Cinta Di Bulan Ramadhan

Cinta Di Bulan Ramadhan
EPISODE KE EMPAT PULUH SATU


__ADS_3

Di perjalanan mereka hanya saling diam diaman, tidak ada yang berani memulai pembicaraan duluan, apa lagi hari yang sudah semangkin larut, Agif hanya ingin fokus menyetir agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Priti sebenar nya takut, ia takut karna sekarang ia hanya berduaan di dalam mobil nya Agif, di tambah lagi malam sudah semakin larut.


Sementara di rumah nya Priti, semua orang sedang menunggu mereka berdua sampai di rumah, sekarang mereka sudah lebih tenang karna Priti dan Agif sudah mengabari nya, tapi ummi Priti masih agak sedikit was was karna bagaimana pun Priti anak wanita satu satu nya, tidak pernah sebelum nya Priti pulang selarut ini apa lagi bersama dengan cowok yang bukan makhrom nya, memang sih Agif adalah calon suami nya, tapi tetap saja masih belum makhrom, perasaan ummi nya sekarang ini sedang bercampur aduk dan abi sedang berusaha menenang kan ummi nya Priti


Keluarga Agif pun masih di rumah Priti menunggu kedatangan kedua nya, Ada rasa kecewa dari seorang Ayah terhadap anak nya, karna Agif sudah berani berani nya membawa anak gadis orang, sampai selarut ini apa lagi Agif tidak ada izin apa pun kepada ayah atau bunda nya bahwa hari ini dia akan pergi keluar bersama Priti


Di perjalanan kerongkongan Agif rasa nya haus ingin minum, Perut Priti pun cacing nya sedang berdemo meminta cemilan. Agif pun mutuskan untuk berhenti sebentar untuk membeli minum


"Mau ngapain kesini?" Ucap Priti bertanya


"Numpang tidur, ngantuk gua" ucap Agif ngawur


"Hehh, jan ngadi ngadi lu yak" ucap Priti


"Ya kagak, lu nanya nya ada ada aja sih, kalo gua berhenti di supermarket kek gini berarti gua mau belanja maemunahh" ucap Agif menjelaskan sambil meledek


"Yehh maemunah maemunah nama gua Priti woii" ucap Priti sedikit teriak


"Yain biar seneng" ucap Agif malas


"Emang iya kok hiss dahlah" ucap Priti langsung keluar dan meninggalkan Agif di mobil


"Ehh yang mau beli minum siapa yang keluar siapa" ucap Agif keluar dari mobil dengan sedikit berlari menyusul Priti

__ADS_1


"Lu ngapain keluar dari mobil maemunahh, ntar mobil gua hilang gimana? lu mau ganti?" ucap Agif bertanya


"Paan sih lu, suka suka gua lah, lagian ni yaa, siapa juga yang mau nyolong tu mobil lu, jangan kan orang, kucing pun gabakal mau ngegondol tu mobil" ucap Priti ngawur, padahal mobil Agif adalah mobil Ferrari warna silver


"Heh ni bocah sembarangan aja lu kalo ngomong, pulang jalan kaki lu nanti yak, siapa suru lu ngata ngatain mobil gua" ucap Agif ngancam


"Aman, ntar gua tinggal nelfon abi atau ayah, trs bilang ke beliau bahwa anak tunggal dan calon mantu kesayangan nya ini ngebiarin anak cewek satu satu nya dan calon mantu tunggal kesayangan nya ini pulang jalan kaki, dah pulang gih luuu, tata titi tutu" ucap Priti panjang lebar kembali mengancam


"Dih apasihh main nya bawak bawak orang tua,dah lah gajadi" ucap Agif memandang Priti sinis


"Haha wleeeee" ucap Priti mengejek nya lalu mengambil cemilan, dan timbul lah ide jahil nya untuk mengerjai Agif


Priti mengambil sebanyak banyak nya cemilan yang mahal, dan besar besar 4 keranjang, sedang kan Agif mengambil 2 minuman satu untuk nya, satu lagi untuk Priti


