
"Jangan bodoh karena Cinta, jangan juga melakukan apapun hanya demi kata "Cinta", Cinta memang indah bagi sebagian orang yang memang ditakdirkan bersama. Tetapi Cinta juga menyakitkan bagi sebagian orang yang terluka karena Cinta."
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Ulfa dan Arka hanya saling berdiam diri satu sama lain di dalam mobil. Tidak ada dari mereka yang bertanya ataupun bersuara. Ulfa hanya sibuk dengan handphonenya sedangkan Arka dia fokus menyetir mobil.
Sesampainya mereka di toko perhiasan. Ulfa langsung turun dan meninggalkan Arka yang masih ada di dalam mobil. Arka hanya lucu melihat tingkah Ulfa yang seperti anak kecil. Tetapi dia hanya diam saja tidak menunjukkan ekspresi apapun. Lalu Arka menyusul Ulfa ke dalam toko perhiasan.
Di dalam toko perhiasan terlihat Ulfa yang sedang sibuk memilih model cincin dan cincin ukuran mana yang cocok di jari manisnya. Sedangkan Arka dia hanya memperhatikan Ulfa sedang memilih cincin. Dan tidak akan mengganggu Ulfa.
Beberapa menit Ulfa memilih cincin, Ulfa sudah menemukan cincin yang cocok untuknya. Cincin itu merupakan cincin berlian putih couple seharga 10 juta sepasang.
"Aku ambil yang ini ya," ucap Ulfa kepada mbak penjaga tokonya.
"Baiklah mbak," ucap Mbak penjaga toko perhiasan itu.
Ulfa mengeluarkan kartu kredit nya dan berniat ingin membayar cincin itu. Tetapi Arka langsung menyodorkan kartu MasterCard Gold miliknya. Visa, Mastercard Gold memilikiΒ limit kredit hingga Rp100 juta bahkan unlimited.
Ulfa kaget melihat kartu yang disodorkan oleh Arka. Setau Ulfa hanya orang ternama dan benar-benar kaya raya lah yang bisa memiliki kartu kredit itu.
Ulfa langsung mengambil kartu kredit yang diberikan oleh Arka. Dan membayar cincin yang dipilihnya. Setelah selesai, Ulfa dan Arka kembali ke mobil dan menuju rumah Ulfa.
****
Sementara di rumah Ulfa, Delinda terlihat sibuk membawa beberapa baju yang akan dipakai oleh Ulfa. Yang lain juga tengah sibuk mendekor rumah Ulfa. Rivaldo juga turun tangan untuk memeriksa kesiapan acara pertunangan Ulfa.
"Ting Tong..."
Suara bel rumah Ulfa berbunyi, Bi Ima langsung membuka pintu nya ternyata yang datang adalah Ulfa dan Arka yang sudah pulang dari membeli cincin.
Ulfa dan Arka langsung masuk ke dalam rumah. Ulfa langsung menaiki tangga menuju kamarnya dengan membawa cincin yang sudah dibeli mereka tadi. Sedangkan Arka dia bingung ingin melakukan apa jadi Arka hanya melihat lihat banyak orang yang tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing.
Delinda yang baru saja menaruh baju yang dipilih nya untuk dipakai Ulfa nanti malam, melihat Arka yang sendiri dan langsung menghampiri nya. "Nak Arka sudah pulang?" tanya Delinda.
"Iya Tante baru saja pulang," jawab Arka.
__ADS_1
"Oh iya dimana Ulfa?" Delinda menanyakan Ulfa.
"Ulfa langsung naik ke kamarnya tan, sepertinya dia lelah," jawab Arka tersenyum.
"Oh iya nak Arka, kalian sudah kan membeli cincin?" tanya Delinda lagi.
"Sudah kok tante, cincinnya ada di Ulfa. Yasudah tan, Arka pulang ya soalnya sudah sore. Nanti juga akan kesini lagi bareng Mama sama Papa," jawab Arka dan sekalian pamit ingin pulang.
"Iya nak Arka hati-hati ya," ucap Delinda tersenyum.
Arka langsung meninggalkan Delinda dan pergi ke mobilnya untuk pulang ke rumah, karena hari sudah sore.
ππππππππππππ
Malam hari pun tiba...
Terlihat para tamu yang sudah berdatangan ke acara pertunangan Ulfa dan Arka. Relasi bisnis perusahaan ternama pun turut datang di acara pertunangan Ulfa dan Arka.
Terlihat juga Reno, Rivaldo yang sedang bercengkrama dengan para relasi bisnis mereka. Begitu pula dengan Arka yang duduk berbincang bersama seorang pria yang bernama Rio.
