
Pada saat yang sama Rico pun mencoba mencari Dara ke rumah sakit dan melihat Dara sedang bersama Alif hal itu tentu saja membuat hati Rico terbakar api cemburu lagi dan lagi..
"Ikut aku..."ucap Rico sembari menarik lengan Dara dengan sangat kasar.
Dara pun hanya meringis kesakitan mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.
"Awww lepas Mas malu di lihatin orang?"ucap Dara lirih,Dara merasa sangat malu untuk kesekian kalinya Rico mempermalukan dirinya di depan umum.
Rico tak menjawab ucapan Dara dia justru menariknya semakin kencang hal itu membuat Dara membenci perbuatan suaminya.
"Sakit Mas...."ucap Dara setengah berteriak namun Rico masih tak bergeming dia langsung membawa Dara menuju mobilnya...
"Mas apa apaan si aku masih banyak pasien dan aku masih memiliki tanggung jawab biarkan aku keluar Mas."Dara pun berteriak hal itu tak membuat Rico takut ataupun kasihan.
Rico menatap Dara dengan tatapan yang tak biasa dia masih ingat betul ucapan Alif yang mengatakan bahwa dia mencintai Dara...
Rico pun menatap Dara dengan tatapan yang begitu menakutkan.
"Dara apa kamu tak sadar jika kamu sudah berselingkuh di belakangku? Oh jadi ini alasan kamu pergi pagi pulang malam untuk bersama selingkuhan kamu itu? ingat Dara kamu telah menikah dan kamu itu masih istriku."Rico pun kini mulai meninggikan suaranya.
Dara pun terdiam dia menyadari bahwa mungkin Rico mendengar semua yang di ucapkan Mas Alif..
"Kalau iya kenapa Mas? Bukankah aku itu hanya kau anggap sebagai pengasuh Jihan bukan istri Mas. Jika ada seseorang yang tulus mencintai aku kenapa aku harus menghabiskan waktu untuk tetap bersama kamu Mas."ucapan Dara semakin menyulut emosi Rico.
Rico pun tak terima dengan ucapan Dara bukankah selama ini dia sangat mencintai Dara kenapa sekarang dia justru seperti sedang menerima karmanya sendiri.
Rico pun mencengkram tangan Dara dengan kasar.
__ADS_1
"Dasar kamu jarang tak tahu di untung,kalau bukan karena Shinta aku tak akan mungkin sudi menikahimu kamu wanita yang sangat menjijikan berapa laki laki yang telah menghabiskan waktu bersama denganmu apakah menjadi Dokter itu hanya kedok kamu untuk menjerat semua laki laki yang datang kepadamu."ucapan Rico sangat melukai hati Dara.
plakkkkk sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Rico..
"Cukup Mas jika kamu tak pernah mengganggap aku istrimu itu gak masalah tapi tolong jangan tuduh aku yang enggak enggak apa masih kurang apa yang aku lakukan selama ini untuk keluarga kita,untuk Jihan dan juga untukmu?"Dara pun tak kuasa menahan airmatanya dan kini dia pun hendak turun dari mobil Rico namun Rico dengan kecepatan tinggi membawanya pulang kerumah..
Sesampainya di rumah Rico langsung menarik kembali lengan Dara dengan sangat kasar dan membawanya masuk kedalam rumah sembari melemparkan tubuh Dara keatas sofa..
"Aww sakit Mas kenapa gak sekalian saja Mas kamu membuat aku menyusul Shinta mungkin itu akan membuatmu jauh lebih bahagia."Dara pun berteriak membuat Ibu Ningsih keluar dari dalam kamarnya.
Rico pun kembali mencengkram lengan Dara,hatinya sudah benar benar di bakar api cemburu yang membuatnya gelap mata..
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan aku akan mengabulkan permintaan kamu."ucap Rico sembari berteriak.
Ibu Ningsih langsung mendekat dan melerai pertengkaran anak dan menantunya..
Rico pun lupa bahwa di rumah ada sang Bunda dan hal itu tentu saja akan menyulitkan dirinya.
"Bunda jangan ikut campur,biar aku menyelesaikan masalahku dengan si ****** satu ini. Dia telah berani berselingkuh di belakangku Bunda dan Bunda harus tahu itu."Rico pun berteriak dengan penuh emosi..
plaakkkkkk sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Rico,Ibu Ningsih yang melakukannya.
"Apa kamu tak malu mengatakan hal bodoh itu Rico,kamu harusnya sadar diri apa selama ini kamu menganggap Dara itu istri? Apa selama ini kamu mengakui keberadaannya apa selama ini kamu menghargai pengorbanan yang udah Dara lakukan untuk kamu dan Jihan?"
