CINTA ANDARA

CINTA ANDARA
Jihan juga anakku


__ADS_3

Rico hanya menatap Dara yang sedang berkemas bersama Jihan putrinya,Dara berencana akan membawa Jihan ke rumah sakit untuk bekerja..


Rico pun berusaha untuk tak perduli walaupun itu dengan anaknya sendiri.


Dara hanya menatap Rico sekilas dan kemudian berpamitan sembari menggendong Jihan. Dara pun mencoba berbakti kepada Rico dengan berpamitan dan mencium punggung tangan Rico namun ditepiskannya.


"Gak perlu sok berbakti mau pergi ya pergi saja."ucap Rico ketus..


Dara hanya terdiam dan tak mau berdebat dengan Rico satu bulan menjadi istrinya tak pernah sekalipun Rico berlaku manis terhadapnya hal itu membuat pernikahan yang harusnya bahagia berubah menjadi pernikahan yang begitu menakutkan terlebih lagi sikap Rico yang tak pernah menganggap keberadaan Dara.


Dara pun langsung pergi bersama Jihan sementara Rico menatapnya dari kejauhan. Karena perutnya merasa lapar Rico pun langsung melahap sarapan yang telah Dara siapkan untuk pertama kalinya setelah satu bulan menikah Rico baru mau mencicipi masakan Dara.


"Rasanya sangat enak,gak nyangka dia juga pandai memasak."ucap Rico sembari tersenyum senang tanpa sadar memuji masakan Dara.


Sesampainya di rumah sakit Dara langsung ada pasien dan Dara sendiri bingung harus menitipkan Jihan pada siapa..


"Suster Amel bisa tolong jaga anak saya sebentar saya ada pasien?"ucap Dara dengan sangat lembut.


Suster Amel pun mengangguk..


"Baiklah Dokter biar saya yang menjaga Jihan,wah Jihan sudah mulai besar ya dia juga aktif."ucap Suster Amel dengan riang karena Suster Amel juga penyayang anak anak.


Dara pun tersenyum dan setelah itu dia pun pergi menuju ruang rawat dan setelah itu Dara pun memulai pekerjaannya..


Sementara di lain tempat Rico setelah dia merasa kenyang dia pun tersenyum dan langsung bersiap pergi menuju kantor untuk bekerja. Dalam hatinya Rico merasa senang karena tenyata Dara adalah wanita yang sempurna sayangnya rasa cintanya sudah mulai terkikis oleh semua ucapan Shinta semasa hidupnya dulu yang mengatakan bahwa Dara bukanlah wanita baik baik.


Rico pun merasa sangat bersalah karena dia tak pernah membantu menjaga Jihan sekalipun walupun dia Ayahnya dia tak pernah perduli hanya karena dia bersama dengan Dara.


"Maafkan Ayah ya Jihan kamu juga anakku tak seharusnya aku bersikap tak peduli terhadapmu. Dan harusnya aku yang lebih perduli dengan kamu bukan Ibu sambungmu."pikiran Rico kini pun sedang menari di dalam kepalanya.

__ADS_1


Walaupun ada rasa benci yang begitu besar terhadap Dara namun tetap saja di dalam hati kecilnya Rico masih menyimpan cinta yang teramat besar buat Dara.


"Walau lisanku membencimu namun hatiku tak pernah bisa melakukan itu."pekik Rico dalam hatinya.


Pada sore harinya Dara sudah berada di rumah dia juga sudah membersihkan putri kecilnya sekarang dia juga harus membersihkan diri terlebih dahulu. Dan dengan tepaksa Dara menitipkan Jihan pada asisten rumah tangganya..


"Bi bisa tolong saya jaga Jihan sebentar saya mau mandi dan sholat."ucap Dara dengan sangat lembut.


Sang asisten pun langsung menuruti apa yang Dara ucapkan dan kini Dara pun bisa membersihkan diri dengan tenang.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Tak lama setelah itu Rico pun pulang dan melihat Jihan sedang bersama Bibik kemudian Rico meletakan tasnya dan bertanya kepada Bibik dimana sang istri berada.


