Cinta Akibat Perjodohan

Cinta Akibat Perjodohan
Eps. 13


__ADS_3

"Sebuah kebohongan tak selamanya akan selalu tertutupi, ada kalanya semua tahu kebohongan itu seiring dengan berjalannya waktu."


_____________ ______________________


Arka terlihat panik dan syok karena Ulfa berada di depannya. Ia sama sekali tak pernah mengira jika Ulfa akan datang ke mall ini juga dan makan di tempat yang sama. "Arka," panggil Ulfa secara spontan.


"Siapa dia sayang?" tanya Nadia yang semakin mengandeng erat tangan Arka.


"Em dia..dia..dia teman aku, ya dia teman aku Nad," jawab Arka yang sedikit bimbang dengan jawaban nya. Jika dia mengatakan yang sebenarnya kalau Ulfa adalah calon istrinya pasti Nadia akan marah dan meninggalkan Arka. Sedangkan Arka sangat mencintai Nadia, ia sudah lama menunggu Nadia. Arka tidak mau cintanya dengan Nadia kandas. Jadi Arka memilih jawaban itu. Pikirnya Ulfa pasti akan memahami kondisi nya saat ini.


"Oh teman, kenalkan aku Nadia pacarnya Arka," Nadia tersenyum dan mengulurkan tangan.


Ulfa agak sedikit kaget dan kecewa. Sekarang ia mengetahui apa alasan Arka sangat dingin kepadanya. Sebelumnya Ulfa kira memang Arka memiliki sifat yang cuek dan dingin terhadap wanita. Ternyata dugaannya salah. Ulfa menjabat tangan Nadia dengan tersenyum kecut. "Oh pacar Arka, aku temannya Arka, Ulfa."


Nadia hanya tersenyum lalu mengangguk.


"Oh iya Arka dan siapa tadi nama kamu, hm Nadia. Aku mengundang kalian untuk datang di acara pernikahan ku. Yang akan dilaksanakan 3 hari lagi. Datang ya," ucap Ulfa yang hanya ingin menyindir Arka.


Arka seolah tak percaya dengan ucapan Ulfa. "Wanita ini sudah gila, dia mengundang ku untuk datang di acara pernikahan ku sendiri, Siall." Umpat Arka dalam hatinya.


"Baiklah dengan senang hati kami akan datang ke acara pernikahan mu ya kan sayang," ucap Arka tersenyum manis.


"Iya Ulfa kami pasti akan datang," Nadia terlihat bahagia, awalnya dia kira Arka dan Ulfa memiliki hubungan. Ternyata Ulfa sudah akan menikah. Ada suatu kelegaan di hati Nadia.


Ulfa tersenyum kecut melihat drama yang dimainkan oleh Arka. Dengan tega dia membohongi kekasih nya sendiri. "Hm sepertinya Arka sangat mencintai wanita ini sampai-sampai dia rela berbohong," batin Ulfa.


"Ya sudah sampai bertemu lagi," Ulfa langsung menuju kasir dan membayar makanan yang dipesannya tadi.


Begitupun dengan Arka dan Nadia, mereka langsung pergi meninggalkan restoran itu. Sebenarnya Arka kasian pada Ulfa. Namun, bagaimana lagi Arka tak mungkin melepaskan orang yang dicintainya hanya demi Ulfa. Lalu Arka mengantarkan Nadia pulangg.


Sedangkan Nadia, ya dia sangat bahagia karena dramanya berhasil dan mendapatkan semua barang branded yang sudah lama diincarnya.


_________________ ___________________


Ulfa yang sedikit tidak menyangka, lalu pergi meninggalkan Mall dengan kesal. Ia merasa dibohongi oleh Arka. "Hm aku kesal sekali dengan Arka, ternyata dia memiliki seorang kekasih. Sedangkan kekasihku Beni meninggalkan ku pergi itu gara-gara dia. Hm aku harus melakukan sesuatu," batin Ulfa.


Ulfa telah sampai di rumahnya. Begitu pula dengan Arka yang sudah mengantar Nadia lalu pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Ulfa yang merasa lelah segera membersihkan tubuhnya dan tidur.


_________________ _________________


Pagi hari pun tiba, langit biru cerah menampakkan keadaan pagi hari. Di rumah Rivaldo, terlihat Ulfa yang tengah bermake-up. Ia sangat antusias dengan acara wisudanya ini. Ulfa yakin jika Beni pasti akan datang ke acara wisuda mereka. Ia memoles wajahnya dengan make up yang flawles atau tidak terlalu tebal. Setelah selesai Ulfa mencatok rambut nya agar sedikit keriting ikal di bagian bawah rambutnya.


Dengan lihai tangan Ulfa mencatok rambutnya. Ia sangat semangat hari ini. Setelah selesai mencatok rambut, Ulfa segera memakai gaun kebaya yang telah di rancang khusus oleh mamanya.



Ulfa terlihat sangat cantik dengan gaun kebaya warna biru muda itu dan dipadukan dengan highhels yang dibelinya di mall kemarin. Kini Ulfa telah siap untuk pergi ke kampusnya. Ulfa menuruni tangga. Dan menuju ke arah Rivaldo dan Delinda yang sedang bercengkrama di sofa ruang keluarga.


