
Dara pun tak habis pikir bahwa Rico akan melakukan hal yang akan membuat Jihan sakit dengan terus membiarkan Jihan menangis. Dara pun menjadi bersedih takkala mengingat apa yang di ucapkan oleh Rico kepadanya..
"Aku tahu aku hanyalah seorang Ibu sambung untuk Jihan tapi perlu Mas tahu aku sangat menyayangi Jihan seperti putri kandungku sendiri. Aku tak pernah menyangka jika laki laki yang aku sayangi bahkan hingga hari ini tega mengatakan hal yang seperti itu seolah aku hanya seorang wanita yang tak di anggap olehnya. Mas Rico seandianya kamu tahu jika aku mencintaimu semenjak kuliah dulu,seandianya aku tahu alasan aku mau mengabulkan permintaan terakhir Shinta itu karena aku mencintaimu apakah kamu masih akan melakukan hal yang sama."Dara pun menitikan airmatanya dan mulai tersedu.
Hatinya merasakan kekecewaan yang sangat mendalam di hatinya dia tak menyangka jika dalam hati Rico hanya ada kebencian untuknya.
Pada pagi harinya seperti biasa Dara bangun pagi pagi sekali untuk menyiapkan sarapan dan juga menyiapkan barang barang yang akan dia bawa ke rumah sakit. Sementara Jihan masih terlelap di dalam boksnya.
Dara tersenyum menatap putri kecilnya itu.
"Bobo yang nyenyak ya sayang Bunda akan segera kembali, Bunda harus menyiapkan sarapan untuk Ayah dulu."Dara pun mencium Jihan dengan lembut.
Hari ini Dara ingin membuatkan sarapan yang mudah dia buat karena pagi ini dia ada metting dengan para Dokter di rumah sakit.
Dara hanya membuatkan roti bakar dan secangkir kopi untuk Rico sementara dirinya tak sempat sarapan karena terburu buru....
Setelah selesai menyiapkan semuanya Dara pun berpamitan pada Bibik untuk segera berangkat.
Setelah bangun Rico langsung pergi menuju dapur dan terlihat sangat sepi padahal jam menunjukan baru pukul enam pagi..
Rico pun bertanya pada Bibik dimana sang istri dan anaknya.
"Bik,,Ibu ada di mana? kok sepi apakah Jihan belum bangun?"tanya Rico pada Bibik.
Bibik pun tersenyum dan kemudian menundukkan kepalanya..
"Maaf Pak,Ibu sudah berangkat pagi pagi sekali katanya ada rapat di rumah sakit."jawab Bibik sembari tertunduk.
Rico pun tercengang mendengar ucapan Bibik yang mengatakan bahwa sang istri telah pergi bekerja.
"Pagi pagi sekali? Apa Jihan ikut atau Jihan masih tidur?"tanya Rico bingung..
"Non Jihan di bawa Pak kayanya takut rewel di rumah."jawab Bibik lirih.
__ADS_1
Rico pun tak habis pikir kenapa Dara selalu membawa Jihan bekerja padahal mereka sendiri mampu mempekerjakan beberapa baby sitter sekaligus.
Rico pun tak mau ambil pusing tentang Dara yang membawa putrinya bekerja walaupun seharusnya gak seperti itu.
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Tepat pukul tujuh pagi Dara sudah sampai di rumah sakit. Seperti biasa Dara selalu menitipkan Jihan pada Suster Amel yang menjaganya sementara.
Ketika sedang rapat direksi Dara bertemu kembali dengan Dokter Alif laki laki yang begitu baik pada Dara selama Dara dan Alif sama sama menempuh pendidikan di London..
"Dokter Alif..."ucap Dara lirih.
Dokter Alif pun tak menyangka bahwa dia akan bertemu kembali dengan Dara wanita yang sempat dan selalu ada di hatinya...
"Dara.. aku tak menyangka bahwa kita akan bertemu lagi disini dan aku juga tak menyangka bahwa kita akan bekerja di satu rumah sakit."Dokter Alif pun telihat sangat senang.
