Cinta Di Bulan Ramadhan

Cinta Di Bulan Ramadhan
EPISODE KEENAM


__ADS_3

Setelah berkumpul kurang lebih 30 menitan, para ART kembali ke rumah majikannya masing untuk melanjutkan tugas nya yang belum selesai.


Bi inah yang juga pulang sekarang sudah sampei di rumah Agif, Bi inah ingin mengembalikan kucing tadi kerumah majikan bi Jijah tapi kaki bi jijah keseleo membuat bi jijah susah berjalan.


Agif yang melihat itu segera membantu bi jijah duduk ke sofa.


"bibi gak papa?" tanya Agif.


"gak papa kok lee, cuman ini sakit sedikit" ucap bi inah sambil mengurut pergelangan kaki nya.


"Agif panggilin tukang urut ya bii". tawae Agif


"eh gk usah le, mending agif bantu bibi aja" ucap bi inah.


"Bantu apa bi?". tanya Agif lagi


"Agif gak mau ada kucing ini dirumah lagi kan?". ucap bi inah sambil menunjuk kucing yang sudah didalam kandang nya.


"iya lah bi, kan bibi tau Agif pobia sama kucing" ucap Agif.


"nah yowess, tolong anterin kucing iki yo ke alamat iki." ucap bi inah dengan bahasa campur aduk sambil menyodorkan kertas yang berisi alamat kepada Agif.

__ADS_1


"tapi bii." belum selesai Agif bicara bi inah sudah mendorong badan agif keluar dan menaruh kucing itu jok di samping mobil nya dengan kaki pincang pincang.


SKIP


sepanjang perjalanan Agif mengomel karna harus mengantar kucing ini kerumah bi jijah.


"hess kenapa harus aku sih yang ngantar, lagian bi inah kok bisa keseleo coba kaki nya, aku kan gak suka sma kucing. ini juga siapa sih yang punya awas aja kalau aku jumpa nanti tak marahin liat lah, punya kucing kok gak dijaga, masa keliaran gini. udah lah ikan aku dimakan semua sama ni kucing, hehhhh sebell deh ahh๐Ÿ˜‚" gerutu Agif sepanjang jalan, kalau kucing itu pandei bicara mungkin udah di sumpel tu mulut.


sampai lah Agif di alamat yang bi inah kasih tadi, dia memencet bel rumah tapi tidak ada yang membukakan pintu sesekali Agif mengetuknya sambil mengucap salam dengan keras. ingin sekali Agif mendobrak pintu itu tapi Agif sadar bagaimana adab bertamu yang diajarkan oleh bunda nya.


Didalam kamar priti sedang mengotak atik HP nya dengan menggunakan hend-set, tapi suara hend-set itu kalah besar dengan suara Agif yang membuat priti mendengus kesal.


"hihhh siapa sihh gak tau apa orang capek, udah suara nya kek toa masjid lagi". ucap priti sambil berjalan menuju pintu.


"iyaa sebentarrrr!!" ucap Priti yang sudah kesal.


Priti membuka pintu rumahnya dan melihat seorang cowo yang sedang membelakanginya.


"wa'alaikumussalam, maaf siapa yha?". ucap priti sok lembut padahal didalam hati nya ingin sekali dia mencakar ni orang๐Ÿ˜‚.


Agif yang bingung dengan suara itu bergumam

__ADS_1


"kek kenal suaranya, siapa yaa?".


Agif segera membalikkan badan nya dan mereka berdua pun kaget.


" eloo!" ucap mereka berdua.


"ngapain lo kerumah gua ha?" ucap priti dengan nada agak tinggi karna dia masih sebel dengan perlakuan Agif kemarin. Priti emang begitu terlihat jutek didepan orang tapi aslinya baik banget, dia bukan galak tapi tegas karna dia pernah mendengar ustad abdul somad: jadi cewek itu harus tegas jangan lemah lembut gemulai terkecuali sama yang makhom kita.


"ehh santai dongg, gak usah ngegas gitu juga kalee" ucap Agif santai.


"gue kesini ingin ngembaliin kucing lo." ucap agif masih santai tapi Priti malah nuduh Agif yang maling kucing nya.


"ohh jadi lo yang maling kucing gua, dasar pencuri!" ucap priti ketus.


"enak aja lu bilang gua yang maling, kalo gua maling gak mungkin gua balikin. mikir dongg" ucap Agiff kesal.


"terus kucing gua kok bisa di elu?, kucing gua tu kucing baik gak mungkin mau sama lu kalo gk lu paksa". ucap priti ketus.


Agif yang tambah kesal menatap Priti dengan tatapan tajam yang membuat priti tertunduk, karna aby nya priti mengajarkan dia untuk menundukan pandangan didepan yang bukan makhram.


ASSALAMU'ALAIKUM..๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KELANJUTAN NOVEL AKU LAGI SEMOGA KALIAN SUKA YAA๐Ÿ˜ DAN JANGAN LUPA LIKE KOMEN POSITIF DAN VOTE NYA JUGAA๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2