
"Jodoh adalah sebuah takdir, kita takkan pernah bisa memprediksi dengan siapa kita di masa depan nanti. Namun kita harus bisa menerima siapapun yang akan menjadi jodoh kita"
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Rivaldo dan Reno pun berbincang-bincang. Sembari sesekali saling menggoda dan tertawa bersama.
****
Ulfa yang sudah menyelesaikan presentasi nya mengecek handphonenya ternyata ada chat dari Beni yang mengajak ketemu di kantin.
Setelah membaca chat itu Ulfa bergegas menuju kantin untuk menemui Beni.
Sesampainya di kantin kampus. Ulfa mencari keberadaan Beni. Dan terlihat Beni sedang duduk di kursi dengan menikmati segelas minuman. Ulfa menghampiri Beni.
"Ben," panggil Ulfa kepada Beni. "Kamu kemana tadi udah aku cariin kemana-mana tapi gak ada," ucap Ulfa kesal.
"Tadi aku abis dari ruang Rektor sayang biasa ada masalah," ucap Beni yang memperhatikan Ulfa sedang kesal.
Ulfa pun duduk di kursi kosong samping Beni. "Hm kamu ada masalah terus sih,emang kamu buat masalah apa ben?" tanya Ulfa.
"Biasa sayang, ada yang sok jagoan nantangin aku ya sudah aku terima tantangan nya. Jadinya kami berantem dan kebetulan ada dosen yang lewat. Jadi kena masalah lagi aku," jawab Beni menceritakan kejadian tadi yang membuatnya terkena masalah.
"Terus kamu pasti di skors kan," ucap Ulfa yang sudah hafal dengan hukuman yang diberikan kepada Beni.
"Hehe ya gitu sayang, kamu sudah makan kalo belum aku pesenin gimana?" tanya Beni untuk membujuk Ulfa agar tak kesal lagi dengannya.
Ulfa masih sedikit kesal terlihat dari raut muka yang sedikit cemberut. "Aku gak mau makan kamu aja," ucapnya.
"Udah dong sayang ngambeknya cantiknya hilang nanti." Beni mencoba merayu Ulfa. "Aku minta maaf nih kalo aku tadi gak ngangkat telfon kamu dan gak kabarin kamu kalo aku lagi di ruang Rektor," timpal Beni.
"Iyaudah Ben." Ulfa tidak mau memperpanjang masalah seperti itu. "Anterin aku pulang ya," ucap Ulfa kepada Beni.
"Ya ayok kita pulang." Ucap Beni dan menggandeng tangan Ulfa.
__ADS_1
_________________
Beni Nugraha, pria tampan yang berusia 21 tahun. Namun sayang penampilan nya membuat orang-orang mengira dia anak nakal. Rambutnya yang gondrong itu membuat Beni seringkali dicap sebagai anak nakal. Beni juga biasa membuat masalah di kampus yang membuatnya masih di semester dua harusnya Beni sudah wisuda tetapi karena banyaknya masa membuat Beni sering di skors oleh Dekan maupun Rektor.
******
Malam hari pun tiba...
Di Rumah Rivaldo terlihat mereka sedang makan malam bersama. Menikmati hidangan yang sudah di masak oleh Delinda dengan diam tanpa bersuara sedikit pun. Kecuali suara dentingan sendok dan garpu. Dalam keluarga mereka memang sudah menjadi aturan jika makan tidak boleh bersuara.
Setelah selesai Mereka akan berkumpul di ruang keluarga. Kali ini Rivaldo sendiri pun ikut kumpul karena ada yang ingin dibicarakan kepada anak dan istrinya.
"Mama dan Ulfa papa mau bicara," ucap Rivaldo kepada anak dan istrinya.
Ulfa dan Delinda hanya saling pandangan. "Bicara aja pa," ucap Delinda penasaran.
Ulfa pun juga sama halnya dengan Delinda. Dia bingung gak biasa nya papanya mengajak bicara di ruang keluarga .