"Ehh lu? lu apaan banyak banget ini, yakin lu bisa ngehabisin semua nya? ntar mubadzir lu dosa lo" Agif menjelaskan kepada Priti tentang membuang buang makanan (mubadzir makanan) dalam islam


اِنَّ الۡمُبَذِّرِيۡنَ كَانُوۡۤا اِخۡوَانَ الشَّيٰطِيۡنِ‌ ؕ وَكَانَ الشَّيۡطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوۡرًا


Innal mubazziriina kaanuu ikhwaanash shayaatiini wa kaanash shaytaanu li Rabbihii kafuuraa


Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya (Q.S Al-Isra ayat 27)


Tafsir :

__ADS_1


Allah mencela perbuatan membelanjakan harta secara boros, dengan menyatakan, "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan, mereka berbuat boros dalam membelanjakan harta karena dorongan setan, oleh karena itu, perilaku boros termasuk sifat setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada nikmat dan anugerah Tuhannya.


Kemudian Allah swt menyatakan bahwa para pemboros adalah saudara setan. Ungkapan serupa ini biasa dipergunakan oleh orang-orang Arab. Orang yang membiasakan diri mengikuti peraturan suatu kaum atau mengikuti jejak langkahnya, disebut saudara kaum itu. Jadi orang-orang yang memboroskan hartanya berarti orang-orang yang mengikuti langkah setan. Sedangkan yang dimaksud pemboros dalam ayat ini ialah orang-orang yang menghambur-hamburkan harta bendanya dalam perbuatan maksiat yang tentunya di luar perintah Allah. Orang-orang yang serupa inilah yang disebut kawan-kawan setan. Di dunia mereka tergoda oleh setan, dan di akhirat mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam.


Allah swt berfirman:


Dan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur'an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya. (az-Zukhruf/43: 36)


Dan firman Allah swt:


(Diperintahkan kepada malaikat), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah. (ash-shaffat/37: 22)


Di akhir ayat, dijelaskan bahwa setan sangat ingkar kepada Tuhannya, maksudnya sangat ingkar kepada nikmat Allah yang diberikan kepadanya, dan tidak mau mensyukurinya. Bahkan, setan membangkang tidak mau menaati perintah Allah, dan menggoda manusia agar berbuat maksiat. 


Al-Karkhi menjelaskan keadaan orang yang diberi kemuliaan dan harta berlimpah. Apabila orang itu memanfaatkan harta dan kemuliaan itu di luar batas-batas yang diridai Allah, maka dia telah mengingkari nikmat Allah. Orang yang berbuat seperti itu, baik sifat ataupun perbuatannya, dapat disamakan dengan perbuatan setan.


Ayat ini diturunkan Allah dalam rangka menjelaskan perbuatan orang-orang Jahiliah. Telah menjadi kebiasaan orang-orang Arab menumpuk harta yang mereka peroleh dari rampasan perang, perampokan, dan penyamunan. Harta itu kemudian mereka gunakan untuk berfoya-foya supaya mendapat kemasyhuran. Orang-orang musyrik Quraisy pun menggunakan harta mereka untuk menghalangi penyebaran agama Islam, melemahkan pemeluk-pemeluknya, dan membantu musuh-musuh Islam. Ayat itu turun untuk menyatakan betapa jeleknya usaha mereka.


Agif menjelaskan semua itu pada Priti, dengan bermaksud untuk menghentikan Priti agar tidak boros( mubazir)


"Sudah pak ustad ceramah nya? kasian tuh mbak nya nungguin" ucap Priti santai karna Priti juga sudah tau tentang itu


Priti hanya senyum senyum sendiri karna ia mengira Agif mungkin tidak sanggup membayar semua nya, tapi dugaan Priti salah, Agif malah melebihkan uang nya untuk bonus mbak kasir itu

__ADS_1


setelah selesai semuanya Agif dan Priti kembali ke mobil,minum sebentar lalu melanjutkan perjalanan nya


__ADS_2