Keduanya pun telihat sangat akrab membuat semua rekan direksi merasa heran dengan kedekatan keduanya.
Setelah rapat selesai kini Dara dan Alif kembali ke ruangan masing masing setelah sebelumnya keduanya janjian untuk makan siang bersama.
"Aku tak pernah menyangka bahwa aku akan bertemu kembali dengan Mas Alif disini.."ucap Dara dalam hatinya.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat tepat waktunya untuk makan siang, Dara pun memenuhi janjinya pada Alif untuk makan siang bersama.
Dara pun datang ke restoran tempat keduanya janjian untuk bertemu,Dara pun membawa Jihan bersamanya.
Alif sangat terkejut melihat Dara yang menggendong seorang bayi dan hal itu membuat Alif sedikit syok.
"Dara kamu??"ucapan Alif terhenti..
"Mas maaf ya aku kesini sama putriku,namanya Jihan."ucap Dara lirih.
Alif pun seperti tersetrum hatinya langsung rapuh mendengar bahwa Dara telah memiliki seorang putri.
__ADS_1
"Ra apa kamu sudah menikah? Padahal belum satu tahun kita berpisah."tanya Alif dengan penuh keputusasaan.
Dara pun mengangguk dan mengatakan bahwa dirinya telah menikah.
"Iya Mas aku telah menikah sekarang dan dia putriku,ceritanya panjang Mas aku belum bisa menceritakannya sekarang,dia adalah putri angkatku dia anak dari sahabatku sebelum dia meninggal dia menginginkan aku untuk menikahi suaminya dan akupun menerima permintaannya."jelas Dara pada Alif laki laki yang telah dianggapnya seperti seorang kakak.
Di tempat yang sama tiba tiba saja Rico pun ke restoran yang sama dan melihat Dara sedang bersama Alif di sana. Hal itu tentu saja membuat Rico marah dan juga emosi.
"Bisa bisanya kamu selingkuh dengan membawa putriku dasar wanita tak tahu diri."gerutu Rico dalam hatinya.
Sikap Rico menunjukan bahwa dia sangat dan benar benar membenci seorang Dara dia selalu berasumsi bahwa Dara itu bukanlah wanita yang baik untuk putrinya.
"Kamu hanya akan membawa sikap buruk pada putriku jika kamu berselingkuh saja kamu membawanya kamu pura pura baik di depanku ternyata di belakangku kamu bejad juga."pekik Rico dalam hatinya.
Rico pun langsung menghampiri Dara dan kemudian menarik tangannya dengan kasar.
"Pulang kamu untuk apa kamu disini sama laki laki lain sementara kamu tahu jika kamu sudah menikah. Apa lagi kamu bawa putriku bersamamu."Rico pun tak membiarkan Dara untuk berbicara.
Alif hendak membantu Dara,namun belum sempat Alif bertindak Dara sudah menghentikannya.
"Mas Alif ini Mas Rico suamiku,maaf ya sepertinya aku harus pergi."ucap Dara sembari mengikuti Rico..
Semua mata pun tertuju pada Rico dan Dara,Dara sendiri merasa sangat malu apalagi itu di depan umum.
"Mas lepasin sakit."teriak Dara sembari mencoba melepaskan genggaman tangan Rico sementara satu tangannya menggendong Jihan.
Rico pun tak memperdulikannya dia langsung menarik lengan Dara dan menyuruh Dara masuk kedalam mobilnya.
"Masuk kamu.."teriak Rico sembari mendorong tubuh istrinya masuk kedalam mobil..
Dara merasa sikap Rico sangat berlebihan tanpa dia tahu dan bertanya dia telah membuatnya malu di hadapan semua orang.
Rico pun tak menjawab perkataan Dara...
__ADS_1
Rico pun langsung masuk kedalam mobilnya dan kemudian memacukan kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi.
"Mas apa kamu sakit kamu bisa membunuh kita semua yang disini lihatlah Jihan sampai nangis."teriak Dara namun ucapan Dara tak di gubris oleh Rico.