"Mama sama Papa nanti datang kan ke kampus?" tanya Ulfa berharap.


"Hm liat nanti ya sayang, Mama hari ini ada pameran busana di butik Mama, mungkin Mama sedikit terlambat," ucap Delinda tersenyum memberi penjelasan kepada putrinya.


Ulfa yang awalnya mengemban senyuman, kini senyuman itu hilang Ulfa terlihat murung.


"Hm Papa juga sedang ada meeting hari ini sayang, kemungkinan Papa juga akan terlambat ke acara wisuda mu, tapi tenang Papa sudah menyuruh nak Arka untuk menemani mu, sebentar lagi dia datang kok," Rivaldo mencoba menghibur putrinya agar tidak terlihat murung dengan menyuruh Arka untuk menemani Ulfa.


"Iya sayang nak Arka, calon suamimu," Delinda yang menjawab.


"Dia lagi dia lagi, mengapa aku harus bertemu dengan nya lagi. Kenapa juga dia mau untuk menemani ku, nanti pacarnya itu akan tahu kan aku pasti dikira perebut pacar orang," gerutu Ulfa dalam hati.


"Ting .. Tongg.." Bel rumah Ulfa berbunyi.


"Nah itu pasti nak Arka," ucap Rivaldo menebak.


Bi Ima langsung membuka kan pintu dan ternyata benar yang datang adalah Arka. Bi Ima langsung mempersilahkan Arka untuk masuk ke dalam rumah Ulfa.


"Pagi Om, Tante," sapa Arka.


"Pagi juga nak Arka, mari duduk dulu," sahut Rivaldo.


Ulfa melihat Arka duduk disampingnya. Ulfa masih kesal dan merasa sedikit dipermainkan dengan pria yang ada di sampingnya ini.


Lain halnya dengan Arka yang sudah memperhatikan Ulfa dari jauh. Dan saat dia duduk disamping Ulfa entah mengapa ada sedikit rasa gugup. "Mengapa aku gugup sekali tidak seperti biasanya," batin Arka.

__ADS_1


"Yasudah sayang pergilah nanti terlambat lohh," ucap Delinda menyuruh putrinya segera pergi.


"Hm iya Mama, aku pergi dulu ya," ucap Ulfa beranjak dari tempat duduknya dan menyalami kedua orang tuanya.


Disusul dengan Arka yang juga ikut pamit kepada kedua orangtua Ulfa. Lalu Ulfa berjalan duluan tanpa menghiraukan Arka yang ada dibelakang nya.


"Aku tahu Ulfa kamu pasti sangat kesal dengan kejadian kemarin, ini yang aku takutkan, aku hanya akan menyakiti mu jika kamu sampai jatuh cinta padaku," batin Arka.


Arka segera membukakan pintu mobil nya untuk Ulfa dan mobil mereka pun melaju menuju kampus Ulfa.


__________ __________________


Setelah sampai di kampus, Ulfa masih diam tak berbicara sepatah katapun. Ulfa melamun dan tidak sadar jika sudah sampai di kampus.


Arka melihat Ulfa yang diam saja "Entah apa yang ada dipikirannya sekarang," batin Arka. Lalu Arka menyenggol lengan Ulfa. "Ulfa kita sudah sampai ayo turun," ucap Arka mengajak Ulfa turun.


Ulfa sedikit kaget dan melihat ke arah jendela mobil, "Hm benar sudah sampai," batin Ulfa. Ulfa turun dari mobil Arka diikuti dengan Arka.


Tak lama datang juga sebuah mobil berwarna hitam. Ketika orang itu membuka mobil betapa terkejutnya Ulfa melihat ternyata Beni yang keluar dari mobil itu. Ingin rasanya dia menghampiri mantan kekasihnya itu. Namun ia sadar diri dan hanya melihatnya saja dari jauh.


Beni membuka pintu mobil yang disampingnya keluar lah seorang wanita cantik dengan body goals seperti model. Wanita itu menggandeng tangan Beni dengan begitu mesra.


Ulfa yang melihatnya hanya kesal bercampur kecewa. Tetapi dia bertekad harus terlihat bahagia. Dan jangan menunjukkan kesedihan sedikit pun. Ulfa lalu menggandeng tangan Arka yang ada disampingnya.


Arka kaget Ulfa tiba-tiba menggandengnya. Tetapi ketika Arka melihat Ulfa sedang memperhatikan seseorang pun ikut menatap ke arah Ulfa melihat itu. "*Ternyata Beni dengan kekasihnya yang baru pantas saja Ulfa menggandeng tanganku. Aku biarkan saja mungkin ini akan membuatnya sedikit lebih baik," batin Arka.


______________ _______________


Alhamdulillah sekian lama banyak kerjaan baru bisa update😊🙏🙏*


Maaf ya semuanya atas keterlambatan untuk update🤗😊


Seperti biasa jangan lupa like, komentar, vote, tambahkan favorit dan Rate Rate Rate ⭐️ 5 yaa..


Salam sukses dari Author😊😊


⚛️Cinta Akibat Perjodohan⚛️

__ADS_1


__ADS_2