Ibu Ningsih terlihat sangat kesal melihat tingkah putranya yang berani menyakiti hati wanita yang telah rela menjaga dan merawat cucunya seperti selayaknya seorang Ibu kandung..
"Rico jika kamu gak bisa menghargainya kamu jangan pernah membuatnya menangis,jika kamu tak bisa membuatnya bahagia setidaknya jangan pernah kamu membuatnya menderita lebih baik kamu lepaskan saja Dara dari pada kamu selalu menyakitinya." Ibu Ningsih kini pun terbakar oleh amarah..
__ADS_1
Ibu Ningsih pun menitikan airmata kemudian mendekati Dara yang sedang menangis sesenggukan..
"Sayang lebih baik kamu tinggalkan laki laki yang tak punya hati seperti dia,kamu pantas untuk bahagia Dara. Jika dia tak mau menceraikan kamu maka Ibu sendiri yang akan menceraikan kalian."ucapan Ibu Ningsih membuat Dara menatapnya dalam dalam..
"Kamu juga pantas bahagia Dara sudah cukup pengorbanan yang kamu lakukan selama ini, masalah Jihan kamu jangan khawatir Bunda yang akan menjaganya. Tapi Bunda ingin kamu tinggalkan laki laki ini."Ibu Ningsih terlihat benar benar marah dengan apa yang telah di lakukan Rico kepada Dara..
"Mas Rico maafkan aku mungkin sebaiknya kita bercerai saja, masalah Jihan Mas gak perlu khawatir dimana pun aku berada rasa sayangku dan juga tanggung jawabku tak akan pernah aku lupakan. Sudah cukup Mas empat tahun aku bertahan dengan pernikahan yang menyakitkan ini. Dengan Mas melepaskanmu Mas tak perlu lagi membenciku tanpa alasan. Maaf Mas aku menyerah dengan pernikahan kita."Dara pun tak kuasa menahan airmatanya.
Rico pun diam seribu bahasa dia tak pernah menyangka bahwa Dara akan meminta pisah darinya padahal Rico hanya cemburu melihat ada laki laki lain yang begitu mencintainya.
"Baiklah kalau itu memang mau kamu kita cerai,Dan jangan pernah kamu berani menginjakan kakimu di rumah ini lagi. Aku akan segera mengurus semuanya dan satu lagi aku akan membencimu seumur hidupku pergi kamu dari hadapanku dan terima kasih karana kamu telah merawat Jihan tapi jangan pernah kamu berfikir bahwa kamu akan bisa bertemu dengan putriku lagi pergi kamu dari hadapanku dan kemasi semua barang barang kamu."Rico pun semakin tersulut emosi sehingga ucapannya tak terkontrol dan itu yang akan membuatnya benar benar kehilangan Dara.
Dara pun tak pernah menyangka jika Rico akan benar benar mengusirnya dengan tak hormat seperti itu,hatinya seketika hancur dan rasa cintanya kepada Rico seketika runtuh hancur bersamaan dengan jatuhnya harga dirinya..
Ibu Ningsih hanya bisa menggelengkan kepala dia tak pernah menyangka ucapan Rico akan menjadi bumerang untuknya sendiri dan Dara setelah mendengar ucapan Rico pun meminta izin untuk mengemasi semua barang barangnya.
Rico tak menjawab hatinya sudah benar benar kacau batinnya ikut terluka namun Rico enggan untuk mengakuinya.
"Kamu akan menyesal Rico telah menyakiti hati wanita yang benar benar bisa menerima kamu lihatlah karma itu ada."Ibu Ningsih pun semakin kesal dengan sikap tempramen putranya...
Ibu Ningsih pun menyusul Dara masuk kedalam kamar dan Ibu Ningsih langsung memeluk Dara sembari menangis.
"Dara putriku maafkan Bunda yang tak bisa mendidik Rico dengan baik,maafkan Bunda yang selama ini baru tahu tentang penderitaanmu pergilah Bunda dan Jihan akan selalu merindukanmu. Jika kamu ingin bertemu Jihan kamu kasih tahu Bunda,Bunda akan membawa Jihan menemui kamu...
Dara pun tak kuasa menahan airmatanya...
"Terima kasih Bunda,Bunda telah mau menerima Dara dengan baik disini. semoga Bunda dan Jihan gak melupakan aku. Aku sayang sama Bunda."seketika tangsi keduanya pun pecah, setalah itu Dara pun keluar dari rumah yang telah menjadi tempatnya selama empat tahun....
__ADS_1