"Begini, sekitar 10 tahun yang lalu, papa pernah mengalami sebuah kejadian yang menyebabkan Papa ingin dibunuh oleh para penjahat tetapi saat itu Papa di tolong oleh seseorang. Orang yang menolong papa itu adalah sahabat papa kini. Reno namanya, pemilik perusahaan BrawijayaGroup. Papa tidak tahu saat itu bagaimana caranya untuk berterima kasih dan membalas kebaikan Reno. Akhirnya papa menjodohkan Ulfa dengan Anak Reno namanya Arka. Ma, Ulfa besok mereka akan papa undang untuk makan malam. Jadi tolong persiapkan semuanya sebaik mungkin. Untukmu nak papa mohon tolong terima perjodohan ini. Jika bukan karena Reno mungkin papa sudah mati saat itu," ucap Rivaldo meyakinkan istri dan anaknya.
Delinda tersenyum mendengar ucapan suaminya. "Mama sangat setuju pa , Mama juga mengenal istri Reno, dia orang yang sangat baik dan murah hati. Dia pasti akan menyayangi Putri kita seperti putrinya sendiri."
"Ulfa Mama yakin hidupmu pasti akan bahagia jika menikah dengan Arka anak dari Reno. Nak kita tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita sama seperti Mama dan papa. Kami dulu juga dijodohkan tanpa saling mencintai tetapi lama kelamaan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya." Delinda mencoba memberi penjelasan kepada Ulfa.
"Hm Ulfa.. Ulfa bingung ma, Ulfa saja sudah mempunyai kekasih. sedangkan Papa ingin Ulfa menikah dengan orang yang sama sekali tidak pernah Ulfa kenal," ucap Ulfa menundukkan kepalanya.
"Ulfa sayang, papa tahu berat untukmu menerima perjodohan ini tetapi nak papa sudah berjanji kepada Reno bukankah kamu tahu jika seseorang sudah berjanji maka harus di tepati. Pikirkan dulu ini baik-baik sayang. Ingat satu hal jika kamu menyayangi Papa pasti kamu akan menerima perjodohan Indi. karena Renolah yang sudah menyelamatkan nyawa papa." ucap Rivaldo lalu meninggalkan Ruang keluarga.
"Mama aku sama sekali tidak mengenal nya ma. hiks..hikss... aku mencintai Beni ma," ucap Ulfa menangis.
"Sayang kamu harus bisa Nerima ini. Kasian papa mu nak." ucap Delinda menghapus air mata putrinya.
"Tapi ma, Ulfa gak bisa ma," ucapnya
__ADS_1
"Kamu pasti bisa sayang percaya sama Mama." Delinda mencoba meyakinkan kembali anaknya agar menerima perjodohan ini.
"Yaudah sekarang kamu tidur ya besok kan weekend kamu bantu Mama nyiapin makan malam nya ya," ucap Delinda menyuruh Ulfa tidur dan membantu mempersiapkan acara makan malam besok.
Ulfa hanya mengangguk dan beranjak menaiki tangga untuk ke kamarnya.
*******
Di Rumah Reno..
Reno memanggil Arka untuk berbicara di ruang kerjanya. Arka heran ada masalah apa sehingga Papa nya memanggil nya. Arka pun langsung ke ruang kerja Reno.
"Ada apa pa?" tanya Arka bingung.
"Nak Kamu inginkan menggantikan papa menjadi CEO?" ucap Reno bergantian bertanya kepada Arka.
"Ya pasti maulah pa, itu impian Arka dari dulu," ucapnya senang.
Reno tahu jika Arka memang menginginkan memimpin perusahaan. "Tapi papa punya satu syarat untukmu," ujar Reno.
"Apa itu pa, apapun syaratnya Arka pasti terima asalkan papa mengangkat Arka jadi CEO menggantikan papa," ucap Arka semangat.
Reno tersenyum "Kau harus mau papa jodohkan dengan anak sahabat papa," ucap Reno.
Bagai disambar petir Arka sangat kaget mendengarnya "A..aapa di jodoh kan pa." Raka setengah tidak percaya.
______________
Bagaimana apakah Arka akan menerima perjodohannya???
Haloo Readers..
Jika suka Like Koment vote dan rate ya
__ADS_1
Terima kasih..
***•°Cinta Akibat Perjodohan°•***