
Ketika Dara turun dari mobilnya,Dara sudah di tunggu oleh Alif di parkiran,tak lama setelah Dara keluar dari mobil Alif pun langsung mendekatinya.
"Ra kamu baik baik saja bukan?"tanya Alif sedikit khawatir.
Dara pun tersenyum sembari menganggukkan kepalanya...
"Aku baik baik aja Mas jangan khawatir."jawab Dara lirih.
Alif pun menatap Dara dengan tatapan yang tak biasa hal itu tentu saja membuat Dara merasa kurang nyaman.
"Apa kamu tahu aku begitu mengkhawatirkan kamu kemarin Ra,ya sudah sebaiknya kita segera masuk dan kita ada pasien pagi ini. Oh iya satu hal lagi kalau kamu butuh apapun kamu katakan saja sama aku,aku akan siap membantu kamu sebisa aku dan aku juga akan melindungimu dari siapin yang ingin menyakiti kamu walupun itu suami kamu sendiri."Alif pun pergi terlebih dulu sedangkan Dada masih mencerna apa yang di ucapkan oleh Alif.
Dara pun langsung membuang pikirannya dan kemudian masuk ke dalam ruangannya,hari ini terasa begitu sepi karena Dara di larang untuk membawa Jihan bekerja..
"Semoga kamu gak rewel ya sayang Bunda janji setelah selesai kerja Bunda akan langsung pulang."Dara pun tersenyum sembari menatap foto Jihan yang ada di dalam ponselnya.
Sementara itu Rico yang baru bangun dari tidurnya pun langsung pergi menuju ruang makan dan melihat ada secangkir kopi yang telah Dara siapkan sebelum berangkat kerja.
Rico pun tersenyum sembari menatap sarapan yang telah di siapkan untuknya.
Rico pun merasa bersalah karena peristiwa kemarin membuatnya tak bisa memikirkan hal yang waras Rico yang di bakar api cemburu pun menjadi hampir kehilangan kendali.
"Ra kamu tahu susahnya aku membencimu aku ingin sekali mengubur dan membuang perasanku padamu namun kenapa begitu sulit."Rico pun kini berada di dalam dilema hatinya.
Setalah itu Rico melihat Bibik yang sedang bersih bersih Rico pun bertanya kepada Bibik di mana Dara berada...
Bibik hanya menjawab bahwa Dara bekerja di hari Minggu karena yang namanya Dokter hampir tak punya hari libur..
__ADS_1
Setelah selesai sarapan Rico pun kembali kedalam kamarnya untuk bersantai karena hari ini merupakan hari libur sehingga membuat Rico ingin menghabiskan waktu bersama putri kecilnya Jihan.
Setalah selesai membersihkan diri kini Rico pun kembali keluar menuju kamar Jihan dan mulai bermain dengannya Jihan telihat begitu menggemaskan dan Rico sangat menyayangi Jihan dan Rico pun tersenyum melihat Jihan yang sudah mulai bisa tengkurap.
"Anak Ayah sudah pandai sekali wah Ayah semakin sayang sama Jihan. cepat tumbuh dewasa ya sayang."Rico pun tersenyum setelahnya...
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Pada sore harinya Dara pun baru saja pulang dari rumah sakit,Dara langsung masuk kedalam kamarnya dan kemudian membersihkan diri terlebih dahulu..
Setalah selesai mandi Dara pun langsung pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan malam dan setelah itu Dara kembali fokus mengurus Jihan putrinya.
Dara pun mencari Jihan namun tak di temukan..
"Bik Jihan di mana?"tanya Dara pada Bibik.
"Non Jihan sama Bapak Bu,dia ada di kamar utama."jawab Bibik dengan sopan.
"Dara memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar itu dan tak lama kemudian Rico pun membukakan pintu..
Rico pun menatap Dara dengan tatapan sinis tak pernah tahu apa yang ada di dalam hati Rico sehingga menjadi laki laki yang kurang peka dan juga laki laki yang tak tahu diri lebih mementingkan apa yang dia dengar.
"Ada apa?"tanya Rico acuh tak acuh..
Dara pun terdiam sesaat..
"Aku ingin mengambil Jihan."jawab Dara singkat..
__ADS_1
Rico pun tersenyum dalam hatinya..
"Jihan tidur kalau mau pindahin silahkan aku juga mau istirahat."ucap Rico sembari membukakan pintu untuk memudahkan Dara membawa Jihan.
Dara pun langsung masuk kedalam kamar itu dan kemudian menggendong Jihan dengan penuh kasih sayang..
"Bagaimana hari ini gak ada yang ganggu bukan jadi bisa berduaan dengan kekasihmu.."ucapan Rico membuat Dara menatapnya dengan tatapan yang tak bersahabat.
Dara pun menatap Rico dan tersenyum sinis..
"Tentu saja Mas,kami bisa menikmati waktu bersama dan bersenang senang bukankah itu sangat indah bukan?"ucapaan Dara membuat darah Rico mendidih.
"Dasar ******, keluar kamu dari dalam kamarku."Rico pun mengusir Dara untuk keluar.
Dara sendiri sangat kesal selalu di tuduh tanpa bukti yang jelas...
Dara pun tersenyum dan keluar dari dalam kamar Rico hatinya sedikit sedih namun menurutnya dia harus terbiasa berbuat seperti itu.
"Jika kamu beranggapan bahwa aku wanita buruk Mas baiklah aku akan mengabulkannya biarkanlah aku buruk di matamu tapi aku gak mau telihat buruk di mata putriku."Dara pun menghapus airmatanya dan kemudian masuk kembali kedalam kamarnya.
Sementara Rico meradang mendengar apa yang di ucapkan oleh Dara, hatinya masih tak bisa terima dengan semuanya iya Rico masih saja cemburu.
"Kamu memang murahan Dara, kenapa sulit sekali aku membencimu."Rico pun mengacak rambutnya dengan kasar.
Rico pun selalu merasa bahwa pernikahanya hanya membawa rasa sakit hati untuk keduanya,sama sama saling mencintai,sama sama saling memiliki rasa namun mereka harus belajar melepaskan..
Dara sendiri masih tak habis pikir kenapa sang suami selalu saja menuduhnya rendahan padahal dia selalu menjaga hati dan perasaannya hanya untuk Rico bahkan Dara rela menutup pintu hatinya untuk laki laki lain dan menjaga kesucian cintanya untuk Rico tenyata pengorbanannya tak pernah terlihat...
__ADS_1
Dara selalu saja merasa rapuh beberapa bulan menjadi istri seorang Rico Airlangga tak membuatnya merasa bahagia,hanya Jihan yang membuatnya kuat bertahan karena janjinya kepada Shinta..
"Kamu jangan khawatir Shin aku kuat aku bisa menghadapai perlakuan Mas Rico dan aku akan menjaga dan melindungi Jihan sekuat dan semampuku kamu yang tenang disana ya sahabatku."Dara pun menitikan airmata ketika menatap foto dirinya dan Shinta semasa kuliah dulu.