudah pasti akan dilakukan.
"Mam.." ucap Ulfa yang ingin berbicara kepada mamanya tetapi langsung dipotong.
"Ulfa sayang semua sudah setuju jadi jangan membantah lagi ya nak," ucap Delinda yang langsung memotong ucapan putrinya.
Ulfa langsung terdiam tanpa kata setelah mendengar mamanya berbicara seperti itu. "Sepertinya memang sudah tidak dapat dibatalkan lagi pernikahan ini, Semangat Ulfa kamu pasti bisa," ucap Ulfa dalam hati nya.
"Oh iya nak Arka, besok tolong jemput Ulfa di kampusnya ya. Setelah itu kalian pergi membeli cincin untuk pertunangan kalian," ucap Rivaldo menyuruh Arka menjemput Ulfa.
"Iya baiklah Om," ucap Arka tersenyum.
" Aduh Papa nih kenapa harus dijemput Arka sih kan disana ada Beni. Nanti Beni tau gimana coba," gerutu Ulfa dalam hati.
"Ya sudah kami pulang dulu ya Val, Linda dan nak Ulfa," ucap Reno pamit pulang.
"Iya Ren hati-hati," ucap Rivaldo.
Setelah itu mereka pulang. Arka langsung masuk ke dalam mobilnya karena dia ke rumah Ulfa membawa mobil sendiri.
☀️☀️
Di kampus. Terlihat Ulfa yang sedang duduk di taman kampus bersama Beni. Ulfa sebenarnya ingin membicarakan masalah perjodohan nya dengan Arka. Namun Ulfa takut Beni akan marah dan berkelahi dengan Arka. Ulfa tidak mau itu sampai terjadi.
"Sayang kamu kenapa melamun?" tanya Beni kepada Ulfa.
"Tidak apa-apa kok Ben, hanya memikirkan skripsi saja," jawab Ulfa berbohong kepada Beni.
"Yasudah sayang jangan dipikirkan terus, nanti kamu pusing," ucap Beni yang perhatian dengan Ulfa.
Ulfa hanya mengangguk pelan. "Oh iya Ben, kayaknya aku gak bisa pulang sama kamu hari ini. Soalnya aku di jemput sama.. saama Papa, iya sama Papa," ucap Ulfa yang sedikit gugup.
"Iya tidak apa-apa sayang," ucap Beni yang pengertian kepada Ulfa. "Kalo begitu aku pulang duluan ya sayang, soalnya Mama bilang mau bicara sama aku," kata Beni pamit pulang.
"Iya Ben hati-hati," Ulfa tersenyum. "Maaf ya Ben, aku bohong sama kamu," batin Ulfa.
Beni langsung pergi meninggalkan Ulfa sendiri di kursi taman. Tak lama kemudian ada seorang pria yang mendekati nya. Pria itu memakai kemeja dan kacamata hitam. Ulfa tidak tahu siapa pria ini. Pria itu menghampiri Ulfa dan duduk disampingnya. Ulfa heran mengapa pria ini duduk disini padahal kan masih banyak kursi yang kosong.
__ADS_1
"Kamu gak mau pulang?" tanya pria itu.
Ulfa heran dia berbicara dengan siapa, apa mungkin berbicara dengan dirinya.
"Kenapa kamu diam saja?" tanya pria itu lagi.
"Hm maaf apakah kita pernah bertemu sebelumnya, aku tidak mengenalmu," ucap Ulfa yang heran dan bingung.
Pria itu membuka kacamatanya ternyata dia adalah Arka. "Kamu gak kenal sama aku?" tanya Arka.
Ulfa kaget "Oh kamu, aku kira siapa tadi, " jawab Ulfa.
"Iya emang aku dasar kamunya aja yang gak bisa ngenali aku," ucap Arka sedikit kesal. "Apa penampilan ku berbeda sehingga membuatmu tak mengenali aku?" tanya Arka lagi.
"Hehh maaf, iya penampilan kamu kayak orang yang sudah tua,Hihi," jawab Ulfa yang terkekeh kecil.
"Aku baru pulang dari kantor ada meeting jadi harus memakai pakaian formal," ucap Arka dingin dan memakai kacamata hitam nya lagi.
"Iya, ayo kita pulang," ajak Ulfa kepada Arka.
Tetapi Arka tidak memperdulikan ucapan Ulfa dan langsung saja pergi menuju mobilnya tanpa menunggu Ulfa. Ulfa kesal karena di cueki oleh Arka. Mukanya cemberut saja dan langsung masuk dengan membanting pintu mobil Arka.
"Hei kamu mau ngerusak pintu mobil aku ya," kata Arka sedikit tegas.
Ulfa hanya menatap tajam ke Arka, dia pun diam saja tidak memperdulikan ucapan Arka. Arka lucu melihat ekspresi wanita yang sedang kesal disampingnya ini. "Hhhh Ulfa ekspresi mu seperti anak kecil yang tidak dapat permen," ucap Arka sambil tertawa dalam hati.
"Awas aja kamu ya, aku bakalan balas. Emang dia pikir dia aja yang bisa cuek yang bisa dingin kayak es, aku juga bisa," gerutu Ulfa kesal dalam hatinya.
Lalu mobil Arka berangkat menuju toko perhiasan untuk membeli cincin pertunangan mereka yang akan dipakai untuk acara nanti malam.
________________
Haloo Readers..
Jika suka Jangan lupa like, koment, vote, tambahkan favorit dan rate ⭐️ 5 ya mohon dukungannya untuk memberi rate ⭐️ 5 . Terima kasih...😊😊
Salam sukses dari Author😊😊
__ADS_1
🍀Cinta Akibat Perjodohan🍀