Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam

Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam
Kawatir


__ADS_3

setelah sampai di depan apertemen angga turun dari mobil lalu berjalan membukakan pintu untuk anni kemudian anni turun dari dalam mobil.


terimakasih atas tumpangannya pak. ucap anni sambil tersenyum.


kita ada diluar jadi kamu bisa memanggil saya dengan sebutan nama. ucap angga.


baik angga. ucap anni sambil tersenyum


ya sudah aku balik dulu ya.


sudah pukul 10 malam tapi anni masih bergelut dengan imajinasinya membayangkan kisah yang telah dikubur beberapa tahun yang lalu, kisah itu kini kembali mengetuk hatinya tanpa saling memberi tahukan namun dari raut wajah keduanya sangat terlihat betapa mereka masih menginginkan penyatuan, andaikan angga kembali cepat mungkin ini semua tidak aka terjadi. lama berseluncur dengan fikirannya akhirnya anni bangun dari lamunanya dan melangkah masuk kedala kamar mandi untuk mengambil wuduh sebelum tidur.


sebelum anni tidur tiba-tiba hpnya berbunyi (1 pesan masuk)


sayang kamu sudah tidur? tanya heri di balik hp


belum, ini baru mau. jawab anni


ya sudah kamu tidur ya. imbuh heri.


anni hanya menatap layar hpnya yang mulai meredup lalu menarik selimut menutupi tubuhnya dan memejamkan matanya hingga terlelap.

__ADS_1


.......


paginya sebelum berangkat kekantor heri sudah menunggunya dibawa tidak lama kemudian anni muncul dari dalam lift, heri yang sedari tadi duduk dibawa lobih berdiri menyambut kedatangan wanita yang sedari tadi ditunggunya anni yang melihat heri langsung melebarkan senyannya lalu memegang tangan heri sedangkan heri langsung merangkulnya dan mengecup kening wanitanya.


kamu kenapa ng bilang klw mau ngantarin aku? tanya anni sembari mengerucitkan bibirnya.


heri hanya terkeke melihat tingkah imut kekasihnya "maafkan aku", ucap heri dengan wajah memelas.


kamu kenapa pemborosan kata maaf gitu aku? tanya anni yang ng tega melihat sikap heri yang seperti tertindas.


aku hanya tidak ingin kamu marah, aku sangat mencintaimu ni'. ucap heri yang seketika membuat hati anni berdetag dengan kencang.


bagaimana tidak laki-laki yang sekarang berada dihadapanya adalah kekasihnya sekaligus orang yang tidak dicintainnya.


tanpa membalas penuturan heri. "knp kamu pucat sekali?" tanya anni kepada heri.


mungkin pengaru cuaca, jawab heri sembari tersenyum.


....


mobil mereka telah sampai di depan perusahaan tempat anni bekerja sebelum turun dari mobil anni memeriksa dahi dan tangan heri yang berbeda sebelumnya meskipun tak ada perubahan suhu tapi wajah heri begitu pucat.

__ADS_1


selepas aku pulang kerja nanti aku kekantor kamu, kita keruma sakit? imbuh anni dengan wajah memohon.


heri hanya menatap anni dengan senyumanya lalu memegang pipi anni "aku tidak apa-apa".


kamu jangan keras kepala begini, aku kawatir dengan keadaan kamu. ujar anni kesal.


tidak perluh setelah ini aku juga akan sembuh. ujar heri sembari tersenyum.


mendengar penuturan heri anni langsung turun dari mobil.


ya sudah aku masuk dulu tapi kamu hati-hati dijalan dan klw kamu berubah fikiran untuk kerumah sakit, kabari aku. ujar anni sambil


heri yang melihat tingga kekasihnya itu membuatnya haru dan sedih.


kamu tidak mencintaiku tapi kamu begitu peduli kepadaku. batin heri.


tanpa disadari ada dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka dari dalam mobil.


angga, itukan khoirunnisa! knp bisa ada di kantor kamu? tanya aditya dengan rasa penasaran.


aditya memang tidak tau kalaw ternyata anni juga bekerja di perusahan wiranto pasalnya aditya melanjutkan pendidikan dijerman selama 4 tahun dan baru pulang dari jerman selepas wisudah jadi banyak hal yang tidak diketahui sehingga wanita yang beberapa lalu diselidikinya ternyata salah satu kariwan dari perusahan wiranto.

__ADS_1


iya, dia sekertaris papah sebelum aku menggantiaknnya. ujar angga dengan mata yang masih fokus menatap anni.


bagaimana bisa dia menjadi sekertarismu, urusan kalian begitu rumit. batin aditya.


__ADS_2