
Rico pun tak kuasa melihat kesedihan Shinta sehingga mau tidak mau dia harus menikahi Dara itupun jika Dara bersedia.
"Ra apa kamu mau mengabulkan keinginan terakhirku menikahlah dengan Mas Rico aku yakin kalian pasti cocok."ucap Shinta terbata bata..
Dara pun tak kuasa menahan airmatanya..
"Ini gak lucu Shin aku akan melakukan apapun untuk membuat kamu tetap hidup dan aku juga akan melakukan apapun agar kamu dan Mas Rico bisa selalu bersama kamu pasti kuat Shinta kamu kuat."Dara pun masih berusaha untuk menolak keinginan Shinta.
Sekilas Rico menatap Dara dengan tatapan yang penuh dengan kebencian dia tak pernah menyangka bahwa wanita yang kini di hadapannya adalah wanita yang sangat egois wanita yang tak bisa mengerti tentang keinginan Shinta.
"Bukan itu yang aku mau aku hanya ingin melihat kamu dan Mas Rico menikah di hadapanku dan aku bisa tenang meninggalkan Mas Rico dan anakku aku mohon Dara menikahlah dengan Mas Rico."Shinta pun mengulangi ucapannya.
Tiba tiba saja kondisi Shinta kembali memburuk hal itu membuat Rico panik begitu juga dengan Dara..
"Baiklah Shin aku bersedia menikah dengan Mas Rico sekarang."ucapan Dara sembari menatap wajah Shinta..
Shinta pun tersenyum menatap kearah Rico dan Dara walupun kondisinya sangat lemah..
"Terima kasih Ra aku akan selalu mendoakanmu dari SYURGA semoga kamu dan Mas Rico akan selalu bahagia.."ucap Shinta lirih, tiba tiba saja Shinta jatuh pingsan....
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Dara pun langsung menangani Shinta, airmatanya sudah tak bisa dia tahankan lagi dia sedih melihat kondisi Shinta saat ini.
"Bertahan ya Shin aku akan menolongmu."ucap Dara dalam hatinya.
Shinta pun menggenggam tangan Dara..
"Ra maafkan aku,aku yakin kamu akan bisa bahagia dengan Mas Rico."Shinta pun ingin mengatakan semuanya kepada Dara bahwa sebenarnya Rico selama ini juga sangat mencintainya.
__ADS_1
Kini Rico dan Dara sedang menjalani acara ijab qobul di depan Shinta,Shinta mau sebelum dia di operasi dia ingin melihat Rico dan Dara menikah..
"Saya terima nikah dan kawinnya Andara Ayunda Putri dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."ucap Rico dengan sangat lantangnya.
Ada perasaan senang di hati Dara karena telah menjadi istri dari laki laki yang sangat dia cintai itu namun ada perasaan yang tak bisa dia ucapkan juga saat menatap wajah Rico yang nampak tak bahagia.
Dara sudah siap dengan segala konsekwensinya nanti dia tahu bahwa pernikahannya ini hanya akan membawa rasa sakit namun Dara tak kuasa menolak keinginan terakhir dari sahabatnya itu.
Rico pun menatap kearah Dara dan membisikan sesuatu..
"Jangan berfikir yang kelewat batas aku melakukan ini hanya untuk Shinta."ucapan Rico terdengar ibarat pedang yang menghujam jantungnya.
Dara pun hanya diam dan dia pura pura tersenyum di hadapan Shinta untuk membuat Shinta bisa melakukan operasi dan melahirkan bayinya dengan selamat.
Pada keesokan harinya Dara melakukan tindakan kepada sahabatnya itu dan Dara berhasil menyelamatkan seorang bayi mungil yang begitu cantik namun Dara tak berhasil menyelamatkan Shinta..
Rico pun langsung berlari kearah ruang tindakan dan benar saja tubuh Shinta sudah tak bernyawa lagi hal itu membuat Rico sangat terpukul..
Rico tahu jika selama ini Rico masih belum bisa mencintai Shinta secara tulus karena dalam hati Rico masih ada Dara,namun di saat Shinta pergi hal itu justru membuat Rico melupakan perasaanya kepada Dara...
