
Di Ruangan Derektur
Ketika Sampai di Ruangannya Heru di kagetkan dengan ken yang sudah menunggu di Ruangannya.
"Ada apa ?,Tumben pagi-pagi udah ada di ruanganku apa ada Urusan penting ken?"tanya mas heru sambil duduk di hadapan Ken
"Gak,sih cuma mau ngajuin cuti saja boleh kan?" Tanya ken
"Cuti,Sebentar saya liat catatan dulu hemmmm~ ....,iya sih tahun ini kamu belum ada mengambil cuti memangnya ada keperluan mendadak ken? " Tanya mas Heru
"Iya,saya mau pergi ke kalimantan ada seseorang yang mesti saya temui!. kata ken
"Oke,kamu mau ambil jatah cutimu 2 minggu atau berapa hari? " kata mas Heru
"Saya ambil semua saja soalnya kan takut waktunya tidak cukup,ohya pas saya lagi pergi jaga istrimu baik-baik ya jangan dekat-dekat dengan Vania! " kata Ken sambil tertawa menyerangai
"Kamu ini tidak kamu minta sudah pasti akan aku jaga kan istri saya,tapi aku tidak bisa mengabaikan Vania ,!" kata mas Heru
"Aku cuma tidak mau kau menyesal nanti bos,! sahut Ken
__ADS_1
"Ohya,ada yang aneh istri saya belakangan ini kenapa saya merasa dia lebih sensitif belakangan ini,tadi malam pas saya di rmh Vania dia terlihat kecewa dan langsung menutup telponnya malam tadi saya tidur di rumah Vania dia terlihat kurang sehat saya takut dia drop. Kata mas Heru bercerita
"Ya,iya lah bos mana ada istri yang rela suaminya tidur di rumah perempuan lain bos ini tidak ngerti atau tidak peka sih perasaan perempuan."Kata Ken
"Iya,saya tau nanti pulang kerja rencananya saya mau memberi hadiah ke istri saya bagusnya apa ya ken,?" Tanya mas Heru
"Belikan saja perhiasan semua wanita suka perhiasa. "kata ken
" iya kamu benar.Timpal Mas heru.
"Ingat pesan saya ya bos jaga istri bos baik-baik karena nanti bos bisa menyesal!.peringatan Ken
DiRumah.
Tak terasa matahari sudah Berada di atas kepala dan aku masih belum mau bangun dari tempat tidurku badan dan mataku terasa berat untuk sekedar bangkit dari tempat tidur ku lihat wajahku di cermin terlihat tampak bengkak kedua mataku habis menangis semalaman entah mengapa aku jadi semakin sensitif harusnya aku tau aku sedang berada di posisi yang salah tak seharusnya aku bersedih menangis dan iri karena mas Heru memang tak pernah mencintaiku, apa karena detak jantung munggil yang berada di dalam badanku aku jadi semakin mencintai suamiku tapi aku sadar ini tak akan mengubah keadaan,tiba tiba terdengar bunyi pesan masuk di telponku tak sadar air mataku mengalir menyusuri pipiku ku berusaha meyakinkan diri bahwa yang ku lihat itu salah di situ terdapat foto sepasang kekasih sedang saling memeluk dan berada di satu selimut dan aku kenal mereka iya wajah suami yang ada di sana aku tak kuat dan aku tak sanggup lagi menahan ini semua ku bereskan semua pakaianku dan menulis selembar surat untuk mas Heru agar tidak mencariku aku sudah kalah dan pertahananku sudah runtuh aku sudah iklas menerima semuanya yang aku pikirkan adalah bagaimana aku harus hidup dan membesarkan anak tidak berdosa ini aku mulai mencari no kontak seseorang yang jadi pahlawanku selama ini di layar ponselku
Terdengar suara dari balik ponsel ku ...
"Hallo,Tumben ada apa Neng? " Tanya bang Juki
__ADS_1
"Bang, boleh neng minta tolong ke abang sekali ini aja bang neng sudah tidak kuat lagi!"kata lia
"Ya Allah ada apa neng jangan nangis gitu neng apa yang bisa abang bantu neng? " Tanya bang Juki
"Tolong bawa neng pergi jauh dari sini bang neng sudah tidak mau tinggal di sini lagi!.kata Lia sambil menangis
"Oke sekarang neng Tenangin diri dulu 15 menit lagi abang sampai ke sana.! Kata bang juki meyakinkan
Ku tulis surat di selembar kertas ini sebagai salam perpisahanku dengan mas Heru
Pulang dari kantor mas Heru bergegas menuju toko perhiasan di sebuah mall terkenal di kotanya dia memilih sebuah kalung bertahtakan berlian murni 24 karat modelnya sangat simple tapi elegan berharap istrinya menyukainya sebagai tanda maafnya
bergegas dia menyalakan mobilnya menuju ke rumah.....
~Bersambung
__ADS_1