
Aku tidak menyangka kenapa aku begitu bodoh aku sehingga karena kebodohanku aku kehilangan orang yang paling aku cintai
Kantor..
"Ken,Bagaimana sudah kamu cari tau di HRD tentang laki-laki yang membawa Lia? " tanya mas Heru
"maaf bos,tertulis di CV namanya juki dan karyawan yang lain juga memanggil juki tapi saya cari tau di data kependudukan tidak ada nama itu saya fikir mungkin dia sudah mengganti identitasnya saya juga kemarin mendatangi rumahnya ternyata kosong bos dia sudah pindah dan tetangga di sana juga tidak tau alamat dia yang sekarang tapi tenang saja bos saya tidak akan memyetah saya akan tetap mencari kemana pun!" Kata ken meyakinkan
"Ini sudah 2 bulan lebih Ken setelah kepergian Lia dan saya juga belum tau dia dimana bagaimana keadaannya apakah dia bisa makan dengan baik, saya seperti tercekik rindu yang teramat dalam Ken saat memandang fotonya! " kata Mas Heru sambil memandang sebingkai foto pernikahannya dengan Lia di atas meja kerjanya
"Ohya,bos soal Vania sepertinya dia sudah di deportasi dari Jepang karena mungkin dia kehabisan uang di sana kemarin dia kembali ke indonesia dan langsung di tangkap yang berwajib karena kemarin saya melaporkannya atas tindakan penggelapan karena dia memalsukan surat kepemilikan rumah! " Kata ken
"Bukannya rumah itu sudah kamu urus atas nama dia Ken!" kata Mas Heru
__ADS_1
"Haaaa.... Maafkan saya bos saya kemarin tidak menuruti perintah bos karena saya fikir bos terlalu cepat mengambil keputusan!" Kata ken
"Memang tidak salah saya memilih kamu jadi orang kepercayaan saya!" kata Mas Heru
Rumah Lia
Di temani angin semilir yang bertiup dari timur ke barat Lia duduk di bawah sebuah pohon rindang di depan rumahnya sambil mengelus perutnya yang sudah memasuki usia 3 bulan tak terasa ada kehidupan di sana ada mas Heru junior di sana,tapi mengapa hatinya terasa sakit saat dia mengingat nama itu tapi jujur di dalam hatinya masih mengaharapkan mas Heru namun kenyataannya mas Heru sudah tidak memperdulikannya bahkan saat sidang perceraianpun dia tidak pernah datang hati Lia makin terasa getir mungkin karena mas Heru sudah bahagia dengan perempuan itu dan tak terasa bulir bulir air mata menetes di pipinya dan tiba-tiba seseorang menyadarkannya dari lamunan dan mengusap air matanya
"Tidak baik buat dede di dalam perut kalau mamahnya sedih terus,! " Kata bang Juki
"Jangan panggil bang juki dong,kan nama abang sudah gantai jay! " Kata bang juki sambil memasang wajah aigonya ^~^
"Haaahaaaa....kenapa muka abang gitu g cocok tau!" sambil tertawa
__ADS_1
"Nah,gitu dong ketawa biar dede yang di dalam perut juga sehat nanti kalau sudah besar ayah jay ajak main sepeda,main gundu, main egrang main congklak! "Kata bang juki
"Haaaa... sudah dong bang Lia ketawa terus nih nanti perut Lia sakit!" Kata Lia
"ah,maaf maaf mana yang sakit maafin ayah jay ya sayang dede!" Sambil mengelus perut Lia
Dari Kejauhan terdengar suara...
"Aduhhhhh mesranyaaa pasangan baru....!" Kata bi ipoh
"Bibi ngagetin aja!"Celetuk bang juki
"Ayo,masuk rumah susah sore ga baik orang bunting senja senja di rumah nanti kesambet!"Kata bi ipoh
__ADS_1
~Bersambung