"Sayang, Keluarga Arka kan merupakan orang terpandang. Dan juga papamu adalah seorang CEO sudah pasti mereka akan banyak mengundang relasi bisnis mereka. Bisa saja Reno juga mengundang media untuk meliput acara pertunangan kalian," ucap Delinda menjelaskan kepada Ulfa.
"Apa media, berarti wartawan dong ma?" tanya Ulfa yang sedikit kaget mendengar kata media.
"Iya sayang," jawab Delinda tersenyum.
"Aduhh bagaimana jika Beni melihat televisi ataupun media sosial yang meliput berita pertunangan aku dengan Arka." Ucap Ulfa dalam hatinya.
"Yasudah sayang ayo kita turun karena acara akan dimulai sebentar lagi," ucap Delinda kepada Putrinya.
"Ma, Makeup Ulfa tidak terlihat berlebihan kan ma, karena aku tidak terlalu suka hal yang berlebihan ma," ucap Ulfa yang masih terus memandangi wajahnya di cermin.
"Enggak sayang, putri Mama sangat cantik malam ini," ucap Delinda memuji putrinya.
"Mama bisa aja," ucap Ulfa tersipu malu dipuji mamanya. "Yaudah ayo turun ma," ajak Ulfa.
"Iya sayang," Delinda segera keluar bersama dengan Ulfa.
__ADS_1
Ketika mereka menuruni tangga terlihat banyak pasang mata yang memperhatikan Ulfa. Ulfa sangat cantik dan elegan malam ini. Dipadu dengan dress navy yang dipakai membuat Ulfa terlihat semakin cantik.
Arka juga terlihat memperhatikan Ulfa. "Ternyata dia cantik juga," batin Arka memuji Ulfa.
"Baiklah karena semuanya sudah datang dan berkumpul, kita akan segera memulai acara malam ini." kata MC yang membuka acara.
"Hadirin yang terhormat, kita akan segera memulai acara inti yaitu acara pertunangan putri dari Rivaldo, Ulfa Rantika Sari dengan putra pertama dari Reno Brawijaya, Arkadewa Brawijaya. Dipersilahkan kepada Arka dan Ulfa untuk saling bertukar cincin," Ucap MC.
Arka dan Ulfa segera bertukar cincin. Yang pertama kali memasangkan cincin adalah Arka. Setelah selesai menyematkan cincin di jari Ulfa, semua tamu bertepuk tangan. Arka terus memandangi Ulfa walaupun Ulfa tidak terlihat bahagia dari raut wajahnya.
Sekarang giliran Ulfa yang memasangkan cincin di jari Arka. Ulfa hanya sesekali melirik Arka yang terus memasang senyuman palsu nya.
"Wahh selamat kepada Arka dan Ulfa, kalian terlihat serasi, acara selanjutnya adalah sesi foto keluarga," ucap MC itu.
Reno, Syena, Rivaldo dan Delinda segera berfoto dengan Arka dan Ulfa. Ulfa pun berusaha memaksakan senyumannya.
Para media pun sudah meliput tunangan Arka dan Ulfa. Di media sosial pun juga menjadi trending topik dengan hastag#PernikahanCEOperusahaanBrawijayaGroup.
Setelah selesai berfoto, Arka kembali menyambut para rekan bisnisnya. Sebelum dia menyambut dia meminta Ulfa untuk ikut menyambut tamu kehormatan nya. "Ulfa kamu ikut aku ya, menyambut orang itu, dia tamu kehormatan di," kata Arka kepada Ulfa sambil menunjuk ke arah orang yang merupakan tamu kehormatan Arka.
Ulfa sebenarnya sangat malas sekali harus menyambutnya tetapi jika dia tidak menyambutnya, maka akan banyak timbul pertanyaan-pertanyaan mengapa Ulfa tidak terlihat bahagia di hari pertunangannya. "Baiklah," ucap Ulfa singkat dan segera mengikuti Arka.
Ulfa melihat orang yang dikatakan tamu kehormatan oleh Arka. Sepertinya Ulfa tidak asing dengan Pria itu. Samar-samar Ulfa melihat pria itu dari jauh. Ulfa terus menggandeng tangan Arka agar orang percaya bahwa mereka berdua sama-sama bahagia dengan pertunangan ini.
Setelah dekat dengan pria yang ingin disambut oleh Arka. Arka menepuk pundak pria itu. Pria itu menoleh, Ulfa sangat-sangat kaget melihat wajah pria itu. Seketika Ulfa tak percaya jika orang yang dilihatnya itu bisa ada disini.
Siapakah kira-kira pria yang dilihat oleh Ulfa ????
ππππππππππ
Haloo Readers...
Jika suka Jangan lupa like, koment, vote, tambahkan favorit dan rate βοΈ5 ya. Terima kasih...
Salam Sukses dari Author yaβ€οΈππ
πCinta Akibat Perjodohanπ
__ADS_1