
Setelah lebih dari setengah jam lia tak sadarkan diri akhirnya perlahan dia membuka matanya ternyata di sebelahnya ada wajah yang tak asing baginya sedang menggenggam erat tangannya yaitu bang Juki perlahan kesadarannya mulai kembali
"Bang Juki, !" terdengar suara Lia dengan pelan
"Kamu sudah sadar neng,tadi kamu pingsan ini minum dulu! " sambil meminumkan segelas air kepada lia
"Maafkan Lia bang Lia sudah nyusahin bang juki !" kata lia sambil tertunduk
"Saya tidak akan bertanya apa-apa kepadamu Lia saya hanya ingin bilang ayo kita rawat sama-sama saya bersedia menjadi ayah dari bayi yang kau kandung! " kata bang Juki dengan nada meyakinkan
"Maafkan lia bang untuk saat ini lia tidak bisa !"sambil menahan tangis
"Semakin lama perutmu akan membesar lia dan ketika lahir anakmu harus mempunyai legalitas saat membuat surat-surat penting!"kata bang juki meyakinkan
"Tapi ini terlalu cepat bang Lia belum bisa!.sambil menunduk menahan tangis
"Kenapa kamu tidak jujur sama abang Lia kalau kamu sedang hamil kalau keadaanya begini abang jadi merasa bersalah telah membawamu pergi bagaimana nasib anakmu nanti saat menanyakan bapaknya dimana?" Tanya bang juki
__ADS_1
"Maafkan Lia bang apapun akan Lia lakukan demi anak Lia
Di Rumah Mas Heru
"K**amu dimana Lia sudah lebih sebulan kamu tidak ada kabar sama sekali meninggalkan rumah kita meninggalkanku, mas sangat rindu sama Lia maafkan mas yang tidak bisa mengerti Lia maafkan mas jika mas sudah membuat hati Lia terluka bagaimanapun caranya mas akan mencarimu Lia walau kelubang tikus sekalipun.!"
Tiba tiba terdengar suara bunyi bel rumah mas Heru...
Tingtong
Bergegas mas Heru lari dan membuka pintu rumahnya mengira mungkin itu Lia yang pulang
"iya saya, sendiri,! jawab Mas Heru
"Tolong tanda tangan di sini,baik terima kasih. sambil berjalan meninggalkan rumah mas Heru
Mas Heru pun masuk rumah penasaran apa isi amplop ini kalau masalah bisnis kenapa tidak mengirimkannya ke kantor saya perlahan dia membula amplop betapa kagetnta dia seperti tersambar petir di siang bolong amplop itu tertulis dengan nama Pendidikan Agama surat keputusan perceraian antara Dahlia dan Heru dengan wajah penuh kemarahan mas Heru mulai meneteskan air mata dan membanting semua barang yang ada di rumahnya melampiaskan sedikit kenyataan yang harus dia terima menunggu kedatangan Dahlia tapi malah surat cerai yang datang.
__ADS_1
"Kamu tega Lia sama mas salah mas apa ahhghhhhhh.....!"sambil berteriak sekencang kencangnya meluapkan emosi di dalam hati
"Tapi kenapa tiba-tiba surat cerai Lia kenapa kamu tidak menjelaskannya sama mas tapi seharusnya sebelum surat cerai di putuskan harusnya ada prosesnya, kenapa aku tak pernah terima surat dari pengadilan sebelumnya aku harus memastikannya sebelumnya pendidikan agama Daerah Bandung ,baik aku harus cari nomor teleponnya aku tidak bisa hanya pasrah dan berdiam diri !",kata mas Heru
"Hallo, Pengadilan agama daerah Depok apa ada yang bisa saya bantu ?" kata perempuan itu dari balik telepon
"Maaf, bolehkan saya bertanya tentang regestrasi perceraian atas nama Dahlia bisa minta tolong di cekkan sejak kapan gugatannya di daftarkan kenapa saya tidak pernah menerima surat pemberitahuan tapi putusan langsung di jatuhkan ?"Tanya mas Heru
"Maaf atas nama Dahlia berkas gugatannya masuk 1 bulan yang lalu seminggu kemudian sidang mediasi tapi tergugat tidak hadir pak dilanjutkan 2x sidang karena tergugat tidak pernah Hadir jadi pengadilan memutuskan untuk memutuskan perceraian,,!" kata perempuan di balik telepon
" Tapi saya tidak pernah mendapatkan surat pemberitahuan mbak,,? "Tanya mas Heru
"Maaf pak itu tidak mungkin karena setiap akan memulai proses persidangan kami akan mengirimkan surat pemberitahuan ke kedua belah pihak! " Kata perempuan di balik telepon
"Ya sudah mbk terimakasih sebelumnya,!kata mas Heru
"Untuk Lebih jelasnya bapak bisa datang ke sini untuk mengecek semuanya,! " kata perempuan di balik telepon
__ADS_1
"Baik mungkin besok saya akan kesana,terimakasih sebelumnya ya mbak,! sambil menutup telepon
~bersambung