Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam

Cinta Di Dalam Doa 1/3 Malam
Sahabat?


__ADS_3

didalam lift hanya kesunyian yang memcahkan suasana tak ada suara diantata dua mahluk yanh sedang menunggu lift berhenti.


dari jarak yang tidak terlalu jauh sesosok perempuan yang sesang menatapnya bersiap menyambut kedatangan sibos, meskipun tak ada reaksi yang ditimbulkan namun dengan sikap dinginnya yang tak biasa ditunjukan kepadanya membuat hatinya pilu.


selamat pagi pak. sapa anni sembari menundukkan kepalany.


namun atasanya tak bergeming untuk memberikan sesikit respon.


^^^knp dengan dia? biasanya dia selalu memberikanku senyuman manis serta suara yang adah sebelum lenyap dibalik pintu ruanganya. batin anni.^^^


aditya yang menyadari raut wajah anni hanya mengangkat kedua alisnya sembari memberikan senyuman kecup terhadap kelakuan bosnya.


siang pak. sapa anni kepada aditya.


siang. jawab angga dengan sedikit senyuman lalu menghilang dari pandangan gadis yang dicueki bosnya.


dengan suasana hatinya yang tidak mengenakan nafasnya naik turun naik turun dibalik dinding yang membatasi ruangan gadis yang telah lama memikat hatinya namun lebi dulu disambar sahabatnya sendiri, sehingga membuat sorot matanya tidak mengenakan untuk dipandang.


aditya?


aditya hanya terpaku diam tak berani memecahkan kesunyian yang sedari tadi telah membakar seluruh rongga di jiwa bossnya sehingga membuat ruangan itu tampa pengap meskipun AC berjalan dengan baik, setelah namanha dipanggil sontak kaget dari lamunanya.


iya pak? jawab aditya dengan eksperesi datar.


panggil sekertarisku kesini dang ingat kamu jangan masuk sebelum saya memerintahkanmu untuk masuk. ujar angga dengan nada datar tanpa sesilitpun bergeming dari pandangannyanya menetapa aditya.


baik pak, saya fermisi dulu.


ada apa dengan dirimu? kenapa kamu begitu kalut dalam emosi sehingga jiwamu tak lagi mengenal logika yang baik? apa karena cintamu begitu menggebu sehingga kehangatanmu mulai direnggut olehnya?. gurutu aditya.


cekk.

__ADS_1


selamat pagi nona ? sapa aditya dengan rama dan senyuman yang mengembang di wajahnya.


pagi pak? membalad sapaan dengan senyuman yang tak kalah manis. ada yang bisa saya bantu pak? tanya anni dengan tatapan menyelidik.


iya, nona di panggil keruanga pak angga. jawab aditya dengan datar.


deg... ada apa dengan pria itu? bukannya tadi dia begitu dingin padaku tapi kenepa malah memanggilku masuk kedalam ruangan dengan mengutuskan salah satu orang kepercayaannya? harusnya klw dia membutuhkanku dia bisa memanggilku melalui telpon. gerutu anni .


ada apa nona, kok bengong? tegur aditya kepada anni yang sedari tadi diam membisu tanpa ekspresi.


eh, i-ya pak. jawab anni yang terbangun dari lamunannya. saya akan segere keruangan pak angga. ucapa anni dengan raut wajah yang menggambarkan ketegangan.


aditya hanya membalas dengan senyuman lalu beranjak ke sopa.


didalam ruangan angga duduk diam namun fikiran dan hatinya begitu gusar dengan keadaan yang mulai membuat nafasnya tak beraturan, sorot matanya tajam menunggu sigadis yang telah merajai hatinya segera menghadap.


cekk


permisi pak. sapa anni dengan tenang tanpa membuat singa kelaparan yang ada dihadapanya segera melahapnya.


duduklah. perintah angga.


angga turun dari kursi kebesarannya beranjak ke sopa tempat anni menjatuhkan sedikit ketegangan yang meliputi ruangan.


ada apa dengan dirinya, apa yang telah aku perbuat sehingga membuat jiwa iblisnya terbangun, ya Allah jangan buat masalah ini berlarut-larut. batin anni.


anni yang hanya duduk dalam ketegangan tak berani menatap atasannya la hanya diliputi dengan seribu pertanyaan didalam benaknya yang belum tersalurkan, meskipun matanya telah berkaca-kaca dia tetap bersifat propesional.


angga yang berjalan kearah anni berusaha meredahkan amarhnya untuk mengetahui jawaban dari kariwannya sekaligus orang begitu diidamkannya sejak lama.


angga duduk diseblah anni untuk memperdekat jarak diantara mereka, dia menatap lekat-lekat wajah gadis dihadapanya mencoba memulai percakapan yang tepat untuk tidak membuat hatinya terluka.

__ADS_1


sejak kapan kamu menjalin hubungan dengan sahabatku?


dengan tatapan senduh dibaluti dengan rasa bersalah atas rasa yang telah lama bersarang sekuat tenaga di tepis untuk tidak merusak hubungan yang telah dijalin namun dengan cara atasannya terhadapnya membuatnya dilema.


sahabat? sambar anni dengan air mata yang mulai meninggalkan pelupuk matanya.


maksud bapak, heri? tanya anni dengan sendu karena kesalahan telah berani menjalin hunungan dengan sahaba angga.


hmmm. ucap angga dengan rahang mengeras ekspresi datar dengan sorot mata tajam.


a-ku dan..... seketika ucapannya terpotong lalu menghirup nafas panjang dan menghempaskannya.


aku dan heri telah menjalin hubungan selama 3 bulan. jawab anni jantung yang mulai menghantam semua permukaan jiwanya membuat sang empuh kaku dalam setiap sentuhan dan tulang-tulangnya sekan remuk.


apa kamu menyukainya? ujar angga dengan wajah yang mulai memelas sembari menatap gadis yang ada didepannya mencari kebenara dari setiap ucapan yang akan dilontarkan.


bukannya sudah jelas dengan adanya hubungan yang terjalun bisa menjadi jawaban dari pertanyaan pak angga? ucap anni dengan memberikan keyakinan terhadap peri yang sedari dulu merajai hatinya.


bukan jawaban itu yang aku tunggu!! ujar angga dengan sorot mata yang tak lagi memperlihatkan kemarahan, kamu tau cinta dan hubungan dua hal yang berbeda jadi berhenti menyembunyikan isi hatimu.


seketika hati gadis itu mulai redup dengan pertahannya, logikanya tak lagi berfungsi dengan baik.


maaf pak ini kantor, harusnya kita bersikap propesional dan satu lagi saya sudah harus meninggalkan gedung ini. ujar anni sembari menyodorkab senyuman manis, ini pak surat pengunduran diri saya.


apa maksud kamu dengan semua ini. sambar angga dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


tanpa menjawab perkataan dari atasannya anni bergegas meninggalkan ruangannya sembari mengambil barang-barangnya yang tergeletak diatas meja kerjanya lalu keluar meninggalkan lift.


angga yang melihat kepergiannya hanya diam terpaku.


pergilah sejauh yang kamu inginkan, aku tak akan menahanmu selagi itu yang akan memberikan kebahagian untukmu karena mungkin takdir hanya menginginkan kita saling memiliki rasa tanpa tak memberikan ruang untuk menyempurnakan.

__ADS_1


__ADS_2