Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam

Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam
peringatan


__ADS_3

selesai pertemuan dengan klien angga berpamitan kepada bapaknya untuk pulang lebih awal sebab ada urusan yang harus dituntaskan sebelum esok hari menuntunya untuk meninggalkan tana air.


kring kring kring (deringan hp, angga)


wah akhirnya kamu menghubungiku manusia tampan sejagat, gumamnya.


halo, soreh ini aku menunggumu di cafe tempat kita biasa nongkrong, sebelum bela menjawabnya panggilanpun terputus


tut tut tut.....


ah sialan, dasar manusia aneh, apa dia tidak bisa memberikanku kesempatan untuk berbicara bahkan menanyakan perihal pertemuan.


baiklah setidaknya hari ini aku harus berpenampilan cantik agar pandangannya tak berpaling dariku, meskipun aku memang sudah cantik! gerutu bela dengan senyuman liciknya.


setelah selesai merias, bela langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, memacu menembus keramain kota disoreh hari dimana kenderaan meludak begitu pesatnya.


sedangkan ditempat lain anni telah menyelesaikan segalah persyaratan administrasi, dia cukup kaku sebab hanya dirinya yang melanjutkan kuliah dikampus poltek, teman-temannya yang lain lebih banyak yang melanjutkan pendidikan diluar negeri.


ternyata mengurus serpihan dokumen seperti ini cukup melelahkan, pasalanya anni tak begitu menikmati sebab baginya mereka orang asing yang sulit untuk melemparkan senyuman kepadanya meskipun anni berkali-kali melemparkan senyuman dengan orang yang berbeda.

__ADS_1


disudut kota setelah selesai melakukan segalahal yang cukup melelahkan akhirnya anni kembali ke apertemennya untuk menunggu informasi selanjutnya seputar perlengkapan ospek.


diselah-selah pembaringannya anni tak lupa untuk mengecek hpnya berharap ada pesan masuk dari dia namun apa yang ditunggu haya sebuah harapan semata.


apa sebenarnya yang aku fikirkan? aku benar-benar kalut dalam kedilemaanku! aku benar-benar menginginkannya menjadi teman hidupku! batinnya.


tinh ting ting notifikasi pesan ( pemberitahuan perlengkapan ospek)


*di*sampaikan kepada seluruh mahasiswa baru agar sekiranya melengkapi perlengkapan yang terterah dibawa ini dan teruntuk hari pelaksanaan ospek sekiranya sudah jelas jadi saya harap harus hadir tepat waktu dan membaw perlengkapannya.


begitu pemberitahuan dari panitia penyelenggara diterima, akhirnya anni turun dari lanitai dua menuju lantai satu.


fikaaa, sapa anni


dengan pelan-pelang fika menoleh. matanya tertuju pada sosok orang yang memanggilnya dengan sigap langsung memeluknya.


khoirunnisa? balas fika dengan wajah bahagia. apa yang kamu lakukan disini ni'?


aku kuliah disini kamu sendiri? aku juga kuliah disini.

__ADS_1


fika dan anni pernah satu sekolah di SD dan mereka cukup akrap namun karena orang tuanya dimutasi akhirnya orang tuanya pindah ke jokja yang mengakibatkan fika harus pindah sekolah.


setelah percakapan panjang akhirnya mereka memutuskan untuk sama-sama mencari perlengkapan pasalnya mereka sejurusan jadi sangat memudahkan perjalanan mereka.


sesampainya angga di cafe langsung menyapu seluruh ruangan dan akhirnya menemukan sosok wanita yang dihubungi beberapa jam yang lalu.


hay angga? sapa bela dengan wajah bahagiannya


hm. jawaban singkat dengan tatapan mengintimidasi.


namun bela tak memperdulikan, pasalnya hatinya sangat bahagia dan dengan tidak ada rasa malu, bela memegang tangan angga.


angga kamu tau aku bahagia karena akhirnya kamu bisa melungkan waktu untuk aku.


dengan tatapan dingin angga hanya menyunggingkan senyumannya lalu menarik kembali tangannya.


aku tidak bisa berlama-lama, langsung saja, kita memang satu sekolah dan kita berteman namun kamu harus tau batasanmu! dan ingat jangan mengusik hidupku apalagi berhubungan dengan wanitaku! intonasinya mulai terdengar nyaring yang membuat dada bela cukup tersudutkan.


angga aku sangat mencintaimu, dan kamu tau, sedari dulu aku menunggumu berharap suatu hari nanti kamu bisa memberikan aku waktu, suara bela mulai bergetar dan matanya berkaca-kaca, mencoba menggenggam tangan angga namun angga tetap diam, pasalnya angga dan bela berteman sedari kecil bahkan tetangga.

__ADS_1


tanpa berkata-kata angga melangkah meninggalkan meja makan dan belah hanya bisa memandangi punggung angga dengan air mata yang cukup deras.


__ADS_2