
Pagi itu seperti biasa sebelum pulang rumah mas Heru selalu mampir ke Rumah sakit untuk menjenguk vania namun kali ini mas Heru ingin menjemput vania untuk mengantarkannya kerumah yang sudah dia siap kan setelah dari rumah sakit mereka pun menuju rumah untuk vania yang sudah di belikan mas heru untuknya setelah 30 menit dari perjalanan mereka tiba di rumah berpagar hitam tersebut rumah uk 60 cukup luas untuk satu orang
"Apa ini rumahnya Mas Heru ?".Tanya vania
"Iya,apa kamu suka ?".Tanya mas Heru
"Suka mas,Terimakasih banyak sepertinya tenang hening apa ini jauh dari kota ?" Tanya Vania seolah-olah tidak bisa melihat
"Iya,saya pikirkan di sini karena tempat ini cocok buat kamu Vania karena di sini perkampungan jadi tidak ada polusi seperti di kota".kata mas Heru menjelaskan
"Iya,mas saya percaya sama pilihan mas ".kata Vania
"Ohya,saya mau ke toiled dulu ".kata mas Heru sambil meninggalkan handphonenya diatas meja
Sedangkan di rumah Lia gelisah tumben jam segini suaminya belum pulang biasanya kalau pulang telat atau ada rapat selalu mengabari
Lia pun memutuskan untuk menelepon suaminya
"Kringggggg kringggggg" Terdengar bunyi Telepon Vania pun seketika menoleh kearah telepon terlihat di kontak handphone itu nama Istriku Vania pun melancarkan Rencananya
"Hallo,mas kenapa belum pulang mas ada di mana ?".Tanya Lia dari balik telepon
__ADS_1
"Hallooo,,mas Heru lagi sama aku orang yang di cintainya malam ini mas Heru tidak pulang ya haaa !". Kata Vania yang menjawab telepon dari Lia
"Mana suamiku berikan Teleponnya saya mau bicara !".Tegas Lia
".......langsung mati
"Hallo,hallooo.... !".Teriak Lia dari balik telepon
Tak sadar bulir air matanya mulai turun membasahi pipinya
"sayang mamah (sambil mengelus perutnya ) maafkan mamah ya sayang mamah belum bisa memberitahu papah tentang kamu mamah takut kamu kecewa sama seperti mamah bahwa papah mungkin tidak menginginkan kita papah mungkin sekarang lebih mencintai perempuan itu tapi mamah janji akan jaga kamu baik-baik sayang cuma kamu yang mamah punya di dunia ini .
Sambil melihat layar handphone sudah pukul 12 malam tapi suaminya belum juga pulang tapi Lia masih tenggelam dalam tangisannya mungkin karena dia sedang hamil jadi dia merasa sangat sedih
Dengan Cepat Vania mematikan handphone Mas Heru saat mendengar langkah Mas Heru sudah keluar dari kamar mandi ,namun Vania merencanakan sesuatu sebelumnya Vania sudah mengsabotase dirinya dia sengaja tak makan seharian sehingga dia nampak pucat dan badannya mulai demam sungguh sandiwara dan rencana yang bagus
"Mas,Vania bisa minta tolong tidak kepala Vania pusing ". kata Vania sambil memegang kepalanya
"Sini mas periksa ,ya ampun kamu demam Vania apa kita balik ke rumah sakit saja ?". Tanya mas Heru terlihat kawatir
"Tidak usah mas ,Vania cuma mau mas menemani Vania di sini Vania takut terjadi apa -apa karena Vania sendirian di sini ". kata Vania dengan wajah pucatnya
__ADS_1
"Baiklah ,tapi tunggu sebentar !" mas Heru keluar sambil menelepon
Karena Lelah menangis Lia akhirnya tertidur namun dia kaget ketika mendengar suara handphonenya berbunyi tertera di layar panggilan dari suaminya dia langsung mengusap air matanya dan memutuskan untuk mengangkat telepon
"Halloo,Lia sudah Tidur ?" Tanya mas Heru dari balik telepon
"Belum,ada apa tumben mas jam segini belum pulang?".tanya vania
"Maafkan mas ya sayang kayanya malam ini mas tidak bisa pulang ada urusan".Kata mas heru menjelaskan
"owh....!"kata Lia langsung menutup telepon
"Hallo,hallo... kok mati apa Lia ngambek ya kenapa belakangan ini sikap Lia aneh ".ya sudah lah besok pulang aku belikan kado saja
mudahan dia suka ".kata Mas Heru
"Bagaimana mas,jadi mas menginap di sini ?" Tanya Vania
"Jadi ,tapi sebelumya mas Harus Lapor RT dulu kan di si perkampungan jadi kurang enak kayanya kalau ada laki-laki perempuan tinggal 1 rumah padahal belum menikah "!,tegas mas Heru
"iya mas,terserah mas saja !".Kata Vania
__ADS_1
Mas Heru pun melapor ketua Rt setempat sedangkan Lia tenggelam dalam tangisannya lagi malam ini...
~Bersambung