Dara pun langsung ambruk seketika bahkan dia sampai jatuh pingsan karena tak percaya dengan kepergian Shinta.
"Dokter, Dokter..."panggil salah seorang suster yang melihat Dara terjatuh.
Dara pun langsung mendapatkan perawatan sementara itu Rico mengurus jenazah Shinta...
Setelah pernikahan itu justru kini membuat kebencian yang mendalam di hati Rico,sementara sang Ibunda dari Rico yang mengurus Dara..
Saat Dara membuka matanya dia langsung mencari keberadaan Shinta dia masih berharap bahwa semuanya itu hanyalah sebuah mimpi buruk untuknya Dara berharap bahwa Shinta masih hidup dan itu semua hanya bunga tidur..
__ADS_1
"Shinta.."teriak Dara saat membuka matanya membuat sang Ibu mertua langsung menghampirinya.
"Kamu yang sabar ya Dara, Shinta sudah tenang di sana dan sekarang tugas kita adalah mendoakan Shinta."ucap Ibu Ningsih dengan lembut.
Airmata Dara langsung kembali terjatuh ketika menerima kenyataan bahwa ternyata Shinta sudah tak ada lagi.
"Bunda kenapa Shinta meninggalkan aku apa aku yang telah membunuhnya dia meninggal di tangan Dara Bunda."ucapan Dara membuat Ibu Ningsih menjadi sedih.
"Sudah itu sudah menjadi takdir Shinta dan sekarang kamu harus bisa memaafkan diri kamu sendiri dan sekarang kamu adalah seorang ibu dari Putri kamu Jihan."ucapan Ibu Ningsih mengingatkan bahwa Dara masih memiliki Jihan anak dari sahabatnya.
Dara pun langsung memeluk Ibu Ningsih dan kemudian menangis.
"Menangislah buang semua perasaan yang ada di dalam hatimu setelah itu kamu gak boleh menangis lagi untuk alasan apapun."Ibu Ningsih memperlakukan Dara dengan sangat lembut.
Tiba tiba saja Rico masuk kedalam ruangan Dara dan menatapnya dengan tatapan yang kurang suka.
"Ini semua karena kamu jika kamu gak egois mungkin Shinta masih hidup."ucapan Rico membuat Dara kembali bersedih dan hal itu langsung di bantah oleh Ibu Ningsih.
"Rico jaga ucapan kamu, sekarang Dara adalah istri kamu dan apa yang terjadi pada Shinta itu semua adalah takdir jadi jangan salahkan Dara untuk hal ini. Berhentilah berprasangka buruk."Ibu Ningsih mencoba membuat Rico menyadari bahwa apa yang terjadi pada Shinta adalah takdir.
Rico pun tak berkata apa apa dia langsung pergi untuk segera mengurus pemakaman Shinta.
Sesampainya di area pemakaman airmata Dara kembali terjatuh pada saat Dara melihat tubuh Shinta tertutup oleh tanah.
"Shinta kenapa kamu tinggalin aku lihatlah ini Jihan putri kamu aku memberikan dia nama Jihan seperti apa yang kamu inginkan."ucap Dara sembari menatap bayi mungil yang kini ada di dalam dekapannya.
Acara pemakaman pun kini telah selesai dan semua orang telah kembali kecuali Rico,Rico masih ingin berada di pusara Shinta karena dia masih merasa bersalah kepada mendiang istrinya...
"Shinta maafkan aku yang belum sepenuhnya mencintai kamu tapi saat ini aku baru sadar bahwa kamu memang begitu mencintaiku bahkan sampai ajal menjemputmu juga kamu masih menjaga cinta itu,terima kasih untuk ketulusan kamu selama denganku aku berjanji aku akan merawat buah hati kita dengan sepenuh hati. Kamu yang tenang ya disana semoga kita akan bersatu kembali di kehidupan berikutnya."setelah mengucapkan itu Rico pun pergi meninggalkan pusara Shinta.
__ADS_1