
"Kejujuran itu sangat penting dalam sebuah hubungan, bukan hanya kejujuran saja. Kepercayaan dan kesetiaan juga menjadi dasar/pondasi suatu hubungan akan berjalan dengan baik dan kokoh. Jika salah satu dari ketiga itu telah dikhianati, sudah pasti pondasi hubungan itu akan kandas,"
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Ulfa merasa lelah karena sudah menangis terlalu lama, jadi ia tertidur dengan air mata yang masih ada di ujung matanya.
☀️☀️☀️
Keesokan Harinya..
Ulfa terbangun dari tidurnya dengan mata yang bengkak karena semalam habis menangis. Ia langsung mandi dan bersiap-siap untuk ke kampus.
Seperti biasa Ulfa tampil cantik walaupun dengan mata yang bengkak. Ulfa turun menuju meja makan untuk sarapan. Disana juga terlihat Rivaldo dan Delinda yang sudah menunggu Ulfa.
"Pagi ma, pa," Ulfa menyapa Papa dan Mamanya.
"Pagi juga sayang," sahut Rivaldo tersenyum.
"Pagi juga anak Mama yang paling cantik," kata Delinda tersenyum memuji Ulfa.
Ulfa hanya tersenyum dan mereka langsung sarapan tanpa ada suara. Setelah selesai, Ulfa pamit pergi ke kampus. "Ma, pa Ulfa pergi dulu ya," pamit Ulfa dan menyalami kedua orang tuanya.
"Iya hati-hati nak, Papa juga berangkat ya ma," kini giliran Rivaldo yang pamit kepada Delinda.
"Iya Papa dan Ulfa, kalian hati-hati ya. Untuk Ulfa nanti kamu dijemput sama Arka ya sayang," ucap Delinda memberitahu Ulfa bahwa akan dijemput oleh Arka.
Ulfa yang mendengar nama Arka pun hanya menghela nafas dan menganggukan kepalanya. Lalu pergi ke kampus nya.
.🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di perusahaan BrawijayaGroup..
Aktivitas kantor seperti biasa tetap berjalan. Mereka semua kini tengah sibuk menjalankan tugas yang sudah di berikan. Sama halnya dengan Arka yang saat ini sedang berada di ruangannya dengan setumpuk berkas yang harus diperiksa satu-satu. "Hufftt..." Arka menghela nafas dan mulai membuka dan membaca beberapa berkas itu.
"Tringg...tringg.." Bunyi telepon ruangan Arka berhasil menghentikan Arka yang sibuk membaca berkas. Di angkatnya telepon itu.
"*Halo pak, ini ada seorang wanita yang ingin memaksa masuk untuk menemui bapak."
"Siapa wanita itu?"
"Saya tidak tahu pak, maaf dia juga sudah menerobos masuk ke lift dan langsung menuju ruangan bapak."
__ADS_1
"Yasudah tidak apa-apa biarkan dia masuk,"
"Baiklah pak, maaf mengganggu waktu bapak*."
Telepon itu terputus, ternyata yang menelfon Arka adalah resepsionis nya. Karena Arka tidak mempunyai sekretaris jadi jika ada yang ingin bertemu dengan nya harus menghubungi nya langsung.
"Cekrekk.." Pintu ruangan Arka terbuka.
Arka langsung melihat ke arah pintu yang terbuka itu. Disana ada seorang wanita cantik dengan lesung pipi diwajahnya. Wanita itu berjalan menghampiri Arka dengan senyuman khasnya. "N..Nadia, ini benar kamu," ucap Arka sedikit gugup tak percaya.
Ya Nadia Saphira namanya. Wanita cantik yang mempunyai khas lesung pipi diwajahnya. Wanita yang telah lama disukai oleh Arka. Juga sekaligus sahabat Arka. Namun Arka belum sempat menyatakan perasaannya, Nadia sudah pergi meninggalkan nya tanpa sebuah pesan. Semenjak kepergian Nadia, Arka menjadi orang yang dingin terhadap wanita. Baginya hanya Nadia lah cinta pertamanya. Tetapi dia kini telah kembali lagi. Sayangnya takdir berkata lain ternyata dia dijodohkan dengan Ulfa sekarang.
Nadia langsung memeluk Arka "Aka aku kangen sama kamu, maaf aku pergi tanpa memberitahu mu," ucapnya sambil memeluk Arka. Aka adalah panggilan Nadia untuk Arka.
Arka tersenyum dan membalas pelukannya "aku juga kangen sama kamu Nad, aku sudah mencari kamu kemana-mana tetapi tidak ketemu," ucap Arka memberitahu jika dia sudah mencari Nadia kemana-mana.
"I'm sorry Aka," kata Nadia melepaskan pelukannya. "Aku berada di Jerman, aku melanjutkan kuliah di sana, maaf aku tidak sempat memberitahu kamu dan juga ponselku hilang sehingga aku tidak tahu nomormu dan bagaimana cara menghubungi mu," Lanjut Nadia yang menceritakan kejadian sebenarnya.
"Iya tidak apa-apa Nad, yang penting kamu sudah kembali kesini," Arka tersenyum.
"Iya Arka maukah kita nanti sore jalan-jalan seperti dulu," ajak Nadia kepada Arka.
"Hm bagaimana ini aku sudah berjanji dengan Tante Delinda bahwa aku akan menjemput Ulfa nanti," batin Arka bingung.
