
Dara pun menatap kearah langit langit ruangannya hatinya seketika hampa rasa sakit itu tiba tiba datang lagi menghampiri hatinya.
"Ya Allah ikhlaskan aku dalam menghadapi takdirmu ya Allah aku tak sanggup jika harus seperti ini?",ucap Dara dalam hatinya.
Beberapa bulan kemudian kini usai kandungan Shinta sudah memasuki HPL atau hari perkiraan lahir kondisi Shinta tiba tiba saja drop,Shinta jatuh pingsan di dalam kamarnya hal itu membuat Rico yang baru saja pulang dari kantor langsung syok melihat Shinta sudah tak sadarkan diri.
"Sayang kamu kenapa?"tanya Rico sembari mencoba menggoyang tubuh Shinta namun sudah tak ada reaksi.
Dengan paniknya Rico langsung membawa Shinta menuju rumah sakit di mana Dara bekerja,saat ini yang menangani Shinta adalah Dara.
"Suster tolong istri saya dia tiba tiba sudah tak sadarkan diri.."teriak Rico dengan wajah yang tak bisa di bayangkan paniknya.
Suster pun langsung berlari membawa Shinta menuju ruang tindakan.
"Sebaiknya Bapak tunggu disini biar kami yanh tangani.."ucap salah seorang Suster yang tengah sibuk menyiapkan perawatan.
Dengan berlari Dara pun langsung menuju ruang tindakan dan tak memperdulikan Rico yang ada di luar ruang tindakan..
"Sekarang tolong cepat siapkan semua peralatannya jangan lupa alat pemacu jantung dan semuanya kita harus segera menyelamatkan sahabatku."teriak Dara setengah panik.
Dara pun tak kuasa menahan airmatanya melihat Shinta yang sedang berjuang melawan rasa sakit yang sedang menggerogotinya.
"Kamu pasti kuat Shinta aku yakin itu,kamu pasti bisa melewati semuanya ini dan aku yakin kamu akan berhasil menjadi seorang Ibu."Dara pun mencoba menyakinkan dirinya dan memberikan motifasi kepada Shinta sahabatnya.
Dua jam Shinta di tangani oleh Dara dan kondisi Shinta makin kritis hal itu membuat Dara terpaksa mengatakan semuanya kepada Rico tentang penyakit yang di alami oleh Shinta.
Dara pun keluar dari dalam ruangan itu dan langsung menemui Rico.
"Bagaimana keadaan Shinta?Apa yang terjadi dia baik baik saja bukan?"tanya Rico dengan nada yang sangat cemas.
Dara pun menatap Rico sekilas...
__ADS_1
"Bisa Mas ikut keruanganku ada yang perlu aku bicarakan ini tentang Shinta.."ucap Dara sembari berjalan menuju ruangannya dan di ikuti oleh Rico dari belakang.
"Duduk Mas,Mas maafkan aku jika aku tepaksa berbohong selama ini sebenarnya Shinta sakit,dia terkena kanker rahim stadium akhir, sebenarnya Shinta tak boleh mengandung namun dia ngotot untuk mempertahankan bayinya tapi sekarang kondisi Shinta kritis dan aku sebagai Dokter yang merawatnya bertanya kepadamu tindakan apa yang sebaiknya kami lakukan?"tanya Dara sedikit ragu..
Rico yang mendengar bahwa Shinta mengidap kanker pun langsung memarahi Dara dengan tindakannya.
"Apa kamu gak tahu Dara itu bisa membahayakan Shinta kenapa kamu sebagai sahabatnya tak bisa mencegahnya bukankah kamu juga seorang Dokter."ucap Rico penuh dengan emosi.
Dara pun mengambil nafas panjang dan membuangnya secara berlahan.
"Mas maaf tolong jangan marah marah dulu ini tentang kesehatan Shinta aku bertanya apa yang sebaiknya aku lakukan saat ini, menyelamatkan Ibunya atau anaknya."nada bicara Dara pun tepaksa dia tinggikan supaya Rico mengerti.