"Bik kok Jihan ada sama Bibik? Ibu dimana?"Rico pun bertanya seolah berfikiran lain.


Bibik yang sedang menggendong Jihan pun langsung menjawab ucapan sang majikan.


Rico pun mengambil Jihan dan membawa kedalam kamarnya.


"Udah Bik biar Jihan sama saya saja nanti kalau Ibu tanya bilang saja ada di kamar saya."ucap Rico sembari membawa pergi Jihan.


Setelah selesai mandi Dara pun langsung mencari Jihan namun dia tak menemukannya dan Dara bertanya kepada Bibik di mana putrinya.


"Bik,,Jihan dimana?"tanya Dara dengan lembut.


"Jihan sama Bapak Bu,ada di kamarnya."jawab Bibik dan kemudian Dara pun ingin masuk kedalam kamar Rico untuk mengambil Jihan namun niatnya dia urungkan.


Sementara Rico sengaja mengambil Jihan supaya Dara mencarinya. Rico pun tersenyum saat menatap wajah Jihan yang sangat mirip dengan Shinta..

__ADS_1


"Kamu sangat mirip dengan Bunda kamu sayang Bunda Shinta. Tapi kamu juga mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dari Bunda Dara dan Ayah merasa bersalah telah mengabaikan kamu sebulan ini."Rico pun seperti orang bodoh yang berbicara dengan bayi yang berusia satu bulan.


Di luar kamar Dara merasa cemas memikirkan Jihan karena Dara mendengar Jihan menangis.


Dara ingin sekali mengetuk pintu kamar dan masuk untuk mengambil Jihan. Namun niatnya dia urungkan karena Dara tahu bahwa Rico tak mau jika Dara sampai masuk kedalam kamar Rico dengan Shinta.


Dara masih saja menunggu di depan kamar Rico padahal Dara telah mendengar bahwa Jihan telah menangis namun tak ada keberanian untuknya masuk kedalam kamar suaminya sendiri.


Hati Dara terasa sakit mendengar tangisan Jihan sedangkan Rico berusaha untuk menenangkannya namun Jihan masih saja menangis.


Dara tak bisa menahan diri lagi, Dara pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar itu dan mengambil Jihan dari pelukan suaminya.


"Kenapa gak di bawa keluar Mas,lihatlah Jihan sampai seperti ini."ucap Dara sembari mengambil Jihan dari gendongan sang suami.


Rico pun melotot melihat Dara dengan beraninya masuk kedalam kamar pribadinya.


"Untuk apa kamu masuk kesini dia anakku apa salah jika aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan Jihan juga?"Rico pun terlihat sangat kesal..


Dara pun diam melihat Rico telah emosi,Dara lebih memilih untuk membawa putrinya dan kemudian keluar dari kamar suaminya...


"Aku belum selesai berbicara?Jihan juga anakku kenapa kamu yang menguasai dia?"ucapan Rico membuat darah Dara mendidih.


Dara berbalik dan menatap Rico dengan tatapan yang tak biasa.


"Apa kamu engga lihat Mas Jihan lapar dia butuh susu,kalau Mas biarkan dia terus menangis dia bisa kejang apa Mas mau terjadi apa apa dengan Jihan?"ucapan Dara membuat Rico sadar bahwa memang Jihan memerlukan sosok seperti Dara.


Rico pun berbalik badan dan masuk lagi kedalam kamarnya.


Dara hanya bisa menggelengkan kepalanya dan kemudian membawa Jihan kembali ke kamarnya untuk memberikannya susu formula..

__ADS_1


Sementara itu Rico langsung membanting tubuhnya dia atas pembaringan dia masih memikirkan apa yang Dara ucapkan dia hampir saja membuat Jihan sakit karena apa yang telah dia lakukan hal itu membuat Rico merasa bersalah.


Setelah sampai di dalam kamarnya Dara langsung memberikan Jihan susu dan tak lama kemudian Jihan pun terlelap,sedangkan pikiran Dara tak bisa berhenti memikirkan sikap Rico yang hampir saja membuat Jihan sakit.


__ADS_2