
Dara yang melihat Rico dengan wanita lain pun hanya bisa menarik nafas panjang dan membuanganya secara belahan.
Dara pun mencoba untuk acuh terhadap apa yang dia lakukan oleh Rico namun dia hanya seorang manusia biasa yang bisa saja merasakan sakit ketika melihat orang yang dia cintai bersama wanita lain...
Dara masih mencoba untuk biasa saja dan kemudian memilih untuk tak peduli dengan apapun dan dengan siapapun.
Dara pun lebih memilih untuk pura pura tak mengenal Rico.
Rico yang melihat ekspresi Dara biasa saja pun menatapnya sekilas dan kemudian mendekatinya...
"Ternyata kita bertemu lagi Dara."ucap Rico mencoba menyapanya terlebih dahulu...
Dara hanya tersenyum dan kemudian mengangguk.
"Iya tak menyangka ya dunia begitu sempit Mas bisa bertemu lagi walaupun sudah jauh dari Jakarta."Dara pun pura pura ramah walaupun hatinya sedikit merasakan sakit.
Rico pun mengangguk dan tersenyum untuk pertama kalinya Rico bersikap manis tehadap Dara setelah hampir 10 tahunan mereka kenal..
Rico pun memberikan isyarat kepada wanita yang tadinya berpura pura menjadi kekasihnya untuk pergi.
Rico pun bingung harus memulai percakapan dari mana lagi dia pun hanya tersenyum menahan grogi di hatinya..,
"Maaf Mas aku harus kembali bekerja dan maaf juga aku harus pergi."Dara pun langsung meninggalkan Rico yang masih mematung.
Rico hanya terdiam menatap Dara yang pergi meninggalkannya ingin rasanya dia langsung memeluk wanita itu namun justru perasaannya menjadi aneh tak menentu.
"Ayo Rico kamu pasti bisa meluluhkan hati Dara kamu pasti bisa.."pekik Rico dalam hati...
Rico pun mendekati Dara dan memegang tangannya dengan lembut.
"Ra tunggu.."ucap Rico lirih.
Dara pun menoleh kearah Rico yang kini sedang memegang tangannya..
Dara pun menatap sang suami dengan tatapan yang tak biasa..
__ADS_1
"Ada apa lagi Mas? Maaf aku sibuk oh iya Mas aku sudah mengajukan gugatan kita ke pengadilan dan mungkin akan secepatnya kita melakukan sidang sehingga Mas bisa menikahi wanita manapun yang Mas inginkan."ucapan Dara membuat mata Rico melotot.
"Apa gugatan?"tanya Rico lirih.
Dara pun hanya mengangguk dan kemudian tersenyum...
"Iya Mas dan Mas udah gak perlu khawatir lagi tentang kebencian Mas terhadap aku dan setelah ini aku gak akan pernah mengganggu Mas lagi,tapi tolong tetap izinkan aku bertemu dengan Jihan."Dara pun menarik nafas panjang dan membuangnya secara belahan.
Rico hanya menatapnya dan kemudian tersenyum..
"Ya baiklah."jawab Rico lirih...
Setelah Dara pergi Rico merasa dunianya runtuh mendengar kabar tentang gugatan perceraian yang diajukan oleh Dara.
"Enggak aku gak mau kehilangan Dara,aku harus mencari cara untuk membuat Dara membatalkan gugatannya."Rico pun berbicara sendiri dengan paniknya..
Sementara Dara pun merasakan sesak di dadanya dia tak percaya bahwa dia akan bertemu dengan Rico padahal Dara sengaja pindah kerjaan hanya untuk menjauhi Rico.
"Kenapa aku malah ketemu dia lagi ya Allah kalau seperti ini bagaimana aku bisa melupakan dia."Dara pun tak bisa membohongi perasaannya...
"Saling mencintai tapi sama sama enggan untuk mengakui,saling membutuhkan tapi enggan untuk mengungkapkan tak ada yang lebih menyakitkan selain mencintai dalam diam."
Rico pun sedang memikirkan cara untuk bisa berbincang berdua dengan Dara namun Rico bingung pasalnya Dara selalu saja menghindarinya akhir akhir ini..
