
Mereka pun bergegas pergi menuju rumah Vania di perjalanan Mas Heru cuman bisa diam dan memandang pemandangan dari dalam kaca mobilnya Ken memberanikan diri untuk memulai perbincangan.
"Bos,tenang saja saya akan membantu bos menemukan lia secepatnya saya sudah mehubungi bagian HRD untuk mengecek dimana rumah OB itu namanya juki yang dulu pernah menjadi teman Lia saat mereka sama-sama masih menjadi OB di kantor kita!" Kata ken meyakinkan
"Saya,masih syok Ken saya tidak pernah berfikir bahwa saya akan kehilangan Lia dia orang yang benar-benar saya cintai saya tidak mau hidup tanpanya Ken !,Ungkap Mas Heru sambil menggenggam seutas perhiasan yang sudah di belinya untuk Lia
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah rumah minimalis di sebuah perkampungan dengan pemandangan sekitar yang memanjakan mata
"Kita sudah sampai bos!, Kata ken sambil membuka pintu mobilnya
"tingtongg,tingtong,,,.......,Bunyi bel rumah
Betapa terkejutnya dia ternyata yang membuka pintu rumah bukan Vania tapi sepasang suami istri dengan satu anak laki-laki mereka
"Maaf, anda siapa ya ?" Tanya pasutri itu
"Saya Ken ibi bos saya pak Heru sebelumnya saya mau tanya bisa saya bertemu dengan Vania ?".Tanya Ken
"Maaf pak saya baru membeli rumah ini kemarin dari pak Rudi dan di sini tidak ada yang namanya Vania!",Kata pasutri itu
"Rudi,bukaannya ini rumahnya Vania, ohya kalau begitu saya boleh minta alamatnya pak Rudi saya ada urusan?" Kata Mas Heru
"Tunggu Sebentar.!" kata pasutri itu sambil memberikan selembar kartu nama
__ADS_1
"ini pak saya masih simpan kartu namanya.!"kata pasutri itu
"Oke,kalau begitu saya mohon maaf karena sudah mengganggu bapak ibu saya permisi dulu!", Kata Ken
Mereka pun kembali menjalankan mobilnya menuju kantor yang tertera di alamat kartu nama tersebut.
"Bos,rupanya Vania menjual rumah itu dengan tangan ke 2 dasar wanita itu tidak tau terimakasih apa di otaknya cuma uang uang saja! " Kata Ken sambil menahan amarah
"Saya tidak masalah kehilangan harta Ken tapi saya kehilangan Lia gara-gara ulah dia saya akan pastikan dia menderita karena saya bukan Heru yang dulu yang cuma diam saat dia mempermainkan saya!" kata mas Heru
Akhirnya mereka sampai di sebuah Kantor yang cukup mewah sebuah kantor pengembang jual beli properti mereka pun masuk kedalam gedung dan menghampiri meja resepsionis
"Permisi,apa saya bisa bertemu dengan bapak Rudi! " .kata Ken sambil menujukan sebuah kartu nama
"Maaf pak beliau sedang tidak ada di tempat mungkin sekitar 20 menit lagi baru sampai kantor! "kata resepsionis
"Oke,kalau begitu saya tunggu saja disini.Kata ken
20 menit kemudian
Tibalah orang bersetelan dan berbadan tambun memasuki gedung menghampiri mereka
"Perkenalkan saya Rudi apa ada yang bisa saya bantu pak apa bapak ?"tanya pak Rudi
__ADS_1
"Maaf sebelumnya pak,apa bapak yang menangani jual beli rumah ini?",Tanya Ken sambil menunjukan sebuah foto
"Ohya,rumah itu sangat cepat terjual karena penjual menawarkan dengan harga ysng sangat miring,!" jawab pak Rudi
"Maaf pak Rudi apa yang Jual itu bernama Vania? "Tanya Mas Heru
"Iya,benar ibu Vania tunggu sebentar ini foto copy surat-surat jual beli rumah tersebut,!" kata Pak Rudi sambil menunjukan surat-surat
"Saya boleh tanya pak apa bapak tau dimana Vania sekarang soalnya kami ada perlu dengan dia? "Tanya ken
"Ibu Vania bukannya sudah berangkat ke jepang pak Pagi ini tadi setelah menyelesaikan pembayaran jual beli !"Kata pak Rudi
"Apa,...!" Kata mas Heru berteriak
"Ya,sudah pak terimakasih sudah menyisihkan waktunya untuk menemukan kita nanti kita hubungi bapak lagi! " kata Ken sambil memberikan selembar kartu nama
"Wah,bapak CO perusahan besar ini suatu kehormatan bagi saya bisa membantu bapak baik pak saya tunggu jika bapak butuh properti jangan sukan hubungi saya !" kata pak Rudi sambil mejabat tangan
"Baik pak kalau begitu kami pergi dulu! " Kata Ken
Mereka pun pergi meninggalkan Kantor itu ...
~Bersambung
__ADS_1