"Iya sudah tidak apa-apa. Aku ingin bicara sesuatu," ucap Nadia memegang tangan Arka.
Arka terdiam menatapnya bingung "Bicara apa?" tanya Arka.
"Aku mencintaimu," ucap Nadia spontan. "Aku ingin hubungan kita lebih dari sahabat Aka, aku ingin kita bertunangan," ucap Nadia yang mengutarakan perasaannya.
"Deg.." Suara degupan hati Arka mendengar Nadia ingin bertunangan dengannya. Sebenarnya Arka sangat bahagia tetapi dia saat ini sudah bertunangan dengan Ulfa, tidak mungkin baginya untuk bertunangan lagi dengan Nadia karena berita bahwa ia tunangan dengan Ulfa itu sudah tersebar. "Bagaimana ini, aku sebenarnya bahagia mendengar ungkapan cinta Nadia, tetapi aku sudah bertunangan dengan Ulfa." batin Arka gundah.
"Aa..akuu juga sayang padamu Nad, tetapi.." ucap Arka yang ingin menjawab ucapan Nadia tetapi terpotong karena ponselnya berbunyi.
"Tutt...Tut..Tut. " Getar ponsel Arka.
"Aku angkat telepon dulu ya," ucap Arka menjauh dari Nadia.
"*Iya haloo"
"Ini aku Ulfa, aku ingin memberitahu mu nanti jemput aku di tempat kemarin jemput jam 2. Aku tidak mau menunggu lama."
__ADS_1
"Iya baiklah."
"Yasudah bye*."
Telepon mereka terputus. Arka langsung kembali menghampiri Nadia.
"Jadi bagaimana?" tanya Nadia yang mengharapkan cintanya akan diterima.
"Aku juga sayang padamu, tetapi aku belum siap ingin bertunangan," ucap Arka yang berubah pikiran tadinya ia ingin mengatakan jika dia sudah tunangan tetapi jika dipikir-pikir kembali, dia juga mencintai Nadia.
"Baiklah tidak apa-apa tetapi mulai saat ini kita menjadi sepasang kekasih ya," Nadia tersenyum senang.
"Iya Nad," Arka juga ikut tersenyum bahagia.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di kampus..
Ulfa telah selesai dengan skripsinya hanya saja belum ada tanda-tangan dari dosennya. Jadi Ulfa berniat untuk menghampiri dosen itu ke ruangannya.
Ulfa segera pergi ke ruang dosen. Saat ia ingin masuk, Ulfa berpapasan dengan Beni. "Ben," panggil Ulfa pelan. "Maafkan aku," ucapnya sembari melihat Beni yang berlalu dari hadapannya.
Ulfa mengejar Beni "Ben tunggu dengarkan penjelasan aku dulu, pliss," ucap Ulfa memohon agar Beni mau mendengarkan penjelasan nya.
Beni berhenti dan berbalik menatap Ulfa dengan tatapan sendu, jelas dari matanya tersirat sebuah kesedihan yang masih membekas di dalam hatinya. "Ada apa? Apa lagi yang ingin kamu jelaskan, apa belum cukup semua yang kamu lakukan kepadaku Ulfa," ucapnya memandang mata Ulfa yang sudah berkaca-kaca.
"Ben ini semua bukan keinginanku, percayalah Ben. Aku mencintaimu tidak ada orang lain di hatiku. Memang aku salah tidak jujur padamu tetapi aku mohon percayalah padaku Ben. Aku hanya dijodohkan dengan Arka tidak lebih. Perjodohan itu pun hanya sebagai balas Budi Papa ku Ben," Ulfa menjelaskan dengan raut wajah yang sedih, mata berkaca-kaca dan masih bengkak, sangat terlihat jelas jika Ulfa habis menangis semalaman.
"Aku tidak mau mendengarkan apapun dari mulut mu itu, Oh iya selamat tinggal ini adalah hari terakhir kita bertemu. Semoga kamu bahagia bersama sahabat ku. Aku pasti akan datang di acara pernikahan kalian." Ucapnya yang mencoba terlihat tegar walaupun hatinya tak mampu mengikhlaskan. "Dan satu lagi hubungan kita sampai disini saja, terimakasih waktunya selama ini. Walaupun perpisahan kita tidak dengan cara yang baik. Tetapi aku tidak akan membencimu karena bahkan setelah kamu menyakiti dan mengkhianati ku aku masih mencintaimu sampai saat ini," Lanjut Beni yang memutuskan hubungannya dengan Ulfa.
"Sampai disini... Kk..kamu mau putus dengan aku Ben," Ulfa kaget dan tidak percaya jika Beni akan memutuskan hubungan dengannya.
Beni hanya mengangguk pelan dan tersenyum getir lalu meninggalkan Ulfa yang masih mematung tak percaya. Kini Ulfa pasrah menatap kepergian Beni. Ulfa terduduk lemas di lantai. Tak percaya jika akhirnya akan jadi seperti ini. Air mata membasahi kedua pipi Ulfa. Kali ini hatinya sangat sakit. "Hikss..hikss..hikss.."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Masih Moment Sad Ulfa😔😔..
Haloo Readers..
Seperti biasa jangan lupa like, koment, vote, tambahkan favorit dan rate⭐️5 ya..
__ADS_1
Terimakasih.. Salam sukses dari Author😊😊❤️
🍀Cinta Akibat Perjodohan🍀