"Kenapa kamu seolah menghindari aku Ra apa kamu sudah benar benar tak mau memberiku kesempatan lagi."pekik Rico dalam hatinya.
Rico pun kembali mendatangi Dara ke rumah sakit,belum sempat Rico menyapa Dara,Rico melihat Dara sedang berbincang dengan Alif dan ternyata Alif juga bekerja di rumah sakit yang sama.
"Apakah setelah ini kamu juga akan memilih lelaki itu? Aku tahu aku banyak sekali melakukan kesalahan tapi aku ingin memperbaikinya please Dara kasih aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa aku juga bisa berubah menjadi laki laki yang seperti kamu inginkan."Rico pun langsung gundah gulana menatap istrinya sedang asik dengan laki laki lain.
Rico seperti tak sanggup untuk melihat itu semua sehingga Rico memilih untuk pergi.
Rico pun berjalan tanpa arah dan tujuan di hatinya hanya ada satu nama yaitu Andara.
Rico berteriak dengan sangat kencang sehingga membuat orang sekitar merasa terganggu..
__ADS_1
Tiba tiba Rico melihat seorang anak kecil dan Rico langsung menemukan cara untuk membawa Dara kembali ke Jakarta..
"Jihan.."pekik Rico dalam hatinya...
Rico pun siap memulai kebohongannya demi membawa kembali hati Dara untuknya.
Ketika Rico melihat Dara yang berada di ruangannya...
"Ra aku perlu bicara."ucap Rico tanpa permisi terlebih dahulu...
Dara pun menatap laki laki yang kini masih sah sebagai suaminya itu...
"Ada apa Mas aku masih sibuk."ucap Dara sembari membuang pandangannya.
Rico pun mendekati Dara dan mengatakan bahwa Jihan sedang sakit dan hal itu berhasil membuat Dara telihat panik dan juga syok..
"Jangan bercanda Mas? Jihan kenapa dia sakit apa?"Dara pun sudah tak bisa menahan airmatanya lagi..
Ada rasa menyesal telah membuat Dara menangis di hadapannya dan secara refleks Rico pun memeluk Dara tanpa perlawanan.
Ada rasa bahagia di dalam hati Rico bisa memeluk wanita yang sudah menempati hatinya selama 10 tahun dan hal itu hampir saja membuat Rico hilang akal.
"Dia merindukanmu apa kamu tak merindukannya? Bukankah kamu bilang bahwa Jihan adalah putri kamu dan dia terus saja bertanya tentang kamu aku harus jawab apa? Ra aku mohon temuilah Jihan kasihan dia."Rico pun berakting di depan Dara. .
Dara pun langsung menangis dia merasa sangat bersalah terhadap Jihan airmatanya kembali mengalir membasahi kedua sudut pipinya.
"Aku mau melihat anakku Mas,aku mohon izinkan aku pulang sekali ini saja aku sama Mas izinkan aku untuk menemui putriku."Dara pun memohon hal itu tentu saja membuat Rico benar benar merasa sedih begitu besar kasih sayangnya terhadap putrinya..
Rico pun langsung mengangguk dan langsung mengajak Dara untuk kembali ke Jakarta untuk menemui Jihan.
"Ya sudah ayo sekarang kita pulang. Kamu gak perlu khawatir aku sudah memesan dua tiket."Rico pun sudah menyiapkan segalanya...
Dara pun langsung mengikuti ucapan Rico setelah sebelumnya Dara menemui sahabatnya untuk meminta izin kembali ke Jakarta..
Ada perasaan sedih di hati Rico telah membohongi Dara sampai seperti itu namun Rico tak punya cara lain untuk mengajak Dara pulang..
__ADS_1
"Kamu jangan nangis terus Jihan pasti akan baik baik saja setelah dia bertemu dengan kamu. Sudah hapus airmatamu dan tersenyumlah."Rico pun menghapus airmata Dara dengan tangannya..
Dara pun agak sedikit bingung dengan sikap Rico namun hal itu di tepiskannya yang ada dalam pikirannya saat ini adalah kondisi Jihan.