Cinta Dalam Kegelapan

Cinta Dalam Kegelapan
mengalah


__ADS_3

Lia mengayuh sepedanya dengan lambat sampai tak sadar bahwa dia sudah sampai dirumah.


"Lia ,bagaimana jualan hari ini?" teriak nenek saat lia sudah sampai di halaman rumah .


"Ehmm ,maafkan lia nek jualan kali ini masih tersisa beberapa.


Dengan wajah yang lesu lia memasuki rumah nenek tentu paham betul tentang cucu yg dia besarkan sendiri sejak umur 3 tahun itu pasti ada yang sedang mengganggu pikirannya bergegas nenek menyusul lia ke kamarnya..


terdengar suara ketokan pintu..


"Tok,tok tok,!! Lia boleh nenek masuk?" teriak nenek balik pintu


"Masuk saja nek pintunya tidak di kunci,!" teriak lia sambil mengusap air matanya,


"Lia,ada apa? apa ada yang lia pikirkan cerita sama nenek ?" sahut nenek sambil berjalan menuju kasur lia


"Tidak ada apa-apa nek,lia cuman kelilipan debu?"kata lia sambil berusaha menyelaraskan suaranya yang mulai bergetar karena menangis .


"Lia,nenek ini keluarga lia satu-satunya kalau lia ada apa-apa cerita ke nenek jangan menganggap nenek orang lain nenek sudah berjanji ke almarhum ke 2 orang tua lia akan menjaga lia !" kata nenek sambil mengelus rambut panjang lia,

__ADS_1


"Nek, nenek ingat tentang mas heru yang pernah lia ceritakan ,dia akan mendapat donor mata nek dia akan bisa melihat lagi lia tidak mungkin lagi bertemu dengannya karena kondisi lia seperti ini sejak dulu lia tidak punya teman nek tidak ada yang mau ngobrol sama lia karena mereka bilang lia bau dan miskin !"? kata lia dengan tersedu-sedu


"Lia, itu yang terbaik buat mas heru harusnya lia turut bahagia,, kenapa lia sedih lia ada perasaan dengan mas heru ?" sahut nenek sembari mengelus rambut lia


"Nenek,,?!" teriak lia sambil sesenggukan,


"Kalau,menurut nenek lebih baik lia kubur perasaan lia dalam-dalam karena itu akan menyakiti lia kita tidak sepadan dengannya lia lebih baik lia fokus melanjutkan sekolah lagi menata masa depan lia !"kata nenek sambil berusaha menenangkan lia,


satu minggu kemudian...


Di Rumah sakit....


"Terimakasih banyak dok,saya sudah tidak sabar untuk bisa melihat lagi !" sahut heru penuh antusias.


"*H*ari ini mungkin mas heru sudah di operasi mungkin benar kata-kata nenek lebih baik saya kubur perasaan ini dalam-dalam saya tak mau membuat mas heru kecewa "


Dengan cepat dia mengayuh sepedanya menuju kursi biasa mas heru duduki meletakan sebuah kotak kecil berisi hadiah ulang tahun untuk mas heru bergegas dia pergi sebelum ada yang melihatnya


Hari ini mas heru sudah boleh pulang kerumah dan perbannya pun sudah boleh di buka tak sabar mas heru ingin cepat-cepat menuju kursi di halaman muka rumahnya untuk bisa bertemu lia

__ADS_1


"Hari ini saya akan menunggunya seperti biasa dia sudah janji akan menemui saya sebagai hadiah ulang taun saya "


Setiap hari mas Heru duduk di kursi itu tapi yang di nantikan tak kunjung datang hingga tukang kebun rumahnya pak Darsa menyapanya


"Permisi den,saya liat beberapa hari ini aden duduk sendiri apa sedang menunggu seseorang ?"tanya pak Darsa


"Saya,sedang menunggu seseorang yang biasa menemani saya duduk di sini pak perempuan kalau dari suaranya sepertinya masih muda sekitar umur 20an!" kata mas Heru dengan nada cemas


"Owh,gadis penjual kue itu den, dari seminggu yang lalu memang saya belum ada melihat dia lewat sini den biasanya dia menjajakan kuenya sekitar sini cuman saya belum ada melihatnya lagi sejak saya menemukan kotak ini !" sambil menyodorkan sebuah kotak kecil berpita merah


"Kotak apa itu pak Darsa,?"tanya mas Heru penuh tanda tanya


"Sepertinya ini untuk mas Heru saya juga tidak berani buka den!"sahut pak heru.


"Terimaksih pak Darsa saya akan membukanya nanti"! kata mas Heru sambil bergegas menuju kamar untuk membuka hadiah dari lia .


 


*Bersambung* ~

__ADS_1


 


__ADS_2