
"Inii gimana? " ucap Agif sudah agak malas tapi masih sabar
"ih apaan sih, mewah banget, mau ngundang Presiden lu? " ucap Priti menolak nya lagi
"Ini deh yg simpel, gimana? " ucap Agif lagi
"Gamau juga" ucap Priti menolak lagi dan lagi
"Nahh ini gimana? simpel dan cantik" ucap Agif antusias lagi
"Gamau gasuka gelayyy" ucap Priti sedikit tertawa
"Yg ini gimana? " ucap Agif lagi dan lagi
"gamau ahh" ucap Priti gamau lagi
"Terus lu mau yg mana markonahhh" ucap Agif sebel karna dari tadi yg ia tunjukkan kepada Priti tak ada satu pun yg ia setuju i
"hmm bentar" Priti pun pergi dan di buntuti oleh Agif kemana Priti pergi
"Nahhh, ini aja dehh, cantik simpel dan elagant warna nya juga menyejukkan mata" ucap priti dengan mata yg berbinar melihat contoh undangan itu
"Astaghfirullah hal adzim Pritiiii, kan dari tadi gua nunjuk yg itu lu nya gamau inilah itu lah sekarang malah milih yg itu" ucap Agif makin kesal
"mbakk, kami pesan yg ini yah, untuk 7.000 undangan okey mbak" ucap Priti memesan undangan itu pada pelayan yg ada di sana tanpa menggubris ucapan Agif tadi.
"Sabar ya allah sabarr " ucap Agif mengelus elus dada nya sendiri
"Dahh, yuk ke butik" ucap Priti nyelonong keluar duluan meninggal kan Agif
"Emang kebiasaan nih bocah yak, nyelonong duluan ninggalin gua, gemesh tau ga sih gua sama lu" ucap Agif dalm hati sambil senyum senyum sendiri
lalu Agif pun juga keluar menuju mobil, dan kembali melanjutkan perjalanan nya ke butik tempat langganan bunda dan ummi nya
...------------------------------------------------...
__ADS_1
Di perjalanan menuju butik, Agif memulai pembicaraan duluan agar tak bosan di dalam mobil
"Lu mau make adat apa buat akad nya?" ucap Agif memulai pembicaraan
"Sunda atuh, emang lu mau make adat apa? " ucap Priti kembali bertanya
"Gua, Hm gua ngikut lu aja" ucap Agif
"Tapi gua mau ada make adat jawa nya juga boleh? " ucap Agif kembali bertanya
"Boleh, berarti udah 2 baju, terus untuk siang sampe malam nya gimana? " ucap Priti kembali bertanya lagi
"Nanti kita lihat di butik aja lah ya" jawab Agif
di dalam mobil pun kembali hening, Agif hanya sibuk memperhatikan jalan, Dan Priti juga sibuk memperhatikan pemandangan pemandangan di sekeliling nya
Hingga sampai lah mereka di sebuah butik, yang mana butik tersebut adalah butik tempat langganan bunda dan ummi nya
"Ayo," ucap Priti turun duluan, muncul lah ide Agif untuk kembali mengerjai Priti seperti ia mengerjai diri nya di tempat pencetakan undangan pernikahan mereka tadi
Namun Ide jahil Agif tadi sama sekali tidak berhasil, karna Priti langsung masuk begitu saja ke dalam butik itu tanpa menunggu Agif lagi
"Ehhh, wah parah ni anak, bukan nya nungguin gua malah langsung nyelonong masuk aja, gajadi kan gua balas jahil nya tadi" ucap Agif kesal karna Ide jahil nya tidak berjalan, dan juga karna Priti meninggal kan nya masuk duluan
Agif pun turun dari mobil dan segera menyusul Priti ke dalam
"Lu lelet, kek siput!" ucap Priti jutek
"Iss,lu nya aja yg ga peka" ucap Agif memutar bola mata nya malas
"Maksud nya? " ucap Priti yg sama sekali tak faham dengan apa yang barusan di katakan Agif tadi
"Ga, gapapa, udah yok nyari baju sunda nya dulu" Ucap Agif mengajak nya pergi ke tempat khusus yg biasa nya di pakai oleh bunda dan ummi nya
mereka pun meminta pelayan yg ada di sana untuk menunjukan Pakaian pernikahan adat sunda yang ada di butik itu, lalu pelayan pun menunjukan pakaian pakaian tersebut
"Ini gimana?, gua suka yg ini baguss" ucap Agif
"Liat yang lain dulu boleh?" ucap Priti yg kini menjaga atitude nya di depan pelayan serta menejer butik itu
"Owh okey, tafadholy ya ukhty" ucap Agif ramah
__ADS_1
"Ini juga bagus, gimana? " ucap Agif
"Hmm gua pengen yg warna putih giff, boleh? " ucap Priti menolak nya lagi
"boleh boleh, gua juga pengen nya gitu" ucap Agif santai
"Nihh warna putihh" ucap Agif
"sabarr, gua masih pengen liat yg lainn" ucap Priti dan Agif hanya mengikuti nya saja
"nahh ini bagus nihh giff, mau yg inii boleh? " ucap Priti sedikit merengek
"Tapi warna nya? tadi kata nya mau yg warna putih" ucap Agif
"hmm iya sihh, mbak yg model ini warna putih ada ga yah?" ucap Priti bertanya pada mannajer di sana
"Sebentar ya non, kami liat dulu" ucap Manejer tersebut lalu melihat nya
"Baik mbak" ucap Priti dan Agif lalu duduk di sofa yg sudah di sediakan disana
sembari menunggu, Priti mengecek hendphone nya, membuka akun instagram nya, banyak sekali notif dari followers followers nya, karna sudah beberapa hari ini Priti sibuk mengurus persiapan untuk pernikahan nya hingga jarang sekali Priti bermain di sosmed nya lagi
tak lama kemudian mannajer tersebut kembali lagi
"Maaf, non, tuan muda, gaun yang model tersebut warna putih nya sudah habis,hanya tinggal warna itu lagi" ucap manejer tersebut
"Kann, Agifff" ucap Priti merengek
"Gabisa di pesan lagi mbak? " ucap Agif bertanya ke mbak nya
"maaf, gabisa tuan, soal nya itu yg terakhir" jawab mbak tersebut
"Jadi gimana tii?" ucap Agif
"Hmm yauda deh, mau gimana lagi" ucap Priti dengan raut wajah agak sedih
"Jadi yg mana? " ucap Agif bertanya lagi
__ADS_1
"Yg pertama aja deh, yang lu suka tadi" ucap Priti
mereka pun membungkus gaun tersebut dan lanjut memilih milih gaun yg selanjutnya