
Pagi-Pagi sekali mas Heru beserta timnya melakukan perjalanan bisnis menuju lokasi yang rencananya akan menjadi tempat pembangunan pabrik yang sudah di sepakati oleh investor demi kelancaran proyek tersebut mas Heru sebagai CEO harus benar-benar mengecek tanah yang akan di jadikan pembangunan karena masih ada beberapa pihak yang masih belum melakukan deal terhadap perusahannya ,ketika sampai di sana lokasinya sangat jauh dari perkotaan tempatnya yang lumayan terpencil membuat udara di sana sangat sejuk serta pemandangan yang indah dan sawah-sawah yang terbentang luas seakan memanjakan mata para rombongan saat itu.
Tak terasa mereka sampai di sebuah vila yang cukup mewah di desa itu dengan view pegunungan yang indah mas Heru dan Ken langsung merebahkan tubuhnya di kasur perjalanan 12 jam dari kota membuat pinggangnya terasa sakit.
"Akhirnya sampai juga ya ken tapi terbayar lah pemandangannya indah di sini lumayan lah sekalian kita liburan!" Kata mas Heru
"Iya,bos saya juga baru tau ada tempat seindah ini bisa jd referensi bos gimana kalau kita bangun hotel dekat sini bos mungkin bisa jadi referensi buat liburan buat orang kota kaya kita yang pengen merasakan suasana pedesaan seperti ini !" Kata ken
"Kamu Ken bisnis terus yang penting sekarang kita nikmati dulu lah tempat ini besok pagi kita sudah mulai hunting lokasi!" Kata mas Heru
"Siappp bos,,!!!" teriak Ken
Di Rumah bang Juki
Teriak seorang anak perempuan berumur 8 tahun memekakan telinga rumah pagi itu....
"Mamaahhhhh...!!!!!!! Teriak bocah itu
"Ada apa sayang kok teriak-teriak mamah lagi masak ini!" Kata Lia
"Tadi Ruli liat mobil bagus banget mah berenti di depan bangunan besar di sana Ruli boleh ikut dengan teman-teman ya mah liat ke sana pengen liat mobil!" Kata Ruli memelas
"Memang itu mobil siapa sayang kan kalian tidak kenal bagaimana kalau itu mobil orang jahat!" Tegur Lia
"Pokoknya Ruli mau liat boleh kan mah ya ya....!"Mohon Ruli
Tiba-Tiba terdengar suara seseorang dari pintu depan...
"Ada apa ini kok rame banget kedengeran sampai luar !"Tegur laki-laki itu
"Ayahhhhhhhhh.......!" Teriak Ruli berhambur ke pelukan bang juki
"Rupanya gadis ayah ya yang tadi mau minta apa ke mamah?" Tanya bang Juki
"Ayah,Ruli boleh ya besok ikut sama teman-teman ke bangunan di sana tadi Ruli liat mobil bagus banget pingin liat dari dekat!" bujuk Ruli
"Hemmm gimana ya boleh gak ya...!"Kata bang Juki menggoda
__ADS_1
"Boleh, boleh ya Ruli janji deh ga nakal lagi dan pulang main bantu mamah di rumah!" Kata Ruli
"Nah,itu baru anak ayah boleh tapi besok bilang sama teman-teman mainnya jangan terlalu lama oke!" Kata bang Juki
"Siap ayahhhhh!" Sahut Ruli
Di dapur bang Juki menghampiri Lia yang sedang sibuk memasak makan malam.
"Jangan terlalu di manjakan bang,,!"tegur Lia
"Emang tidak boleh memanjakan anak sendiri Ruli sudah aku anggap seperti anak saya sendiri Lia dan saya harap saya bisa menjadi ayah sungguhan di mata hukum!"Timpal mas Heru
"Maafkan saya bang!" Kata Lia
"Tidak,apa-apa Lia saya akan menunggu sampai kamu siap menerima saya!" Terang mas Heru
Besok paginya Mas Heru dan tim kantor bersiap-siap untuk hunting lokasi dan betapa kagetnya dia saat mobilnya di penuhi anak kecil yang sedang asik memegang body mobil mereka
"Ehhh apa yang kalian lakukan pergi sana!" Usir penjaga vila
"Maaf pak ini anak-anak pada antusias maklum lah pak kan di desa ini belum pernah ada mobil keren masuk desa jadi anak-anak pada penasaran gitu!" Jelas penjaga Vila
"Om,om ini mobilnya harganya berapa sih nanti Ruli mau minta belikan ayah juga !" Teriak salah satu anak
"Ohh murah kok dek lebih 1 M bilang sama ayah kamu ya !"Celetuk Ken
"Om ganteng deh nanti kalau sudah besar om nikah sama saya ya!" kata Ruli
"Eh, ini bocah ada-ada aja sudah minggir dulu ya om mau masuk mobil !"Tegur Ken
Ketika Ken sudah membuka pintu mobil mas Heru masih terpaku dengan lamunannya
"Bos, bos....!"Teriak Ken
"Iya Ken...!"Sahut mas Heru
"Ayo,nanti keburu siang bos!" ajak ken sambil membuka pintu mobil
__ADS_1
"Adik-adik minggir dulu ya oom mau lewat dulu !"Tegur Ken menggoda anak-anak itu
Di Lokasi pembangunan yang bersebelahan dengan ladang sawit yang sangat luas,membuat mereka harus mengkonfirmasi batas-batas tanah mereka.
"Maaf pak ini ladang sawit milik siapa luas sekali apa bapak sudah mengkonfirmasi bahwa kita akan membangun pabrik di sini ?" Tanya mas Heru pada salah satu staf yang menangani pembangunan
"Sudah pak ini atas nama bapak Jay diningrat dan ini berkasnya tapi saya belum sempat bertemu orangnya untuk mengkonfirmasi batas tanah!" Kata staf itu
"Oke ini lokasinya bagus dan jauh juga dari perumahan warga untuk karyawan kalian bisa sebagian mengajak warga sekitar untuk bekerja di pabrik!" tegas mas Heru
"Baik pak !"kata staf itu
"Bos,sekarang sudah pukul 2 siang ini kayanya naga di perut saya sudah nyemburin api minta lalapan!" Kata Ken
"Haaaa kamu Ken bisa saja ayo kita cari warung dekat sini saya juga sudah lapar minum air kelapa enak kayanya!" timpal mas Heru
Merekapun memutuskan untuk berenti di salah satu warung makan sederhana namun ketika sampai di sana ternyata anak-anak kecil yang tadi mendekati mobilnya ada di sekitaran situ.
"Eh,liat itu mobil yang tadi!"kata salah satu anak kecil itu
"Ayo kita ke sana!"kata Ruli
"Lahh,ni bocah bocah lagi!" Teriak Ken
"Tidak apa-apa Ken kalau mereka kan cuma mau liat!" Kata mas Heru bijak
"Eh,bocah liat boleh tapi jangan pegang-pegang ya!" Ledek Ken
"Om ganteng ketemu lagi !"Teriak Ruli
"Bocah siapa namamu kok wajahmu mirip si bos!" Kata Ken sambi menunjuk mas Heru
"Nama saya Ruli om itu rumah saya di situ !" kata Ruli sambil menujuk salah satu rumah yang paling besar di desa itu
"Kamu Ken bisa-bisanya ngeledek saya!" kata Mas Heru
~Bersambung
__ADS_1