Rico pun langsung terdiam dan langsung terisak di lain sisi dia ingin sekali memiliki seorang anak tapi di sisi lain dia tak mau kehilangan Shinta biar bagaimanapun mereka telah menikah selama hampir tiga tahun dan tak mudah untuknya melepaskan Shinta..
"Aku tak punya pilihan Dara aku bingung keduanya aku menginginkannya.."teriak Rico sembari terisak.
Dara pun tak bisa berfikir lagi dia juga bingung melihat keadaan Shinta saat ini.
"Tolong Shinta Ra,aku mau dia selamat aku mau Shinta ku kembali."Rico pun langsung memeluk Dara dengan erat.
Dara pun merasakan ketenangan yang damai dalam hatinya ada kebahagiaan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.
"Baiklah aku akan melakukannya.."ucap Dara sembari menghapus airmatanya.
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Di ruang tindakan tiba tiba saja Shinta tengah membuka mata dan mendengar bahwa Dara akan segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawanya...
"Enggak Ra aku gak mau? Aku mau anakku lahir itu saja Ra apa Mas Rico sudah tahu tentang kondisiku?"tanya Shinta sembari menitikan airmata..
Dara pun menengok kearah Shinta yang tengah menatapnya.
__ADS_1
"Maafkan aku Shin aku terpaksa mengatakan semuanya sama Mas Rico biar bagaimanapun dia suami kamu dia berhak atas semua keputusan yang terbaik untuk kamu."Dara pun mencoba untuk meyakinkan Shinta.
Shinta meminta Dara untuk berbicara dengan Rico,Dara pun mengangguk dan kemudian memanggil Rico..
"Mas,,Shinta sudah sadar dan dia ingin berbicara denganmu,masuklah dan jangan membuatnya sedih."ucap Dara sembari membukakan pintu.
Rico pun mengangguk dan kemudian melihat tubuh Shinta yang terlihat tidak baik baik saja.
"Sayang kenapa kamu menyembunyikan semuanya ini? Sayang aku masih ingin bersamamu?"Rico pun tak kuasa menahan kesedihan di hatinya.
Shinta pun tersenyum.
"Mas aku mohon jangan bersedih untuk aku,aku gak apa apa,Mas aku ingin meminta satu permintaan darimu apa kamu akan melakukan itu? Aku menagih janji kamu waktu itu untuk menuruti apapun yang aku inginkan."Shinta mencoba mengingatkan Rico tentang janji yang pernah dia katakan tempo hari.
Rico pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
"Apa yang kamu inginkan sayang jika aku bisa aku akan melakukannya."jawab Rico sembari tersenyum.
"Mas sebelum aku pergi aku ingin kamu menikah dengan Dara sahabatku,karena hanya dengan dia aku bisa bahagia dan aku juga tenang meninggalkan buah cinta kita Mas aku mohon kabulkan permintaanku."ucapan Shinta membuat Dara dan Rico sama sama terkejut.
"Sayang apa yang kamu katakan? Kamu gak akan kenapa kenapa dan kamu gak akan kemana mana. lagipula aku sudah punya kamu untuk apa lagi aku menikahi Dara?"jawab Rico dengan sedikit keras.
Ucapan Rico tentu saja menggoreskan luka di hati Dara.
"Aku mohon Mas, Mas mau melakukan ini dan aku juga mohon Ra menikahlah dengan Mas Rico. Aku percaya hanya kamu yang akan bisa menyayangi anakku ini. Ra,Mas aku mohon?"ucap Shinta sembari menitikan airmatanya.
Tiba tiba saja perutnya merasa kram lagi dan hal itu membuat Shinta kesakitan.
"Mas aku mohon kabulkan keinginan terakhirku. Ra aku mohon nikahi Mas Rico dan aku yakin suatu saat nanti kalian akan menjadi pasangan yang saling melengkapi."Shinta pun tak kuasa menahan rasa sakit di perutnya.
Rico sangat tak tega melihat Shinta yang kesakitan dan Rico pun terpaksa menuruti keinginan Shinta untuk menikahi Dara..
__ADS_1